It's Okay Even If It Hurts

It's Okay Even If It Hurts
Episode 5 : (Kim Nana Side)



*dari awal sampai akhir ini kehidupannya di keluarga Kim berdasarkan sudut padangan Nana...


Hidup sebagai gadis yang tak bisa berjalan selama puluhan tahun begitu menyiksaku. Aku adalah Hwang Nana seorang gadis sederhana berumur 5 tahun yang hidup bahagia dengan orang tua kandungku sendiri. Pada saat itu kami akan pergi ke Busan untuk tinggal disana. Aku sangat bahagia sekali mendapatkan orang tua yang begitu sayang padaku walaupun keadaan ekonomi kami tak begitu bagus.


Akan tetapi, keceriaan itu tak berlangsung lama. Ketika kami sedang asyik bercanda ria tak sadar ada sebuah Truk di depan kami. Ayah tak dapat menghindar hingga terjadilah kecelakaan mengenaskan itu... Di Rumah Sakit aku terbangun dengan kedua kakiku tak bisa digerakan, Aku menangis histeris memanggil ayah dan ibuku. Seorang Dokter mengatakan jika ia akan membayar seluruh biaya pengobatanku hingga aku diperbolehkan pulang. Dalam keadaan aku masih kecil dan tak mengerti apa yang orang lain bicarakan aku harus mendapatkan Ayah dan Ibuku telah pergi ke Surga.


Tangisanku semakin menjadi-jadi ketika kedua kakiku tak bisa digerakan sama sekali. Berselang seminggu berlalu, Aku dipindahkan ke Panti Asuhan karena aku tak memiliki sanak saudara. Hari-hariku membaik sejak aku hidup di Panti asuhan ini, Anak-anaknya begitu baik dan mereka tak memandang aku yang berbeda dari mereka. Aku tak mempunyai biaya untuk kemoterapi kedua kakiku untuk bisa berjalan seperti dahulu. Jika boleh jujur aku ingin sekali berjalan, Berlari, berjongkok dan melakukan apapun dengan bebas tanpa harus selalu terikat dengan kursi roda ini.


Setahun...


Dua Tahun...


Lima Tahun...


Delapan tahun...


Kini sudah 8 tahun aku telah beranjak menjadi remaja. Aku menjalani kehidupanku di Panti asuhan tak ada yang berubah dalam diriku, kecuali hadirnya 2 anak laki-laki yang kira-kira umurnya berbeda dari ku hanya 2 tahun. Mereka anak dari keluarga yang sering memberikan donasinya pada Panti Asuhan kami. Cho Kyuhyun dan sepupunya Choi Siwon. Berawal dari situlah kehidupan baruku dimulai....


Kyuhyun dan Siwon sering sekali berkunjung ke Panti asuhan kami selain mereka ikut bermain dan orang tuanya adalah teman baik pemilik Panti ini. Itu juga karena mereka senang mendapatkan mainan baru, yaitu aku. Suatu hari aku sedang duduk di bawah pohon memandang anak-anak lain yang sedang bermain. 8 tahun aku berada disini sudah ada banyak berubah. Banyak anak-anak yang diangkat menjadi anak dari keluarga terpandang. Sementara aku.. Aku selalu tak diinginkan karena keadaan kakiku ini yang tak bisa lepas dari kursi roda.


"Gadis cacat kau ada disini." Datanglah Siwon dan Kyuhyun.


"Pergilah aku sedang tak ingin diggangu."


"Kenapa ? kau iri karena anak-anak lain mendapatkan orang tua sementara kau tidak ? kasihann..." Kyuhyun berdiri memandangku sementara Siwon ia terlalu asyik memandang pemandangan indah di depannya. Ya. Panti Asuhan yang aku tempat ini dekat dengan kebun teh. "Tapi kau berdoa saja semoga ada orang yang akan menjadikanmu anak mereka."


"Pergilah dari hadapanku. Kenapa kau tak bisa seperti Siwon yang jarang mengganguku."


Kyuhyun memandang ke arah Siwon yang terduduk di sebuah ayunan, "Oh dia.. dia sedang jatuh cinta kau tahu kan artinya jatuh cinta ?" Wajah Kyuhyun mendekat ke arahku, "Atau kau sama sekali tak mengerti namanya jatuh cinta ?"


"Singkirkan wajahmu dari hadapanku."


Kyuhyun tersenyum, "Arraseo. Tapi..." Kyuhyun sontak mendorongku hingga terjatuh dari kursi roda. Argh.. kenapa pria ini hobi sekali menyiksaku ?


"Ya !!! Cepat bantu aku duduk di kursi roda !!"


"Shireo.. Kau haruslah berusaha sendiri untuk berdiri dan berjalan ke arah kursi rodamu."


Argghh.. menyebalkan. Siwon oppa tolong aku.."Siwon tidak akan menolongmu berhentilah memasang muka memelas seperti itu." Ucap Kyuhyun dan Siwon mulai pergi dari hadapanku.


Tak berapa lama datanglah 2 pria asing, "Hei gadis cacat. Kenapa butuh pertolongan ya ?" Mereka terdiri dari 5 orang. Oh Tuhan, aku mohon semoga Siwon oppa melihatku dan segera menolongku."


Ya !!! kenapa kalian jahat sekali pada gadis kecil ini ?" Seorang gadis yang tak ku kenal datang menghampiriku.


"Siapa kau ??" tanya salah satu diantara mereka yang mewakili apa yang aku pikirkan saat itu.


"Aku ? Aku Kim Via. Dan kalian ? Siapa kalian dan kenapa menggangunya ?"


