
Perkenalkan namaku adalah CHo Kyuhyun. Seorang putera tunggal dari Perusahaan Cho Group. Aku mempunyai saudara laki-laki yang sudah aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri, Choi Siwon. Itulah namanya. Sejak kecil aku dan Siwon Hyung akrab dengan keluarga paman Kim yang memiliki perusahaan yang sebanding denganku. Mereka memiliki seorang puteri tiunggal bernama Kim Via. Kedekatan orang tuaku, orang tua Siwon Hyung dan Orang tua Via membuat kami seirng bertemu sejak kecil bahkan sampai remaja seperti ini.. Ah aku rasa akan terus seperti ini sampai kakek nenek. Kurasa.
Sejak kecil Siwon Hyung selalu bermain bersama Via dan aku diabaikan olehnya. Huh.. dari kecil sampai sekarang hanya Via yang menjadi teman wanita Siwon Hyung. Dari SD hingga sekarang Siwon Hyung jarang mendekati banyak wanita. Yang ada wanita yang terus mengejar dirinya dan aku. Terkadang aku begitu penasaran kenapa Kim Via tak pernah menginjakkan kakinya di Sekolah.
Sejak kecil sampai sekarang beranjak Kuliah pun ia harus berada di rumah dengan guru / dosen privat. Sungguh aneh... Ketika aku dan Siwon Hyung bertanya akan hal itu ia malah mengalihkan pembicaraan. Semakin lama Siwon Hyung semakin akrab dengan Via. Aku bingung apa yang ia sukai dari gadis yang selalu mengurung diri di dalam rumah. Beberapa bulan berlalu, orang tuaku mengajakku dan Siwon hyung yang kebetulan menginap di rumah kami karena orang tuanya sibuk bekerja di Luar negeri.
Orang tuaku memang sering memberikan donasinya ke sebuah panti asuhan. Kau tahu, aku sangat tak suka kesana ada banyak anak-anak yang tak aku kenal aku tak menyukainya. Ketika sampai di Panti asuhan aku sangat bosan dan memutuskan untuk berjalan sendiri karena kebetulan di depan Panti asuhan ini ada Kebun teh yang sangat sejuk udaranya juga pemandangannya indah. Mataku terfokus pada seorang gadis yang tengah duduk di kursi roda sembari memandang ke arah kebun teh. Sepertinya ia menangis, suaranya terdengar sekali. Ada apa dengannya ? Ah sudahlah bukan urusanku ini.
Dari jauh aku perhatikan gadis itu yang mulai berhenti menangis. Ia mencoba berdiri dari kursi rodanya namun tak bisa. Sepertinya ia begitu tersiksa akan hal itu. Aku ingin sekali membantunya tapi dengan cara apa... Beberapa minggu setelah itu, aku dan Siwon Hyung jadi sering mengunjungi panti asuhan ini dan semakin pula aku ingin mengerjainya. Bukan bermaksud jahat sebenarnya. Aku ingin membuatnya agar bisa semangat dari omongan-omonganku yang buruk tentangnya.
"Gadis cacat kau ada disini." Ucapku yang datang bersama Siwon Hyung.
"Pergilah aku sedang tak ingin diggangu."
"Kenapa ? kau iri karena anak-anak lain mendapatkan orang tua sementara kau tidak ? kasihann..." Aku berdiri memandangnya sementara Siwon ia terlalu asyik memandang pemandangan indah di depannya. "Tapi kau berdoa saja semoga ada orang yang akan menjadikanmu anak mereka." Ayolah Kim Nana. Marah-lah. Tunjukkan pada semua orang yang bahwa kau bisa berjalan.
"Pergilah dari hadapanku. Kenapa kau tak bisa seperti Siwon yang jarang mengganguku." Tentu saja karena dia sedang memikirkan gadisnya yang jauh disana. Siapa lagi kalau bukan Kim Via.
Aku memandang ke arah Siwon yang terduduk di sebuah ayunan, "Oh dia.. dia sedang jatuh cinta kau tahu kan artinya jatuh cinta ?" Wajahku mendekat ke arahnya. Dia sungguh cantik jika dalam dekat begini. Kenapa aku baru menyadarinya ya ? Tidak mungkin kan aku jatuh cinta padanya, Ini pasti sudah gila. Aku jatuh cinta hanya karena terpesona melihat wajahnya yang cantik. Yang benar saja. "Atau kau sama sekali tak mengerti namanya jatuh cinta ?"
