Li Mei'S Love Star

Li Mei'S Love Star
Arti Nama & Tanda Bintang



" Apa?"


" Kau tahu Namamu memiliki Arti di kampung halamanku." ujar Li Mei.


" Artinya Saya jahat?"


" Bukan." balas Li Mei.


" Oh ya, Lalu?"


" Li untuk Laki-laki diartikan Kekuatan,


Jia untuk Laki-laki diartikan Orang yang Luar Biasa, dan Heng untuk Laki-laki diartikan Abadi. jadi Kau punya Kekuatan, Orang yang Luar biasa, dan Abadi." jelas


Li Mei.


" benarkah? Kau sepertinya pandai memuji Orang dengan mulut manismu." ujar Li Jiaheng.


" itu yang kukatakan Sungguhan, di Kampung halaman Aku itu nama memiliki Artinya sendiri." balas Li Mei.


" Saya jadi penasaran dengan Asalmu." ujar Li Jiaheng membuat Li Mei gugup.


" Sangat jauh dari sini." ujar Li Mei.


" Seberapa jauh memang." tanya Li Jiaheng.


" Sudah, Ayo Kita makan. Aku sudah Lapar." ujar Li Mei mengalihkan Perhatian.


" Baiklah." balas Li Jiaheng.


Mereka memakan bareng Makanan tersebut


Setelah selesai Makan


" Kau ingin kemana?"


" cari Pekerjaan. disini Kau hanya memberiku Tempat tinggal Tapi tidak Taeil jadi Aku mau Cari." balas Li Mei.


" Kau tak mungkin dapat Pekerjaan." Remeh Li Jiaheng.


" Kenapa tak bisa, Apa yang tak bisa Aku Lakukan." tanya Li Mei.


" Kultivasi." jawab Li Jiaheng yang membuat Li Mei Langsung duduk kembali.


" Iya benar, Sayang sekali Aku tak punya.


Bagaimana cara mendapatkan Kultivasi." tanya Li Mei memikirkan caranya.


" Bisakah Kau mengajariku Kultivasi?"


" Saya?"


" Kultivasi milik Saya tentu Sangat hebat Tapi juga Berbahaya, apalagi untuk Seorang Perempuan." ujar Li Jiaheng.


" Kau jangan meremehkan seorang Perempuan apalagi diriku. Aku Pasti bisa untuk menggunakan Kultivasi." ujar Li Mei dengan rasa Semangat membara miliknya.


" Apa Kau tahu Akibatnya jika Kau tak kuat mempelajari Kultivasi milik Saya." tanya Li Jiaheng dengan Serius.


Li Mei menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu


" Jika tubuhmu Tak kuat, Maka tubuh Kau akan Hancur oleh Kultivasi tersebut." jelas Li Jiaheng.


Glek


" Lalu Kau bagaimana caranya bisa mendapatkan Kultivasi tersebut?"


" Rahasia." balas Li Jiaheng.


" Tolong ajari Aku cara Kultivasi."


pinta Li Mei.


" Mau yah." pinta Li Mei menatap Li Jiaheng.


" Kau akan kasih Apa, Jika Saya mengajari Kau Kultivasi." tanya Li Jiaheng.


" Kau ingin Apa memangnya." tanya


Li Mei.


Li Jiaheng menatap Li Mei dari atas sampai bawah dan Tersenyum mengerikan


" Mau apa." Memeluk diri sendiri.


" Saya ingin Kau untuk Berpura-pura menjadi Bangsawan dan bersekolah." ujar Li Jiaheng.


" Jangan Lagi." ujar Li Mei sambil menghela napas.


" Kenapa?"


" Pengalaman buruk." balas Li Mei dengan kesal.


Kau harus Melupakannya. Batin Li Mei menyemangati dirinya.


" untuk Apa memangnya?"


" mendapatkan Teil, Kau bisa


meminta Teil ke mereka dengan menyamar menjadi Bangsawan. saat Kau sudah berhasil mendapatkan banyak Teil Saya akan menjemput Kau di Luar Istana." jelas Li Jiaheng.


" Lalu bagaimana jika Aku tertangkap." tanya Li Mei.


" Saya akan membantu


membebaskan Kau, Kau harus menjauhi Kaisar agar tidak ketahuan


penyamaran Kau." ujar Li Jiaheng.


" Ide Kau Licik juga yah." ujar Li Mei smirk di dalama Maskernya.


" ini bukan Licik Tapi Taktik mendapatkan Teil yang banyak, Saya terkenal di Kekaisaran jadi jangan menyebut nama Saya." ujar Li Jiaheng.


" Baik, Asalkan Kau mengajariku Kultivasi seperti punyamu itu, Aku yakin tak akan ketahuan." ujar Li Mei.


