KHABI NA KEHNA ALVIDA

KHABI NA KEHNA ALVIDA
BAB 10 . TETAP BERJALAN



Sering kali kita di saat di perhadap kan dengan permasalahan yang menyakut dengan hati pasti kita merasa tidak mampu menjalani nya dan serasa ingin mengakhiri hidup kita namun sebenar nya di balik semua permasalah pasti ada hikmah nya dan kehidupan akan terus berjalan meski kita harus tertatih melewati hari demi hari yang berat tanpa orang yang kita sayang dan cintai, Setiap manusia akan menjalani kisah nya masing-masing dan derita nya masing-masing yang penuh dengan liku dan jalan yang terjal.


Begitu juga dengan kehidupan Aji Dev Ghan yang harus menjalani kehidupan selanjut nya tanpa Alvida Choopra seorang wanita yang sangat ia sayang dan cinta namun di tahun ini mereka akan menjalani kehiduapan nya masing-masing, Yang lebih menyesak kan dada saat orang yang kita cintai berjalan dengan lelaki atau wanita lain tepat di hadapan kita, Lalu bagaimana nasib Anita Kapoor yang mendapat kan fitnah yang cukup keji saat itu, Mari kita tilik perjalanan hidup mereka kali ini.


Malam yang dingin ditambah lagi dengan rintik hujan yang menemani Aji malam itu menambah hancur nya hati dan pikiran nya dan pasti nya Rajes sahabat Aji tidak mungkin tega meninggal kan Aji sendiri dalam keterpurukan maka malam itu Rajes mengajak Aji untuk tinggal di kediaman nya, Sedang kan Alvida mengisi malam yang panjang dengan meratapi pernikahan nya yang di ambang kehanjuran dan pasti nya kedua keluarga besar pun akan hancur setelah keputusan perceraian itu keluar, Di sisi lain ada Anita yang terbangun dari tidur nya karena mendengar suara guntur yang cukup keras saat itu lalu pikiran Anita pun teringat akan Aji orang yang di kagumi oleh Anita.


Ya Tuhan keras sekali suara guntur itu semoga Tuan Aji baik-baik saja di sana dan semoga mereka berdua mengurungkan niat nya untuk bercerai dan biarkan aku saja yang pergi dari kota ini dan menjalani kehidupan baru ku di kota lain, Aku akan membuka lembar baru di kota baru dan aku cukup bahagaia bisa berjumpa dan pernah menjadi perkerja Tuan Aji meski akhir kisah perjalanan aku hanya menerima fitnah dari istri nya.


Bergumam lah dalam hati kecil Anita dan terlihat sesekali tersirat senyum simpul menghiasi wajah manis nya dan tatapan bola mata nya tertuju ke jendela sambil memandang ke arah rintik hujan yang cukup deras malam itu, Di sisi lain ada Aji yang sedang mabok berat sedang berada di rumah Rajes dan di tidur kan di sofa ruang tamu oleh Rajes sebab rumah Rajes tidak lah sebesar rumah Aji dan saat melihat Aji hancur seperti itu tanpa terasa menetes lah air mata Rajes mengenang kedua orang tua nya dahulu yang mengalami hal yang sama dengan Aji saat ini dan Rajes berniat akan menemui Alvida setelah matahari terbit.


Aku harus menemui Alvida untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga mereka berdua dan semoga saja aku masih bisa menyelamat kan pernikahan mereka berdua, Tidak ada yang mustahil bagi ku selama Tuhan masih berkehendak untuk mereka berdua bersatu dan hanya maut yang akan memisahkan mereka berdua meski beribu-ribu masalah yang harus mereka hadapi.


Bergumam lah dalam hati Rajes sambil menyelimuti tubuh Aji yang terlihat memejam kan mata namun tidak henti-henti dari sudut mata nya mengalir air mata nya dengan deras sama seperti air hujan yang sedang jatuh ke muka bumi, Bagi Rajes rasa perih yang Aji rasakan mampu ia rasakan juga sebab Rajes pun pernah mengalami hal tersebut hanya beda nya Rajes belum sampai menikah saat itu dan kekasih nya lebih memilih lelaki yang lebih kaya meski hanya di jadikan istri simpanan saja, Begitu lah kehidupan yang terkadang membuat kita bingung dan putus asa bila kita tidak berpegang kepada Tuhan sang pencipta alam.


Waktu terus berjalan dan sang mentari pagi pun terlihat menyapa seisi bumi dan kehangatan nya menyentuh dedaunan yang terlihat basah karena hujan semalam dan rumput pun terlihat masih basah berserta aroma tanah basah yang khas menyeruak di indra penciuman kita pagi ini, Saat ini Anita Kapoor sudah bersiap akan pergi dari rumah nya dengan membawa dua koper besar dan saat ia melangkah kan kaki nya keluar dari kamar nya terdengar suara bell rumah nya berbunyi dan otomatis Anita dan Rani saling melempar pandangan sambil berfikir siapa kah yang datang ke rumah Anita sepagi ini.


" Biar aku yang membuka pintu nya,"


Ucap Rani sambil menutup pintu kamar nya dan Anita pun mengangguk kan kepala nya kearah Rani tanda setuju.


