It's Okay Even If It Hurts

It's Okay Even If It Hurts
Episode 8



"Keadaannya sangat lemah. Dokter berkata sebuah keajaiban ia bisa bertahan lebih dari 20 tahun hanya berbekal obat sesak nafas dan penghilang rasa sakit. Sewaktu-waktu Via bisa mengalami sesak dan pingsan karena kelelahan. Maka dari itu kami sangat protektif padanya melebihi Nana."


Siwon menelan ludahnya dengan susah payah. Kenapa mulutnya susah sekali diajak kerja sama ?


"La..lalu dia bisa dioperasi ?"


"Bisa transplantasi paru-paru. Dan itu sangatlah susah mencarinya. Bisa juga dioperasi untuk memperbaiki paru-parunya namun keduanya kemungkinan berhasil sebesar 35 %. Maka dari itu sebelum hal tak diinginkan terjadi aku ingin membuatnya bahagia bersama pria yang ia cintai yaitu Kyuhyun. Dan kenapa aku memberitahumu bukan Kyuhyun karena aku bisa melihat bahwa Nana begitu mencintaimu begitu pula dirimu dan Via. Aboenim Mohon.. kembalikan lagi kebahagiaan 2 puteri aboenim yang hilang selama ini." ~FLASHBACK END ~


"Siwon oppa.."


"Ah ada apa ?"


"Apa yang kau pikirkan ?"


"Tak ada. Sekarang tidurlah ini sudah malam."


"Temani aku sampai aku tertidur pulas. Hanya oppa yang aku miliki."


Siwon terdiam dan menurutinya.


Esok paginya....


Via menggetok pintu kamar, "Nana-Ya... ayo bangun." Gadis itu membuka pintu melihat Siwon tertidur di pinggir kasur memegang tangan Nana. "Jika kau menyukainya kenapa tidak kau saja yang menjadi suaminya bukan Kyuhyun." Seketika Via memegang dadanya. Ia mulai merasa sesak.


"Via.. Lee Via-ssi." Siwon terbangun karena mendengar Via menggerang kesakitan.


"Oppa apa yang terjadi.. Omo eonnie...kau kenapa ?"


"T..tidak apa-apa.. Aku harus ke kamar."


"Aku akan membantumu." Tawar Siwon.


"Oppa bantu aku juga untuk duduk di kursi roda."


"Kau sudah mulai bisa berjalan kan ? Ayo Via.. aku akan mengantarmu ke kamar." Belum sempat Via berbicara Siwon segera menggendongnya ke dalam kamar.


Nana memandang sendu ke pintu kamarnya yang masih terbuka, "Sebenarnya siapa yang kau sukai oppa ? Eonnie kah ?"


Di Ruang makan....


"Kenapa kau menggendong Via ?" Tanya Eomma melihat Siwon datang menggendong Via.


"Tadi ia kesakitan. Begitu saya membawanya ke kamar dia malah ingin sarapan disini jadi saya lebih baik menggendongnya dari pada ia merasa lelah."


Appa memandang Nana dengan sedih, "Mulai hari ini Kami berencana akan merubah perjodohan ini. Kyuhyun kau tak lagi menjadi calon suami Nana tapi jadi Calon Suami Via. Dan kau Siwon.. Kau sebentar lagi akan menikah dengan Nana."


"Eommonim. Aku ini bukan barang yang harus dipindah tangankan ? Apakah semuanya sudah mengetahui hal ini kecuali aku ?" Kyuhyun mendengus kesal, "Aku tak percaya ini !!"


"Kyuhyun tunggu ..." Via pergi mengejar Kyuhyun yang masuk ke kamarnya.


"Siwon jangan mengejarnya." Timpal eomma Via-Nana.


Di kamar Kyuhyun....


"Boleh aku duduk ?" Via duduk di pinggir kasur memandang Kyuhyun yang tengah marah. "Aku tahu perasaanmu. Kau menyukai Nana kan ?"


Kyuhyun terdiam.


"Kau cemburu karena Nana menjadi milik Siwon bukan dirimu ?"


"Diamlah !"


"Kau tak suka jika aku menjadi calon isterimu ?"


"Aku sedang tak ingin membicarakan hal itu."


"Maafkan aku."


"Aku sedang tak ingin berbicara." Via tertawa kecil, "Apa yang lucu, eoh ?"


"Aku sedang tak ingin bicara. Tapi apa itu tadi ? kau berbicara juga." Via tertawa.


