
Kali ini saya sebagai author akan mencoba menyuguhkan sebuah kisah rumah tangga dengan berbagai konflik yang cukup mengurus pikiran dan perasaan, Semoga di karya ini mampu di petik sebuah hikmah dari semua kejadian dan yang pasti semua kisah ini hanyalah sudut pandang penulis jadi bila ada kesamaan kisah mohon di maaf kan, Tidak perlu lama mari kita simak perjalanan rumah tangga mereka yang penuh dengan konflik.
Di sebuah kota hidup lah sepasang kekasih yang bernama Aji Dev Ghan dan Alvida Choopra, Mereka mengikat janji setia semenjak masuk ke universitas dan mereka berdua pun mengambil jurusan yang sama yaitu di bidang hukum, Pasti nya hubungan mereka di ketahui oleh kedua pihak keluarga besar mereka berdua bahkan semua keluarga mendukung hubungan mereka berdua sebab setara status sosial nya.
Singkat cerita mereka berdua pun lulus dengan nilai yang memuaskan dan tidak lama kemudian mereka berdua pun melangsungkan pernikahan yang cukup meriah dan megah di hadiri kedua belah pihak keluarga besar dan semua terasa sempurna bersanding di pelaminan sang lelaki tampan dan wanita sangat cantik dan anggun di balut dengan kain sharee.
Babak kehidupan baru mulai di jalani oleh Aji Dev Ghan dan Alvida Choopra, Pasti nya hal tersebut sangat membahagia kan bisa bersatu dengan orang yang kita sayang dan cintai namun sayang nya mereka berdua belum menyadari bahwa tidak mudah menyatu kan dua jiwa menjadi satu pasti begitu banyak hal baru yang perlu mereka berdua pelajari dari satu dengan yang lain nya.
Masa-masa berpacaran sangat lah jauh berbeda dengan saat sudah menikah dan tinggal satu atap sebab masa itu lah akan terlihat semua tabiat yang selama ini mampu di sembunyikan dan semua kembali ke masing-masing pribadi mampu kah melewati semua ujian yang sedang mereka berdua hadapi seperti pagi ini yang terjadi di keluarga baru ini.
Pagi ini Aji Dev Ghan sedang libur bekerja begitu pun dengan Alvida Choopra, Mereka berdua menghabiskan waktu libur ini untuk bermalas-malas di atas ranjang nya sebab mereka berdua selama lima hari sudah di sibuk kan dengan aktifitas di luar rumah jadi saat ada waktu libur mereka berdua memanfaatkan untuk saling bercengkramah.
" Sayang ... Hari ini kamu ada acara apa?"
Tanya Alvida sambil memeluk tubuh suami nya yang berebah di samping nya.
" Tidak ada acara, Aku ingin menghabiskan waktu hanya bersama mu sayang,"
Jawab Aji diiringi senyum simpul sambil mencium mesra kening istri nya.
" Baik lah kalau begitu hari ini kamu ingin aku masak kan apa sayang?"
Tanya Alvida diiringi senyum bahagia memiliki suami seperti Aji yang cukup baik.
" Apa pun yang kamu masak pasti aku makan, Asal kamu suapi aku sebab makan dari tangan orang yang aku sayang itu lebih nikmat rasa nya,"
Jawab Aji sambil mencubit mesra hidung istri nya.
" Bisa saja kamu sayang, Ya sudah aku masak dahulu dan kamu lekas mandi ok sayang emuach ...."
Ucap Alvida sambil mencium mesra bibir suami nya.
Kemudian Alvida pun menuruni ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sedang kan Aji masih senyum bahagia mengenang prilaku istri nya yang tidak pernah berubah sejak awal ia mengenal nya, Alvida seorang wanita yang cantik, cerdas, tegas dan pecemburu, Semua itu tidak di jadi kan masalah dan di anggap wajar bagi Aji Dev Ghan.
Setelah Alvida mandi tidak lama kemudian Aji lah yang mandi dan Alvida mulai menyibukkan diri di dapur sedangkan Aji setelah mandi turun ke lantai satu untuk membantu istri nya membersihkan rumah mulai dari menyapu, mengepel hingga mencuci mobil nya, Di sini lah awal sebuah konflik rumah tangga mereka berdua.
" Selamat pagi Mr. Aji,"
Sapa seorang wanita muda yang tinggal nya di seberang rumah Aji Dev Ghan.
" Pagi juga Ms. Rani, Seperti nya hari ini anda sedang bahagia sekali ya Ms. Rani,"
Jawab Aji diiringi senyum simpul kepada Ms. Rani.
" Bisa saja anda Mr. Aji, Oh iya apakah saya bisa meminta tolong untuk memasang lampu di ruang tamu rumah saya sebab tidak nyaman saja bila harus gelap-gelapan,"
Ucap Ms. Rani dengan ekspresi yang sedikit menggoda.
" Apakah di rumah anda ada tangga Ms. Rani, Bila tidak ada saya akan ambil di dalam sebentar,"
Jawab Aji diiringi senyum ramah.
" Saya tidak punya tangga Mr. Aji jadi bisakah saya meminjam sebentar tangga milik anda Mr. Aji?"
Tanya Ms. Rani diiringi senyum simpul.
" Baik lah, Tunggu sebentar ya saya akan mengambil tangga di dalam."
Jawab Aji sambil mematikan kran air di sisi kiri nya.
Kemudian Aji pun masuk kedalam rumah nya dan berjalan menuju gudang untuk mengambil tangga dan beberapa lampu untuk di pasang di ruang tamu rumah milik Ms. Rani, Pasti nya hal itu membuat Alvida curiga sebab sedari tadi ia melihat suami nya sedang mencuci mobil namun mengapa tiba-tiba masuk kedalam rumah dan mengambil tangga juga beberapa lampu.
