It's Okay Even If It Hurts

It's Okay Even If It Hurts
Episode 7 : (Kim Via Side)



Tidak ada manusia yang ingin dilahirkan tak sempurna, termasuk aku. Lahir dari keluarga kaya raya tentunya tak membuatku bahagia. Cerita hidup kita akan terjamin dan bahagia jika menjadi anak orang kaya. Ck.. aku sungguh muak pada kalimat itu. Bahagia apa ? Aku dapatkan justru kesengsaraan karena paru-paruku tak berfungsi dengan baik.


Terkadang aku ingin menangis tapi percuma..


Ingin berteriak pun tak akan menghasilkan apa-apa..


Aku bunuh diri.. aku lebih kasihan pada orang tuaku..


Beruntung ada Kim Nana yang dapat aku andalkan sekarang..


Walaupun tak ada aku di dunia ini setidaknya appa dan eomma masih mempunyai Kim Nana. Ya.. kini tak ada yang bisa aku lakukan kecuali menunggu sampai Tuhan menjemputku saja. Mengenai cinta ? aku lebih memilih berdiam diri saja. Ya.. Aku memang menyukai Cho Kyuhyun. Aku tak tahu kenapa ? Setiap melihatnya terlihat cuek dan dingin berbeda dengan Siwon oppa yang terlihat baik padaku. Aku senang terlebih lagi ketika Kim Nana dijodohkan dengan Kyuhyun.


Aku tahu seharusnya aku sadar diri..


Orang berpenyakitan dan akan meninggal ini tak pantas dan tak harus mendapatkan cinta yang ia inginkan.


Kau tahu selama ini aku belum pernah berpacaran sama sekali. Iya. Karena sejak kecil sampai usia 20 tahun sekarang aku selalu berdiam diri di Rumah. Berjalan keluar rumah saja terkadang 1 tahun sekali itu pun harus selalu dikawal bodyguard juga para suster. Ahh.. aku membenci diriku.


Aku ingin bebas bisa kemana pun aku pergi.


Aku iri pada Nana.


Walaupun kakinya tak lumpuh total setidaknya ia bisa berjalan jika ia mau dan berusaha. Ia bisa kemana pun ia inginkan.


Aku ?


Hanya selalu terpaku di dalam kamar dan tak boleh melakukan apapun yang aku inginkan.


Sungguh menyebalkan.


Tapi.. aku dulu pernah mencoba kabur dari rumah :P hehehe


Hasilnya aku masuk rumah sakit karena terlalu lelah juga sesak nafas.


Selama 20 tahun ini tempatku tak jauh dari Rumah Sakit dan Rumahku sendiri.


Aku ingin bisa bebas sehari saja tanpa pengaruh obat dan dokter. Bisakah ?


Kim Nana dan Cho Kyuhyun sepertinya keadaan mereka memburuk sejak Eomma mengatakan mereka akan dijodohkan.


Baik.. aku akui hatiku sakit mendengarnya.


Toh apa yang bisa aku lakukan.


Tak mungkin aku rela Cho Kyuhyun harus hidup dengan Gadis yang umurnya tak lama lagi sepertiku.


Aku tahu diri akan hal itu.


Terkadang aku sedih melihat kim Nana selalu dihina dan dimarahi eomma. Aku merasa bersalah padanya. Seharusnya aku tak membawanya ke Rumah ini dan tak menjadikannya adik angkatku. Aku memilih Nana karena aku lihat dia begitu kuat dan cocok dengan keluarga Kim. Kim Nana maafkan aku...


Kau bisa pergi kemana pun kau pergi tanpa harus memikirkan tubuhmu yang lemah. Siwon dan Kyuhyun juga selalu ada untukmu. Appa sangat menyayangimu..


Kau mendapatkan semuanya..


Tubuh yang sempurna.... Walaupun kakimu seperti itu tapi kau mempunyai kemungkinan besar untuk sembuh.


Dan aku tidak ada harapan untuk sembuh.


Suatu hari aku tengah haus dan ingin mengambil minum di Dapur tapi aku malah pingsan karena kelelahan baru berjalan naik turun tangga sudah membuatku kehabisan nafas. Ash.. kenapa aku harus mempunyai paru-paru seperti ini... Keadaan semakin buruk ketika Siwon mengetahui keadaanku yang sebenarnya. Aku tak mau dia kasihan padaku. Aku sudah cukup lelah akan keadaan tubuhku ini yang tak bisa apa-apa. Hanya naik turun tangga saja sudah membuatku tersiksa.


"Kenapa appa memberitahukannya akan keadaanku ?" Tanyaku setelah Siwon oppa pergi.


"Apa salahnya ? Dia terlihat lebih mengkhawatirkanmu." (Appaku)


"Appa ingin menjodohkanku dengan dia ?"


"Menurutmu ?"


"Appa kita tukar posisi saja kalau begitu. Aku dengan Kyuhyun biarkan Kim Nana dengan Siwon."


"Ini bukan mainan yang harus kalian tukar pasangan seenakjidatnya. Sekarang kau tidur jika ada apa-apa panggil kami."  Appa dan Eomma pergi. Huft.. apakah salah jika aku meminta 1 Hal saja...


Biarkan aku bersama Cho Kyuhyun untuk sehari saja ? aku tak meminta ia merawatku ? Aku tak minta dia dijodohkan denganku. Oke permintaanku tadi hanya bualan semata. Cukup ia menemaniku. Hanya berada di sisiku. Apakah aku salah ? Aku sudah berulang kali meminta pada Tuhan sampai berdoa dan menangis agar aku disembuhkan. Aku tahu aku memang bodoh karena menyalahkan Tuhan. Tapi coba kalian berada di posisiku. Setiap hari terkurung dalam rumah. Hanya berada di Tempat tidur. Mau makan dan minum saja harus minta tolong pelayan. ingin pergi ke Dokter ditemani Pengawal.


Aku tak bisa membahagiakan orang tuaku.


Aku hanya memberi mereka penderitaan berkepanjangan karena harus memikirkan penyakit sial ini.


Hidupku benar-benar hanya untuk menunggu kematian saja.


Aku operasi atau transplantasi paru-paru ? sudah tak ada keyakinan lagi aku akan sembuh.


Kim Nana..


Aku iri padamu karena fisikmu sempurna..


Aku iri karena kau bsia bernafas dan tak perlu sesak nafas dalam melakukan hal kecil.


Kim Nana...


Kau adikku yang paling aku sayangi..


Gantikan aku jika aku sudah tak ada lagi di Dunia ini..


Tolong jaga Appa dan Eomma ya...


~END~