Li Mei'S Love Star

Li Mei'S Love Star
Dui Lian!?



Li Jiaheng membuka Masker Li Mei perlahan Namun dihentikan Li Mei dengan memegang tangannya


Li Mei perlahan menurunkan Tangannya dan membiarkan Li Jiaheng membuka Maskernya


Li Jiaheng Langsung membuka Masker


Li Mei dan Terlihatlah wajah Li Mei dengan Tiupan angin di hutan menambah Pesona Li Mei


Li Jiaheng Terpesona dengan Kecantikan Li Mei membuatnya Diam memperhatikan Li Mei


Li Mei memiringkak kepalanya Lalu bertanya kepada Li Jiaheng


" Mengapa melihatku seperti itu? Aku tahu Aku Cantik sama seperti Arti namaku." ujar Li Mei tersenyum yang Justru membuat Li Jiaheng Mimisan.


" itu... Hidungmu berdarah." ujar Li Mei menunjuk Hidung Li Jiaheng yang memgalirkan darah.


Li Jiaheng Langsung menghapus darah dari hidungnya


" Cuacanya panas." ujar Li Jiaheng mencari Alasan.


" benarkah? Anginnya kencang Loh di Hutan ini." ujar Li Mei bingung.


" Sudah, Ayo pulang besok Kita belajar Lagi." ujar Li Jiaheng berjalan duluan meninggalkan Li Mei.


Li Mei berjalan mengikuti Li Jiaheng pulang


Malam harinya


Li Jiaheng menatap Li Mei yang sudah berada di Tempat tidurnya yang sedang Menatap dirinya


" Apa. Kau ingin merampas Tempat


tidur Saya." tanya Li Jiaheng yang menatap Tajam Li Mei.


" Tak Akan!"


Li Mei terus menatap Li Jiaheng dengan pandangan memohonnya


5 Menit kemudian


Li Jiaheng terlihat Tidur di bawah kasurnya yang ternyata Li Mei berhasil mendapatkan Tempat tidur/Kasur


di saat ingin Tiduran


Au!


" Pufftt. bagaimana Bantalnya,


empuk kah." Ledek Li Jiaheng yang tidur dibawah.


" Keras sekali seperti Batu! ini Bantal atau Batu sih." ujar Li Mei dengan Kesal.


Li Mei mau tak mau harus Tidur


di bantal yang keras


" aku kangen bantalku." ujar Li Mei dengan Suara kecil.


Aku besok ingin membuat Bantal. Batin


Li Mei Lalu tidur.


besok Paginya


Li Jiaheng membuka Mata dan melihat


Li Mei yang sudah Rapi dengan


pakaian Modernnya


" Kau yakin memakai Pakaian seperti itu?"


" Aku akan mendapatkan Taeil Lalu membeli Hanfu tenang saja. Bye." Pamit Li Mei dan pergi.


" Bisakah mengantarku, biar lebih Cepat sampainya." tanya Li Mei yang balik Lagi.


" Kau kira Saya Kuda bisa Kau naiki


setiap saat." ujar Li Jiaheng.


" yaudah kalau Tidak boleh." balas Li Mei dan Pergi sungguhan.


Li Mei melewati Hutan dan sampai di Gerbang Tapi saat ingin masuk ternyata Tidak diperbolehkan karena Pakaian Aneh Li Mei


Li Mei juga tak menemukan Prajurit kemarin yang memberinya masuk sehingga Gagal masuk


Tapi bukan Li Mei namanya jika Menyerah di saat yang Tepat ada sebuah


Kereta kuda yang dijaga ketat yang ingin memasuki Gerbang sehingga Li Mei menghentikan kereta Kuda tersebut


" Stopp!"


" maksudnya Berhenti!"


Prajurit-prajurit mulai Waspada dan mengarahkan Pedang kearah Li Mei


" Siapa Kau!"


Ketika kereta kuda mereka berhenti Seorang Pria Lalu menengok kearah Luar


disaat membuka Tirai pintunya Pria tersebut Bertatapan dengan Li Mei begitu Sebaliknya


" Dui Lian!"


Li Mei Melebarkan matanya dan menutup mulutnya karena Terkejut


" Sudah tak ada waktu untuk mengenang Masa Lalu. Bantu Aku untuk masuk Ibukota Dui Lian." ujar Li Mei.


Demi Taeil Aku harus Melupakan Sejenak kebencian dan masa Lalu. Batin Li Mei.


