Li Mei'S Love Star

Li Mei'S Love Star
Siapa Dewa/Dewi Bintang?



" Kenapa kok dijewer Akunya." Komplain Li Mei.


" Kau bisa Langsung menjualnya padaku, Kau Lupa Aku Kaisar." kesal sang Kaisar.


para Murid kembali ke tempatnya karena mereka tak bisa melawan sang Kaisar ataupun berebut Resep tersebut


Mata Li Mei Berbinar


" Oh Iya, Aku baru ingat Kau Kaisar yah. Gimana Kita membicarakan Harga yang sesuai." ujar Li Mei Lalu menyediakan Buku dan Pulpen.


" Kau ingin berapa." tanya sang Kaisar.


" Aku mempunyai banyak Resep yang enak-enak. Kau bisa membeli semuanya jika mau." ujar Li Mei.


" 1 Kotak Emas Cukup?"


" Wow Cukup-cukup, nanti Aku akan menuliskan Semua resepnya. Lalu mau Aku kirim ke mana?"


" Kekaisaran, Kau bisa datang membawa Perunggu khusus pedagang ini untuk Masuk kedalam Kekaisaran." ujar Kaisar Lalu memberikan Perunggu tersebut.


" Baik." Langsung mengambilnya dengan Cepat dan memasukkan kedalam Kantung.


Tepat sesudah itu Guru datang dan


kelas pun dimulai lagi


Li Mei kali ini memutuskan untuk lebih cepat pulang untuk mencatat semua resepnya


di Paviliun milik Li Jiaheng


" Apa yang Kau sedang Lakukan?"


" Bisnis." jawab Li Mei.


" Apa itu Bisnis?"


Li Mei menatap Li Jiaheng


" Aku tanya memang ini Dinasti Apa mengapa Semuanya tak tahu?"


" Dinasti? Tak pernah dengar." ujar


Li Jiaheng dengan Tatapan bingung.


" Dinasti Apa itu? Apa artinya???"


Li Jiaheng yang penasaran menanya balik


" Itu... Terlalu sulit untuk dijelaskan."


balas Li Mei sambil menghela napas.


" Saya hanya tahu bahwa 30 tahun dalam kalender Heping." jelasnya.


" Heping?


" Aku belum pernah mendengar Heping sebagai ahli Sejarah?"


" Sudahlah." ujar Li Mei yang tak mau diambil pusing.


" Aku akan jelaskan Apa itu Bisnis."


Lanjut Li Mei.


" Bisnis itu untuk menghasilkan Teil,


Aku akan kasih Kau Teil dengan Syarat."


ujar Li Mei.


" Sebutkan." balas Li Jiaheng.


" ada Tiga Permintaanku." ujar Li Mei.


" Pertama Aku ingin Bertanya mengenai Dewi Bintang karena Kau berasal dari Klan Iblis otomatis Kau juga pasti lebih banyak mengetahui mengenai Dewa-Dewi di Kerjaan Langit." tanya Li Mei.


" Dewi Bintang... dia adalah Dewi yang belum diketahui wajah dan bentuknya. hanya sedikit yang mengetahuinya."


balas Li Jiaheng.


" Lalu Apa Kau tahu mengenai


Dewi Bintang?"


" Dewi/Dewa Bintang tidak pernah menunjukkan dirinya sebab mereka Legenda sehingga banyak yang Penasaran dengan sosok tersebut.


Mereka akan muncul jika keadaan Darurat atau Salah satu dari mereka terancam." jelas Li Jiaheng.


" Dewi/Dewa Bintang apakah paling Tinggi di Alam Langit?"


" Selain klan Iblis Dewa/Dewi Bintang paling Tinggi karena mereka yang menjaga Alam Langit agar tetap Seimbang, begitupun dengan Dewa-Dewi di Alam Langit yang menjaga Dunia


Manusia Fana agar tetap Seimbang."


jawab Li Jiaheng.


" Kau tahu banyak juga mengenainya.


Apa Kau juga penasaran." tanya Li Mei.


" Aku tak peduli dengan Itu, Lanjut Apa yang kedua dan ketiganya." balas Li Mei.


" Itu masih kupikirkan, Sementara


itu saja." ujar Li Mei.


" Baiklah. Kau harus mengurusiku


Hidup disini." ujar Li Jiaheng.


" Iya-iya. Hari ini Aku Tidak Latihan dulu yah karena Aku masih harus mencatat banyak Resep, Kau keluarlah." usir Li Mei.


" Kau mengusirku?"


