It's Okay Even If It Hurts

It's Okay Even If It Hurts
Episode 2 : (Kim Nana - Cho Kyuhyun Story)



"Tentu saja ada. Kalau kau menyukainya menikah saja dan dekati dia. Maka aku bisa terbebas dari setan gembul darimu."


Kyuhyun terdiam sesaat. "Lalu kau ?" Nana memandang ke arah Kyuhyun."Apakah kau menyukai Siwon Hyung ?"


"Aku menjawab juga tak ada pengaruhnya bukan ?"


Nana tersenyum."Ya !!! jangan mengikuti kata-kataku."


"Aku tak mengikuti. Aku hanya menjawab sesuai kenyataan yang ada. Aku menyukai Siwon Hyungmu memangnya bisa merubah jika Siwon oppa akan menjadi suamiku."


Nana tersenyum sinis, "Tentu tidak. Eommaku lebih percaya kau untuk menjagaku dari pada Siwon oppa. Dan jikalau aku tak menyukai Siwon oppa lalu apa yang akan kau lakukan ? Paling kau hanya akan ber-oh ria saja."


Kyuhyun tersenyum, "Jika kau tak menyukaiku maka biarkan aku dekati eonniemu." Kyuhyun terus memandang ke depan tak melihat Nana yang juga tengah memandangnya.


Di dalam Rumah...


Via terdiam melihat Kyuhyun dan Nana yang sedang berbincang-bincang, "Selalu saja bertengkar ketika bertemu. Ck.. apakah mereka tak bosan ?"


"Tentu saja tidak aku rasa."


Siwon berdiri tepat di samping Via memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana."Aku harap Nana akan mendapatkan kebahagiaan dari Kyuhyun. Karena benar ucapan eomma. Aku tak bisa bersamanya untuk selamanya."


"Kenapa kata-katamu itu seperti orang yang sebentar lagi akan meninggal ?"


Via tertawa kecil, "Memang benar kan ? Aku tak mungkin bisa merawatnya jika aku sudah menikah nanti bukan ? Masih ada suami yang harus aku urus."


"Baiklah. Alasanmu memang masuk akal."


"Lalu kau sendiri tak cemburu akan melihat mereka ?"


"Tentu saja."


Via membulatkan mata menatap Siwon, "Ye ?"


"Dari dulu aku selalu ingin berada di posisi Kyuhyun."


"Apa untungnya bisa berdebat seperti Kim Nana dan Kyuhyun ?"


Siwon memandang ke arah Via sembari bersandar di jendela, "Karena dengan berdebat saja kita akan bisa melihat wajah orang yang kita sukai. Semakin lama dan semakin panjang maka kita akan semakin leluasa untuk menatapnya tanpa harus diam-diam menatapnya dari jauh."


"Kalau begitu apa perlu aku bujuk eommaku untuk menggantikan kau menjadi suami Nana ?"


"Apakah akan berhasil ?"


"Jika aku di Nana mungkin aku akan senang karena bisa terbebas dari setan gembul nan menyebalkan itu."


"Baik."Via menatap ke arah Siwon, "Aku mohon bantuanmu nona." Siwon tersenyum mengacak rambut Via dan pergi.


Via kembali memandang Kyuhyun yang membantu Nana untuk berdiri dan berjalan, "2 pria sepertinya memperebutkanmu. Kim Nana gantikan aku di keluarga ini selama aku tak ada lagi di dunia ini." gumamnya pelan.


"Omongan macam apa itu ?" Eomma Via tiba-tiba saja berada di belakangnya. "Sampai mati pun eomma tak kan mau kau digantikan oleh anak cacat itu. Sekarang ayo kita pergi. Kau harus minum obat."


Disaat Siwon sedang ingin menuju kamarnya, "Siwon.. Bisa kita bicara di ruanganku ?" Pinta Appa Via dan Nana.


Di ruang kerja Appa Via-Nana yang kedap udara dan terkunci....


"Aboenim ingin berbicara apa ?"


"Duduklah." Siwon menurutinya. "Aku ingin bertanya padamu, Kim Via atau Kim Nana mana yang kau sukai ?"


"Eh ?"


"Jawab saja. Diantara mereka berdua pasti ada yang kau sukai kan ?"


Siwon tersenyum, "Apa maksud aboenim bertanya seperti ini ?"


Appa Via-Nana tertawa, "Kau memang pintar anak muda. Aku ingin kau menjadi orang yang menyukai  dan menyatakan perasaanmu pada Kim Nana."


"Mworago ?"


Balik ke kamar Via....


"Istirahatlah." Eomma mencium kening Via. "Eomma jika aku tak ada tolong sayangi dan cintai Nana seperti eomma mencintai dan menyayangiku."


"Kau ini bicara apa ? Saat Kim Nana menikah Eomma akan membawamu ke USA."


Via menatap ke arah luar jendela. Ternyata hujan. "Aku tak tahu kapan aku bisa hidup eomma."


"Bicara apa kau ini ?"


"Aku ingin kuliah lagi."


"Apa kau sudah gila ?? Eomma akan selalu mengirimkanmu Dosen privat agar kau tak ketinggalan mata kuliah."


"Eomma sejak aku SD sampai Kuliah sekarang selalu aku di rumah tak pernah merasakan indahnya bermain dengan teman-teman. Aku ingin melihat indahnya dunia ini." Kim Min Young terdiam. Bahkan Nana pun tak tahu kau ada penyakit hanya ia dans suaminya  yang mengetahui hal itu. Melihat Via yang bersedih membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Hanya kebahagiaan Via yang ia inginkan.


