
pada Malam hari di sebuah Gedung Sekolah terlihatlah
seorang Gadis yang akan melakukan Pentas Menari
Gadis tersebut Sangat cantik dengan Gaun tarinya
" Li Mei Kau harus Semangat untuk Pentas ini agar membanggakan Sekolah ini dengan Tarianmu." ujar sang Guru.
Gadis tersebut bernama Li Mei seorang Murid dari Sekolah ternama di Tiongkok yang akan melakukan Pentas Menari
" Humm mengapa Tak ada yang menggantikanku dalam Pentas menari. Tak mungkin hanya Aku saja yang bisa Menari." ujar Li Mei yang cemberut.
" Aku kan ingin melihat Bintang jatuh." Lanjut Li Mei dengan Kecewa.
" Li Mei Aku tahu Kau menyukai Bintang, Tapi ini demi Sekolah Kita. Kau tahu tak ada yang sebaik dirimu saat Menari, Menyanyi dan Memainkan alat musik."
ujar Murid Pria yang baru datang.
Li Mei menengok kearahnya
" Kak Dui Lian Kau datang." tanya Li Mei dengan Senang.
" Tentu Aku datang, Melihat pertunjukan Adik kelas yang Bagus mana mungkin Aku Lewatkan." ujar Dui Lian.
Li Mei mentap Perempuan di samping
Dui Lian dengan Bingung
" Kenalkan ini Yuki dari Jepang, dia adalah Pacarku yang Hilang. Aku pernah menceritakannya padamu saat itu."
ujar Dui Lian
Yuki? jadi dia adalah Orang yang hilang dulu dan Aku pikir Kak Dui Lian tak akan menyukainya Lagi setelah Hilang begitu Lama. Aku pikir Aku akan bisa menggantikan Posisi Yuki, Tapi sepertinya dia datang untuk Merebut kembali Posisinya. Batin Li Mei sambil menunduk.
" Hallo Aku Yuki." Sapa Yuki dengan Senyuman di wajahnya.
" Kita berbeda yah." ujar Yuki.
" Tentu Kalian berbeda." balas Dui Lian.
" Iya." balas Li Mei.
Sangat berbeda. Aku terlihat Imut sedangkan dia kelihatan Dewasa dengan Pakaiannya yang Lumayan terbuka.
Batin Li Mei yang semakin Terpuruk.
" Apa!"
Suara Wanita yang berteriak membuat mereka melihat kearah Wanita tersebut
" Kak Dui Lian maksudmu Kau akan Balikan dengannya setelah Semua yang terjadi, Kau akan Melupakan Li Mei yang Selalu berada di dekatmu saat Kau Terpuruk. Walaupun Li Mei bukan Pacarmu Tapi dia seharusnya bisa sedikit Lagi menjadi Pacarmu jika Perempuan itu tak datang Lagi." ujar Wanita tersebut dengan Marah.
" Sudahlah Wei-wei." Mencoba menenangkan sang Sahabat yang bernama Wei-wei.
" Jika begitu Kau Pilih Aku yang Selalu Ada di Sisimu atau dia yang Tak tahu dimana dan tak ada di sampingmu saat Terpuruk." ujar Li Mei.
" Jangan bicara seperti itu."
ujar Dui Lian yang tak enak karena ada banyak orang terlebih ada Guru.
" Saya pergi dahulu." ujar sang Guru Langsung pergi.
" Sayang Apa Kau tak Mencintaiku Lagi? jika masih Mencintaiku pilihlah Aku."
ujar Yuki dengan Manja.
" Maaf Li Mei, Aku menganggap Kau sebagai Adik kelas saja." ujar Dui Lian.
" Hah, jadi Sia-sia Waktuku untukmu selama ini. Jika tahu begitu Aku tak akan ingin Bersekolah disini dan tak akan mau meraih Penghargaan. Itu semua hanya untuk Kau melihatku saja." ujar Li Mei yang meneteskan Air mata.
Li Mei Langsung Pergi dari sana dengan Penuh Air mata dan Rasa kekecewaan
" Li Mei!"
Wei-Wei mengejar Li Mei
di Rumah Wei-Wei
Li Mei melihat kearah Jendela kamar Wei-Wei sedangkan sang Sahabat
di sampingnya
" Aku punya Firasat akan terjadi sesuatu di masa depan kepadamu." ujar Wei-Wei yang pernah merasakannya.
" Firasat Apa?"
