
Setiap keputusan yang kita ambil pasti akan ada konskuensi nya terlepas itu hal yang baik atau pun hal buruk dan di harap kan sebelum kita mengambil keputusan maka pikirkan terlebih dahulu konsekuensi nya dan pertimbangkan apakah sudah siap menghadapi sebuah konskuensi dari keputusan yang sudah kita buat sendiri sebab sesungguh nya penderitaan yang akan kita alami adalah buah dari keputusan yang sudah pernah kita ambil, Apakah kalian pernah berfikir hal itu kawan?
Kali ini keputusan apa yang akan di ambil oleh Aji Dhev Ghan dalam kondisi yang tidak baik, Apakah Aji Dhev Ghan akan bertahan dengan ego nya atau kah ia lebih memilih membuang ego nya jauh-jauh demi menyelamat kan pernikahan nya dan bagaimana dengan Alvida yang sedang terbakar api cemburu kepada Aji dan Anita serta apakah Alvida akan tetap brrtahan dengan keputusan nya, Apakah Alvida sudah memikirkan konsekuensi dari keputusan nya kali ini?
Mari kita tilik bersama apa keputusan dan apa konsekuensi dari keputusan yang di ambil dalam kondisi emosi menguasai akal pikiran manusia, Lalu bagaimana dengan konsekuensi yang harus di alami oleh Anita yang menjadi korban dari ke egoan Reka Salma dan Ashay Khumar, Pantas kah Anita menerima konsekurnsi tersebut?
Malam semakin larut dan udara pun semakin dingin serta hembusan angin pun berhembus cukup kencang sesekali terdengar suara gemuru petir bersahutan, Seperti nya alam pun mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Aji Dhev Ghan, Alvida Choopra dan juga Anita Kapoor yang mengalami hancur hati nya karena kejadian hari ini, Kali ini Aji Dhev Ghan memutus kan membuang jauh-jauh ego nya demi menyelamat kan pernikahan nya yang baru berjalan 5 tahun.
Setiba nya Aji Dhev Ghan di kediaman nya ia memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar nya untuk bertemu istri nya dan mencoba berbicara dari hati-hati tanpa menggunakan emosi atau pun ego, Kali ini Aji Dhev Ghan tidak melihat kesalahan dari sisi mana namun yang ada dalam benak nya hanyalah bagaimana cara nya menyelamat kan pernikahan nya.
" Sayang ... Apakah kamu sudah tidur?"
Tanya Aji Dhev Ghan sambil mengetuk pintu kamar nya.
" Belum ... Ada apa lagi,"
Jawab Alvida sambil mengemas baju nya ke dalam koper.
" Bisa kah kita berbicara sebentar sayang?"
Tanya Aji Dhev Ghan mencoba mengendalikan emosi nya saat itu.
" Tunggu di ruang tamu ... Aku akan segera turun menemui mu,"
Jawab Alvida dengan nada datar sambil mengikat rambut nya dan membasuh air mata nya.
" Baik lah."
Ucap Aji Dhev Ghan sambil melangkah kan kaki menuruni anak tangga.
Sekitar 30 menit kemudian baru lah terdengar langkah kaki Alvida menuruni anak tangga menuju ruang tamu dengan mata yang sembab ia melangkah kan kaki nya menghampiri Aji Dhev Ghan yang tengah duduk di sofa ruang tamu layak nya sebagai tamu di rumah nya sendiri sedangkan Alvida dengan ekspresi wajah datar dan tatapan mata yang kesal sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan dada nya duduk di sofa tepat di hadapan Aji Dhev Ghan.
" Apa yang ingin kamu bicara kan lagi dengan ku, Bukan nya semua sudah jelas dan tidak ada yang perlu di bicarakan lagi antara kita?"
Tanya Alvida dengan nada datar tanpa ekspresi sedikit pun.
" Sayang ... Mari kita kikis ego kita masing-masing, Apakah ini akhir dari hubungan kita selama 5 tahun ini dan semua nya kita bangun bersama akan hancur begitu saja,"
Jawab Aji dengan tatapan yang benar-benar lelah kepada Alvida.
" Lalu ...."
Ucap Alvida sambil mencoba menahan air mata nya jatuh membasahi pipi nya.
" Mari kita mulai dari awal lagi dan kita bersama membangun rumah tangga kita lagi yang sudah hancur ini."
Jawab Aji sambil bersimpu di kaki Alvida sambil memegang telapak tangan Alvida.
Saat itu Alvida tidak mampu menahan air mata nya jatuh membasahi pipi nya sambil memaling kan wajah nya Alvida mencoba menahan rasa sakit hati nya karena salah prediksi kepada Aji Dhev Ghan dan juga karena hasutan dari Reka Salma yang bekerja sama dengan Ashay Khumar, Sehingga Alvida tidak mampu menjawab tawaran dari Aji untuk membenahi bahtera rumah tangga yang hampir tenggelam.
" Sayang ... Mengapa kamu diam, Baik lah aku yang salah dan aku meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi,"
Ucap Aji Dhev Ghan sambil masih bersimpu di hadapan Alvida sambil menggenggam telapak tangan Alvida.
