
Siwon pergi."Dasar bodoh. Kau bilang mencintaiku tapi hanya seperti itu kau mudah menyerah." Gumam Via pelan.
"Aku ini sakit parah kuda bodoh kau tahu itu. Aku tak mungkin membiarkanmu jatuh cinta terlalu dalam padaku. Begitu pun aku yang harus menerima jika Kyuhyun bersama Nana. Aku tak pantas mendapatkan pria mana pun di dunia ini hingga pada akhirnya begitu mereka mencintaiku maka pada saat itu pula aku pergi dari dunia ini.
"Jadi.. bagaimana pendapatmu Nana ?" Tanya appa Via-Nana sembari duduk di sofa menatap Kyuhyun dan Nana yang masih di tempat sementara kedua orang sisanya pergi entah kemana.
Kim Nana terdiam terlihat berpikir.
Apa boleh ia sedikit egois ?
Bukankah semua orang dari dulu sampai sekarang selalu mengutamakan Eonnienya yang sempurna dari pada dirinya yang hanya selalu duduk di kursi roda ?
Ia pantas kan untuk mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan ?
"Aku setuju. Aku ingin Siwon oppa menjadi calon suamiku bukan Kyuhyun oppa.
Ya. Tuhan bolehkan sekali ini aku egois ? Gumam Nana dalam hati.
Kyuhyun terdiam. Oke.. dia akan mengalah.. biarkan Nana bahagia.
Sedangkan ia yang bersedih.
Ck.. dramatis sekali...ia membenci hal itu.
Kim Nana..Gadis itu sangatlah egois.
Apakah ia tak tahu jika Kakaknya terkena...
Ash sudahlah..
Appa Nana-Via terlihat menggangukan kepala, "Baiklah. Minggu depan acara pernikahanmu dengan Siwon."
Di kamar Via...
"Kau mau kemana malam-malam begini ?" Eomma Via yang berniat ingin mengajak puteri sulungnya untuk jalan-jalan malah menemukan gadis itu tengah sibuk membereskan barang-barangnya.
"Ke Singapur ? Bukankah pengobatan disana sangatlah bagus. Aku ingn kesana."
"Sendiri ?"
"Dengan Yesung oppa sepupuku."
"Eomma ikut. Yesung tak bisa terus menerus menemanimu. Dia ada proyek disana."
"Tapi eomma harus mempersiapkan pernikahan Nana dengan Kyuhyun bukan ?"
"Nana tak jadi menikah dengan Kyuhyun."
Via terdiam.
"Tapi dengan Siwon." Eomma menatap Via yang tersenyum. Entah apa arti senyuman itu.
"Well.. jangan katakan ini pada Siwon, Kyuhyun atau pun Nana. Bilang saja aku liburan di SIngapura sampai waktu yang tak bisa ditentukan."
"Kapan keberangkatannya ?"
"3 dini hari. Yesung oppa akan mengantarkanku kesana."
"Eomma akan menyusulmu nantinya."
"Aku bisa sendiri eomma."
"Dengan penyakitmu yang lemah seperti itu ? Biarkan Eomma mengantarmu dan menemanimu disana atau eomma beritahu pada Nana tentang penyakitmu itu."
Via mendesah pelan, "Arraseo. Tapi nanti aku akan ke Dokter sebentar."
"Dengan siapa ?"
"Yesung oppa eomma."
"Kenapa tidak dengan Siwon atau Kyuhyun saja yang sudah mengetahui keadaanmu ini.""Aku tak ingin merepotkan dan semakin menambah beban mereka eomma.""Sama saja hal itu juga pada Yesung.""Yesung oppa lebih mengenalku. Tenang saja sudah lama aku tak pergi berduaan dengannya.""Ash anak ini.. Beritahu eomma akan laporan dari dokter.""Nde."Di Rumah Sakit....
