KHABI NA KEHNA ALVIDA

KHABI NA KEHNA ALVIDA
BAB 3 . TENTANG HUBUNGAN



Sejak bumi ini ada yang selalu menjadi pertanyaan adalah mengenai hubungan, Apa pun yang terjadi di muka bumi ini semua berawal dari hubungan terlepas hubungan apa pun itu nama nya dan bisa di pasti kan semua hubungan berharap tetap bahagia dan menjauhkan kesedihan namun yang terjadi setiap hubungan pasti mengalami penderitaan dan kedukaan.


Setiap orang selalu ingin merubah pasangan nya menjadi sesuai dengan apa yang di ingin kan namun apakah hal itu bisa terjadi jawab nya tidak akan bisa, Jadi alangkah baik nya kita merubah diri kita sendiri dan menerima bagaimana pun pasangan kita agar mendapat kan kepuasan dalam berhubungan dan kebahagiaan pun di dapat kan, Sejati nya hal yang utama dalam berhubungan adalah menerima.


Lalu hal apa yang sebenar nya terjadi kali ini pada hubungan nya Alvida dan Aji apakah mereka berdua tidak bahagia selama pernikahan nya atau kah sesungguh nya Alvida memiliki misi untuk merubah Aji agar hubungan rumah tangga mereka menjadi bahagia dan di jauh kan dari kesedihan, Mari kita tilik bersama apa yang terjadi di hubungan mereka berdua kali ini.


Malam ini sepulang mereka dari acara makan malam di sebuah restoran segera menuju ke kediaman mereka berdua dan pasti nya di sepanjang perjalanan mereka adu argumentasi mengenai sikap Sonya kepada Aji dan hal itu sangat membuat Alvida tidak nyaman dan berfikir secara berlebihan mengenai sikap suami nya saat tidak bersama dengan nya, Sedang kan Aji bukan lah tipe lelaki yang dengan mudah tergoda oleh wanita.


" Sayang ... Maaf kan aku yang mungkin bagi mu berlebihan namun semua itu terjadi karena aku tidak ingin kehilangan mu,"


Ucap Alvida sambil memeluk tubuh Aji dari belakang.


" Iya aku tahu hal itu,"


Respon Aji dengan datar sebab masih merasa kesal sambil berdiri di balkon kamar nya menatap gemerlap kota.


" Apakah kamu masih marah kepada ku, Sayang ...."


Tanya Alvida sambil jari-jemari nya meraba dada Aji yang bidang.


" Aku tidak marah kepada mu hanya saja aku sedang berfikir sampai kapan kamu seperti itu kepada suami mu sendiri dan kapan kamu bisa mempercayai aku?"


Tanya Aji sambil menghentikan tangan Alvida dan melepaskan pelukan Alvida dari tubuh nya.


" Aku percaya kepada mu tapi bila hal itu terjadi kepada ku apakah kamu tidak bersikap seperti itu juga atau memang kamu sudah tidak mencintai aku lagi!"


Jawab Alvida dengan nada sedikit tinggi dan mata terbelalak melihat respon Aji malam ini.


" Aku akan merespon sama namun aku akan lebih dahulu menanyakan kepada mu siapa lelaki yang bersikap demikian sebelum aku bertindak yang konyol seperti yang kamu lakukan!"


Ucap Aji dengan nada yang tidak kalah tinggi nya sambil mengacungkan jemari nya ke arah Alvida yang berdiri di balkon.


" Mana mungkin kamu seperti itu kepada ku, Sedangkan masalah kamu bermimpi melihat aku di bonceng lelaki lain saja, Yang kamu lakukan sampai membakar baju yang ku gunakan dalam mimpi mu,"


Jawab Alvida dengan tatapan sinis kepada Aji yang sedang kesal malam itu.


Saat mendengar hal itu Aji hanya mampu menahan dan meredam amarah nya sendiri dengan cara keluar dari kamar nya sambil membanting pintu kamar cukup kuat bahkan hingga Alvida terkejut dengan sikap Aji malam ini yang terkesan membela Sonya yang hanya sekedar keponakan klien nya dan saat itu juga over thinking Alvida semakin parah kepada Aji dan Sonya.