" Iya sana." mendorong Tubuh Li Jiaheng keluar dari Paviliun.


di Luar Paviliun


Li Jiaheng akhirnya memutuskan untuk Tiduran di atas Pohon yang ada di Halaman Paviliun tersebut


Sementara di dalam Paviliun setelah mengusir Li Jiaheng


Li Mei Langsung mengeluarkan Alat Signalnya dan Ponsel untuk melihat Resep-resep di Gugel


Beberapa Jam kemudian


Li Mei menyimpan Semua resep di dalam Hanfunya agar Aman


" untung Aku membeli Hanfu yang ada Kantongnya." ujar Li Mei sambil Tersenyum.


Li Mei keluar dari Paviliun dan mencari keberadaan Li Jiaheng yang tak kelihatan


" LI JIAHENG!"


Brukkkk


Argghhh


Ups...


Li Mei melihat Li Jiaheng terjatuh dari Pohon karena Terkejut mendengar Teriakan Li Mei


" Mengapa Kau berteriak, Saya jadi Terkejut." ujar Li Jiaheng Lalu bangkit dari Tanah.


" Siapa suruh Tidur di Pohon Aku jadi Tak melihatmu." ujar Li Mei.


" lagian memangnya kau kera tidur


di atas pohon." ujar Li Mei dengan Suara pelan.


" Apa yang Kau bilang tadi?"


" Aku hanya merasa Kau mirip dengan sesuatu di kampung halamanku yang suka Tidur di atas Pohon." jawab Li Mei.


" Aku pergi dulu yah." Pamit Li Mei.


" Sana, Lebih baik Kau tak perlu Kembali." ujar Li Jiaheng.


" Tidak boleh seperti itu, Kita kan Teman jadi harus Setia." ujar Li Mei dan Langsung pergi dari sana.


Li Mei pergi berjalan Kaki ke Ibukota karena dirinya sudah memiliki Lencana perdangangan jadi Aman untuk keluar masuk


setelah berhasil memasuki Ibukota Li Mei diantar ke dalam Kekaisaran


di Ruang Tamu Kekaisaran


" PUTRI LI MEI DATANG." Teriak Kasim Lalu terlihatlah Li Mei yang berjalan masuk.


disana Terlihatlah Kaisar yang duduk di Singgahsananya Namun setelah mendengar Siapa yang datang sang Kaisar berdiri menyambut Li Mei


" Selamat datang." Sambut sang Kaisar.


" Hallo." Sapa Li Mei dan melambaikan tangannya.


" Tak Sopan!"


" Diam!! Jangan berani Kau membentaknya!"


sang Prajurit Langsung Diam dan menunduk dengan gemetar


Mereka baru kali ini melihat sang Kaisar marah hanya karena Gadis didepannya tersebut


" Hahaha Tak Apa-apa. Terima kasih dah nyambut Aku." ujar Li Mei.


" Maaf kan Prajuritku, Bagaimana perjalanan Kamu?"


" Baik-baik saja Berkat Lencana yang


Kau berikan." balas Li Mei.


Li Mei mengambil sesuatu di dalam Hanfunya membuat Kaisar membalikan badan bersamaan dengan Perintah


" Balik Badan." Perintah sang Kaisar kepada para Prajurit di Ruang tamu tersebut.


para Prajurit Langsung membalikkan badannya


" Khuk, Apa yang Kamu Lakukan."


tanya Kaisar yang sudah Merona.


Li Mei dengan Bingung lanjut mengambil Resepnya dari Kantong


" Kalian mengapa membalikkan badan, Putar Balik cepat Aku hanya mengambil Resep." ujar Li Mei menunjukkan resepnya di Tangan.


Kaisar yang mendengar itu membalikan badannya perlahan


" Hufftt kukira Kau ingin Apa. Cepat


Putar Balik." Perintah Kaisar lagi.


para Prajurit memutarkan badannya Lagi


" Hahaha Kau Lucu banget. Lihat pipimu Merona." menunjuk Pipi sang Kaisar.


Prajurit yang mendengar itu ingin menegur Li Mei Tapi tak jadi karena Takut


sang Kaisar yang mendengar itu Langsung menyangkalnya


" Tidak, Siapa yang Merona." sangkal


sang Kaisar Yang menatap ke arah Lain.


sang Kaisar mengambil Resep tersebut dari Tangan Li Mei Lalu menyerahkannya kepada Prajurit


" Ayo, Aku sudah menyiapkan Pesta perjamuan untukmu." ajak sang Kaisar dan menggandeng Tangan Li Mei.


Sikap Kaisar yang seperti itu membuat Prajurit Terkejut dan bengong


~Bersambung~


Jangan Lupa Like, Komen, Favorit,


dan Share. Terima Kasih