" Maaf? Saya sepertinya Tak pernah bertemu Nona." ujar Pria tersebut dengan Wajah datarnya Namun tetap terlihat Tampan.


" Aku tahu Kau ingin Melupakanku, Aku juga ingin Melupakanmu. Walau begitu Aku ini tetap Adik kelasmu jadi


Bantulah Aku." ujar Li Mei.


para Prajurit yang mendengar Hal tersebut Langsung menurunkan Pedangnya dan mendadak menjadi Ramah


" Nona ternyata seorang Adik kelas? berarti nona seorang Putri Apakah nona benar Adik kelasnya?"


" Tentu saja, Kau tak melihat wajahku Serius, dia itu Kakak kelasku. Ayolah berhenti Pura-pura." ujar Li Mei dengan Yakin.


" Silahkan nona, Kami akan mengantar ke dalam Ibukota." ujar Jendral tersebut.


Li Mei Langsung naik dibantu para Pengawal ke kereta Kuda tersebut


di dalam kereta kuda


" Hey, Bagaimana Kau bisa datang kesini?"


" Apa Kau juga jatuh dari Langit, Lihat di Keningku ada tanda Apa Kau juga dapat???"


Pria tersebut menatap Kening Li Mei dan kembali menatap kearah depan


" Tak ada Apa-apa, Kau jangan berbohong. Tanda seperti itu hanya dimiliki Dewa-Dewi saja bukan


manusia Fana apalagi Jatuh dari Langit." jelas Pria tersebut.


" Loh kok Tidak ada? perasaan Kemarin ada... Oh pasti dia." ujar Li Mei yang sudah menebak Perbuatan siapa itu.


" Kau bukan Adik kelasku, Siapa Kau sebenarnya." tanyanya.


" Aku sungguh Adik kelas Kamu, Aku ingin masuk kedalam Sekolah Kekaisaran Tapi tak tahu bagaimana." ujar Li Mei.


" Oh jadi Kamu ingin Mendaftarkan diri ke Sekolah para Bangsawan. memangnya Kau dari Bangsawan mana." tanya Pria tersebut.


" dari Tempat yang Jauh, Aku baru datang ke Kekaisaran ini dan mereka Menolakku karena Pakaianku." balas Li Mei.


Pria tersebut menyudutkan Li Mei


" Lihat wajahku dengan Baik, Apakah wajahku Mirip dengannya dan Kau salah mengenali Orang atau Kau Berbohong." ujar Pria tersebut yang Jaraknya dekat dengan Li Mei.


kini Jantung Li Mei berdetak dengan Cepat saat didekat Pria tersebut sama seperti didekat Dui Lian


Li Mei menatap Pria tersebut dengan dalam karena memikirkan Kenangan-kenangan yang dirinya Lewati bersama Dui Lian


" Iya. Kau Dui Lian dalam segi Wajah, Mata, Bibir, Semuanya. hanya Kau berambut Putih panjang Tapi Aku tetap bisa mengenalimu." ujar Li Mei yang menilainya.


Pria tersebut memegang Wajahnya


" Saya tak percaya Ada Pria yang mirip seperti itu." ujar Pria tersebut Lalu kembali ke Kursinya.


" itu berarti Kau adalah Dui Lian." ujar


Li Mei.


" Lapor Kita sudah berada di dalam Ibukota." ujar sang Jendral.


" Turun." ujar Li Jiaheng.


" Terima kasih atas Tumpangannya, Semoga Kita tidak bertemu Lagi." ujar


Li Mei dan Langsung turun.


Pria tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar Hal tersebut


baru kali ini ada yang Berkata seperti itu. Batin Pria tersebut yang mulai Tertarik dengan Li Mei.


Kereta kuda tersebut kembali berlalu bersama para Prajurit dan Jendral nya


Li Mei dengan Santai berjalan kearah Toko Alat musik


" Hallo kak Ingin beli Alat musiknya?"


" Boleh pinjam? nanti Aku bayar setelah selesai." tanya Li Mei.


" Hmm iya Baiklah, asalkan Nona membelinya." balas Penjual tersebut.


Li Mei memilih Alat musiknya Lalu mengambilnya


Li Mei berjalan kesamping Toko agar mudah diawasi Penjual Toko


Li Mei mengambil sesuatu dari balik Pakaiannya dan ternyata itu sebuah Kain


Li Mei meletakan Kain tersebut di Tanah membuat Penjual Toko bingung menatapnya


~Bersambung~


Jangan Lupa Like, Komen, Favorit,


dan Share. Terima Kasih