"Singkirkan wajahmu dari hadapanku."
Aku tersenyum, "Arraseo. Tapi..." dengan cepat aku mendorongnya hingga terjatuh dari kursi roda. Ups.. Maafkan aku nona cantik.. Ayolah bangun dan cobalah berdiri juga berjalan. Masa begitu saja tak bisa ? Walaupun begitu aku sungguh penasaran kenapa ia bisa berada di Kursi Roda. Apa ia pernah mengalami kecelakaan hingga seperti itu ? Hmmh.. kurasa iya.
"Ya !!! Cepat bantu aku duduk di kursi roda !!" membantunya ? itu malah akan membuatnya manja dan tak memiliki keinginan kuat untuk berjalan. Enak saja.
"Shireo.. Kau haruslah berusaha sendiri untuk berdiri dan berjalan ke arah kursi rodamu. Siwon tidak akan menolongmu berhentilah memasang muka memelas seperti itu." Ucapku kemudian menarik Siwon Hyung untuk pergi dari hadapannya.
Baru beberapa langkah aku melihat ada 2 orang pria yang mendekati gadis itu. Karena penasaran mau tak mau Aku dan Siwon Hyung bersembunyi dipohon. "Hei gadis cacat. Kenapa butuh pertolongan ya ?" Siapa mereka ? Apa mereka anak-anak dari panti asuhan ini juga ?
"Ya !!! kenapa kalian jahat sekali pada gadis kecil ini ?" Aku dan Siwon Hyung membulatkan mata. Kim Via. Kenapa ia bisa berada disini ?
"Siapa kau ??" tanya Via saat itu.
"Aku ? Aku Kim Via. Dan kalian ? Siapa kalian dan kenapa menggangunya ?"
"Aku ? Cho Kyuhyun dan ini sepupuku Choi Siwon. Keluarga kami adalah donasi terbesar di panti asuhan ini. Lebih baik kau pergi tinggalkan gadis cacat itu." jawab seorang diantara mereka. Cih.. seenaknya saja mengaku itu kami awas saja kalian setelah ini. Aku tahu Via tidak akan percaya akan hal ini.
"Shireo. Mulai sekarang dia adalah adikku. Adik angkatku. Jika kalian berani awas !" Aku membulatkan mataku. Aku sedang tak salah dengar kan ? adik angkat ? Gadis ini mau menjadikan gadis cacat itu sebagai adiknya ? Yah.. tak apalah setidaknya kesempatanku untuk berdekatan dengan gadis ini semakin lancar.. hehehe :P
Sejak hari pertama Kim Nana resmi menjadi puteri bungsu keluarga Kim. Semakin sering pula aku dan Siwon Hyung ke rumah Via. Siwon Hyung sibuk dengan Via maka akuk akan sibuk dengan adik tirinya. Kim Nana. Terkadang aku sedih melihatnya terus dihina oleh ajhumma Kim. Tapi..
Bukankah itu salah satu alasan agar Nana memiliki alasan yang kuat dan terus termotivasi untuk segera sembuh. Aku memang menyukainya bahkan mencintainya...
Aku tak seperti pria lain yang harus bersikap romantis..
Ck...
Yang ada Nana kepedean.
Aku akui memang sering bersikap dingin bahkan tak perduli...
Itu hanya Topeng kau tahu..
Aku hanya berharap disaat aku mennghina dan bersikap dingin padanya justru membuatnya semakin merasa bahwa ia harus menunjukkan pada semua orang jika ia bisa berjalan seperti dulu dan mulai berusaha..
Tapi apa yang aku dapat ?
Ia sama sekali tak melakukannya.
KIM NANA BODOH !!!
Suatu hari kami semua mendengar dari Ajhumma Kim jika aku dijodohkan dengan Kim Nana..
Aku sangat senang sekali...
Hatiku ingin sekali berteriak..
Namun tak mau menurut dengan wajahku yang menunjukkan wajah dingin dan tak perduli.
