
Li Mei meletakan Kain tersebut di Tanah membuat Penjual Toko bingung menatapnya
Li Mei mulai menggesek busur pada senar Biola dengan memainkan Lagu
Let it go Frozen dengan Merdu
Lagu yang dimainkan Li Mei berbeda dan menarik para Orang-orang kesana menonton pertunjukan Li Mei
mereka memberikan Taeil Satu persatu
Ketika Li Mei selesai memainkan Lagu di Biola tersebut Li Mei berbicara kepada mereka
" Ayo Silahkan jika Ada Permintaan ingin Lagu apa untuk Aku mainkan maka Aku Mainkan sebisaku dengan Syarat Taeil, Setuju." tanya Li Mei dengan Semangat.
" Setuju!"
Satu persatu mereka meminta Lagu yang mereka sukai untuk dimainkan dengan Biola oleh Li Mei untungnya Li Mei sudah Ahli memainkan Biola
Setelah dirasa sudah mengumpulkan banyak Taeil dirinya ke Toko tersebut dan membayar Biolanya
Li Mei pergi ke Toko Kain dan membeli Kain Katon serta Hanfu untuk dirinya kenakan
Li Mei juga Menawar-nawar dengan Keimutan akhirnya mendapatkan Diskon dari Pemilik Toko yang seorang Pria tersebut yang telah Terpesona oleh Kecantikan Li Mei menyetujuinya
Li Mei Langsung ke Sekolah bangsawan untuk mendaftarkan dirinya jadi Murid
Li Mei mengambil Brosur Pendaftaran tersebut.
Lalu Li Mei dihadang oleh Li Jiaheng di sebuah Gang
" Mengapa Lama sekali." tanya Li Jiaheng.
" Lihat Aku membeli Apa. Aku tak bisa Terbang jadi butuh waktu Berjalan pulang, Ayolah anterin Aku Pulang tadi Aku mengendap-endap masuk ke Ibukota jika ketahuan bisa Mati Aku." ujar Li Mei dengan Wajah memohon membuat
Li Jiaheng Luluh.
Li Jiaheng menggendong tubuh Li Mei dan Terbang meninggalkan Ibukota dengan Aman
di Paviliun
" Apa yang sedang Kau Lakukan?"
" Kau punya Kapas Tidak?"
" untuk Apa?"
" Aku ingin buat Bantal yang nyaman. mana Kapas nya Aku perlu." pinta Li Mei.
" Sebentar." Pergi mengambil Kapas.
Beberapa menit kemudian
" Ini kapas nya." kasih Li Jiaheng.
" Terima kasih." mengambil Kapas tersebut.
Li Mei terlihat sedang menjahit Kain Lalu memasukan Kapas tersebut ke dalam Kain yang selesai di Jahit
Li Mei juga mengikatnya, Tali Gratis dari Pemilik Toko pakaian tersebut
Beberapa menit kemudian jadilah
2 Bantal yang Super empuk
" Akhirnya selesai juga." Lega Li Mei.
" Apa Kau ingin Bantal super empuk ini, Jika ingin Aku bisa Kasih asalkan Kau harus mengantarkan Aku keluar masuk Ibukota dengan Kekuatanmu." ujar Li Mei.
" Tidak mau." Tolak Li Jiaheng.
Li Mei sengaja Melempar Bantal kearah
Li Jiaheng dan seketika Li Jiaheng menangkapnya
" ini Bantal? empuk dan nyaman." ujar
Li Jiaheng.
" Bagaimana tawaranku, itu juga tidak merugikan Kau dapat Bantal yang nyaman untuk Tidur dan Aku dapat Tunpangan." ujar Li Mei.
" Baiklah-baiklah, Kau sungguh bisa menawar dengan Barang-barang yang Bagus tentu Saya tak bisa menolak."
ujar Li Jiaheng.
Li Jiaheng pun Tidur dengan Bantal barunya sedangkan Li Mei membereskan Hanfu-hanfunya di Lemari
setelah selesai membereskannya
Li Mei melihat Brosur pendaftaran dan mengisinya
Li Mei pun Beristirahat karena sudah Larut malam
di Pagi hari sebuah Teriakan muncul membuat Li Jiaheng terbangun
Tepatnya bukan Teriakan melainkan Suara Li Mei yang Melengking hingga membuat Li Jiaheng terganggu
" Mengapa Teriak-teriak, Berisik ganggu Tidur saja!"
Terlihatlah Li Mei yang Cantik menggunakan Hanfu bagai Boneka hidup dan Dewi
" Cantik." puji Li Jiaheng.
" Terima kasih atas Pujiannya." balas
Li Mei.