"Dan kau setuju aku jadi suamimu ?"


"Satu sisi iya satu sisi tidak."


Via memandang Kyuhyun, "Haruskah aku menjawabnya ? Aku rasa tidak."


"Kau juga aneh memberi pertanyaan tapi kau jawab sendiri. Ck."


Via tertawa, "Aku rasa aku ketularan dirimu setan gembul."


"Aku tidak gembul."


"Benarkah ?" Via memegang perut Kyuhyun, "Lalu, ini apa anak ? atau lemak ?"


"Tahu-ah."


Via tertawa semakin keras, "Aku ingin bertanya padamu."


"Apa itu ?"


"Seandainya kau terlibat cinta segi 4 yang sangat rumit apa yang akan kau lakukan ?"


"Aku tak tahu."


"Kau akan keluar dan membiarkan sisanya mengalami cinta segitiga ?"


"Aku tak tahu."


"Apa-apa kau tak tahu. Ck.. apa sih yang kau ketahui setan gembul selain makan dan makan pantas saja perutmu penuh dengan lemak ?"


"Ya !!!" Via semakin tertawa.


Disaat mereka sedang asyik bercanda seorang pelayan datang, "Nona dan Tuan muda dipanggil tuan Kim ke ruang kerjanya." Kyuhyun dan Via saling memandang


.Di ruang kerja Appa Via-Nana...


"Kenapa appa memanggil kami semua ?" (Nana)


"Aku memanggil kalian berempat kesini karena aku sudah pusing melihat kisah cinta yang begitu rumit diantara kalian. Memang tak seharusnya aku ikut campur namun dalam hal ini aku mau tak mau harus ikut campur di dalamnya. Kalian pasti saling mengetahui satu sama lain bukan ? Jika Kim Via jatuh cinta pada Kyuhyun.. Kyuhyun mencintai Nana.. Nana mencintai Siwon dan Siwon mencintai Via.."


Semuanya terdiam antara mereka terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa. Keempatnya bertepuk sebelah tangan.


"Tenang saja appa. Aku akan mundur." Semua orang memandang ke arah Via. Namun, gadis itu hanya tersenyum. "Aku memang harus mengalah bukan ? Jika seperti ini terus maka tak'kan ada akhirnya. Untuk siapa calon suami Nana lebih baik jika Appa tanyakan sendiri padanya biarkan ia yang memilih."


"Lalu kau ?" (Appa)


Via berjalan ke arah appanya dan memeluknya kemudian berbisik, "Aku akan ke USA untuk menjalani operasi disana." Via melepaskan pelukan ayahnya lalu pergi.


Siwon menyusulnya."Tunggu.. kenapa kau mengundurkan diri seperti in, eoh ? Setelah kau mengetahui jika aku mencintaimu maka kau langsung mengabaikanku begitu saja. Dimana hatimu, eoh ??"


"Perasaan Nana aku utamakan."


"Tanpa memperdulikan perasaanku."


Siwon tersenyum, "Apa perasaanku tak begitu penting untukmu ?"


"Bukan begitu tapi...""Arraseo. Kau memang tak bisa mencintai orang lain selain Kyuhyun."


Siwon pergi."Dasar bodoh. Kau bilang mencintaiku tapi hanya seperti itu kau mudah menyerah." Gumam Via pelan.


"Aku ini sakit parah kuda bodoh kau tahu itu. Aku tak mungkin membiarkanmu jatuh cinta terlalu dalam padaku. Begitu pun aku yang harus menerima jika Kyuhyun bersama Nana. Aku tak pantas mendapatkan pria mana pun di dunia ini hingga pada akhirnya begitu mereka mencintaiku maka pada saat itu pula aku pergi dari dunia ini."


"Jadi.. bagaimana pendapatmu Nana ?" Tanya appa Via-Nana sembari duduk di sofa menatap Kyuhyun dan Nana yang masih di tempat sementara kedua orang sisanya pergi entah kemana.


Kim Nana terdiam terlihat berpikir.


Apa boleh ia sedikit egois ?


Bukankah semua orang dari dulu sampai sekarang selalu mengutamakan Eonnienya yang sempurna dari pada dirinya yang hanya selalu duduk di kursi roda ?


Ia pantas kan untuk mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan ?


"Aku setuju. Aku ingin Siwon oppa menjadi calon suamiku bukan Kyuhyun oppa."


Ya. Tuhan bolehkan sekali ini aku egois ? Gumam Nana dalam hati.


~To Be Continue...~