Dalam hati aku berharap, Kim Nana akan menyetujuinya.
Tak ada respon apapun darinya..
Huft...
Aku hanya bisa menunggunya.
Aku melihatnya duduk di halaman belakang. Aku sungguh penasaran akhirnya aku bertanya tentang hal itu. Aku mengatakan jika aku setuju akan perjodohan ini.
"Lalu, kenapa kau setuju ?" (Nana)
Argghh.. wanita di sebelahku ini bodoh atau apa sih...
Tentu saja aku setuju karena aku lebih leluasa untuk membuatmu berjalan dan kesehatanmu serta kehidupanmu akan terjamin olehku..
"Aku ? Tentu saja karena aku ingin mengurangi beban eonniemu." Jawabku asal. Tapi... memang benar juga kan ? Dia jadi isteriku nanti maka Via Noona tak perlu khawatir tentang Nana.
Aku...
Cho Kyuhyun..
Tidak akan..
Mengatakan tentang perasaanku...
Sampai aku mendapatkan kepastian...
Menyukaiku...
Atau
Tidak...
"Kau.. menyukainya ?" (Nana)
"Aku menjawab pun tak ada pengaruhnya." Jika aku jawab tidak menyukainya. Apa reaksimu ? Apakah kau akan senang atau sebaliknya...
"Tentu saja ada. Kalau kau menyukainya menikah saja dan dekati dia. Maka aku bisa terbebas dari setan gembul darimu." Aku terdiam.
Oke.. Cho Kyuhyun...
Kalimat terakhir sudah menyatakan semua pertanyaan di dalam benakmu selama ini.
KIM NANA TAK MENYUKAIMU...
aku memang bodoh...
Dasar bodoh...
"Apakah kau menyukai Siwon Hyung ?"
Aku mohon Nana.. jangan menyukainya...
Aku akan semakin sakit..
"Aku menjawab juga tak ada pengaruhnya bukan ?" (Nana)
"Ya !!! jangan mengikuti kata-kataku."
"Aku tak mengikuti. Aku hanya menjawab sesuai kenyataan yang ada. Aku menyukai Siwon Hyungmu memangnya bisa merubah jika Siwon oppa akan menjadi suamiku. Tentu tidak. Eommaku lebih percaya kau untuk menjagaku dari pada Siwon oppa. Dan jikalau aku tak menyukai Siwon oppa lalu apa yang akan kau lakukan ? Paling kau hanya akan ber-oh ria saja."
AKU..
CHO KYUHYUN
TELAH
PATAH HATI...
"Jika kau tak menyukaiku maka biarkan aku dekati eonniemu." Aku tak tahu kenapa kalimat ini terlontar begitu saja tanpa aku pikirkan.
Ketika tengah malam terlihat Kim Nana menyukai Siwon. Ia membeku melihat Siwon Hyung menggendong Via.
Sebegitu cemburunya kah ?
Kau merasa sedih ?
Nana.. lupakan Siwon Hyung..
"Eonni mendapatkan semuanya. Kasih sayang eomma dan appa, perhatian dari kalian, bahkan Siwon oppa pun sepertinya menyukainya." (Nana)
Apa aku tak ada harapan lagi ?
"Jadi secara tak langsung kau menyukai Siwon Hyung ?"
Nana mengganguk..
Cho Kyuhyun
Kau sudah kalah sebelum berperang.
Kau pengecut.
"Kau sudah mengetahuinya bukan. Itu tidak akan bisa merubah semuanya."(Nana)
"Jika aku meminta agar Siwon menggantikanku kau ingin ?"
Ya.. Jika Siwon Hyung menggantikanku tak masalah..
Asalkan Nana mempunyai semangat untuk berjalan kembali.
Tapi...
"Kau gila ? Aku tak mau merusak hubungannya dengan eonnie."
"Ck.. Kau cemburu pada kakakmu sendiri ?"
"Aku tak cemburu hanya saja..."
"Hanya saja ?"
"Aku iri padanya."
YA AMPUN KIM NANA..
ADA AKU DISAMPINGMU...
TAK SADARKAH KAU SELAMA INI ?
AKU SATU-SATUNYA ORANG YANG TAK DIAMBIL OLEH KIM VIA....
~END~