"Bagaimana keadaanku ? Makin parah ?" Tanya Via pada Dokter yang baru saja selesai memeriksanya.
Dokter tersebut mendesah pelan, "Aku minta maaf sebagai dokter karena harus mengatakan hal ini. Paru-Parumu makin parah dan tak bisa diobati lagi."
Via terdiam... ia sudah tak kaget lagi mendengar hal ini..
"Berapa lama saya bisa bertahan hidup ?"
"Hanya Tuhan yang tahu."
Via terdiam berjalan ke arah Taman yang ada di dekat Rumah Sakit. Ponselnya terus bergetar dari Yesung dihiraukannya. Tak jauh gadis itu melihat seorang wanita memberikan Pamflet. Ia harus mengambil keputusan. Via menjawab telepon dari Yesung, "Bisa kita bertemu ?"
Sore harinya...
"Eonnie.. aku ingin pinjam powerbank.." Nana terdiam melihat kamar Via kosong. "Eonnie kau ada dimana ??" Nana memberanikan masuk ke dalam kamar. "Ada dimana Eonnie simpan powerbank-nya ya ??" Nana membuka satu persatu laci dari bawah hingga ia menemukan... "Surat apa ini ?" Karena penasaran Nana membuka dan membacanya. Seketika Nana berlutut memandang kosong.
Ingin rasanya ia tak ingin mempercayai ini...
Tapi ada bukti nyata dari Rumah Sakit...
Kakak tirinya...
Eonnie yang begitu ia sayangi...
Sejak lahir mempunyai Paru-paru yang tak berfungsi dengan baik...
Dengan segera Nana berlari menemui semua keluarganya tak perduli akan Siwon dan Kyuhyun yang berada disana...
Ia harus segera tahu kebenaran ini..
"Katakan padaku ada apa ini ?" Nana berteriak sembari menangis.
Kyuhyun menghampirinya, "Kau kenapa ?"
"Katakan padaku sejak kapan Appa dan Eomma tahu Eonnie Via mempunyai paru-paru tak berfungsi dengan baik sejak kecil."
Semua orang terkejut mendengarnya, "Se..sejak kapan kau ?" (Eomma Via- Nana0
Nana memperlihatkan buktinya, "JELASKAN PADAKU SEKARANG !!!!"
Eomma Via mulai menceritakannya.. Nana sudah tak bisa berhenti menangis...
Rasa penyesalan itu semakin besar...
Awalnya ia mengira jika Via mendapatkan semua yang diinginkannya dengan mudah...
Namun ternyata...
"J..jadi selama ini eonnie.." Ucap Nana terbata-bata.
Kyuhyun menarik Nana dalam pelukannya, "menangislah sepuasmu."
"Eonnie mana.. aku ingin menemuinya !!!"
Ponsel ayah Via-Nana berdering, "Yoboseyo." Ayah Via-Nana pergi dari ruangan itu. Seketika Nana jatuh pingsan. Kyuhyun sangat khawatir dengan segera menggendongnya ke dalam kamar begitu juga Siwon ikut dengan Kyuhyun.
Tak lama Ayah Via-Nana keluar, "Aku ingin berbicara denganmu. HANYA BERDUA." Ia menatap isterinya. Ibu kandung Via sekaligus ibu angkat Nana.
Di kamar Nana...
"Nana.. bangunlah.. aku khawatir melihatmu seperti ini.." Ucap Kyuhyun yang tiada henti mencium tangan Nana. Siwon terdiam melihatnya. Andai saja ia bisa dekat dengan Via seperti itu...
Berbicara dengan Via..
ada dimana gadis itu ? hampir seharian ini ia tak melihatnya..
"Eunggghhh..." Nana perlahan membuka matanya.
"Eonnie... ada dimana eonnie ??"
Belum sempat Siwon dan Kyuhyun menjawab Eomma Via-Nana datang memeluk Nana sembari menangis..Baik Nana, Kyuhyun dan Siwon saling memandang kemudian memandang ke arah Ayah Nana-Via yang berdiri di dekat pintu.
