Jin The Vtuber System

Jin The Vtuber System
Serumah dengan Keluarga Nabila



"Yejin, orang tua ku menyetujui nya." Kata Nabila dengan nada bersemangat.


"Ohh, syukurlah.... " Yejin tersenyum.


"Ayo kemasi barang-barangmu." Kata Nabila dan Yejin mengangguk.


Selama berkemas Yejin dibantu dengan Nabila yang membersihkan seluruh ruangan, kalau dipikir-pikir mungkin dimasa depan Nabila akan menjadi istri yang baik. Uhuk.


Selesai berkemas kopernya di taruh di bagasi dan ia mulai mengirim pesan kepada ibu kos bahwa dia akan pindah dan ibu kos hanya berkata hati-hati selama perjalanan.


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan mobil pun mulai berjalan, suasana hati Nabila saat ini sangat bahagia dikarenakan Yejin menerima permintaan nya.


'Mungkinkah aku menyukai nya?' pikir Nabila, ia menggelengkan kepala nya dan fokus menyetir.


Selama perjalanan mereka sering mengobrol agar tidak bosan.


Yejin sedikit rindu dengan dewi nya jadi ia mengambil handphone nya lalu membuka Youtube dan menonton video replay live Moona.


Nabila yang menyetir di kejutkan dengan suara yang mirip dengan diri nya, dia mencari dan ternyata suara tersebut berasal dari handphone Yejin.


Yejin merasa ada yang menatap jadi ia menoleh dan melihat Nabila yang sedang menatap nya.


"Apakah suara nya kebesaran? Kalau begitu aku minta maaf." Yejin mengecilkan volume suara nya.


"Eh, kamu sering menonton?." Kata Nabila tersipu sambil tersenyum menatap nya.


"Setiap hari." Kata Yejin sambil tersenyum tipis.


Boom


Hati Nabika meledak oleh kebahagiaan dan malu, jantung nya berdetak sangat kencang.


"Kalau aku dapat menyentuh pipi nya mungkin aku sangat senang." Yejin melirik Nabila.


"Ka-kalau begitu bagaimana kalau menyentuh pipi ku secara langsung?." Katanya dengan gugup.


Nabila tidak mendengar jawaban Yejin tapi tiba-tiba dia merasakan kehangatan di pipinya dan menoleh.


"Kamu sangat cantik dimataku." Kata Yejin sambil menaruh tangan kanan nya dipipinya.


Nabila yang tak siap sangat terkejut dan menatap nya dengan wajah yang memerah, "Ka-kamu..."


Yejin mendekatkan wajah nya dan Nabila juga mendekatkan wajahnya, sebelum bibir mereka bersentuhan Yejin menoleh dan berteriak.


"Awas!"


Reflek Nabila mengerem mendadak dan melihat kedepan, ternyata seekor bebek dengan anak nya ingin menyebrang.


Mereka berdua menghela nafas lega, tapi ketika mereka mengingat apa yang mereka berdua lakukan sebelumnya suasana menjadi canggung.


"Uh, Maaf." Kata Yejin dengan nada sedikit bersalah.


"Tidak... Tidak apa-apa."  Nabila masih memerah di wajahnya jadi ia harus mengontrol agar tidak mengingat kejadian sebelumnya.


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya sampai di komunitas rumah Nabila.


Tit tit...


Penjaga rumah mendengar klakson mobil yang di kenal nya dan segera membuka gerbang nya, mobil masuk dan kedua orang keluar dari mobil.


Penjaga kaget melihat nona muda nya membawa pulang pria yang tidak di kenalnya tapi dia tidak akan ikut campur dalam masalah nona muda nya


Orang tua Nabila yang berada di lantai 2 turun saat mendengar bunyi klakson mobil yang mereka kenali.


"Ibu, ayah." Nabila memanggil mereka saat melihat mereka menghampiri diri nya.


"Paman dan bibi." Yejin segera menyapa mereka sambil sedikit membungkuk. Mereka juga menyapa dan puas dengan sikap Yejin, Nabila tak salah memilih nya.


Yejin segera mengambil koper dari bagasi mobil dan di bantu dengan orang tua Nabila. Dia sangat malu karena seharusnya Nabila yang datang ke rumah nya dan di sambut hangat oleh keluarga nya tapi malah sebaliknya.


'Sial, aku sangat malu.'


Yejin di suruh duduk oleh orang tua Nabila sedangkan Nabila sendiri membawa koper dan mencari kamar untuk Yejin.


'Bajingan!, Sekarang aku sangat malu.' Pikirnya Yejin.


Sekarang Yejin berada di depan orang tua Nabila dan masuk ke dalam sesi tanya jawab oleh orang tua Nabila.


"Nak, bagaimana kondisi keluargamu?." Tanya ibu Nabila.


"Baik, keluarga saya tenang." Jawab Yejin dengan tenang.


"Ohh syukurlah." Mereka berdua mengangguk.


"Tenang di surga."


Ketika kata-kata itu keluar orang tua Nabila membeku dan malu harus bertanya apa, untuk menghilang kan kecanggungan ini Yejin segera berkata, "Maksud saya kakek buyut saya."


"Orang tua? Mungkin mereka sedang bersenang-senang?, Atau mungkin mereka sedang sengsara?..., Aku tidak tau karena kata bibi pengasuh dia menemukanku saat di depan gerbang panti asuhan." Jawab Yejin.


Ketika mereka mendengar ini senyum mereka membeku dan ayah Nabila langsung berdehem,"Nak, maaf kami sedang tidak mengintrogasi mu, tolong jangan terlalu jujur."


