
Saat melewati Nabila Yejin sempat melihat sesuatu yang menakjubkan, dia melihat leher ramping yang lembut dan halus dari belakang dan merasa ingin menyentuhnya.
(*´ω`*)
Yejin dengan cepat menggelengkan kepala nya, menyingkirkan pemikiran tersebut.
"Makan malam siap, kalian yang berada di atas turunlah untuk makan malam." Ibu Nabila memanggil tiga orang yang berada di lantai atas.
Nabila yang sudah berganti pakaian turun kebawah, Yejin juga ada di belakang nya sedang menggendong Lulu dari belakang yang semakin melekat pada diri nya.
Ibu Nabila melihat Lulu yag melekat terus pada Yejin berkata, "Lulu turun, kakak Jin mungkin kelelahan."
Lulu langsung menurut dan turun dari pelukan nya, setelah turun dia memegang tangan Yejin dan menarik nya ke kursi,"Ini.., apakah tidak apa-apa bagiku untuk ikut makan?," Tanya Yejin dengan nada sedikit malu.
"Tidak apa-apa, kamu teman baik nya Nabil jadi jangan sungkan, duduk saja." Kata Ayah Nabila dengan tenang menepuk pundak Yejin.
"Terima kasih..." Yejin membungkuk.
Yejin merasa terharu mata nya sedikit memerah dan tidak ada yang melihat nya selain Nabila yang melihat nya sekilas. Dia berterima kasih kepada tuhan yang mengirim nya ke dunia ini. Selama masa hidup nya di dunia sebelum nya dia hanya berpikir tentang kerja dan kerja. Tidak ada teman, tidak ada kerabat dan tidak ada keluarga.
Jadi dia sangat berterima kasih kepada keluarga ini karena memberi nya tempat tinggal yang harmonis.
Setelah dia duduk Lulu duduk di pangkuan nya, di sebelah nya ada Nabila sedang membujuk Lulu untuk duduk di kursi lain.
"Lulu duduk di tempat sebelah nya Kakak Jin." Kata Ibu Nabila tetapi Lulu menggelengkan kepalanya.
"Lulu duduk di pangkuan kakak saja sini." Nabila menepuk paha nya, menyuruh lulu agar duduk di pangkuan nya tapi Lulu menggeleng kan kepala nya dengan keras.
"Maaf." Bisik Nabila.
"Tidak apa-apa, lagian Lulu nyaman di pangkuan ku." Kata Yejin.
Nabila hanya menghela nafas, ternyata benar aura yang di miliki Yejin bukan aura yang di miliki orang biasa, dia bisa membuat orang nyaman saat di dekat nya tak terkecuali keluarga nya, tetapi Nabila sangat senang karena dia bertemu orang yang tepat.
"Selamat makan." 5x
...
Setelah makan selesai Lulu kenyang dan duduk di sofa bersama Nabila sedangkan dia ... Uhuk dia mencuci piring bersama ibu mertua. Dia merasa tidak enak karena hanya menumpang di sini jadi ia menaksa untuk membantu mencuci piring bersama ibu mertua.
Setrlah selesai Yejin ingin menghampiri Ayah Nabila yang sedang berada di luar duduk sambil minum kopi. Nabila yang melihat Yejin keluar menduga bahwa dia akan mengobrol dengan ayah nya, dia bahagia dalam hati nya karena mungkin mereka bisa mencapai hubungan yang lebih jauh lagi.
"Paman, boleh kah aku duduk di samping mu?," Kata Yejin.
"Oh, nak Yejin, kemarilah." Kata Ayah Nabila, mereka berbincang sedikit sampai akhirnya masuk ke pertanyaan pekerjaan.
"Aku baru saja di pecat, paman." Kata Yejin, Ayah Nabila menatap nya dengan heran dan bertanya.
"Di pecat bagaimana?, Bisakah kamu memberi tahu nama perusahaan nya?," Kata Ayah Nabila.
"Finance group, manajer mengusir ku tanpa memberi waktu untuk mengambik uang di departemen keuangan." Kata Yejin dengan tenang.
Seketika mata Ayah Yejin yang santai membelak kaget dan bertanya lagi, "Finance group?! Benarkah kamu berkerja di sana?,"
"Ya aku berkerja selama dua bulan di sana tapi manajer gendut botak itu mengusir ku karena iri dengan ketampanan ku." Yejin mengangguk dengan sedikit sedih.
Ayah Yejin mengabaikan kenarsisan nya dan langsung menelpon seseorang, "Apakah di perusahaan ada yang bernama Yejin?,"
"Dia baru saja di keluarkan kemarin, Ketua." Kata seseorang di telepon.
"Kenapa?," Ayah Nabila bertanya dengan heran.
"Dia di keluarkan oleh Manajer Gio, kata manajer Gio dia di keluarkan karena kesalahan yang ia buat yang hampir membuat perusahaan di ambang kebangkrutan tapi setelah di telusuri ternyata semua nya salah, Manajer Gio melakukan konspirasi, ini juga di gosip kan dari mulut ke mulut saat di perusahaan."
Ayah Nabila tercenang dan langsung meminta untuk rapat penting besok.
Yejin yang di sebelah mendengar semua pembicaraan nya tercengang, dia sangat bersyukur sekarang karena bertemu dengan keluarga ini dan menganggap keluarga nya sendiri, dia berjanji akan terus melindungi keluarga ini hingga jiwa nya hancur.