Tanya Alvida kepada suami nya dengan tatapan bingung.
" Ini untuk membantu tetangga depan yang lampu di ruang tamu nya mati sayang,"
Jawab Aji sambil sibuk mengeluarkan tangga dari dalam gudang.
" Memang suami dia kemana, Mengapa harus kamu yang sibuk mengganti lampu di rumah dia?"
Tanya Alvida dengan tatapan dan nada tidak suka.
" Mungkin dia tidak punya suami maka meminta tolong kepada ku sayang."
Jawab Aji dengan enteng sambil berlalu pergi dari hadapan Alvida istri nya.
Karena rasa penasaran yang begitu kuat dari dalam hati Alvida maka ia pun mengikuti suami nya dari belakang untuk mengetahui siapa sebenar nya yang meminta bantuan kepada suami nya kali ini, Sebab Alvida merasa setiap ia dan suami nya libur kerja ada saja yang meminta bantuan kepada suami nya mulai dari menangkap tikus di dalam lemari, membetul kan pipa air yang macet, membetul kan ac sampai mengganti lampu saat ini.
Dan ternyata orang yang meminta tolong kepada Aji setiap Aji libur kerja hanya lah Ms. Rani tetangga seberang rumah mereka, Pasti nya mulai lah timbul rasa cemburu dalam hati dan benak Alvida kepada Ms. Rani yang semua orang mengetahui apa pekerjaan wanita tersebut dan sudah banyak korban nya karena ulah nya selama ini.
Ternyata wanita itu lagi yang setiap minggu selalu saja meminta tolong kepada suami ku, Memang nya suami ku pembantu dia apa yang selalu bisa ia suruh-suruh, Tidak akan ku biar kan wanita tua bangka itu merebut suami ku dari ku, Aku akan memberi tahu suami ku apa niat wanita tua bangka itu sesungguh nya selama ini.
Bergumam lah dalam hati Alvida dengan tatapan sinis melihat ke arah Ms. Rani yang berjalan mengikuti Aji masuk ke dalam rumah nya sambil membawa tangga dan beberapa lampu untuk mengganti lampu yang mati, Sekitar 30 menit kemudian Aji pun pulang ke rumah nya sambil membawa tangga untuk di letak kan lagi di dalam gudang.
Sedang kan saat itu Alvida sedang mencuci beberapa peralatan yang baru saja di gunakan untuk memasak dengan penuh emosi kecemburuan kepada Ms. Rani, Pasti nya hal itu di ketahui oleh Aji suami nya dan kemudian Aji pun menghampiri Alvida dan memeluk nya dari belakang sambil mencium leher jenjang istri nya yang sudah berkeringat dari arah belakang.
" Sayang ... Kamu semakin cantik kalau sedang berkeringat seperti ini,"
Ucap Aji sambil memeluk istri nya dari belakang.
" Jangan merayu ku, Suasana hati ku sedang tidak bagus,"
Jawab Alvida dengan nada cuek dan sebal.
" Hey ... Apa yang membuat suasana hati mu tidak baik apakah teflon nya tidak sesuai dengan contoh sehingga membuat mu kesal sayang?"
Tanya Aji yang masih memeluk istri nya dari belakang.
" Bukan masalah teflon tapi masalah nya sikap mu yang terlalu baik dengan semua wanita, Memang nya kamu anggap apa aku!"
Ucap Alvida dengan nada kesal sambil masih melanjut kan mencuci teflon.
" Sikap ku yang mana sayang, Aku hanya membantu orang selama aku bisa dan bagi ku itu wajar saja tidak melampaui batasan juga,"
Jawab Aji sambil melepaskan pelukan nya dan berdiri di samping istri nya.
" Iya bagi mu itu biasa saja tapi tidak bagi mereka, Wanita bila di beri perhatian maka dia akan nyaman dan berakhir ingin memiliki mu,"
Ucap Alvida dengan nada kesal dan sebal kepada suami nya.
" Ya Tuhan sayang ... Tidak seperti itu juga dan itu hanya ketakutan mu saja, Aku tahu batasan nya kok sayang jadi kamu jangan khawatir ya tentang kesetiaan ku pada mu emuach ...."
Jawab Aji mencoba menenangkan istri nya yang mulai overthinking sambil mencium pipi kanan istri nya dengan lembut.
Kala itu Aji hanya mampu tersenyum simpul melihat reaksi istri nya yang sejak dahulu seperti itu selalu overthinking bila ada wanita yang mendekati Aji dan Aji menganggap itu adalah wujud kasih sayang dan cinta istri nya kepada nya dan hal itu tidak pernah di permasalah kan oleh Aji meski terkadang ia pun merasa lelah untuk meyakin kan istri nya bahwa ia tahu batasan dalam berteman atau membantu orang lain.
Lalu apakah hanya sampai di situ overthinking Alvida Choopra kepada suami nya bukan lain Aji Dev Ghan atau kah hal itu akan berkelanJutan dan semakin memperkeruh pernasalahan di rumah tangga mereka yang baru seumur jagung, Bagaimana sikap Aji Dev Ghan untung menghadapi kecemburuan istri nya yang berlebihan apakah Aji Dev Ghan mampu mengikis kecemburuan istri nya yang berlebihan itu dan bagaimana nasib rumah tangga mereka selanjut nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah rumah tangga Aji Dev Ghan dan Alvida Choopra yang di selimuti dengan kecemburuan sang istri yang berlebihan dan temukan semua jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.