" Aku tunggu di Luar yah." ujar Li Mei dan keluar.
Li Jiaheng pergi bersiap-siap
Setelah selesai Li Jiaheng keluar dan bertemu Li Mei
Li Jiaheng menggendong Li Mei menuju Ibukota dalam waktu singkat mereka sampai disana
Li Jiaheng juga Langsung kembali
ke paviliun
Li Mei pergi ke Pendaftaran dan kasih Surat pengajuan menjadi Siswi di Sekolah tersebut
Setelah mengasihnya Li Mei pergi kembali Bekerja menjadi Penyanyi di Jalanan yang Ramai
Sementara di Kekaisaran seorang Kaisar tengah duduk di Singgahsananya
" Lapor yang Mulia, Saya datang untuk menyerahkan Pendaftaran di Sekolah yang Mulia." ujar Prajurit.
Pria tersebut menatap Surat itu dan Tersenyum
" Li Mei." membaca Surat tersebut.
" Aku memilihnya." ujar sang Kaisar.
" Baik yang Mulia." balas Prajurit.
Kaisar tersebut adalah Orang yang Mirip dengan Dui Lian atau mungkin Dui Lian saking miripnya
dalam Beberapa Hari Li Mei berhasil masuk kedalam Sekolah tersebut karena Terpilih oleh Kaisar Langsung sebab pilihan Kaisar tak pernah mengecewakan
Hari ini Li Mei akan masuk ke Sekolah Bangsawan
Li Mei berjalan masuk ke dalam Sekolah besar tersebut
di saat sudah Masuk Li Mei melihat Pria itu lagi yang sedang duduk di Kursi Guru
Li Mei Langsung menghampirinya
" Hi, Pagi. Kau kan Murid disini Jangan duduk di tempat Guru, nanti di Hukum." ujar Li Mei dan Menarik tangan Pria tersebut.
" Duduk disini." ujar Li Mei menyuruh Pria tersebut duduk di tempat Murid sedangkan Pria tersebut hanya Pasrah.
" Nah gini baru, Aku duduk di sebelahmu saja biar jika Aku tak mengerti bisa bertanya Padamu." ujar Li Mei.
" Aku ini masih baru jadi masih Canggung jika bertanya pada Guru." ujar Li Mei memberitahu Pria tersebut.
" Kau tak perlu Canggung, Jika Ada sesuatu bisa Langsung ditanyakan." Saran Pria tersebut.
" Iya-iya kalau dah Kenal kan enak sama Gurunya jadi lebih mudah, Lah ini Aku tak kenal." ujar Li Mei dengan Lemas.
Pria tersebut menatap wajah Li Mei
" Mungkin Kau akan kenal." ujar Pria tersebut Lalu menatap depan.
" Menurutmu apakah Guru itu Galak suka memarahi Murid-muridnya, sampai Ada Tanduk disaat Marah-marah." ujar Li Mei sambil mencontohkan Tanduk menggunakan Tangannya.
" Hahaha, maksudmu Guru tersebut terlihat seperti Iblis yang mengeluarkan Tanduk di saat Marah." Tawa Pria tersebut.
" Aku berharap jika Guru itu Kau karena Kau kan Pintar di Kelasmu sampai terdengar 1 Sekolah bahwa Kau Pintar." ujar Li Mei.
" Walaupun Aku tak bisa memilikimu Tapi Aku harap Kita masih Berteman. Aku merasa Kau berbeda dan Lebih menyenangkan dibanding dulu." ujar
Li Mei.
" Kau menyatakan Cinta?"
" Aku memang Menyukaimu saat Kau menolakku Aku jadi mulai Membencimu." ujar Li Mei.
" Jadi agar Kau tak membenciku maka Aku harus Menerimamu." tanya Pria tersebut sambil Tersenyum manis.
" Kau sudah memiliki Pacar Lalu bagaimana Kau menerimaku, Kau juga selalu menjadi Idola-idola para Gadis." ujar Li Mei yang menghela napas.
Pria tersebut berpikir bahwa Gadis didepannya tersebut bilang bahwa dirinya memiliki Pacar karena mendengar Skandalnya dengan Gadis-gadis di Luar sana dan melihat dirinya dikerumuni para Gadis karena dia seorang Kaisar jadi Wajar jika mereka Ingin memiliki Kaisar
" Aku terima Kau jadi Pasanganku, Aku tak memiliki Pasangan selain Kau."
ujar Pria tersebut.
Li Mei yang mendengar itu menatap Pria tersebut
~Bersambung~
Jangan Lupa Like, Komen, Favori
dan Share. Terima Kasih