Jin The Vtuber System

Jin The Vtuber System
Rabit blue



Yejinv sangat tahu jika orang asing tersebut suruhan ibunda Krystal. Dia berpikir bahwa perusahaan ini akan bangkrut jika orang lain membeli perusahaan ini, tapi Yejinv yang membeli perusahaan ini. Dan Yejinv harus membersihkan kotorannya.


Semua orang terdiam saat melihat bukti tersebut, mereka yang menuduh fitnah langsung gemetar dan mengatakan bahwa mereka hanya mengikuti orang lain dan tidak dipihak karyawan tersebut.


Yejinv kecewa dengan sifat mereka, dia tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan mereka, dia langsung menelpon polisi dan kemudian polisi datang, Yejinv memeriksa pikiran mereka semua ternyata 30% Orang yang menggelapkan dana perusahaan dan 25% nya orang yang disuap untuk mengikuti. 45% orang yang berkerja disini selama dua tahun dan patuh terhadap perintah ketua.


Tapi walaupun mereka patuh itu pun patuh terhadap ketua sebelumnya, mereka juga tadi mengikuti perkataan orang lain yang menyulut emosi Yejinv, attitude mereka bagus dan Yejinv akan meninggalkannya disini, tapi dia kecewa ketika mereka memandangi orang hanya dari usianya.


Ketika semua orang sudah keluar Yejinv dan Laura masih diperusahaan, Yejinv memecat mereka semua, saat pulang mereka hanya mencemooh Yejinv yang tidak akan membuat perusahaan ini bergerak kembali.


Yejin memikirkan nama perusahaan yang akan dikelolanya, setelah mendapatkan nama yang bagus dalam benaknya dia berdiri dari kursi dan memandangi jendela perusahaan dengan berkata kepada Laura, "Laura, ubah perusahaan ini menjadi... Everlast..."


"Baik, Ketua."


"Apakah perlu merekrut karyawan baru, Ketua?" Kata Laura, menurut Yejinv Laura layaknya robot yang patuh, dia tidak peduli jika Yejinv ingin perusahaan ini hancur, dia dapat langsung menghancurkannya.


"Tidak untuk sekarang." Yejinv berkata dengan tenang.


'Prediksi saham'


[Tanggal 30 Juni akan terjadinya lonjakan saham terhadap perusahaan Props group]


Tanggal 30 juni berarti seminggu kemudian, System mengatakan bahwa 98,5% akurat jadi dia akan membelinya tanpa ragu, dia bertanya kepada Laura disamping,"Berapa total aset perusahaan?"


"Saat ini jumlah total aset perusahaan adalah 500 Milyar rupiah."


"Ambil 450 milyar untuk membeli saham Props group, tunggu dalam seminggu kemudian langsung jual, jangan menunggu hingga besok harinya karena itu akan langsung melonjak turun kembali."


"Ini..." Laura sedikit ragu, karena dia hanya melihat Yejinv berpikir sebentar lalu mengucapkan kalimat yang membuatnya terkejut.


"Apakah kamu tidak percaya?" Yejinv tersenyum meliriknya.


"Tapi..."


"Aku yang akan bertanggung jawab."


Laura menghela nafas dengan berkata, "Baik."


Laura pergi meninggalkan Yejinv sendirian dikantor, Yejinv yang ditinggal sendirian pun akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya. Dia tinggal di perusahaan hingga matahari hampir terbenam.


"Laura, apakah sudah selesai?"


"Sudah semua, Ketua." Laura menganggukan kepalanya.


"Ayo, pulang."


Laura mengantar Yejinv sampai gerbang komunitas, dan dia harus berjalan untuk kembali lagi, ditengah jalan dia melihat mobil yang dikenal nya menuju dirinya.


"Jinv?"


"Eh? Bibi? Paman?" Yejinv melihatnya terkejut, dia tidak menyangka kalau yang menghampirinya orang tua Nabila.


"Ternyata ini benar-benar kamu, ayo masuk." Ucap Ibu Nabila, Yejinv pun tak sungkan, ia langsung masuk kedalam mobil dan dilempar banyak pertanyaan.