Wei-Wei memeluk Li Mei dengan erat
" Aku merasa Kau akan meninggalkanku sama seperti saat Orang tuaku meninggalkanku." ujar Wei-Wei dengan Sedih.
" Firasatku bisa dipercaya, jadi Ayo Kita menyiapkan barang untuk Jaga-jaga."
ujar Wei-Wei.
Li Mei mengangguk karena dirinya juga percaya bahwa jika Wei-Wei mempunyai Firasat yang berhubungan Masa depan akan menjadi kenyataan itulah kelebihan dari Wei-Wei
Li Mei bagian mencatatkan apa saja barang yang dibutuhkan Sementara Wei-Wei mengambil semuanya
Wei-Wei juga termasuk Orang kaya di China tak kalah dengan Li Mei hanya Wei-Wei tak mempunyai darah Bangsawan
Setelah selesai Berkemas Li Mei menuliskan Surat untuk Sewaktu-waktu jika Firasat sang Sahabat benar, ia harus bersiap sebelum Terlambat
Li Mei juga mempelajari Berbagai Resep makanan dan Tanaman untuk Darurat
" Kau juga perlu pelajari Sejarah, itu Saranku." ujar Wei-Wei membuat Li Mei bingung.
" Siapa tahu Kau perlu gitu." ujar Wei-Wei sambil Tersenyum.
Li Mei juga mempelajari Sejarah Tiongkok dan Lainnya dibantu Wei-Wei
Tepat 1 Minggu kemudian pada
Malam hari
Li Mei bertabrakan dengan Pria membuat dirinya terjatuh sedangkan Pria tersebut Langsung berjalan pergi meninggalkan
Li Mei
" Aisss pake jatuh Lagi, Tahu mau Pulang malah di tabrak." ujar Li Mei dan bangkit kembali.
Li Mei berjalan ke arah Halte dan menunggu Taxi
ketika Taxi datang Li Mei Langsung menaikinya
Supir Taxi Perempuan tersebut menatap Li Mei dari Kaca tanpa sepengetahuannya sambil tersenyum Lalu melajukan Mobilnya
saat sedang Berkendara Tiba-tiba Mobil mogok membuat Li Mei keluar dari Mobil Lalu berjalan di Jalanan sendirian di Tengah Malam
saat sedang Berjalan sambil menemteng Tas besar yang selalu dia bawa Li Mei melihat sebuah Motor yang Terparkir disana tanpa ada yang punya
" Apakah Ada Pemilik Motor ini?!!!"
Hening
Li Mei Tersenyum menatap Motor tersebut dan memakainya
Li Mei mengendarai Motor tersebut dengan Kecepatan tinggi karena Ingin cepat sampai tanpa sadar Ada sebuah Batu kecil membuat dirinya Terpental dari Motor dengan Tas di bahunya Tepat Sebuah Bintang Jatuh di atasnya
Brugggg
Li Mei Terkapar di Jalan untungnya Li Mei menggunakan Helm sehingga dirinya tidak Kenapa-napa
Sebuah cahaya muncul dari tubuh Li Mei membawanya ke Langit
di sebuah Danau
Byurrrrr
Tubuh Li Mei tercebur kedalam Danau yang tak terlalu dalam sehingga Li Mei Aman walaupun dirinya tak bisa berenang
Li Mei keluar dari Danau tersebut dengan Basah kuyup
Khuk-Khuk
Li Mei duduk di pinggir Danau sambil menenteng Tas besarnya
" Hufft. untung Tas ini Anti Air jadi dalamnya tak akan Basah." ujar Li Mei dengan Lega.
Li Mei menatap sekitar
" Ini dimana? Mengapa Aku bisa disini bukankah Aku jatuh dari Motor." Bingung Li Mei yang merasa Asing dengan Tempat tersebut.
Li Mei membuka Ponsel miliknya
" disini Tak ada Jaringan sama sekali, Coba Aku pakai Alatku." ujar Li Mei dan memasangkannya pada Ponsel.
" Syukurlah Alatku untung Canggih, bisa sejauh Apapun selama Aku mempunyai Alat ini dan Alat Elektronik lainnya Aku akan aman." ujar Li Mei.
" memang Alat China Modern dan Sangat Canggih untungnya Aku Kaya sehingga bisa membeli Alat seperti ini. " ujar Li Mei dan menaruh kembali semuanya
kedalam Tas.
Li Mei berjalan menggendong Tas miliknya kearah Bangunan seperti Ibukota
~Bersambung~
Jangan Lupa Like, Komen, Favorit, dan Share. Sekian Terima Kasih