" Tapi Bagaimana Aku bisa Percaya Kau akan membantuku Keluar dari sana jika tertangkap?"


" Kau akan tahu nanti." balas Li Jiaheng dengan Tenang.


" Ayo ikut dengan Saya." pinta Pria tersebut Lalu bangkit dan pergi keluar.


Li Mei mengikutinya hingga sampailah di sebuah Hutan


Li Mei diminta duduk di Batu tersebut Lalu dirinya dibelakangi Li Jiaheng


Li Jiaheng menstranfer energinya,


Namun energi Li Jiaheng Tiba-tiba Terhisap Hebat oleh tubuh Li Mei dengan Sangat cepat hingga Li Jiaheng menghentikan dengan Paksa membuatnya memuntahkan Darah.


Khuk


" Sangat sejuk, Kau kenapa." baru sadar ketika melihat kearah Li Jiaheng.


" Mengapa energiku terhisap dengan Hebat saat Menstranfer energiku


ke tubuhmu." tanyanya dengan Terkejut.


" Wah benarkah?"


Li Jiaheng melihat sebuah Tanda


di kening Li Mei


" Bintang?"


" Tanda Apa itu di Keningmu." bingung


Li Jiaheng.


" Apa ada Tanda bintang?"


Li Jiaheng mengangguk


" Apa Kau seorang Dewi? setau Saya tanda seperti itu bukan dimiliki oleh Manusia Fana." tanyanya.


" Saya bukan Manusia Fana jadi mengetahui Hal tersebut." ujar


Li Jiancheng setelah melihat tatapan Bingung Li Mei.


" Aku tidak tahu mengenai Tanda ini, mungkin baru muncul ketika Aku menyerap energimu." ujar Li Mei.


" Oh, Apakah Kau takut kepada Saya karena bukan Manusia Fana?"


" Aku tidak takut karena Kau Lumayan tampan dan Baik, jika tidak Aku akan Lari secepat mungkin dari tadi." jelas Li Mei.


" Saya Baik? Mereka bilang Saya Jahat Tapi Kau yang baru kenal bilang


Saya Baik." ujar Li Jiaheng yang tak habis pikir.


" Masa sih Kau jahat, Mungkin mereka yang tak mengerti Kau." ujar Li Mei.


" Kau tahu Saya dihukum oleh Kerajaan Alam langit karena Saya terlahir dari Keluarga Iblis, Bukankah mereka yang Jahat." ujar Li Jiaheng dengan Kesal.


" Kau yakin bukan karena Hal Lain." Goda Li Mei.


" Sedikit berbuat masalah. Saya hanya Bertarung dengan Dewa lain yang berbeda dengan Pemikiran Saya." balas


Li Jiaheng.


" Pantas." ujar Li Mei menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar Hal tersebut.


" Kau harus menambahkan bubuk Kesabaran dalam dirimu, jika Beda pemikiran maka Kau harus memikirkan ulang atau tahan dirimu." ujar Li Mei dengan Bijak.


" Apa Kau akan Tahan bila sesuatu yang tidak membuat Kau senang di depan kita tanpa melakukan sesuatu?"


Li Mei mengingat kejadian hari itu membuatnya tak senang


" Tidak tahan." balas Li Mei.


Li Jiaheng mengelus Rambut Li Mei dengan Lembut


" Maka jangan Menahannya." ujar


Li Jiaheng.


Li Mei hanya mengangguk karena dirinya pernah merasakannya


" Sebutkan Apa Kau mempunyai Orang atau sesuatu yang dibenci di Dunia ini, Siapa tahu Saya bertemu dengannya dan Saya akan menghabiskan dia." ujar


Li Jiaheng sambil mengangkat alisnya.


" Ada 1 Orang Pria yang paling Aku Benci tepatnya Aku Tidak ingin bertemu Lagi dengannya, Kau tahu Aku bela-belain untuk Bersekolah disana Tapi dia ternyata menyukai Wanita Lain." ujar Li Mei dengan Lirih dan dan Menangis.


" Hinks bisakah Aku minjam Pelukan, Aku perlu ditenangin." pinta Li Mei.


Li Jiaheng dengan perlahan membentangkan tangannya


Li Mei Langsung memeluk Li Jiaheng sambil menangis saat mengingat Semua orang yang di dunianya pasti sangat menghawatirkan dirinya


Li Jiaheng dengan perlahan menepuk pelan punggung Li Mei


Deg-deg-deg


Li Mei menatap Li Jiaheng begitupun sebaliknya


Li Jiaheng membuka Masker Li Mei perlahan Namun dihentikan Li Mei dengan memegang tangannya


~Bersambung~


Jangan Lupa Like, Komen, Favorit,


dan Share. Terima Kasih