
Yejin kembali ke kamarnya, mengedit video yang baru saja ia rekam di kamar Nabila, dalam hal mengedit ia tidak khawatir karena dia mempunyai bakat [Editing] dan Bakat [Bidang Musik].
Saat balik ke kamar nya ia meminjam gitar Nabila, memainkannya sambil merekam di kamarnya, ia perlu menambahkan melodi agar sempurna, lebih sempurna dari dunia sebelum nya.
Setelah selesai Yejin memutar kembali lagunya dan sangat puas, setelah membuat lagu nya ia mulai membuat thumbnail sendiri agar thumbnail nya mengikuti suasana lagunya.
" [Original Song] Right here waiting - Jinv Dyvolt "
Yejin langsung segera mengupload video tanpa bantuan dari Bella amupun Yagoo, ia khawatir bahwa penonton nya telah menunggu lama. Setelah mengupload dia meregangkan pinggang nya. Saat waktu yang bersamaan pemberitahuan terdengar dibenaknya.
[Misi pertama dirilis!]
[ 1. Membeli perusahaan yang bangkrut.
Hadiah : Duplikasi bakat bola basket (A), 10.000 Vsystem.]
[ 2. Membuat perusahaan menjadi terkenal.
Hadiah : Naskah Your name movie. ]
Melihat misi nomor satu itu hanya masalah kecil, ia tidak terlalu memikirkan nya. Tapi ia berfokus pada Skill Duplicate trick basket ball,
Itu jelas merupakan hadiah yang bagus walaupun dia jarang bermain basket.
Kalau ia tidak salah pemilik asli Skill ini Kise Ryouta dari kiseki no sedai, anime Kuroko No Basket. Kise ini memiliki kekuatan untuk menduplikasi semua skill. Baik punya teman ataupun lawan bisa ia kuasai dalam satu kedipan mata saja.
Kiseki No Sedai ini memiliki enam anggota termasuk Kise Ryouta. Keenam pemain ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda pula.
Karakter Kise dalam Kuroko No Basket menjadi pembeda saat bertanding menghadapi tim basket Jabberwock.
Namun, ketika ia menduplikasi skill dari Kiseki No Sedai hanya bertahan 5 menit saja. Lantaran tubuhnya masih belum kuat menopang banyak bakat sekaligus.
Jika Yejin menopang banyak bakat tidak masalah lagi, tubuh nya sudah diperkuat dan jauh lebih kuat dari manusia normal.
Yejin melihat misi kedua, tidak sulit bagi dirinya untuk membuat perusahaan terkenal. Ia tidak terlalu mementingkan nya, dia hanya berfokus pada hadiah nya. Ia tidak pernah berharap bahwa ia akan membuat anime dan anime tersebut adalah anime romansa paling terkenal di kehidupan nya sbeelumnya. Itu jelas bahwa hadiah tersebut lumayan bagus.
Jelas hari ini merupakan kebahagiaan Yejin. Walaupun system tidak tahu malu tapi dia memberikan hadiah misi yang sangat bagus. Ia memanggil Bella menanyakan gedung yang dijual.
"Ada satu di dekat sini bernama HvoFam, perusahaan terkenal tapi bangkrut sebab saingan perusahaan nya memberi serangan kotor dan mengancam dengan cara yang jijik, pemilik HvoFam ingin membela tapi tidak memiliki bukti, tanpa bukti HvoFam tidak bisa berbuat apa-apa dan ia hanya bisa menjual perusahaannya." Bella Menjelaskan.
"Berapa?"
"Paling murah mungkin 50 Milyar atau sama dengan 3 Juta dollar."
"Murah."
"Apa? Apa yang baru saja kamu katakan?"
"Bantu aku untuk menghubungi penjual nya dan katakan aku ingin bertemu dengan nya."
Bella menuruti keinginan Yejin tanpa kecurigaan apapun, "Dia berkata bahwa dia akan menunggu sekarang, dia juga memberi saya alamat tempat pertemuan yang merupakan restoran Quartz di dekat perusahaan Vega."
"Baiklah aku akan segera kesana, ngomong-ngomong terimakasih... M-chan~" Tanpa menunggu jawaban dari lawan, Yejin langsung mematikan handphone dan keluar dari kamar.
_
"Uh..." Bela yang berdiri di tempat umum jantung nya berdebar dan hampir saja jatuh saat mendengar kalimat terakhirnya.
Karyawan yang baru saja lewat memperhatikan Manajer yang hampir jatuh dan menanyakan situasinya,"Manajer, apakah kamu baik-baik saja? Mukamu memerah, apakah karena panas?"
"Tidak. Tidak ada apa-apa, jangan perdulikan aku, lanjutkan berkerja." Karyawan itu mengangguk dan pergi
'Huh, bajingan ini harus menjaga mulutnya jika tidak wanita biasa akan langsung jatuh dipelukannya.'
