KHABI NA KEHNA ALVIDA

KHABI NA KEHNA ALVIDA
BAB 7 . KLARIFIKASI



Seyogya nya di saat kita menghadapi sesuatu yang ambigu lebih baik kita memberi kan klarifikasi kepada yang bersangkutan dengan tujuan menjelaskan yang sesungguh nya terjadi agar tidak terjadi nya kesimpang singuran informasi yang berakibat sebuah fitnah yang cukup kejam.


Lalu apa yang akan terjadi antara Alvida, Aji dan Anita kali ini, Apakah Aji mampu memberikan klarifikasi kepada Alvida mengenai apa yang sudah terjadi dan mampu kah Alvida memberikan kata maaf kepada Aji dan rumah tangga mereka bisa terselamat kan atau kah Anita yang akan menjadi korban dari ke ego an Reka dan Asyai, Mari kita tilik apa yang terjadi dengan rumah tangga mereka yang sedang berkonflik.


Setiba nya Alvida di hall room ia pun segera melangkah kan kaki nya untuk menuju ke parkiran namun lagi dan lagi langkah kaki Alvida di hentikan oleh Asyai Khumar Salma yang seperti nya memang ingin menyaksikan kehancuran rumah tangga Alvida dan Aji saat ini, Dengan ekspresi yang cukup baik dan sopan Asyai menyapa Alvida yang sedang remuk hati nya.


" Alvida ... Apakah kamu sudah berjumpa dengan siapa itu tadi nama nya?"


Sapa Asyai dengan nada bertanya dan ekspresi mencoba mengingat sesuatu.


" Sudah,"


Jawab Alvida sambil menyeka air mata nya yang membasahi pipi nya.


" Hai ... Mengapa kamu menangis, Tidak pantas wanita secantik diri mu menjatuh kan air mata."


Saat itu Asyai Khumar dengan sengaja membauh air mata Alvida yang terjatuh di pipi nya bersamaan dengan pintu lift terbuka di mana Aji berusaha mengejar Alvida dan mencoba mengklarifikasi apa yang sedang terjadi namun yang terjadi Aji cukup terkejut menyaksikan pemandangan di hadapan nya bahwa istri nya sedang bersama lelaki lain.


Siapa lelaki itu yang bersama istri ku dan berani-berani nya menyentuh istri ku seperti itu, Apakah lelaki itu yang dengan sengaja menjebak aku dan Anita di dalam kamar dan dengan sengaja membawa istri ku ke hotel ini, Harus aku selesaikan masalah ini sekarang juga.


Bergumam lah dalam hati Aji dengan tatapan bingung dan geram sebab melihat istri nya di sentuh lelaki lain namun niat nya tersebut di urungkan oleh Aji mengingat kejadian sebelum nya saat ia di peluk oleh Anita Kapoor bukan lain sekretaris nya sendiri, Meski hal itu bukan lah suatu hal kesengajaan yang di lakukan oleh Anita Kapoor kepada Aji.


Dengan tatapan dan hati yang hancur menyaksikan hal itu Aji lebih memilih melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar yang berada di sisi gedung, Sedang kan Anita Kapoor merasa terfitnah dengan kejadian itu bahkan kejadian tersebut mampu mengoyak mental nya dan Anita Kapoor tidak ingin di sebut pelakor atau perebut suami orang.


Sungguh bodoh nya aku yang dengan mudah terkena jebakan mereka, Sedari awal aku sudah merasa curiga dengan kejadian ini namun Mr. Aji meyakin kan ku bahwa semua akan baik-baik saja, Aku tidak mau di sebut perusak dan perebut suami orang sekarang juga aku harus mengklarifikasi masalah ini kepada Nyonya Alvida dan aku harus membawa bukti.


Bergumam lah dalam hati Anita Kapoor sambil menyeka air mata nya dan sesekali menghela nafas panjang untuk mengurangi rasa sesak di dada nya atas kejadian yang baru saja terjadi, Di sisi lain Asyai Khumar menawarkan untuk menikmati sarapan pagi di hotel mewah tersebut kepada Alvida.


" Alvida lebih baik tenangkan dahulu hati dan pikiran mu, Sebab akan bahaya bila kamu membawa mobil dalam kondisi seperti ini."


Ucap Asyai Khumar sambil merangkul pundak Alvida yang sedang sedih menuju sebuah restoran hotel.


Kala itu Alvida hanya mampu mengangguk kan kepala dan mengikuti saran Asyai Khumar yang bukan lain teman main saat kedua orang tua Alvida belum berpindah ke kota karena sebuah tugas kenegaraan, Ketika itu Aji hanya mampu menahan amarah nya dari kejauhan kemudian memacu mobil nya menuju rumah.


