Jin The Vtuber System

Jin The Vtuber System
Membuat lagu yang akan meledak



Yejin segera keluar dari kamar, berjalan ke kamar nabila lalu mengetuk pintu nya, pintu terbuka dan Nabila dengan bahagia berkata, "Selamat debutmu berjalan dengan lancar!"


Yejin melirik bagian dada Moona dan dia menyingkirkan pikiran kotor dengan cepat, "Ahem... Terima kasih, ini juga karena dukungan kamu dan Fitry yang membantuku." Kata Yejin sambil tersenyum.


Nabila melirik mata Yejin dan dia malu saat Yejin menatap dada nya, dia baru saja mandi dan mengenakan pakaian rumah yang membuat dada nya lebih kelihatan besar.


"Ti-tidak masalah lalu ada apa kekamarku?" Kata Nabila sedikit gugup.


"Aku ingin meminjam piano mu, dan aku juga ingin merekam di kamarmu apakah boleh?" Kata Yejin, waktu pertama kali dia masuk dia melihat piano berukuran sedang di pojok.


"Apakah kamu bisa memainkan piano?" Nabila memandang nya dengan terkejut, berapa bakat lagi yang ia miliki?, Pikirnya.


"Sedikit." Jawab Yejin.


"Yah, kamu boleh." Nabila dengan senang hati mengangguk.


"Apakah kamu masih dalam discord?" Yejin melirik komputer nya.


"Ya, kami masih mengobrol. Apakah kamu ingin mendengar?" Bisik Nabila sambil diam-diam menaruh headphone nya ditelinga Yejin agar tidak di dengar oleh warga discord.


Didalam discord ternyata semua nya masih membahas masalah Jin, Vtuber baru yang baru saja memulai debut nya sekitar beberapa menit yang lalu.


Yejin malu di perbincangkan terus oleh para dewi nya, dia mengirim say Hai on mic.


"Hallo." Yejin mengirim suara.


Discord meledak menebak bahwa Jin yang masuk tapi mereka melihat tidak ada yang masuk. Tapi mereka melihat lingkaran hijau bersinar di profil Moona.


"Eh Moona! Siapa tadi? Apakah kamu berpaling?!" Kata Iofi.


"Moona, apakah kamu menggunakan aplikasi pengganti suara yang sama dengan Jin? Suara mu sangat mirip dengan Jin!" Kata Risu.


"Moona jadi laki-laki! aaa!" Teriak Kanna.


Warga discord ribut memperdebatkan suara singkat tadi, Yejin segera mengembalikan headphone kepada Nabila. "Apakah perlu saya matikan discordnya agar teman-teman saya tidak mendengar nya?"  Kata Nabila.


"Tidak perlu, tidak apa-apa jika mereka mendengar nya juga." Kata Yejin, Nabila dengan senang hati membantu nya.


'Piano yang bagus.' Pikir Yejin saat menyentuh sudut piano nya.


Yejin meletakan kamera nya di atas piano terlihat dari komputer avatar Yejin dengan piano nya, melirik Nabila dan memberi nya anggukan yang berarti dia sudah siap.


Nabila memulai stream nya, berkata kepada teman-teman nya untuk tenang di discord, setelah menenangkan dia mengatur sudut pandang yang paling bagus untuk Yejin dan piano nya.


Yejin sedang memikirkan lagi apa yang cocok, dia melirik Nabila dan mengingat sebuah lagu yang cocok.


Nabila tidak hanya menyuruh mereka tenang tapi juga dia melakukan video langsung di discord dengan avatar Jin dan juga sekitar nya ikut berubah dalam 2D, semua orang di discord menatap nya dengan rasa ingin tahu.


Yejin duduk di bangku, segera dia mengubah pandangan sekitar nya dengan fantasi nya sendiri, Ekspresi nya berubah menjadi sedih tapi di dalam hati Yejin ada dua perasaan campur aduk yaitu bahagia dan sedih. Nabila ingin bergegas untuk lari dan menanyakan kenapa tapi dia berhenti saat ia mulai memainkan piano.


"Oceans apart day after day..."


"And i slowly go insane..."


"Whereever you go..."


"Whatever you do..."


Ow...


Mereka merinding dengan suara yang tiba-tiba, mereka tidak bisa mengalihkan pandangan dari nya sama sekali, mereka tidak peduli dengan sekitar nya dan hanya mengingat bahwa mereka berada di tahun 80-90.


"... I wonder how we can survive ... this romance..."


"But in the end if i'm with you... I'll takes the change..."


Mereka tak kuasa menahan air mata, Iofi memeluk kakinya di kursi depan komputer membenamkan kepalanya dan diam-diam mengeluarkan air mata. Yang lain nya juga seperti Iofi, mereka menghabiskan tisu, tersedu di kamar tanpa melepas headphone nya. Seluruh discord di basahi dengan air mata, suara tersedu juga dapat di dengar.


"Whereever you go... Whatever you do... I will be right here waiting for you... "


"Or how my heart breaks... I will be right here waiting for you... Waiting for you..."


Yejin mengeluarkan suara kalimat terakhir, dia tak punya waktu untuk melirik Nabila, karena ia langsung di peluk oleh Nabila dari belakang. Nabila membenamkan kepalanya di punggung Yejin sambil tersedu.


Yejin kaget dan bertanya, "Hey, ada apa denganmu, kenapa kamu menangis."


"Apakah lagu ini untuk ku?" Nabila mengangkat kepala nya menatap Yejin dengan perhatian.


"Tidak, lagu itu bukan untuk mu..., tapi untuk Nabila."


Nabila sedih saat mendengar kalimat pertama tapi segera ia tertegun saat mendengar kalimat kedua, dia langsung tersenyum indah dan wajah yang tadi nya lumayan pucat sekarang ceria.


Yejin melihat mata nya merah sehabis menangis, kemudian segera memeluknya kembali dengan kasih sayang.


Didalam discord, semua orang yang tadinya mata mereka lembab dengan air mata sehabis menangis segera memasang ekspresi tercengang. Mereka melihat Moona yang sedang berpelukan dengan avatar Jin, bagaimana bisa? Apakah Moona masuk ke dalam a? Semua orang hanya bisa iri didepan komputer.


.....


Nabila dengan cemberut berkata,"Itu sama saja!"


"Tidak, bagiku Moona adalah Moona dan Nabila adalah Nabila." Kata Yejin sambil tersenyum indah.


"Terserah kamu, aku tidak peduli." Nabila semakin mempererat pelukan nya.


Yejin dipeluk dengan erat dan merasakan kedua gunung kembar nya menempel dengan jelas. Apalagi Nabila sedang memakai baju rumah yang bisa di bilang sangat menonjol jika keluar rumah.


"Apakah kamu nyaman memeluk ku terus?" Yejin tersenyum.


Nabila langsung membenamkan kepala nya di dada, dengan malu berkata, "Ja-jangan salah sangka! Aku sedang membersihkan air mata ku di bajumu, aku tidak mau kamu melihat air mataku."


Yejin tak berdaya, gadis tsundere memang pandai sekali mencari alasan.


_____


Penjelasan : Jika memanggil dengan nama virtual berarti sedang personality atau dalam penampilan vtuber. Jika nama asli yang dipakai berarti dalam penampilan asli yaitu tidak sedang personality.