Setelah mulai larut Yejin meminta Izin untuk masuk ke dalam. Ia melihat ke ruang tamu dan hanya ada Lulu di sana, ia mendekati Lulu dan bertanya, "Lulu, apakah kamu tahu di mana Kak Nabila?,"
Lulu mendongak ke atas dan melihat Yejin seketika ia senang dan berkata, "Bawa Lulu dan Lulu akan mengantar sampai tujuan."
<( ̄︶ ̄)>
Uh, terpaksa ia dituntun oleh loli imut ini sampai ke kamar Nabila.
"Kakak, Lulu mau lihat kucing tom yang tidak bisa menangkap tikus dulu." Lulu berlari menuju ruang tamu lagi, melanjutkan menonton kartun.
Yejin menghela nafas dan mengetuk pintu kamar Nabila.
Tok ... Tok ... Tok ...
Moona yang sedang bermain Apex bersama Ollie dan Reine tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dari live juga dapat didengar.
"Batere handphone ku lowbat dan juga ... Dimana letak kamar ku, kamu sama sekali tidak memberitahu nya." Kata Yejin sambil menggaruk kepala belakang nya.
"Eh? Memang nya aku belum menunjukan nya ya?," Yejin menggeleng tanpa daya.
"Eh, hahaha... Maaf maaf, ayo Ikuti aku." Nabila menarik Yejin dan mengantar nya ke kamar yang di pilih nya.
Sampai nya di depan kamar Yejin berterima kasih dan mengucaoka selamat malam.
"Selamat malam juga..." Nabila lari sambil tersipu, ia baru ingat jika dia menarik tangan Yejin dengan keras.
Yejin melihat tingkah Nabila menggelengkan kepala nya dan tersenyum, memasuki kamar dan tidur, ia lelah dengan apa yang terjadi hari ini tapi disaat yang bersamaan dia sangat bahagia entah kenapa.
Sedangkan Nabila yang baru masuk ke kamar nya lagi baru ingat jika ia lupa mematikan mute. Dia selalu lupa dengan sekitar nya setiap dia melihat wajah Yejin.
"Aku kembali." Moona berpura-pura batuk dan duduk di kursi.
Ollie yang tengah menjaga Moona langsung bertanya, "Siapa itu tadi?,"
"Yejin." Kata Moona dengan tenang, Moona mulai melanjutkan perjalanan nya menuju safe zona.
"Yejin?, Untuk apa dia ke kamar mu?." Kata Ollie yang fokus looting sambil berlari dan sama sekali tidak melihat live chat.
"Dia menanyakan letak kamar nya..."
"Eh, letak kamar?, Ye-Yejin tinggal di rumah kamu?!," Kata Ollie dengan nada yang kaget.
"Ya, aku mengajak nya untuk tinggal di rumah ku sementara, jika dia sudah menemukan rumah yang di cari nya dia akan langsung pindah." Kata Moona.
"Eh serius?!, Berarti kalian serumah dong?," Kata Ollie dengan nada kaget yang lebih tinggi lagi.
"Ehem..., Ya seperti itu lah~" Kata Moona dengan nada sedikit bangga.
Ollie tak sengaja melirik kekanan dan melihat teks dan secara otomatis membaca nya.
"Siapa Yejin? Kenapa dia serumah sama Moona?," Kata Ollie yang tidak sengaja membaca.
"Eh ini..." Tiba-tiba Ollie mengingat sesuatu.
"Eh aku lupa tidak mute streaming ku ... Aghaha!," Ollie berkata kepada Moona sambil bertawa.
Moona yang mendengar juga kaget dan melirik rentetan live chat dan dia bahkan lupa kalau dia sedang streaming.
"Oh astaga..." Moona tidak lagi mengontrol keyboard dan mouse tapi dia tidak tahu harus tertawa atau menangis jadi ia tertawa sambil mendobrak meja nya.
Aghahaha....
Ollie dan Moona tertawa bersama, menertawakan kebodohan mereka.
Reine, yang diam saja dan tidak melakukan streaming mengamati pembicaraan Ollie dan Moona terkejut dan ikut tertawa menertawakan kebodohan Ollie dan Moona.
Live chat juga banyak yang menertawakan nya.
"Hahaha sial, Moona lupa bahwa dia sedang streaming bahkan Ollie lupa mute streaming, konspirasi macam apa ini aku tertawa terus!,"
"Clip!"
"Jika aku jadi Moona aku sangat malu, bisa bisa nya dia lupa bahwa dia sedang steaming hahaha."
Setelah mereka puas tertawa mereka menyesal dan kedua nya mulai mengalihkan topik agar penonton ikut mengubah topik.
Reine : "Who Yejin?"
Reine yang belum berbicara dari tadi langsung bertanya dan kata-kata nya membuat live chat langsung di penuhi dengan kata-kata "Who Yejin?"
"Who Yejin?"
"Who Yejin?"
"Who Ye..."
"Who..."
Live chat di banjiri dengan Who Yejin dan akhirnya itu menbuat pusing Moona dan Ollie, mereka memijat pelipis dan langsung bertariak.
"REINE!!!" 2x
_______
gw nyimpen novel bahsa indo gw sndiri disini spya ga ngilang, klo di note ilang mulu bngst