Sedangkan Anita Kapoor setelah keluar dari kamar hotel segera menuju ke lift untuk menemui petugas resepsionis untuk menanyakan siapa sebenar nya pemesan kamar tersebut dan kemana pergi nya klien yang membuat jaji dengan nya namun petugas resepsionis hanya memberi tahu bahwa yang memesan kamar hotel adalah Mr. Aji Dhev Ghan Malhotra.


" Ini tidak masuk akal, Mr. Aji Dhev Ghan Malhotra datang ke hotel ini bersama saya jadi sangat tidak mungkin bila Mr. Aji yang memesan kamar hotel!"


Bentak Anita Kapoor kepada petugas resepsionis karena merasa di tipu.


" Maaf Nyonya ... Kami hanya menjalan kan tugas dan yang tertera di pemesanan atas nama Mr. Aji Dhev Ghan Malhotra."


Jawab petugas resepsionis sambil menyatukan kedua telapak tangan nya di dada isyarat memohon maaf.


Setelah itu dengan penuh rasa kesal Anita Kapoor segera pergi dari hadapan meja resepsionis dan melangkah kan kaki nya keluar menuju taxi yang berada di depan hotel, Di sisi lain ada Alvida dan Asyai yang sedang duduk di restoran dan Asyai mencoba menanyakan apa yang terjadi sampai Alvida menangis.


" Sebenar nya apa yang terjadi pada mu Vida, Mengapa kamu harus menangis?"


Tanya Asyai sambil menuangkan cream ke dalam secangkir kapi.


" Tidak ada masalah dan semua baik-baik saja,"


Jawab Alvida mencoba tersenyum di hadapan Asyai Khumar.


" Bila tidak ada masalah lalu kenapa kamu menangis, Air mata mu itu sangat berharga dan hanya pantas jatuh untuk orang yang bisa menghargai mu saja,"


Ucap Asyai Khumar diiringi senyum simpul sambil mencoba memegang telapak tangan Alvida.


" Maaf aku harus pulang sebab ada acara dengan klien ku dan terimakasih sarapan pagi nya Asyai."


Jawab Alvida sambil menarik telapak tangan nya yang di pegang oleh Asyai Khumar.


Di iringi dengan senyum simpul Alvida pergi meninggal kan Asyai Khumar di meja makan restoran dan ia pun segera melangkah kan kaki nya menuju tempat parkir di mana mobil milik nya berada setelah itu Alvida pun memacu mobil nya untuk menuju rumah, Sedangkan saat itu Aji yang terlebih dahulu tiba di rumah.


Setiba nya di rumah Alvida melihat mobil Aji sudah berada di garasi rumah nya sambil menghela nafas panjang ia pun turun dari mobil dan siap menghadapi apa pun yang akan terjadi dalam rumah tangga nya, Kali ini Alvida sudah membulatkan tekad nya untuk berpisah dengan Aji meski apa pun penjelasan dari Aji.


" Dari mana saja kamu, Mengapa aku yang lebih dahulu tiba di rumah sedangkan kamu yang lebih dahulu meninggal kan hotel?"


Tanya Aji dengan nada datar dan tatapan sebal.


Jawab Alvida dengan nada sinis tanpa memandang ke arah Aji yang sedang berdiri di sisi jendela ruang tamu.


" Lalu siapa lelaki yang bersama mu tadi dan berani menyentuh wajah mu?"


Tanya Aji mencoba meredam amarah nya.


" Kalau aku kata kan dia pengganti mu bagaimana dan masih menghargai dia dari pada tingkah laku mu yang menjijik kan di dalam kamar hotel dengan wanita lain!"


Jawab Alvida dengan penuh penekanan dan tatapan mata yang sinis kepada Aji.


" JAGA BICARA MU, JANGAN MELAMPAUI BATASAN MU ALVIDA CHOOPRA!"


Bentak Aji kepada Alvida sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke arah Alvida.


" Siapa yang tidak tahu batasan sesungguh nya, Aku kah atau anda Mr. Aji Dhev Ghan Malhotra."


Ucap Alvida sambil menurunkan jari telunjuk Aji kemudian berlalu pergi dari hadapan Aji menuju kamar tidur nya.


Sejenak Aji hanya mampu terdiam dan mencoba menahan semua amarah nya dan rasa sesak di dada nya sehingga Aji membanting gelas yang sedang di pegang nya ke sisi dinding ruang tamu rumah nya, Di sisi lain Alvida masuk ke dalam kamar dan menangis sejadi-jadi nya karena sesungguh nya Alvida sangat menyayangi dan mencintai Aji bahkan Alvida tidak akan pernah mampu hidup tanpa Aji.