"Kamu sehabis dari mana?" Ucap Ibu Nabila.


"Dari jalan xxx."


"Itu..." Yejin tak tahu harus menjelaskan bagaimana, Ibu Nabila melihat Yejin yang canggung merasa ini rahasianya jadi dia tidak harus ikut campur.


"Tidak usah dibahas tidak apa-apa."


Yejin merasa bersalah karena tidak menjawab, tapi mau bagaimana pun dia harus merahasiakannya sampai namanya tercatat dalam sejarah.


Sampailah dirumah setelah mengobrol sedikit bersama orang tua Nabila. Yejin melihat hanya ada Lulu sendiri diruang tamu dan tidak melihat Nabila.


Setelah menyapa Lulu dia naik kelantai dua dan masuk kedalam kamarnya, dia melihat pintu nya yang terbuka sedikit dan takut terjadi apa-apa dia langsung masuk.


Dia melihat Nabila yang duduk di depan komputer sambil memakan makanan ringan.


Nabila yang mendengar suara pintu terbuka langsung menengok kebelakang dan wajahnya kembali ceria.


Dia melompat dari kursi dan mendatangi Yejinv dengan pelukan, Yejinv menangkapnya dan mengelus rambutnya, rambutnya sangat wangi, "Kenapa kamu ada dikamarku?"


"Aku menunggumu pulang." Nabila mengusap dadanya dengan kepalanya.


"Bukannya hanya beberapa jam?"


"Hanya beberapa jam, tapi bagiku seminggu."


"Nabila, sejak kapan kamu menjadi manja seperti ini?"  Yejin berkata kepada Nabila, Nabila pun baru ingat lalu dia melepaskannya dan melempar semua bantal kasur kepada Yejinv, mereka bertengkar sampai ada orang yang memanggil mereka.


"Kalian turunlah, jangan membuat anak terlebih dahulu!" Teriaknya Ibu Nabila, terdengar sampai kamar hingga kedua orang yang bertengkar berhenti.


Nabila lari keluar kamar setelah melemparkan semua bantal kasur, dia berdebat dengan ibunya karena kesalah pahaman, Yejin juga turun tapi dia dengan tenang bermain dengan Lulu di sofa.


Telepon Nabila berdering diatas sofa sedangkan Nabila sedang bersama ibunya di dapur, setelah debat dia membantu ibunya, Yejin mengambil hp nya lalu melihat nama kontaknya, ternyata yang memanggilnya kelinci biru. Yejin mencoba mengangkatnya.


"Halo?" Yejin memanggil.


"Halo, siapa?" Kelinci biru menjawab dengan bahasa jepang.


"Aku tukang service ledeng." Yejin mengganti suaranya menjadi pria biasa dengan bahasa logat jepang.


"Tolong, bisa panggilkan pemilik hp ini?"


"Oke tunggu."


Yejin bangkit dan berjalan menuju dapur, sesampainya disana ia memberikan telepon kepada Nabila.


"Siapa?" Nabila mengambil hp dari tangan Yejin.


"Kelinci biru." Seketika Nabila langsung paham, Yejin pergi keruang tamu lagi, memakan makanan ringan bersama Loli yang menemaninya.


Sesekali ia bahkan mencium pipi nya dan menyentuh nya terus seperti boneka, "Lulu, jika sudah besar apakah Lulu akan meninggalkan Kakak laki-laki?"


Lulu yang tadinya memasang ekspresi tenang saat menonton tv tiba-tiba menengok kearah Yejin dan memasang ekspresi sedih.


"Tidak, Lulu akan tetap menemani kakak laki-laki, walaupun Lulu sudah dewasa." Lulu memeluk Yejin, Yejin yang dipeluk merasa senang, tubuhnya sangat lembut dan penampilan nya seperti boneka yang polos.


Nabila tiba-tiba datang dari belakang dan berbisik kepada Yejin, "Ayo, mereka sudah menunggu dihotel Terysu."


_____