Kemudian Rani pun melangkah kan kaki nya menuju pintu ruang tamu untuk membuka kan pintu dan alangkah terkejut nya saat melihat Alvida sudah berdiri di hadapan nya dengan membawa dua koper di sisi nya dengan mata yang sembab memandang kosong kepada Rani yang saat itu masih terkejut tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat itu dan mereka berdua pun saling menatap dan bermain dengan pikiran masing-masing saat itu sedangkan Anita belum mengetahui siapa yang datang kerumah nya sepagi ini.


" Ran siapa tamu nya ... Persilahkan masuk ...."


Ucap Anita yang juga terkejut saat melihat ternyata tamu nya pagi ini adalah Alvida dengan membawa dua koper di tangan nya.


" Terima kasih tidak perlu aku masuk kedalam rumah mu sebab tujuan ku kemari hanya mengantarkan baju Aji saja,"


Jawab Alvida yang tiba-tiba berubah raut wajah nya saat melihat wajah Anita berdiri tidak jauh dari Rani yang tepat di hadapan Alvida.


" Tapi Tuan Aji tidak di sini Nyonya dan lagi kami juga tidak tahu dimana Tuan Aji berada saat ini jadi lebih baik anda bawa kemali koper tersebut sebab kami berdua juga akan pergi meninggal kan kota ini untuk selama nya,"


Ucap Rani dengan tegas kepada Alvida sedang kan Anita sedang berfikir kemana pergi nya Aji bila tidak bersama istri nya malam itu.


" Aku tidak sedang berbicara dengan mu jadi tidak perlu kamu menjelaskan di mana Aji berada dan aku tahu bahwa kamu tidak mengetahui di mana Aji tapi aku sangat yakin teman mu yang itu pasti mengetahui dimana Aji berada saat ini."


Maka saat itu reflek Rani memandang ke arah Anita seraya bertanya apakah benar Anita mengetahui dimana AJi berada saat ini namun Anita hanya menjawab dengan bahasa tubuh nya dengan mengangkat kedua bahu nya sambil menggelengkan kepala nya pelan sebuah tanda bahwa Anita pun tidak mengetahui dimana saat ini Aji berada namun seperti nya Alvida tidak memperdulikan jawaban mereka berdua dan berlalu pergi begitu saja dengan meninggalkan dua koper di depan pintu yang berisi baju milik Aji Dev Ghan sedang kan Rani dan Anita semakin bingung dengan sikap Alvida yang di anggap cukup aneh.


" Hemmmm ... pagi-pagi sudah bertemu dengan orang kurang waras, Suami nya saja tidak di sini mengapa ia mengantarkan baju nya kemari dan lagi hal ini menambah beban kita saja,"


Ucap Rani sambil memasuk kan dua koper di dahapan nya ke dalam rumah Anita.


" Benar yang kamu kata kan Ran tapi kemana pergi nya Tuan Aji bila pagi ini istri nya kemari dan mengantar kan baju milik nya ke mari, Kita sebelum pergi harus bisa menemukan dimana Tuan Aji berada untuk menyerah kan baju nya sebab tidak mungkin kita membawa koper itu juga sebab koper kita saja sudah cukup berat,"


Jawab Anita sambil memperhatikan dua koper besar di hadapan nya dengan ekspresi wajah bingung berfikir kemana mencari Aji.


" Mengapa mahkluk itu selalu saja menyusah kan hidup kita, Andai saja aku tidak menghargai mu sebagai pemilik rumah sudah aku tunjuk kening nya itu tadi tapi aku masih menahan emosi ku saat mendengar kata-kata nya,"


Ucap Rani dengan nada emosi sambil mengikat rambut nya dan berjalan menuju dapur untuk membuat roti bakar dan susu coklat sebelum mereka pergi.


" Sudah ... Sudah apa susah nya kita menolong orang lain yang sedang kesusahan seperti mereka berdua anggap saja kita sedang menjalan kan karma baik kita,"


Jawab Anita mencoba menenangkan Rani yang terlihat tersulut emosi nya saat mendengar perkataan Alvida.


" Kita menolong mereka yang sedang kesusahan lalu yang menolong kita siapa saat kesusahan seperti saat ini?"


Tanya Rani sambil menyalakan kompor untuk memanaskan air untuk membuat susu coklat.


" Tuhan yang akan selalu menolong kita Ran dan Tuhan bisa memakai siapa pun untuk menolong kita agar hidup kita tetap berjalan dengan baik jadi stop berfikir negatif dengan siapa pun meski saat ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja."


Jawab Anita diiringi senyum simpul sambil mengoleskan selai di selembar roti.


Kemudian mereka berdua pun sarapan pagi sambil berbincang mengenai rencana mereka berdua setiba nya di kota yang akan mereka tuju nanti meski sesungguh nya dalam hati dan benak Anita masih memikirkan di mana keberadaan Aji saat ini, Begitu juga dengan Alvida yang juga berfikir di mana Aji berada sebab awal nya Alvida berfikir bahwa semalam Aji menghabiskan waktu bersama sekretaris nya namun ternyata prediksi Alvida salah berfikir bawha Aji bersama Anita.


Lalu apa yang akan terjadi dengan mereka semua mampukah Anita dan Rajes merubah keputusan Alvida dan mampukah ia berfikir dengan jernih sedang kan semua yang dituduhkan oleh Alvida kepada Anita dan Aji tidak lah terbukti hingga saat ini dan mampukah Alvida mengikis ego nya dan berfikir dengan tenang agar menemukan sebuah kebenaran bukan kehancuran sedangkan saat ini Alvida berdiri di sekitar orang-orang toxic?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.