KHABI NA KEHNA ALVIDA

KHABI NA KEHNA ALVIDA
BAB 9 . KEHIDUPAN



Kehidupan tidak hanya ada di masa lalu, masa kini dan masa depan namun keputusan yang akan kita ambil masa kini lah yang akan memberikan dampak di masa depan dan pasti nya setiap keputusan kita di masa kini akan berdampak di masa depan bisa dampak yang baik dan juga bisa dampak yang buruk, Maka dari itu sebelum mengambil keputusan pikir kan lah dampak di masa depan yang bisa berdampak kepada sekitar kita.


Lalu apakah dampak dari keputusan yang sudah di ambil oleh Alvida Choopra saat ini apakah dampak nya akan berpengaruh kepada kedua keluarga besar mereka berdua ataukah hanya berdampak kepada Aji Dhev Ghan sebagai suami nya, Mari kita ikuti kisah selanjut nya dan semoga hal ini mampu menjadi tolak ukur pembaca saat akan membuat keputusan.


Malam itu Aji Dhev Ghan setelah meninggal kan rumah nya ia pergi ke sebuah cafe untuk menghilangkan penat di kepala nya setelah satu hari penuh di perhadap kan dengan berbagai masalah, Sebelum masuk kedalam cafe Aji menelpon salah satu rekan kerja nya dan meminta nya untuk datang ke cafe di mana ia berada saat ini, Hanya untuk mencurahkan sesak hati nya yang sedang ia rasakan.


" Rajes ... Apakah kamu sedang sibuk saat ini?"


Tanya Aji melalui ponsel nya sambil berdiri di depan mobil nya.


" Tidak ... Aku sedang menyaksikan pertandingan kriket, Ada apa dengan mu dan sedang di mana diri mu mengapa bising sekali di sana?"


Jawab Rajes Shing yang berbalik bertanya mengenai keberadaan Aji Dhev Ghan.


" Aku sedang berada di depan cafe, Bila kamu tidak keberatan datang lah kemari ada yang ingin ku bicara kan dengan mu malam ini,"


Ucap Aji Dhev Ghan sambil sesekali menghela nafas karena merasa sesak dada nya.


" Baik lah aku akan segera kesana untuk menemui mu, Berikan alamat cafe nya."


Jawab Rajes Shing dengan nada bingung mendengar perkataan Aji malam ini.


Kemudian Aji pun mematikan sambungan telepon nya dengan Kumar dan beralih ke chat untuk memberi alamat cafe di mana saat ini ia berada, Sedangkan Rajes Shing sambil bersiap-siap menuju cafe di mana Aji berada sambil berfikir keras mengapa malam-malam seperti ini Aji berada di cafe dan bukan di rumah bersama istri nya.


Apa yang sedang terjadi dengan Aji apakah ia sedang tidak baik-baik saja hubungan nya dengan Alvida atau kah ada masalah mengenai urusan klien nya yang tadi pagi ia temui, Semoga saja hanya masalah kantor bukan masalah mengenai rumah tangga nya.


Bergumam lah dalam hati Rajes Sing sambil mengenakan jaket dan mengambil kunci mobil yang berada di meja kerja nya, Rajes Shing adalah sahabat Aji sejak masih duduk di bangku sekolah dan hubungan mereka berdua cukup baik seperti seorang Kakak dan Adik kandung bahkan banyak orang yang tidak mengetahui mengira mereka berdua saudara kandung karena begitu dekat nya.


Tidak lama kemudian sekitar satu jam kemudian tiba lah Kumar di cafe di mana Aji berada untuk menghilangkan kepenatan dalam pikiran nya tanpa menunggu waktu lama Kumar pun segera masuk kedalam cafe itu untuk menemui Aji serta menanyakan apa yang sedang terjadi dengan sahabat nya tersebut.


" Hai Rajes ... Aku di sini,"


Ucap Aji sambil melambai kan tangan ke arah Rajes yang baru masuk ke dalam cafe.


" Maaf sedikit lama sebab aku harus mencari di mana cafe ini berada,"


Jawab Rajes diiringi senyum simpul dan menjabat tangan Aji melakukan salam persahabatan mereka.


" Tidak masalah ... Duduk lah dan pesan lah minuman yang kamu ingin kan, Aku yang traktir malam ini,"


Ucap Aji diiringi senyum yang seakan di paksakan menghiasi wajah nya.


Tanya Rajes dengan tatapan serius memandang ke arah Aji yang sedang duduk di hadapan nya.


" Semua nya sudah berakhir ...."


Jawab Aji dengan tatapan mata yang berkaca-kaca memandang ke arah Rajes.