Mengapa suami ku kesan nya lebih membela wanita itu, Ada apa sebenar nya apakah benar di belakang ku mereka berdua bermain gila sehingga suami ku sangat membela wanita itu atau kah ada alasan lain sehingga suami ku bersikap demikian pada ku malam ini.


Bergumam lah dalam hati Alvida sambil duduk di depan meja rias nya sambil membersihkan wajah nya, Di saat Alvida sedang berfikir tiba-tiba ponsel Aji berbunyi ada pesan singkat masuk dan Alvida pun cukup penasaran siapa yang mengirim pesan singkat ke ponsel milik suami nya malam-malam, Lalu segera lah Alvida mengambil ponsel Aji dan membuka nya untuk melihat siapa yang mengirim pesan singkat tersebut.


" Mr Aji Dhev Ghan ... Saya hanya menyampaikan pesan dari klien bahwa besok mereka mengadakan pertemuan pukul 7 pagi, Selamat malam dan maaf mengganggu."


Tulis pesan singkat dari Anita Kapoor sekretaris di kantor di mana Aji Dhev Ghan bekerja.


Setelah membaca pesan singkat itu segeralah Alvida meletak kan ponsel milik Aji sebab mendengar suara Aji yang semakin mendekat ke kamar sedang menerima telepon dari seseorang menggunakan telepon rumah dan setelah itu Aji pun mengambil ponsel nya sambil masih melanjut kan perbincangan nya di telepon rumah dan berjalan ke balkon.


Anita Kapoor ... Siapa lagi wanita itu mengapa menghubungi suami ku semalam ini bila hanya masalah berjumpa dengan klien apakah tidak ada hari esok atau kah itu hanya sebuah kata kode bagi mereka berdua namun di balik kata-kata itu mereka membuat sebuah janji, Aku harus membuktikan kebenaran nya besok pagi dan bila benar apa yang aku pikir kan maka selamat tinggal Aji Dhev Ghan.


Bergumam lah dalam hati Alvida sambil melangkah kan kaki nya menuju ranjang nya sedangkan Aji baru saja selesai menerima telepon dari seseorang yang menghubungi nomor telepon di rumah nya, Kemudian Aji segera membuka kemeja dan celana panjang nya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuh nya dan mendingin kan kepala nya yang cukup terasa penat malam ini.


Ya Tuhan serasa sudah kehabisan kata-kata aku untuk menjelaskan kepada istri ku bahwa aku tidak seperti itu dan aku juga tidak semudah itu untuk menerima wanita lain sebab aku tahu batasan nya namun mengapa istri ku tetap saja tidak bisa mempercayai dan menghargai aku sebagai suami nya.


Bergumam lah dalam hati Aji sambil membiarkan air dari shower jatuh dengan deras mengguyur kepala nya yang terasa panas dan penat dengan semua masalah yang terjadi hari ini, Sedangkan Alvida berpura-pura tidur namun sesungguh nya hati dan pikiran nya masih terjadi pergulatan mengenai suami nya.


Sekitar 30 menit kemudian Aji pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan anduk yang di selempangkan di pinggang nya untuk menutupi bagian bawah nya sedangkan atas nya ia telnajang dada dan berjalan duduk di sisi ranjang sesekali memegang kepala nya yang terasa penat dan entah apa yang harus ia perbuat kali ini untuk menenangkan hati dan pikiran nya yang cukup membara.


" Sayang ... Apakah kamu sudah benar-benar tertidur?"


" Hemmmm ... Ada apa,"


Jawab Alvida dengan mata terpejam.


" Kepala ku sakit di mana kamu letak kan obat nya?"


Tanya Aji yang berpura-pura meminta bantuan istri nya untuk mengambil kan obat sakit kepala.


" Sebentar ku ambil kan di kotak obat,"


Jawab Alvida sambil berusaha bangkit dari tidur nya.


Namun sebelum Alvida menurunkan kaki nya dari ranjang tiba-tiba tubuh nya di peluk oleh Aji dari belakang dan di tarik hingga terjatuh kembali di ranjang dan saat itu Alvida cukup bingung di buat oleh Aji yang awal nya mengatakan sakit kepala mengapa tiba-tiba menarik tubuh nya bahkan kini menindih nya.


" Apa yang kamu lakukan, Bukan nya tadi kamu meminta ku mengambil obat sakit kepala untuk mu?"


