KHABI NA KEHNA ALVIDA

KHABI NA KEHNA ALVIDA
BAB 4 . MIMPI



Semua manusia pasti pernah bermimpi tentang hal yang terkadang di luar akal sehat kita sekali pun dan hal itu suatu hal yang wajar dan lumrah pasti nya, Namun terkadang dalam mimpi yang kita alami tersirat sebuah pesan dalam hidup kita yang harus kita temukan jawaban nya dan yang terpenting apakah kita mampu menggapai semua mimpi yang sudah kita ciptakan sendiri menjadi sebuah kenyataan?


Begitu juga kali ini yang di alami oleh Anita Kapoor yang begitu mengagumi atasan nya bukan lain Aji Dhev Ghan, Seorang lelaki muda yang berkarier di bidang hukum dan memiliki prinsip hidup yang cukup kuat dan selain itu Aji Dhev Ghan adalah lelaki yang cukup familier kepada siapa pun senang membantu yang lemah dan karena hal itu lah ia banyak di gandrungi oleh kaum hawa yang menyalah arti kan kebaikan nya.


Sebegitu besar rasa kagum Anita Kapoor kepada Aji Dhev Ghan sehingga boneka tedy bear nya yang selalu menemani tidur di beri nama Aji dan hal itu sebagai hal yang cukup rahasia bagi Anita Kapoor, Sebab sesungguh nya Anita Kapoor sangat menyadari tidak bisa memiliki Aji Dhev Ghan yang sudah memiliki seorang istri meski ia mengetahui rumah tangga bos nya tersebut sedang tidak baik-baik saja.


Malam pun semakin larut setelah Anita Kapoor melakukan semua tugas nya bukan lain menyiapkan semua keperluan nya besok pagi maka segera lah ia menuju ranjang nya yang bagi nya cukup istimewah meski bagi orang lain itu kurang lah nyaman namun bagi Anita Kapoor ranjang nya cukup untuk diri nya beristirahat dan melepas penat setelah satu hari beraktifitas di luar rumah.


Akhir nya aku bisa merebahkan tubuh ku, Sudah terasa remuk seluruh tulang ku dan hari ini cukup begitu penat otak ku mengatasi semua masalah di kantor dan semoga saja besok pagi tidak terjadi hal yang sama agar aku bisa menikmati kopi sambil melihat wajah tampan bos ku dari kejahuan, Selamat malam Aji ....


Bergumam lah dalam hati Anita Kapoor sambil mencium boneka tedy bear milik nya tepat di kening boneka tersebut, Setelah itu Anita Kapoor pun memejam kan mata nya dan tidak membutuhkan waktu lama ia pun sudah masuk kedalam alam mimpi yang indah dan pasti nya hal itu bukan lah di rencana namun cukup di harap kan oleh Anita Kapoor.


" Selamat malam juga sayang, Malam ini aku akan menemani mu,"


Ucap Aji Dhev Ghan sambil mencium mesra bibir Anita Kapoor.


" Ya Tuhan ... Mengapa anda bersama saya Tuan Aji?"


Tanya Anita Kapoor dengan terbelalak sebab merasa terkejut melihat Aji.


" Mengapa kamu terkejut bukan kah hal ini yang selalu kamu harap kan?"


Jawab Aji yang berbalik bertanya sambil diiringi senyum simpul menatap ke wajah Anita yang bingung.


" Tapi kan anda sudah ...."


Ucap Anita yang tidak terselesaikan karena saat itu bibir Anita sudah di tutup dengan bibir Aji.


Maka saat itu Anita tidak mampu berbuat banyak dan memang sesungguh nya hal itu lah yang di harap kan Anita selama ini namun bagaimana pun juga Anita tetap sadar diri siapa diri nya dan siapa Aji, Malam itu terasa cukup dingin namun seperti nya tidak bagi Anita yang sedang di alam mimpi bersama Aji.


" Tuan anda menggoda saya ...."


Ucap Anita sambil sesekali mata sayu nya mencoba melihat wajah Aji.


" Jangan memanggil ku Tuan malam ini, Sebab malam ini aku akan membuat mu cukup bahagia sayang,"


Jawab Aji sambil membisik kan tepat di daun telinga Anita dengan cukup lembut.


" Baik lah Sayang, Aku sangat merindukan mu selama ini sayang dan lakukan yang kau mau."


Ucap Anita sambil memejam kan mata nya sambil sesekali meremas rambut Aji.


Kala itu Aji tidak memberikan jawaban dari perkataan Anita Kapoor melainkan ia sedang sibuk dengan aktifitas nya menyusuri setiap cengkal di leher jenjang Anita dan jari-jemari Aji pun berkelana menyusuri daerah-daerah yang seperti nya cukup membuat Anita semakin melambung di dalam mimpi indah nya.


Aktifitas Aji pun teus berjalan tanpa henti dan kini Aji pun mulai menyusuri tanjakan terjal yang bergerak seirama dengan deru nafas Anita yang semakin memburu dan sesekali jari-jemari Aji menari di daerah yang sangat di minati kaum adam dan kaum hawa pun akan semakin melambung tinggi saat daerah tersebut terjamah oleh orang yang sangat di sayang dan di harap kan hadir mengisi hari-hari nya.


" Sayang ... Sampai kapan kamu akan menyiksa ku dalam ke bahagiaan seperti ini?"


Tanya Anita dengan mata terpejam dan sesekali menggit bibir bawah nya.


