Li Mei'S Love Star

Li Mei'S Love Star
Pemikiran Kaisar mengenai Kultivasi Hitam



Li Mei yang mendengar itu menatap Pria tersebut


" yang Mulia." ujar Murid yang baru datang.


Mata Li Mei beralih kearah Murid tersebut


" Pagi yang Mulia." sapa Murid lain yang mulai masuk.


Mereka duduk di kursi


" yang mulia? siapa???"


" siapa lagi jika bukan aku." menyentil kening Li Mei pelan.


" Ih jail, tapi mengapa mereka memanggil seperti itu? bukankah disini sama. mereka sepertinya lebih menghormatimu." bingung Li Mei.


" karena saya kaisar, kau tak tahu pasanganmu ini seorang kaisar."


menggeleng-gelengkan kepalanya.


" wah kau enak sekali jadi kaisar."


ujar Li Mei yang mempunyai Reaksi berbeda.


" kalau begitu bagus jika kau kaisar, aku bisa memanfaatkanmu dan kau bisa melindungiku. yakan." ujar Li Mei yang tak terbebani jika dirinya kekurangan Taeil.


" kau jujur sekali." ujar Kaisar tersebut.


" untuk apa berbohong toh kita juga kenal jadi harus saling membantu, ada istilah punyamu adalah punyaku dan punyaku adalah punyamu." ujar Li Mei.


Mereka berbicara dengan Suara yang kecil sehingga tak terdengar Murid lainnya


" oh sejak kapan ada aturan seperti itu? tapi tak masalah jika seperti itu yang aku inginkan hanyalah kau gadisku."


ujar Pria tersebut.


Deg


Li Mei mulai Merona saat mendengar


hal itu


" kau lucu sekali seperti kucing kecil."


ujar Kaisar tersebut dan menarik Pipi


Li Mei menggunakan kedua tangannya.


sekarang terlihat wajah Li Me yang melar ditarik oleh sang Kaisar


" Hummm."


Li Mei mengembangkan Pipinya membuat Kaisar tambah gemas


Murid-murid lain melihat Kemesraan antara sang Kaisar dengan Murid baru menjadi Iri


Kaisar tersebut melepaskannya


Beberapa menit kemudian seorang Guru datang


Li Mei maju dan memperkenalkan dirinya setelah itu diminta oleh Guru agar duduk Lagi


" Hari ini Kita akan Berfokus mengenai membuat Gambar Hewan Legendaris." ujar Guru tersebut dan memberikan sebuah Lembaran kosong.


mereka mengeluarkan Alat tulisnya yaitu Kuas berbeda dengan Li Mei yaitu


Pensil, Pensil warna dan Penggaris kecil miliknya membuat Kaisar bingung benda aneh apa itu


" Apa itu yang di meja?"


" Alat gambar." jelas Li Mei dengan Santai.


" Kamu ingin gambar Apa?"


" Aku akan gambar Photenix." ujar


sang Kaisar.


Li Mei berpikir Apa yang akan dia gambar


Buaya? Hiu? Paus? atau Singa?


Li Mei memikirkan Apa yang ingin dia gambar


20 Menit kemudian


" Saya ingin melihat Gambar kalian, Satu persatu tunjukkan." ujar sang Guru.


Saat tibalah kini Li Mei dengan gugup memperlihatkan gambarnya


" Binatang Apa itu?"


" itu Monster!"


" Bukan. ini bernama Putri Duyung yaitu setengah Manusia dan setengah Ikan yang Hidup di Lautan Luas. Putri Duyung Legendaris di kenal banyak Orang."


Jelas Li Mei.


Mereka menertawakan Penjelasan Li Mei


" Hey Mana ada Hewan semacam itu." ujar para Murid.


Putri Duyung???"


" Putri Duyung Saya pernah Mendengarnya, dijelaskan Putri Duyung titisan dari Dewi yang setengah Manusia dan Ikan." tanya Guru tersebut.


" Aku sering Mendengarnya." jawab Li Mei yang tak bisa memberitahu bahwa dirinya melihat di TV yaitu berupa Film.


" Lalu adakah yang Nona ketahui


selain itu???"


" Tunggu. Aku akan menunjukkan


sebuah Magic." ujar Li Mei dan mulai menggambar Lembar demi Lembar


Guru dan semua Murid melihat apa yang dilakukan Li Mei dengan Penasaran


setelah selesai


" Lihat ini." ujar Li Mei Lalu membuka Buku dengan perlahan menggunakan tangannya dan Terlihatlah gambar yang Terlihat bergerak membuat mereka menganga dan Takjub.