Tanya Alvida dengan tatapan tajam ke arah Aji yang hanya berjarak sejengkal dari wajah nya.


" Kamu lah obat ku sayang maka bila aku sakit kamu lah yang aku butuh kan untuk bisa menyembuhkan ku,"


Jawab Aji diiringi senyum simpul dan jemari nya mulai berkelana.


Dan Alvida pun hanya mampu membalas dengan mengalungkan kedua lengan nya di leher suami nya yang sudah mengunci tubuh nya dan jemari Aji pun semakin berkelana menjelajahi setiap kelokan dan tanjakan di tubuh istri nya, Malam ini mereka berdua berdua menikmati dingin nya malam dan menghangat kan tubuh mereka berdua dengan diiringi suara air hujan yang jatuh dari genting menghantam dedaunan dan ranting-ranting yang telah lama kering.


Nafas mereka pun semakin memburu kehangatan yang mereka harap kan dan Alvida hanya mampu menerima setiap sentuhan dari jemari Aji seorang lelaki yang di nikahi 3 tahun lalu, Seperti nya Aji tidak hanya menyusuri kelokan dan tanjakan namun Aji juga mulai berkelana ke jalan yang cukup di rindukan oleh nya sehingga Alvida menikmati perjalanan bersama Aji malam itu dengan penuh semangat dan bergelora.


" Sayang ... Apa yang kamu laku kan pada ku, Sampai kapan kamu menyiksa ku dengan jemari mu menari seperti itu?"


Tanya Alvida dengan mata tertutup dan sesekali menggit bibir bawah nya.


" Perjalanan kita masih jauh sayang jadi nikmati saja,"


Jawab Aji yang masih sibuk bermain dengan hal yang ia ingin kan malam ini.


" Sayang ... Lekas selesaikan permainan mu itu ... Aku ingin bermain juga bersama mu ...."


Ucap Alvida dengan nafas yang semakin tidak beraturan dan tubuh nya pun semakin lepas kontrol.


" Baik lah bila itu ingin mu sayang, Kamu yang memimpin permainan malam ini."


Jawab Aji sambil berbisik dengan lembut tepat di telinga istri nya.


Maka dalam sekejap posisi pun berubah kini Alvida lah yang mengungkung di atas tubuh Aji dengan mata yang sayu dan rambut yang sedikit acak-acakan dengan sigap Alvida menyergap bibir Aji dengan brutal dan hal itu pun mendapat sambutan dari Aji, Tanpa menunggu aba-aba segera lah Alvida menyarangkan mainan milik Aji dan menari di atas tubuh suami nya.


Bisa di pasti kan di saat udara cukup dingin namun tubuh mereka berdua terbakar oleh gelora asmara yang membara maka ruangan pun berubah menjadi hangat dan nafas mereka semakin memburu harapan mencapai titik finis seperti seorang pelari yang ingin segera mencapai finis dan hal itu mereka ingin berdua mencapai finis.


Sekitar 25 menit kemudian mereka pun mencapai finis bersama dan hal itu cukup melelahkan bagi mereka berdua namun hal itu masih ingin mereka laku kan, Lomba lari telah usai namun kali ini Alvida ingin karaoke agar Aji lebih rileks dan pasti nya hal itu membuat sakit kepala Aji sembuh seketika.


Malam ini pun terlewati dengan permainan lari maraton dan karaoke mereka berdua hingga menjelang pagi hari, Begitulah perjalanan hubungan mereka berdua yang penuh dengan derama kecemburuan namun sesungguh nya satu dengan yang lain nya tidak ingin terpisah kan dan tidak pernah menginginkan sebuah perpisahan dalam rumah tangga nya.


Lalu apakah masalah dalam rumah tangga Alvida Chopra dan Aji Dhev Ghan berakhir di malam ini dan tidak ada lagi kecemburuan dalam hati Alvida Chopra kepada Aji Dhev Ghan dan Alvida Chopra bisa mempercayai dan menghargai suami nya sebagai pasangan nya atau kah akan muncul kembali permasalahan yang lebih fatal lagi antara mereka?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka berdua dan temukan jawaban nya hanya di KHABI NA KHENA ALVIDA dan jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.