_
Kebetulan saat ia keluar Nabila juga ikut keluar, Nabila menyapa nya dan mengajaknya makan malam bersama teman-teman nya besok malam, Yejin pun menyetujui nya, sebelum itu ia meminjam mobil kepada Nabila untuk keluar komunitas.
"Bolehkah aku ikut?" Tanya Nabila.
"Uh, ini sesuatu yang mendesak, lain kali aku akan mengajakmu." Yejin mengusap kepala nya, Nabila dengan cemberut duduk dikursi sambil memainkan handphonenya.
Yejin merasa tak berdaya, ia tidak bisa memberi tahu nya bahwa ia akan membeli perusahaan atau nanti dia akan banyak mengoceh. ia akan menjelaskan nanti saat waktunya telah tiba.
"Maaf, nanti saat aku pulang aku akan membelikan sesuatu untukmu." Kata Yejin.
"Hm." Nabila hanya bergumam sebagai jawabannya.
"Baiklah, sampai jumpa."
"Hm." Nabila bergumam lagi sebagai jawaban.
Yejin yang ingin keluar menghela nafas lelah, dia berbalik dan berjalan ketempat Nabila duduk. Ia diam-diam mendekatkan wajahnya dan mencium pipinya dari belakang.
Nabila yang bermain handphone berhenti dan langsung menoleh. Dia hanya melihat Yejin berlari dengan cepat menuju mobil.
"A-apa yang dia lakukan?!" Nabila tersipu, mencoba untuk memegang pipi yang tadi di cium oleh Yejin.
'Pertama kali aku dicium oleh pria selain ayahku' Nabila membenamkan kepalanya dibantal, dia mulai berfantasi tentang adegan ciuman tadi.
_
Yejin kabur dengan membawa mobil seperti perampok yang merampok keperawanan gadis dan mencuri mobilnya, saat di perjalanan ia berbincang dengan system di benaknya.
[Tidak dapat diubah, System membuat mata uang rupiah dalam konversi itu hanya uang jajan]
Yejin sudah menduganya dan tiba-tiba matanya menyala menjadi sangat bersemangat untuk membangun perusahaan dari awal. Tapi sebelum itu ia harus mengkonversi uang dan ini akan menjadi terakhir kalinya dia menggunakan fitur konversi.
"Konversikan 50.000 point ku."
[Ding!]
Ponsel nya bergetar, dia membuka pesan dan melihat jumlah uang nya, 50 milyar. Dengan ini ia resmi akan menjadi miskin. Yejin datang kerestoran sendirian dia mengambil ponselnya dan menelpon pemilik gedung perusahaan.
"Maaf, aku sudah berada di depan restoran."
"Oh, masuk saja dan katakan kepada pelayan bahwa kamu tamu meja nomor lima."
Yejin mematikan ponselnya, keluar sari mobil dan memasuki restoran. Masuknya yang tiba-tiba membuat para pengunjung tak bisa membuang pandangan mereka.
Yejin tak ingin membuang waktu dan segera menanyakan bahwa ia tamu dari meja nomor lima, pelayan tersebut dnegan senang hati mengantar nya kemeja pribadi nomor lima.
"Perkenalkan aku Krystal pemilik perusahaan Hvo." Yejin mengamati orang di depanya, dia tidak pernah menyangka pemilik perusahaan nya ternyata orang asing dan fasih dalam bahasa indonesia, cantik dan masih terbilang muda.
Mempunyai aura yang penuh dewasa dan mendominasi seperti layaknya pemimpin, pantas saja bahwa perusahaan nya terkenal. Tapi Yejin heran, dia mempunyai banyak aura mendominasi tapi kenapa kalah dengan saingannya?
"Aku Yejin." Yejin membalas perkenalan sambil tersenyum.
"Hmm, aku tidak berharap bahwa yang akan membeli perusahaanku seorang anak kecil tampan." Wanita itu memberi senyuman bercanda, melihat penampilan Yejin dan juga yang paling mencolok rambut nya yang bergaris putih.
Dia beramsumsi bahwa itu alami karena warna nya berbeda dengan pewarna rambut yang di jual di luar sana, meskipun pewarna rambut tersebut bernilai puluhan ribu dolar itu tidak akan menyamai warna rambut alami yang di milki adik kecil ini.
"Aku juga tidak berharap pemilik perusahaan yang bangkrut ini ternyata milik adik kecil Krystal S. Leviada." Yejin membalas dengan senyuman bercanda. Yejin menggunakan skillnya, Arc of Thought.
Setelah mendengar balasan dari lawan, wanita tersebut terkejut bukan main. Dengan memakai ekspresi serius dia berkata,"Bagaimana kamu tahu namaku?"
"Tuhan yang memberiku sebuah nama indah didalam benakku dengan penampilanmu, jadi aku bisa mengenalmu." Yejin mendongeng.