"Kalian orang tua Nabila dan aku harus jujur, jika tidak aku tidak akan berada di sini lagi." Kata Yejin dengan senyum polos nya.


Orang tua itu segera berdehem sedikit keras dari yang tadi, mereka memanggil Lulu adik Nabila untuk menghangatkan suasana.


"Ada apa ayah, ibu?, Apakah ada tamu?," Suara loli imut datang dari arah kamar lantai bawah.


"Lulu, sini mendekat dan perkenalkan diri mu kepada teman kakak." Ibu Nabila melambaikan tangan nya menyuruh Lulu untuk datang.


Loli imut melirik Yejin dan menatap nya dengan takjub, "Woah~, Alo kak. Namaku Lulu aku umur 8 tahun aku kelas 2 Sekolah dasar, alamat rumahku xxx, tempat aku di lahirkan dirumah sakit xxx, cita-citaku menjadi pensil warna karena aku ingin hidupku penuh berwarna."


Ketika orang tua Nabila mendengar perkenalan Lulu mereka tercengang. Ibu Nabila menampar jidat nya sedangkan ayah Nabila memijat pelipis nya. 'Ini anak mau dikarungin atau gimana?,'


Yejin tertawa, "Lulu, apa kamu suka menggambar?,"


"Ya! Kakak yang mengajariku menggambar!," Kata Lulu.


"Berarti Lulu cita-cita nya ingin menjadi pensil warna karena suka menggambar kan?," Kata Yejin.


"Tidak, Lulu suka jadi pensil warna karena berwarna seperti hidup Lulu!," Lulu tersenyum lebar.


"Sangat bagus Lulu!, Hidup kakak hitam putih tidak seperti Lulu yang berwarna." Kata Yejin yang menyebabkan suasana sunyi lagi.


Tidak tau harus berbuat apa lagi jadi ia hanya mengalihkan topik, " Bagaimana kalau kakak mengajari Lulu menggambar dunia yang berwarna."


"Uoh." Lulu mengangguk dan langsung menarik tangan Yejin, Yejin melirik orang tua nya Nabila tapi merrka hanya mengangguk sambil tersenyum.


'Yah lupakan.'


Lulu mengajak Yejin masuk ke kamar yang tidak ia ketahui, ia menunggu Lulu mengumpulkan alat menggambar dan Yejin menganati sekelilingnya. Dia akhirnya tahu pemilik kamar ini, di lihat dari foto-foto yang di pajang di dinding kamar.


Foto sewaktu Nabila kecil dan saat ia tumbuh dewasa pun ada disini dan seperti nya ada lebih dari ratusan foto yang terpampang di dinding.


Tiba-tiba sudut baju nya di tarik oleh tangan mungil dan Yejin melirik kebawah melihat Lulu mengarahkan jari nya ke tempat menggambar.


Yejin tersenyum dan mengikuti loli mungil ini, "Lulu ingin menggambar dunia yang penuh berwarna kan?," Lulu mengangguk.


"Tunggu sebentar oke." Yejin menatap nya sambil tersenyum, Lulu mengangguk.


Yejin fokus menggambar dunia yang penuh berwarna, ia menggambar 4 orang sepasang suami istri dan adik kakak di tambah dengan suasana sekelilingnya yang menambah keharmonisan keluarga di gambar tersebut, Yejin mengambil crayon dan mulai mewarnai nya di setiap sudut pandang.


Lulu yang dari tadi memperhatikan Yejin menggambar langsung bersemangat dan Yejin menyerahkan kertas gambar nya kepada Lulu. Tapi beberapa menit kemudian Lulu sedikit merenung.


"Lulu, ada apa?," Tanya Yejin.


Lulu mengambil pensil yang ada di tangan Yejin dan menggambar seseorang di dekat Nabila, Yejin langsung mengenal nya dan ternyata itu diri nya sendiri.


Lulu mengambil kertas gambar nya dan menyerahkan nya kepada Yejin kemudian Yejin menerima nya dan ia di peluk oleh Lulu.


'Oh tubuh loli ini yang dari dulu ingin ku pegang tapi aku malah di anggap pelecehan kepada anak kecil' Pikirnya sambil menangis didalam hati.


Ia sedikit terharu dengan Lulu dan memeluk nya juga dan bertanya, "Lulu ingin tidak menjadi adik kakak Jine?," Lulu mengangguk di pelukan nya.


| Setiap Nulis Jin gw kek nulis makhluk Jin anj, ganti aja apa namanya ye? awokwow |


'Oh akhirnya aku menaklukan loli'


...


Yejin dan Lulu sedang menggambar tiba-tiba pintu kamar terbuka dan terlihat seorang gadis masuk hanya menggunakan handuk nya yang menutupi tubuh nya.


"Eh?" Nabila.


"Eh?" Yejin.


Mereka berdua bertatap dan Nabila langsung berteriak.


"Kyaa!"


"Ey lulu!, ayo kita kabur." Yejin menggendong Lulu menggunakan tangan kanan nya dan lari meninggalkan kamar tersebut.


"Ayo cus!,"


Orang tua yang mendengar teriakan Nabila langsung menanyakan keadaan nya.


"Tidak apa-apa, tadi hanya tikus besar dan tikus kecil lewat dari bawah kasur," Ucap nya dengan nada sedikit canggung dan mereka pun lega.


__________


Seru jga buat baca sendiri anjir asli dah ga ada masalah sama sekali🗿👌🏻


Dari dulu gw pengen fanfic vtuber tapi gada yg buat anjg² yang buat cuma chap 1-3 doang jdi gw kesel gada yg buat fanfic vtuber. Yudhlah menidng gw aja yang bikin aowkwow