" Siksaan ku pasti membuat ku tidak akan mampu untuk melupakan ku sayang,"


Jawab Aji yang terus menyusuri setiap area yang memang cukup membuat kaum hawa melambung tinggi ke awan.


" Aku sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan mu ini sayang, Segera sudahi dan aku ingin tersenyum bahagia bersama mu malam ini,"


Ucap Anita sambil sesekali mengangkat tubuh nya dengan mata terpejam, kedua tangan menjambak rambut Aji dengan lembut.


" Baik lah bila itu ingin mu sayang, Akan ku akhiri penyiksaan ku pada mu agar berakhir dengan senyum kebahagiaan."


Jawab Aji diiringi senyum bahagia melihat respon dari Anita saat ini.


Maka segera lah Aji melanjutkan aktifitas terakhir nya dan agar penyiksaan Anita agar segera berakhir dengan senyum bahagia, Lalu mereka berdua pun saling memburu sebuah titik yang ingin di tuju bersama malam itu dan semua itu di iringi dengan rasa bahagia yang tiada terkira, Tidak lama kemudian mereka berdua pun mencapai titik yang di tuju.


Dan benar saja saat kedua mata Anita terbuka dan ia memalingkan wajah nya ke sisi sebelah kanan maka yang ia lihat hanya lah boneka tedy bear milik nya yang di beri nama Aji oleh nya dan seketika Anita pun tersenyum sambil memeluk erat boneka tedy bear milik nya sambil mengatakan I LOVE YOU TO AJI, Namun di sisi lain ada Aji Dhev Ghan bersama istri nya bukan lain Alvida Chopra.


Malam itu setelah melakukan aktivitas nya sebagai suami istri maka mereka berdua menuju dapur karena merasakan lapar dan Alvida pun membuat roti bakar untuk mereka berdua dan yang terpenting bisa untuk mengganjal perut nya sambil mereka berdua berbincang dan saat itu Alvida mulai mempertanyakan mengenai siapa Anita Kapoor tersebut.


" Sayang apakah kamu bahagia malam ini?"


Tanya Aji sambil memeluk istri nya dari belakang dan sesekali mencium pipi istri nya dengan lembut.


" Cukup bahagia, Bagaimana dengan mu sayang apakah kamu juga bahagia?"


Jawab Alvida diiringi senyum simpul sambil melanjutkan membuat roti bakar.


" Aku sangat bahagia dan aku ingin selama nya hingga menutup mata bersama mu sayang,"


Ucap Aji dengan senyum bahagia dan tanpa henti mencium istri nya.


" Sebelum menutup mata kita makan dulu sayang agar cacing dalam perut kita tenang, Ayo kita makan ini roti bakar nya sudah siap kita nikmati."


Jawab Alvida sambil menggoda Aji yang sedang bahagia malam ini.


Maka mereka berdua pun duduk di depan meja makan sambil bercanda dan membahas mengenai mimpi dan harapan mereka kedepan nya, Hal yang cukup wajar bila seorang suami menginginkan keturunan dari istri nya dan hal tersebut menjadi tema pembahasan mereka berdua malam ini di meja makan.


" Sayang kapan kamu akan siap untuk mengandung buah cinta kita?"


Tanya Aji sambil memotong roti bakar di hadapan nya.


" Sebelum aku jawab pertanyaan mu boleh kah aku menanyakan satu hal pada mu sayang dan tolong kamu jawab dengan jujur,"


Jawab Alvida sambil melihat wajah suami nya.


" Baik lah ... Apa yang ingin kamu tanyakan dari ku sayang?"


Tanya Aji dengan ekspresi yang tenang dan tanpa beban.


" Siapa Anita Kapoor itu dan mengapa menghubungi mu malam-malam, Apakah tidak ada hari esok bila benar masalah pekerjaan,"


Jawab Alvida dengan tatapan penuh curiga kepada suami nya.


" Oh my God ... Jadi itu yang ingin kamu ketahui dari ku sayang?"


Tanya Aji diiringi tawa lepas hingga batuk dan kemudian Aji meneguk air putih di gelas yang berada di samping nya.


" Apakah pertanyaan ku lucu bagi mu sehingga seperti itu reaksi mu?"


Jawab Alvida dengan ekspresi wajah sebal sebab di tertawakan suami nya.


" Tidak ... Tidak ... Baik lah akan aku jelas kan siapa itu Anita Kapoor agar kamu tidak curiga dan cemburu."


Ucap Aji sambil masih sesekali tertawa lepas melihat ekspresi istri nya.


Kemudian Aji pun menjelaskan kepada Alvida bahwa Anita Kapoor itu sekretaris di tempat diri nya bekerja dan hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja dan tidak lebih, Untuk mengenai masalah chat yang di kirim oleh Anita Kapoor itu hanya sekedar mengingat kan saja mengenai agenda pekerjaan yang harus Aji selesaikan.


Saat itu Aji berharap Alvida istri nya bisa memahami dan mengerti mengenai penjelasan nya mengenai Anita Kapoor namun seperti nya Alvida masih menyimpan rasa penasaran seperti apa wajah Anita Kapoor dan benar kah hubungan Aji dan Anita hanya sebatas pekerjaan semata tidak lebih dari itu?


Lalu apa yang akan Alvida lakukan untuk memastikan bahwa semua kecurigaan dalam hati nya itu salah mengenai suami nya dan bagaimana dengan Anita Kapoor sendiri apakah mimpi nya kali ini akan menjadi sebuah kenyataan atau kah benar hanya mimpi yang mampu membuat nya tersenyum bahagia?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.