" Ini adalah Raja Kera atau bisa disebut Sun Go Kong. Lahir di Gunung Hwakuo ( Gunung Bunga-bunga dan Buah-buahan ) Sun Go Kong ini Memilih-milih Makanan juga jika bukan Makanan yang dia inginkan maka dia tak akan memakannya." Jelas Li Mei.


" Sun Go Kong juga sudah mencapai Keabadian karena dirinya tahu bahwa dia akan Mati suatu hari nanti." Lanjut Li Mei yang mengingatnya di sebuah Film mengenai Sun Go Kong.


" Sun Go Kong? Oh Saya mengingatnya dia peliharaan Saya, memang Sangat pemilih dalam Makanan." ujar Guru tersebut membuat mereka Terkejut termasuk Li Mei.


" Guru tak pernah Menceritakannya pada Kami jika punya Hewan Peliharaan seperti itu? Hebat sekali." ujar para Murid dengan Kagum.


Aku tak salah dengar. Batin Li Mei yang Terkejut seperti melihat Hantu.


" Hebat sekali Nona, berpengetahuan Luas seperti yang Mulia Kaisar." Puji Guru tersebut bertepuk tangan diikuti yang Lainnya.


Li Mei hanya tersenyum Canggung karena tak ada yang bisa dibangain sebab di Negaranya itu biasa saja bahkan di Dunia. berbeda di sini yang menganggap Li Mei seperti itu


sepulang Sekolah Kaisar mengajak Li Mei untuk ke tempat Latihannya


di Tempat latihan


Li Mei diajari oleh sang Kaisar Berpedang


Kaisar memegangi Pedang dibelakang


Li Mei dan mereka berpedang bersama, mereka juga sesekali melihat satu sama lain dan Tersenyum


" Hiya." menghunus kan pedang di Angin


" Yey berasil." senang Li Mei ketika berhasil mengikuti gerakan pedang


sang Kaisar.


" Pintar." Mengelus kepala Li Mei.


Setelah itu mereka beristirahat dengan duduk


" Saya mempunyai Kultivasi Penyembuhan jadi Jika Kau terluka Maka Aku akan mengobatimu."


ujar sang Kaisar.


" Aku ingin tahu Macam-macam Kultivasi." pinta Li Mei.


" Kultivasi Putih mempunyai Manfaat untuk Menyembuhkan segala Penyakit ataupun Luka dan Kultivasi Hitam Sangat kuat dalam hal Bertarung ataupun Berperang, Kultivasi Hitam dilambangkan Kejahatan dan menjadi Lawan bagi


Kekaisaran." ujar sang Kaisar.


Li Mei yang mendengar Hal tersebut menjadi Murung


" Menurutku tak semua


Kultivasi Hitam Jahat, Aku percaya Mereka bisa berubah menjadi Baik. Kau tak bisa menilai dari Kultivasi melainkan dari Hatinya." ujar Li Mei yang tak setuju.


" Jika demikian mengapa mereka Melanggar Hukum Langit dan membuat keributan." tanya sang Kaisar.


" mereka mempunyai Alasan tersendiri melakukan itu, Mereka berhak Marah atau tersinggung karena dibenci banyak orang atau banyak Dewa-Dewi karena mereka memiliki Kultivasi bewarna Hitam."


ujar Li Mei.


" Kita tak bisa memilih Kultivasi sejak Lahir jika Kita bisa memilih Maka tidak akan Ada Kultivasi bewarna Hitam." Lanjut Li Mei.


" Mengapa Kau membelanya? Aku hanya mengatakan sejujurnya. menurutku Orang yang memiliki Kultivasi Hitam harus dimusnahkan." ujar sang Kaisar.


" Demi Kedamaian para Rakyat dan Kerajaan dari Kejahatan Kultivasi Hitam."


Lanjut sang Kaisar.


" Jika Orang yang Kau Cintai sekalipun memiliki Kultivasi Hitam, apakah Kau akan membunuhnya?"


" Aku akan Melakukannya karena Aku adalah Kaisar maka Aku harus mementingkan Kekaisaran dan menyingkirkan rasa Cinta tersebut."


jawab Kaisar tersebut.


Jawaban Kaisar tersebut mematahkan Hati Li Mei Berkering-keping karena dirinya Kemungkinan besar memiliki Energi Hitam dari Li Jiaheng


Mungkin Aku bisa mengubah pemikirannya. Batin Li Mei menatap Kaisar.


~Bersambung~


Jangan Lupa Like, Komen, Favorit,


dan Share. Terima Kasih