
"Ah, ya kenapa?," Nabila kembali sadar dan melihat kesamping, menatap Fitry yang menatap nya dengan heran.
"Bila, kamu demam?" Kata Fitry melihat pipi nya yang merah.
"Ngga, ini... " Dia membuang muka dan tidak tau harus berkata apa.
Fitry melirik lagi dan sadar akan sesuatu, "Ohh, gitu..."
Nabila mendengar gumaman Fitry dan langsung menengok nya,"Gitu apanya?" Nabila takut akan kesalahpahaman jadi dia bertanya dengan hati-hati.
"Wah Bila~, kamu sedang jatuh cinta kan?" Fitry tersenyum menggoda.
Nabila tersipu secara tak sadar bibirnya terangkat dan tersenyum , "Apa yang kamu bicarakan,"
"Nabila, apakah dia pacarmu?" Fitry berbisik.
"Apa yang kamu bicarakan lagi?! Tentu saja bukan..." Nabila tersipuĀ pipinya memerah seperti tomat.
"Ngomong-ngomong kamu kesini buat apa?" Tanya Nabila sambil mengalihkan topik nya.
"Mau buat cover di bantu sama Kak Bella karena aku ngga tau harus nyiapin apa aja karena pertama kali buat cover." Ucap Fitry.
"Ohh, gitu."
"Dia masih lajang kan?" Fitry berbisik lagi sambil melirik Yejin.
"Mana aku tau, aku baru kenalan kemarin jadi aku tidak tau banyak... " Ucap Nabila.
"Nabila~" Fitry bersiap untuk menggoda nya lagi, Nabila yang tau niat pikiran gadis ini langsung menyumpal nya dengan pisang yang baru ingin di makan olehnya.
"Tidak. Diam atau aku akan memasukan 5 pisang ke mulutmu," Fitry yang mendengar langsung diam dan memakan pisang yang di sumpal oleh Nabila.
...
"Apakah kamu ingin membuat model avatarmu sendiri atau di kerjakan dengan kami?" Kata Bella kepada Yejin.
Yejin ingat dia mendapat bakat menggambar jadi ia meminta untuk menggambar avatarnya sendiri, sedangkan untuk peralatan nya dia belum mempunyai nya.
Jadi ia bertanya kepada Bella,"Bolehkah aku membuatnya disini?,"
"Ingin membuat nya sekarang?Ayo ikuti aku keruang pembuatan nya ..." Kemudian mereka berdiri dan berjalan keluar di ikuti Nabila dan Fitry.
"Kalian berdua nanti perkenalkan Yejin kepada mereka nanti." Kata Bella, Moona dan Fitry mengangguk.
"Yejin!, Selamat lulus daftar dan juga selamat untuk masuk ke holostars ID" Nabila memberi selamat dan juga Fitry yang tidak ketinggalan memberinya selamat.
Fitry memperkenalkan diri meskipun Yejin tau tapi ia berpura-pura tidak tau, saat berjalan menuju ruangan pembuatan model mereka mengobrol bersama sampai mereka masuk ke ruangan pembuatan model karakter.
"Oh, halo manajer." Ucap karyawan yang melihatnya, Yejin melihat mereka sedang menggambar avatar nya dari raut wajah hingga mimik wajah yang detail.
Bella mengangguk dan berkata kepada Yejin, "Coba, buat sketsa nya disini." Bella menyerahkan kertas yang ada di meja.
"Tidak, aku akan menggambar langsung, bolehkah aku meminjam ini sebentar?," Tanya Yejin menunjuk iPad Wacom Cintiq keluaran terbaru.
Bella sedikit terkejut dan mengiyakan nya, "Aku akan memeriksa dari belakang, jika kurang bagus aku akan membantu, Oke?" Yejin mengangguk.
Yejin duduk di depan Wacom cintiq saat waktu yang bersamaan keterampilan tentang mengedit dan menggambar langsung tercetak dipikiran nya, Yejin pun mengambil Pena khusus dan mulai menggambar setiap detail dan sudut.
Tidak ada keraguan dan tidak keulitan dalam menggambar, menurut Yejin ini seperti menggambar dalam kelas Tk.
Sementara itu orang yang mengawasi di belakang tercengang dengan gerakan cepat tangan Yejin saat menggambar, model avatar yang baru tergambar setengah baru mencapai siku kaki dan meskipun baru mencapai situ model karakter nya sangat cantik.
Setelah sampai dada seluruh orang berhenti bernafas sejenak dan penasaran dengan wajah nya, Yejin berhenti sebentar saat ide lain muncuk di benak nya, model wajahnya sangat mirip dengan Yejin hanya saja rambut avatar nya hijau.
Ia langsung menggambar dari setiap sudut wajah, dia sekarang belum menggunakan tombol hapus sama sekali dari awal hingga membuat orang yang mengawasi di belakang kaget.