Saat itu Rajes sebenar nya bingung dengan jawaban Aji yang mengatakan semua nya sudah berakhir sebab apa yang berakhir karier nya kah atau rumah tangga nya, Kemudian Aji pun menceritakan kejadian yang di alami nya dan yang di maksud oleh Aji berakhir adalah rumah tangga nya dan saat itu Aji berfikir bahwa sebab berakhir nya rumah tangga dengan Alvida karena diri nya yang terlalu bodoh dan tidak bisa bersyukur memiliki istri seperti Alvida.


Sambil menangis Aji menceritakan semua kejadian yang tengah di alami oleh nya kepada Rajes tanpa ada yang di kurangi atau pun di lebih kan, Namun Rajes memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai masalah yang sedang di hadapi oleh Aji namun saat itu Rajes tidak mau berpendapat mengenai masalah yang sedang di hadapi oleh sahabat nya, Ia memilih menjadi pendengar setia saat kondisi sahabat nya sedang terpuruk seperti itu.


Kasihan kamu Aji harus mengalami masuk kedalam jebakan keluarga Salma yang cukup licik, Derita yang di alami kedua orang tua ku kini terulang kembali kepada Aji semoga saja Aji kuat menghadapi nya tidak seperti Ayah ku yang lebih memilih mengakhiri hidup nya saat Ibu ku di rebut oleh Maher Ghovin Salma, Ayah dari Ashay Khumar Salma dan Reka Salma.


Bergumam lah dalam hati kecil Rajes sambil memandang ke arah Aji yang sedang menangis dan berada di titik terendah saat ini, Tanpa terasa air mata Rajes pun membasahi pipi nya melihat sahabat nya cukup hancur malam ini karena ulah satu keluarga yang juga pernah menghancurkan rumah tangga kedua orang tua Rajes sehingga Rajes harus di besar kan oleh Kakek dan Nenek dari Ayah nya setelah Ayah nya mengakhiri hidup nya.


Sedangkan di sisi lain ada Ashay Khumar dan Reka sedang merayakan keberhasilan rencana nya yang sudah di buat oleh Reka Salma jauh-jauh hari untuk menghancurkan rumah tangga Alvida dan Aji hanya saja baru bisa terlaksana setelah Ashay Khumar terbebas dari penjara karena sebuah kasus yang cukup fatal di negara sebelah.


Pasti nya Alvida tidak mengetahui hal tersebut dan yang di ketahui Alvida hanyalah Ashay Khumar teman semasa kecil nya bukan lah Ashay Khumar yang sekarang yang telah menjadi ketua mafia yang menguasai belahan dunia kegelapan di beberapa negara saat ini dan hal itu bisa di manfaat kan oleh Ashay Khumar demi melancarkan bisnis kotor nya.


" Satu kali melangkah dua gunung terlampaui ... Sungguh hebat rencana mu Adik ku, Cukup bangga aku dengan buah pikiran mu,"


Ucap Ashay sambil bertepuk tangan menghampiri Reka Salma yang sedang duduk di ayunan teras belakang rumah nya.


" Baru tahu ternyata kalau Adik mu yang cantik ini memiliki pola pikir yang brailian Kak?"


Tanya Reka Salma dengan nada bangga dan diiringi senyum licik.


" Sejak dahulu aku sudah mengetahui ke cerdikan mu hanya saja aku baru sempat membuktikan ide mu yang cukup membuat aku bangga pada mu, Imbalan apa yang kamu ingin kan dari ku Adik ku yang cantik?"


Jawab Ashay Khumar diiringi senyum bangga sambil memeluk pundak Reka setelah duduk di ayunan di mana Reka duduk.


Kemudian Reka pun membisikan sebuah kata permintaan kepada Ashay Khumar dan seperti nya permintaan Reka cukup membuat Ashay tertawa lepas dan seperti nya permintaan Reka bukan lah suatu yang pada umum nya manusia ingin kan dan juga terlihat dari ekspresi wajah Reka dan Ashay sedang mempersiapkan jebakan selanjut nya untuk Alvida setelah persidangan perceraian antara Aji dan Alvida.


Lalu apa yang akan terjadi dengan Alvida selanjut nya dan setelah sidah putusan perceraian di berikan kepada mereka berdua dan apa sebenar nya rencana Ashay dan Reka kali ini, Mampukah Aji menyandang status baru nya dalam waktu dekat lalu bagaimana nasib Anita Kapoor yang sudah menjadi korban ke ego an dari Ashay dan Reka?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar semangat nulis nya.