"Aku tidak percaya sama sekali." Wanita itu mendengus
"Terserah, sekarang kita langsung ketopik utama. Bawa aku melihat gedung perusahaan tersebut."
"Kamu terlalu terburu-buru." Wanita itu mengambil secagkir teh.
"Ya sudah, aku tidak akan membuang waktu." Yejin langsung bangkit dan ingin keluar tapi ia tiba-tiba tersenyum saat mendengar suaranya.
"Tunggu! Baiklah-baiklah, adik kecil ini sangat tidak sabar." Dia berkata dengan cemberut dan bangkit dari kursi.
"Adik kecil? Kita lihat siapa yang adik kecil." Yejin bergumam. Mereka keluar dari restoran dilihat oleh orang banyak dan mereka menyangka bahwa mereka adalah pasangan.
Yejin berjalan keparkiran dengan Krystal disampingnya, "Adik kecil, kenapa kamu mengikutiku?" Tanya Yejin.
"Siapa yang adik kecilmu!" Krystal mendengus dan melotot tapi tidak lama saat dia langsung tersipu, melihat wajah Yejin dari dekat hanya akan memperburuk keadannya.
"Adik kecil, apakah kamu datang sendiri? Oke ayo ikut, kakak akan menemanimu." Yejin menepuk kepalanya, Krystal yang ditepuk anehnya tidak merasakan apa-apa dan dia tidak marah padahal jika saja pria menyentuh bajunya dia akan langsung memukulnya. Tapi sekarang dia hanya seperti bayi ditatapan pria ini.
Mereka masuk mobil bersama dengan Yejin yang sebagai supirnya. Kecepatan mobil lumayan cepat, jadi mereka sampai hanya dalam belasan menit.
Yejin keluar dari mobil dan menatap gedung di depannya, "Ini gila."
Yejin memandang gedung yang setara setinggi dua puluh lantai. Kemudian Yejin dan Krystal masuk kedalam mengelilingi perusahaan.
Saat masuk tidak ada karyawan karena dicutikan, di dalam ada sebuah taman besar, lapangan basket, golf dan yang lain. Kafetaria juga letaknya sangat bagus berdekatan dengan kantor karyawan.
Yejin cukup puas dengan gedung ini. Ada sepuluh lantai dan masing-masing memiliki ruangan yang besar yang nampak seperti tinggi dua puluh lantai. Ia perlu membeli banyak peralatan untuk di hias agar lebih indah dan tidak terlalu terlihat kosong.
"Aku cukup puas dengan gedung ini, tapi kenapa kamu menjualnya sangat murah?" Kata Yejin.
"Itu... Alasan dalam catatan jual tersebut hanyalah setengah kebohongan, bukan saingan perusahaan yang membuat perusahaan ini bangkrut tapi ibundaku yang menyerang perusahaanku." Kata Krystal.
"Kamu tahu nama asliku bukan?" Lanjut Krystal, Yejin menanggapi nya dengan mengangguk.
"Aku putri kerajaan inggris, aku menetap disini untuk menjauh dari pertunangan, tapi saat aku sudah disini selama lima tahun ibunda sekarang menemukanku, jika aku tidak kembali dia yang akan kesini." Kata Krystal sambil menundukan kepalanya.
'Tunangan, tunangan, dan tunangan. Apakah pikiran kerajaan hanya tunangan?' Yejin mendesah dalam benaknya.
"Begitu."
Krystal tercengang, ini baru pertama kalinya dia melihat orang yang tidak terkejut saat mendengar identitas nya. Semua orang yang tahu identitas nya bahkan langsung menghormati nya, tapi pria disampingnya menganggapnya seperti manusia pada umumnya.
Inilah yang dia inginkan sejak dulu, jika dia mengaku kepada orang biasa bahwa dia seorang putri pasti orang tersebut akan langsung menghormatinya dan dia tidak ingin orang terlalu menghormatinya saat mendengar identitasnya. Jadi dia terkejut melihat ekspresi Yejin yang tidak terlalu memperdulikan identitasnya.
"Aku hanya ingin kamu tahu bahwa ada seseorang yang memedulikanmu. Bukan aku, tapi orang lain." Kata Yejin.
"Aku mengira kamu akan menggodaku." Ucap Krystal dengan malu-malu kemudian menjadi lebih tenang lagi.
"Aku akan membelinya." Kata Yejin. Krystal mulai menyiapkan sertifikat nya dan mengubah kemudian menyerahkan kepada Yejin.
"Perusahaan ini resmi menjadi milikmu." Krystal tersenyum tapi didalam hati nya dia sedih karena meninggalkan perjuangan nya dinegara ini selama lima tahun.
"Tenang saja, aku akan membuat gedung perusahaan ini berubah total." Sebagai tanggapan Krystal mengangguk terima kasih, dia bersyukur bahwa yang membeli perusahaan nya adalah orang yang dapat bisa dipercaya.
____
Yo bruh