~Flashback~
Ayah Via-Nana menarik isterinya masuk ke dalam ruang kerjanya yang kedap suara kemudian menguncinya, "Aku ingin memberitahumu ssesuatu."
"Apakah ada hubungannya dengan hasil dokter di Rumah Sakit ?"
Ayah Via-Nana mendesah pelan, ia berjongkok memegang tangan isterinya yang duduk diatas sofa. "Aku baru saja mendapat telepon dari Yesung. Jika...Jika Keadaan Via sudah tidak bisa untuk dioperasi lagi." Tubuh isterinya menegang, matanya membulat. "Via tahu hidupnya hanya untuk menunggu kematiannya menjemput kapan saja. Maka dari itu Via berpesan agar kau mau menggangap Nana sebagai anak kandungmu sendiri. Karena ia akan menggantikan posisinya di hatimu jika seandainya anak itu tak ada lagi di dunia ini."
Ibu Via-Nana menghempaskan tangan suaminya, "Kau begitu saja merelakan ia meninggal tanpa melakukan suatu usaha apapun !!!"
"Dengarkan aku... Segala upaya sudah kita lakukan demi kesembuhannya dari ia kecil sampai sekarang sudah lebih 20 tahun berlalu. Kita harus bersyukur ia tak meninggal dalam waktu yang cepat. Yang dapat kita lakukan biarkan apa yang ingin ia lakukan. Biarkan ia merasa bahagia... Selama ini ia terkurung dalam rumah ini kau tak memikirkan jika ia begitu tersiksa. Biarkan ia pergi melakukan apa yang ia inginkan."
"Ada dimana ia sekarang ?"
"Afrika. Ia ingin membantu orang-orang yang serba kekurangan disana. Baik makanan, kesehatan, dan semuanya. Ada Yesung disana yang menjaganya."
"Kenapa ia tak memberitahuku sebelumnya ?"
"Ia tak ingin melihatmu sedih jika ia berbicara langsung padamu. Ia senang berada disana. Puteri sulung kita tengah mencari kebahagiaannya sendiri dengan cara membantu orang orang disana. Sekarang tugas kita adalah melakukan apa yang ia wasiatkan. Jadikan Kim Nana sebagai anak kita. Kita harus mengurus surat adopsinya." Ibu Via-Nana tak bisa berkata apapun lagi hanya bisa menangis. ~Flashback END~
"Eomma minta maaf atas selama ini.. Maafkan eomma.." Ibu Nana-Via tidak berhenti memeluk Nana sembari menangis.
"Kau tak ingin mengejar eonnieku kesana ?" kim Nana menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian.
Kyuhyun tersenyum, "Aku akan ada disini melanjutkan perjodohan yang tertunda antara aku dengan dirimu."
Kim Nana memandang Siwon, "Lalu SIwon oppa ?"
"Aku sudah memesan tiket kesana. Kau tenang saja."
Nana tersenyum, "Bolehkah aku ikut dengan oppa ke Afrika ?"
"Tidak..Kau harus fokus untuk pengobatan kakimu agar bisa berjalan lagi seperti dulu. Kau harus disini bersama kami." Tegas Eomma Via-Nana.
Kyuhyun mencium kening Nana, "CHagiya.. ada aku menemanimu."
"Sejak kapan aku ini chagiyamu ?"
"Sejak saat ini dan selamanya."
"Kau tak perlu meminta persetujuanku terlebih dahulu ?"
Kyuhyun tersenyum, "persetujuan ? Aku rasa tidak karena cepat atau lambat kau hanya milikku. Cho Kyuhyun."
Di Afrika....
"Minumlah." Yesung duduk di samping Via yang tengah asyik bersandar di pohon.
"Gomawo oppa." Via meminumnya
"Mau berapa lama kau ada disini ?