Via memandang eommanya, "Ye ?"


"Jika kau menyukai Kyuhyun eomma bisa menjodohkannya denganmu."


"Lalu kim Nana ?"


"Dia bisa bersama Siwon."


"Tak ada yang menyukaiku eomma. Mana ada pria yang ingin punya gadis penyakitan sepertiku. Aku cukup sadar diri kok. Kalau pun aku menyukai seseorang maka sampai meninggal pun cukup aku saja yang tahu." Min Young terdiam menatap puteri sulungnya. Ketika ia ingin berbicara pelayan sudah memanggil untuk makan malam.


Di Ruang makan.....


"Eomma.. Mana eonnie ?" Tanya Nana.


"Sedang beristirahat. Kau jangan mencoba menggangunya."


"Tapi dia belum makan."


"Eomma sudah memberikannya bubur tadi. sudah kau lanjutkan saja makanmu."


"Malam ini aku ingin tidur bersama eonnie ya. Eomma ?"


"Tidak boleh !!"


"Eomma selama ini aku tak pernah tidur dengan eonnie."


"Eomma bilang tidak ya tidak. Kau punya telinga kan ?"


"Appa..." Nana menatap appanya.


"Turuti saja ucapan eommamu." Kim Nana terdiam.


Setelah selesai makan...


"Nona manja kau ada disini ?" Siwon duduk di samping Nana yang tengah melihat langit malam.


"Kau tak marah kan jika aku duduk disini ?"


"Maksudmu ?"


"Ya.. siapa tahu kau tak mau berdekatan denganku karena tak ingin Kyuhyun salah paham."


Kim Nana tertawa, "Kita nanti akan jadi saudara ipar untuk apa dia cemburu."


"Kau sungguh mencintainya ?"


"Entahlah. Aku memikirkan eonnie dari pada masalah perjodohan ini."


"Kenapa ?"


"Eonnie selalu terperangkap dalam rumah ini. Sejak aku berada di rumah ini untuk pertama kali jarang sekali melihat eonnie memiliki teman dan selalu saja belajar dengan guru ataupun dosen privat. Ketika aku bertanya pada appa, eomma dan eonnie Via mereka hanya menjawab jika Eonnnie ingin di rumah saja dari pada di luar. Padahal dunia ini sangat indah dan luas jika eonnie ingin berkeliling. Eonnie seperti terisolasi dari dunia luar. Ia tak punya teman kecuali kalian berdua bahkan kekasih pun tak ada. Jika aku berada di posisi eonnie maka aku bisa gila."


Siwon terdiam. Ia mengingat akan pembicaraan Ayah Nana-Via. Walaupun mereka membicarakan banyak hal bahkan bercanda namun Siwon mengetahui kenapa Via seperti terisolasi dari dunia luar. Eomma Via-Nana tak ingin puteri satu-satunya menjadi gampang lelah. Bisa dibilang kesehatan Via sangatlah lemah. Siwon menjadi sedih mendengar cerita sesungguhnya bahkan Nana dan Kyuhyun tak tahu selama ini akan hal itu.


"Aku berharap eonnie bisa bahagia bersama pria yang ia cintai. Ahh.. andai saja aku bisa berjalan lagi maka aku bisa membawa eonnie jalan-jalan."


Siwon juga ingin seperti itu tapi keadaan Via tak menyakinkan.


Nana menatap Siwon, "Siwon bagaimana pendapatmu ?"


Siwon tak sadar mengeluarkan air mata. Entah kenapa mengingat keadaan Via seperti diceritakan Aboenim membuatnya begitu sesak dan ingin sekali membuatnya sembuh.


"Siwon-ssi.." Ucap Nana sekali lagi.


Apa yang terjadi pada pria itu ?


Kenapa ia menangis ?


Siwon semakin menangis ketika 1 kalimat terakhir Aboenim membuat air matanya tumpah dengan segera ia memeluk Kim Nana.


"Siwon-ssi.. kenapa kau menangis ? Kau ini pria kenapa kau menangis sih ? seperti perempuan saja."


Siwon tersadar. Tidak.. ia tidak boleh menangis... "Gwenchana."


Bagaimana pun ia juga manusia. Pasti bisa menangis tak perduli pria atau wanita.


"Kau kenapa ? apa yang terjadi ?"


"Tak apa. Aku masuk dulu ya." Siwon pergi meninggalkan Kim Nana yang memandangnya dengan bingung. Siwon berjalan menuju kamarnya searah dengarn kamar Via lebih tepatnya di depan kamarnya adalah kamar Via. Pria itu membuka pintu kamarnya memandang ke arah pintu kamar Via yang terkunci dari luar oleh eomonim agar tidak ada yang bisa menggangu. Tapi Via bisa membukanya dari dalam kamar karena memiliki kunci duplikat. Perlahan Siwon masuk ke dalam kamarnya. Berusaha untuk melupakan dan menggangap ucappa Appa Via tak pernah ia dengar.


1 kalimat yang membuat Siwon menangis karena mengetahui keadaan Via yang sesungguhnya. Diakhir pembicaraannya dengan Aboenim tiba-tiba menjadi sedih dan berkata, "Kim Via.. puteri kami satu-satunya mempunyai penyakit. Memang dari luar ia seperti orang tak kekurangan satu apapun tapi, Sejak kecil paru-paru Via tidak berfungsi dengan baik."


~TO BE CONTINUE...~