Jawab Alvida sambil menarik telapak tangan nya dari genggaman tangan Aji lalu bangkit berdiri melangkah membelakangi Aji yang masih bersimpu.
" Baik lah bila memang itu sudah menjadi keputusan mu dan semua yang kita perjuangkan bersama mungkin memang harus berakhir di sini, Terimakasih untuk semua nya."
Ucap Aji sambil bangkit berdiri lalu melangkah pergi meninggal kan ruang tamu rumah nya menuju mobil yang terparkir di teras rumah nya.
Kemudian Aji pun meninggal kan rumah nya dan memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi dan tanpa terasa air mata nya pun jatuh membasahi pipi nya, Serasa dunia Aji Dhev Ghan berakhir saat ini juga saat mendengar jawaban dari Alvida, Sedang kan Alvida sendiri saat melihat Aji pergi meninggal kan rumah rasa hati nya ingin menahan langkah kaki Aji namun lidah nya terasa keluh dan bibir nya terasa berat untuk menyebut nama suami nya sehingga hanya air mata yang terjatuh membasahi pipi nya.
Di sisi lain tepat nya di kediaman Anita Kapoor saat ini ada Tina Rajes khan bukan lain petugas resepsionis yang memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan nya dan memilih membuka usaha bersama Anita Kapoor di kota lain, Sebab bagi nya ia pasti di pecat oleh Ashay Khumar karena sudah berani membawa nama nya kepada Alvida Choopra.
" Mengapa kamu belum beristirahat Anita?"
Tanya Tina sambil memegang segelas coklat hangat di tangan nya.
" Aku belum mengantuk,"
Jawab Anita sambil menyilangkan kedua tangan nya dan berdiri di sisi jendela kamar nya dengan tatapan mata yang kosong.
" Jangn terlalu di pikir kan hal yang sudah terjadi lebih baik sekarang kita memikir kan langkah selanjut nya,"
Ucap Tina mencoba menenangkan Anita sambil duduk di sofa dekat jendela kamar Anita.
" Iya aku tahu hal itu tapi entah mengapa aku masih mengingat kata-kata Nyonya Alvida tadi,"
Jawab Anita sambil membalik kan tubuh nya dan berjalan menuju ranjang nya.
" Sebenar nya kamu mengingat ucapan Nyonya Alvida atau memgingat suami nya Nyonya Alvida saat ini, Sebab sangat terlihat wajah mu cukup khawatir bukan sedang sedih?"
Tanya Tina diiringi senyum simpul kepada Anita.
" Sedang berbicara apa kamu ini, Sudah lah aku tidur dahulu dan jangan lupa nanti tutup pintu kamar ku,"
Jawab Anita diiringi senyum kemudian memeluk boneka tedy bear yang di namai Aji.
" Siap Nyonya muda."
Ucap Tina sambil bangkit dari duduk nya kemudian melangkah keluar dari kamar Anita Kapoor.
Benar sesungguh nya saat ini aku sangat mengkhawatir kan keadaan Mr. Aji namun bagaimana pun juga aku masih tahu batasan dan aku tidak ingin merusak rumah tangga Mr. Aji biar lah cinta ini hanya ku simpan dalam hati dan dengan melihat ia bahagia maka aku pun bahagia bisa melihat senyum nya.
Bergumam lah dalam hati Anita sambil memejam kan mata namun dalam bayangan nya saat ini ia sedang mendekap tubuh Aji Dhev Ghan dan Anita pun tersenyum bahagia dalam hati nya ia berkata I LOVE YOU MR. AJI, Sedangkan di sisi lain ada Alvida yang sedang duduk di ranjang nya sendiri dengan berurai air mata dan sesekali tangan nya menyentuh bantal di mana biasa nya suami nya tidur.
Kamu di mana saat ini, Mengapa tadi kamu pergi begitu saja meninggal kan rumah ini, Sedangkan di luar sana sedang hujan dan juga angin nya cukup kencang, Pulang lah aku mengkhawatir kan mu saat ini.
Bergumam lah dalam hati Alvida dengan berurai air mata merasa sesak dada nya dan karena tidak mampu melawan rasa sayang yang berkecambuk maka ia pun mengambil ponsel nya untuk menghubungi Aji namun sayang panggilan dari Alvida tidak di terima oleh Aji dan posisi ponsel Aji sedang berada di sambungan lain, Maka timbul lagi rasa curiga dan cemburu dalam hati Alvida sehingga ponsel nya pun di lempar oleh nya.
Lalu sebenar nya Aji sedang menghubungi siapa kali ini sehingga tidak mengetahui saat Alvida menghubungi nya, Apakah Aji sedang menghubungi Anita seperti yang di pikirkan oleh Alvida atau kah ia sedang menghubungi Ibu nya Aji untuk menceritakan kejadian yang baru di alami nya saat ini, Lalu akan kah Alvida tetap dengan keputusan nya untuk berpisah dengan Aji Dhev Ghan Malhotra?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temu kan jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.