Selesai lah menggambar Yejin menyenderkan punggungnya dikursi,"Bagaimana?" Yein bertanya kepada Bella disampingnya.
"Ini sangat bagus."
Semua orang memuji kemampuan Yejin dan Yejin sedikit malu, Yejin berpikir mungkin bisa menjadikan model 2D nya menjadi lebih hidup lagi di versi yang akan datang.
"Karakter mu seperti mempunyai pesona mendominasi, lihatlah model baju ini, warna hijau dengan sedikit kehitaman halus ini sangat bagus!," Bella berseru.
"Ngomong-ngomong apa Emoji nya?." Nabila bertanya.
Yejin menekan Tombol Emoji dan menaruh di layar lebar, " š "
| Seperti yang di cover avatar nya, mau ku taruh di sini cuma ngebug nt nya, di Noveltoon ga ada foto nya padahal di galeri ada. |
...
Setelah menggambar dan mengedit model avatar nya Yejin bermain sebentar di perusahaan ini, berkeliling dengan ketiga orangĀ dan mengobrol sebentar. Sampai takĀ sadar bahwa waktu sudah menjelang sore.
"Kamu mau beli perlengkapan live?" Ucap Nabila dan Yejin mengangguk.
"Ayo bareng saja, Fitry juga mau beli headphone. Headphone nya rusak sebelah katanya." Bisik Nabila.
"Yah, Baiklah" Yejin menyetujui nya, Nabila senang dan berkata bahwa dia ingin mengambil mobil terlebih dahulu.
"Kalau butuh bantuan cari aku, mungkin aku bisa bantu." Ucap Fitry.
"Um, terima kasih senpai" Yejin mengangguk.
"Eh?... Senpai?!" Fitry kaget dan hati nya meleleh.
"Panggil saja aku Fitry tidak usah memakai panggilan Senpai, nanti jika ada yang mendengar bisa hamil telinga nya." Bisik Fitry. Mereka tertawa bersama dan mobil putih berdiri di depan mereka.
Nabila menurun kan jendela mobil dan berkata,"Ayo naik."
Yejin duduk di co-pilot dan Fitry duduk di belakang, "Dimana kita belinya, Bil?"
"Kamu mau nya dimana?" Ucap Nabila.
"Di ma... "
Nabila mengobrol dengan Fitry yang di belakang sedangkan Yejin dia panik didalam hatinya karena mengingat sesuatu.
Dia sedang tidak punya uang kenapa dia harus ikut bersama mereka?.
'System, apakah kamu tau cara mendapat uang?' Yejin dalam hatinya.
[Ding! System mempunyai fitur konversi yang dapat menukar Vsystem menjadi uang dengan konversi 1:1.000.000 Rupiah]
Kemudian ia menukarkarkan 500 Vsystem nya ke rupiah.
Tanpa berlama-lama hp nya berdering dan menerima pesan.
Ia mengeluarkan nya dari saku celana nya dan melihat sms.
[Rekening kartu tabungan anda dengan nomor akhir 4577 Memiliki pendapatan 500.000.000 rupiahĀ dan saldo saat ini tersisa 500.003.900 Rupiah, ( Bank republik indonesia ) Verified ]
Sudut mulutnya naik sedikit. Dia khawatir bahwa dia akan dilacak dengan tuduhan uang ilegal jadi sekarang ia lega mengetahui tanda verified.
Sesampai nya di Mall city.
Nabila memarkirkan mobil nya dan mereka bertiga masuk kedalam Mall, mereka berjalan keruang elektronik.
"Eh senpai, kamu pakai yang ini kan?," Fitry menunjuk salah satu paket Pc.
"Yah, itu lumayan bagus dan harga nya lumayan murah." Kata Nabila.
"Nah ayo temenin Fitry milih headphone dulu." Kata Fitry kepada Yejin dan Nabila, mereka berdua mengangguk.
Fitry pun akhirnya menemukan Headphone yang cocok dengan nya, selanjutnya mereka mencari pc yang terbaik untuk Yejin.
Yejin memilih semua alat gaming dari pc lengkap hingga meja dan kursi yang menghabiskan 200 Juta, kemudian mereka membayar.
"Total nya 198 Juta termasuk biaya pengiriman," Kata kasir tersebut, Nabila pun terkejut dengan harga nya dan melirik Yejin, Yejin yang ditatap merasa dia sedang berkata 'Kamu serius?!'.
Nabila mengeluarkan dompet dan mengeluarkan kartu nya, Yejin terkejut dan berkata,"Apa yang kamu lakukan?,"
"Kenapa?, aku mau membayar." Nabila ingin menyerahkan kartu nya ke kasir.
Yejin terharu mempunyai teman baik seperti Nabila, dia berkata,"Tidak, aku akan bayar sendiri." Dia mengeluarkan kartu nya dan menyerahkan nya kepada kasir.