"Sampai kematianku datang." Via memandang beberapa anak kecil tengah asyik berlarian kesana kemari. "Selama ini aku tak pernah melakukan hal yang baik karena aku selalu ada di Rumah juga karena keadaanku yang lemah. Biarkan aku disini.. Dan biarkan aku meninggal dan dikubur disini. Jika aku meninggal aku minta tolong padamu jangan pernah berhenti memberi bantuan pada mereka. Tubuh mereka begitu kurus. Aku bersyukur karena aku tak pernah mengalami hal seperti itu."
"Bagaimana dengan Siwon ? Ia mencintaimu."
"Jika ia mencintaiku maka ia bisa mengejarku kesini." Via tersenyum.
"Bagaimana jika tidak ?"
"Maka Aku tak kan merasa bersalah karena sudah membuatnya sedih jika aku meninggal nanti. Maaf ya oppa.. karena aku, kau jadi ada disini untuk menemaniku."
Yesung mengelus rambut Via, "Besok atau Lusa akan ada orang yang menjagamu disini untuk menggantikanku. Kau tenang saja. Kau akan aman bersamanya."
"Jangan bilang Siwon oppa."
Yesung tertawa, "Kau benar-benar mengharapkannya ada disini ya ?"
"Ya !!!!"
Seorang gadis menghampiri Yesung dan Via, "Ayo.. ada seorang pria tengah menyanyi di tanah lapang." Via dan Yesung saling menatap mereka mengikuti gadis kecil itu. Hingga menemukan Siwon tengah memainkan sebuah gitar lalu bernyanyi dikelilingi oleh banyak orang. (BackSong : Christian Bautista - Beautiful Girl)
Beautiful girl, wherever you are
I knew when I saw you, you had opened the door
I knew that I'd love again after a long, long while
I'd love again.
You said "hello" and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I'd love again after a long, long while
I'd love again.
Refrain : It was destiny's game
For when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.
Semua orang bertepuk tangan. Via masih tak menyangka cepat sekali pria ini ada di depan matanya, "Ba..bagaimana bisa ia ?"
"Menggunakan pesawat pribadi aku rasa." Jawab Yesung asal. Yesung menarik tangan Via ikut dalam kerumunan itu.
Seorang pria kecil menarik tangan Siwon, "Siapa nama kakak ?"
"Choi Siwon." SIwon tersenyum memandangnya. Matanya beralih pada Via yang datang bersama Yesung.
"Kenapa bisa berada disini ?" Via melipat kedua tangannya di dada.
"Ini negara bebas kan semua orang boleh datang kemari."
Via mendengus kesal, "Terserah."
Siwon menatap ke arah anak kecil yang tengah bermain, "Tentu saja untuk menjemput cintaku yang berada disini."
Pipi Via memerah semua orang memandangnya, "Ja..jangan membuatku malu seperti itu !!!"
"Memangnya kau merasa jika aku ini cintamu ?"
"Bagaimana dengan Nana ?"
"Dia aman bersama setan gembul itu. Aku rasa mereka akan segera menikah. Lalu bagaimana dengan kita ?"
"Kita ? Kau saja jangan membawa namaku."
Siwon baru saja ingin berbicara sudah didahulukan oleh seorang anak kecil yang berada di pangkuannya, "Kakak dengan Kak Via berpacarankah ?"
Siwon dan Via saling memandang. "Tidak. Kakak ini bukan pacarnya kak Via." SIwon tersenyum menjawabnya membuat Via menunduk. "Tapi kakak adalah calon suaminya."
Via tersenyum, "dasar..."
~THE END~
"Aku tak perduli jika nyawaku akan diambil seiring berjalannya waktu. Untuk saat ini aku hanya ingin menikmati apa yang aku punya. Dirinya... Hanya dirinya yang aku butuhkan. Bukan orang lain.." (Via to Siwon)