Di sisi lain Anita Kapoor mencari data alamat dan apa pun mengenai petugas resepsionis melalui berbagai macam situs sehingga dalam waktu singkat Anita Kapoor sudah mendapat kan apa yang di ingin kan nya maka saat petugas resepsionis hotel tersebut pulang bekerja sudah di tunggu oleh Anita Kapoor.


" Anda Nyonya ...."


Ucap petugas resepsionis hotel dengan tatapan terkejut.


" Masuk lah dan jangan takut aku tidak akan melukai mu."


Jawab Anita Kapoor diiringi senyum simpul dari dalam taxi.


Maka tanpa waktu lama masuk lah petugas resepsionis kedalam taxi membawa mereka menuju rumah Aji Dhev Ghan untuk memberikan klarifikasi kepada Alvida dan untuk membersihkan nama Anita Kapoor sebab ia tidak ingin di sebut sebagai pelakor oleh Alvida atau dengan siapa pun maka tindakan tersebut lah yang di lakukan oleh Anita Kapoor.


Bahkan setelah ia memberikan klarifikasi kepada Alvida maka ia akan mengundurkan diri dari tempat ia bekerja dan akan pindah ke kota lain, Membuka lembar baru dan melupakan semua yang telah terjadi dan semua yang sudah terjadi akan di jadi kan pelajaran dalam hidup Anita Kapoor, Sedangkan saat itu Aji tidak berada di rumah ia sedang menenangkan diri di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah nya.


Tidak lama kemudian taxi yang membawa Anita Kapoor bersama petugas resepsionis hotel telah sampai di depan kediaman Aji Dhev Ghan, Segera lah Anita mengajak petugas resepsionis menemui Alvida Choopra untuk mengklarifikasi masalah yang sudah terjadi dan Anita berharab rumah tangga mereka bisa utuh kembali seperti sedia kala.


" Selamat sore Nyonya ... Maaf sudah mengganggu waktu Nyonya saat ini maksud kedatangan saya untuk ...."


Ucap Anita yang belum selasai berbicara sambil berdiri di teras rumah Aji.


" Kata kan apa maksud kedatangan mu ke mari dan aku tidak butuh dengan semua alibi yang kamu buat,"


Jawab Alvida tanpa menatap wajah Anita yang berdiri di hadapan nya.


" Saya akan mengklarifikasi kejadian tadi pagi dan saya membawa saksi bahwa saya dan Mr. Aji di jebak seseorang yang bernama Asyai Khumar Salma,"


Ucap Anita mencoba mengatakan yang sejujur nya.


" Hebat ... Pelaku merasa jadi korban, Sekarang kamu berani memfitnah sahabat ku dari kecil ... Sungguh luar biasa merasa paling tersakiti,"


Jawab Alvida sambil bertepuk tangan dan melangkah kan kaki sambil melihat Anita dan petugas resepsionis dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Maaf Nyonya ... Tapi itu lah yang terjadi dan saya tidak berbohong atau sedang memfitnah siapa pun,"


Ucap petugas resepsionis mencoba membantu Anita yang terlihat semakin tersudut.


" Siapa pun kalian berdua dan apa pun alibi kalian kepada ku tapi hal itu tidak akan pernah merubah keputusan ku dan kalian sekarang silahkan pergi dari hadapan ku, Sebab kehadiran kalian membuat mata ku sakit."


Jawab Alvida diiringi senyum sinis lalu masuk kedalam rumah nya dan membanting pintu cukup keras membuat Anita dan petugas resepsionis tersebut terkejut.


Akhir nya dengan perasaan yang sedih mereka berdua pergi dari teras rumah Alvida dengan langkah gontai mereka berdua saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing dan rencana mereka selanjut nya setelah kejadian ini dan akhir nya mereka kini berteman baik lalu mereka berdua pun menuju rumah masing-masing untuk menenangkan diri sejenak.


Lalu apa yang akan terjadi selanjut nya dengan Anita Kapoor apakah ia akan tetap bertahan bekerja menjadi sekretaris Aji Dhev Ghan atau kah ia benar-benar memutus kan untuk keluar dari kantor tempat nya bekerja dan bagaimana dengan Alvida sendiri apakah hati nya memang sudah membatu dan tidak bisa lagi melihat mana yang benar dan mana yang salah dan apakah yang akan di lakukan Asyai Khumar dan Reka Salma selanjut nya?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di KHABI NA KEHNA ALVIDA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.