"Pembayaran berhasil, besok kami kirim sesuai alamat ya, pak" Kasir menyerahkan kartu nya kepada Yejin.
"Ayo, pulang." Yejin berkata kepada Nabila dan Fitry.
"Eh? Bukannya kamu lagi ngga ada uang? Kan bisa pakai uang aku." Kata Nabila.
"Uang jajan yang aku kumpulin."Ā
Nabila menatap nya dengan takjub dan mereka bertiga akhirnya keluar dari Mall lalu memasuki mobil dan kebetulan rumah Fitry dekat jadi Nabila mengantar Fitry pulang terlebih dahulu. Sebelum masuk kerumahnya Fitry sempat meminta nomor Yejin dan Yejin memberikan nya.
"Kamu serius tidak mengambil uang orang lain atau meminjam keorang lain kan?," Kata Nabila sedikit khawatir.
"Tentu saja tidak." Kata Yejin sambil menggelengkan kepala nya.
Nabila menghela nafas lega, "Ngomong-ngomong rumah kamu dimana?,"
"Kos-kosan yang di deket gang xxx," Kata Yejin, Nabila mengangguk.
Setelah sampai di depan kos-kosan Yejin mengatakan bahwa alangkah bagus nya Nabila mampir dulu dan Nabila menyetujuinya.
Dan saat masuk nabila sedikit terkejut, "Ini kamu beneran tinggal disini?, Ini kecil banget, kenapa uang yang tadi di beliin peralatan ga kamu kumpulin dulu buat pindah atau beli rumah yang lumayan besar?."
Memang benar koz-kosan nya kecil hanya kamar mandi kecil, ruang tamu yang sedang dan ruangan kamar yang kecil hanya muat dengan kasur kecil dan satu lemari.
"Hanya aku yang tinggal disini, lagian aku sering tidur diperusahaan dan jarang tidur disini." Kata Yejin, ia menyiap kan teh manis untuk Nabila.
"Lalu nanti ruangan mana yang akan dipakai untuk diisi dengan peralatan yang baru dibeli?," Kata Nabila sambik mengambil gelas yang berisi teh manis.
"Disini." Kata Yejin dengan tenang.
Cough
Nabila tersedak dan bertanya, "Kamu serius?,"
"Mungkin nanti bulan depan aku akan mencari rumah."
"Bagaimana kalau pindah ke rumahku dulu..., maksudku tinggal di rumahku dulu sementara sewaktu kamu sedang mencari rumah baru, dari pada tinggal di sini suatu saat tetangga akan marah karena kebisingan." Kata Nabila, ia sebenarnya ingin Yejin tinggal serumah hanya saja takut Yejin menolak jadi ia mencari alasan yang dalam.
'Benar juga, apalagi pemilik kontrak sebelah ibu-ibu yang sering tidur.' Pikirnya.
"Apa kamu tidak keberatan?, Bagaimana jika orang tua mu keberatan?,"
"Aku tidak keberatan sama sekali, aku akan menelpon mereka terlebih dahulu untuk meminta persetujuan nya." Nabila keluar dan menelpon orang tua nya.
-Dirumah Nabila.
Sepasang suami istri sedang duduk bersantai di pinggir kolam renang tiba-tiba mendapati telepon salah satu dari mereka berdering.
Yang berdering ternyata handphone wanita tersebut. Dia mengakat dan berkata,"Halo?"
"Halo? Bu. Bolehkah aku meminta persetujuan mu untuk membiarkan temanku tinggal selama dia mencari rumah baru?," Istri mengangguk.
Suami istri tersebut saling memandang kemudian suami itu menggerakan bibirnya seolah berkata 'Laki-laki atau perempuan?'. Istri nya mengangguk.
"Cowo atau cewe?,"
"Cowo." Kata Nabila.
"Tenang saja bu, dia teman baik ku." Lanjutnya mencoba untuk menyakinkan orang tua nya.
"Kalau kamu mengatakan nya seperti itu kami percaya karena ini pertama kali nya kamu mengajak seorang lelaki kerumah." Ibu nya berkata dengan nada yang tenang.
"Ini karena dia tampak tidak jahat dan aku percaya padanya, kalau begitu sampai jumpa, bu!" Nabila langsung mematikan telpon nya.
Suami istri tersebut menghela nafas, "Nabil sudah dewasa." Kata ibu Nabila yang disamping suaminya.
_________
Tentang kata-kata gw sebenarnya pengen yang biasa diucapin sama mereka dalam live bahasa indo seperti
Gitu apanya?/ Apanya yang begitu? (no formal) / Apa maksudmu dengan begitu? ( formal )
cuma gw takut nya di liat cringe atau geli sma kaum² yang baru pertama kali baca yang kata² nya gitu aowkwo
Mending kalian pilih atau terserah gw sendiri tentang novel ini.
Oke Mata neš«