"Aku ? Cho Kyuhyun dan ini sepupuku Choi Siwon. Keluarga kami adalah donasi terbesar di panti asuhan ini. Lebih baik kau pergi tinggalkan gadis cacat itu." jawab seorang diantara mereka.


Aku menggerutu. Seenaknya saja mengaku-ngaku nama orang lain.


"Shireo. Mulai sekarang dia adalah adikku. Adik angkatku. Jika kalian berani awas !" Aku membulatkan mataku. Aku sedang tak salah dengar kan ? adik angkat ? Gadis ini mau menjadikanku adiknya ? Aku yang tak bisa berjalan ini.. Ah tidak.. bukan tak bisa selamanya sih karena masih ada harapan aku percaya itu.


"Kim Via.... Sedang apa kau disini ?" Tanya seorang ajhumma yang datang dengan 4 orang lainnya. Ahh.. aku akhirnya mengetahui jika gadis yang menolongku adalah Kim Via. Cantik juga. Tapi... kenapa ada 2 pria itu ada di belakang mereka ? Aku tahu nama Kyuhyun dan Siwon itu karena orang-orang memanggil nama mereka begitu jadi aku mengetahuinya yang mana Siwon dan yang mana Kyuhyun.


"Mereka mendorong calon adikku sampai terjatuh." Kim Via menujuk 2 orang yang mengaku-ngaku sebagai Siwon dan Kyuhyun.


"Dia ? Gadis cacat itu ingin kau jadikan adik ? Yang benar saja." Ujar seorang ajhumma. Ck.. anda kira aku ingin menjadi cacat. Ash jinjja.. siapa sih mereka "


"Eomma.. keluarga kita kaya. Biarkan dia menjadi adikku dan kita bisa membiayainya hingga ia bisa berjalan lagi seperti pada umumnya manusia." Aku menelan ludah. Jadi ajhumma itu adalah eomma Via-ssi. Yang tak lain nantinya akan menjadi eomma tiriku. Omo.. kenapa bisa seperti ini ?


Tapi... apa katanya tadi ?


Membiayaiku hingga bisa berjalan lagi ?


Aku tak salah dengar kan ?


Kyaaa aku senang sekali mendengarnya.


Kim Nana kau akan bisa berjalan lagi.


Akhirnya mereka juga mengetahui namamu sebenarnya Hwang Nana. Dan Kim Via saudara tiriku mengganti margaku menjadi marga keluarganya yaitu, Kim. Kim Nana. Ketika orang tua baruku sibuk mengurus surat adopsiku aku melihat Via bertengkar dengan Siwon dan Kyuhyun. Apakah mereka saling mengenal ?


Oh Tuhan.. semoga keluarga ini dapat membuatku kembali berjalan lagi seperti dulu...


Aku harap bisa mendapatkan hidup yang bahagia dan mereka menyayangiku seperti keluarga mereka sendiri.


Seminggu telah berlalu. Eomma tiriku masih saja tak bisa menerimaku akan tetapi, Kim Via yang aku juga mengetahui jika ia kakak tiriku juga appa tiriku begitu sayang padaku. Aku kembali merasakan kehangatan sebuah keluarga. Namun, apa yang aku pikirkan ternyata tak seindah pada kenyataannya. Aku selalu dihina oleh eomma tiriku. Terkadang Eonnie Via selalu menolongku. Aku tidak boleh merepotkannya. Ia terlalu baik untukku. Aku harus bisa belajar berjalan.


Siwon dan Kyuhyun juga lebih sering mengunjungi kami. Sikap setan gembul itu mulai tak terlalu buruk untukku. Ia selalu menemaniku pergi ke Rumah Sakit untuk dicheck dan dikemoterapi. Tak lupa ditemani oleh Siwon dan Via eonnie. Tak berselang beberapa minggu aku mendapatkan kabar jika aku akan dijodohkan dengan Kyuhyun. Oh God, kenapa harus pria gembul itu ? Kenapa tidak Siwon oppa yang baik dan mempesona. Well.. aku memang sepertinya menyukai atau bahkan mencintai dia.. tak tahulah yang mana yang tepat untukku saat ini.


Dia begitu baik. Ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di sekolah swasta aku sangat senang sekali karena sejak Kecil aku belajar oleh para relawan dari kalangan anak muda. Aku bisa merasakan bagaimana bangku sekolah itu. Tak jarang banyak anak juga tak henti mengejekku karena aku masih duduk di kursi roda. Huft.. Aku sudah berapa kali mencoba namun selalu gagal dan aku mengalami sakit yang luar biasa pada kakiku. Untungnya aku 1 sekolah dengan Siwon dan Kyuhyun. Setidaknya setiap pergi sekolah dan pulang sekolah mereka selalu mengantarku. Hehe :P seperti bodyguard saja kan ?


Disaat aku tengah dibully oleh anak-anak lain justru Siwon selalu membantu dan membelaku. Berbeda dengan Kyuhyun yang ikut-ikutan menyerang dan membullyku. Dasar setan gembul. Setan karena sifatnya yang begitu jahat ,padaku namun gembul ya memang perutnya buncit dia terlalu banyak makan jadinya begitu tuh. Siwon oppa seperti pangeran untukku sejak saat dia menolong dan membelaku itu lah yang membuatku jatuh cinta padanya. Tapi sekarang kenapa harus bersama Pria gembul itu ? Aku sungguh tak terima.


Walaupun begitu...


Apakah Siwon juga mempunyai perasaan yang sama terhadapku ?


Apakah ia menyukaiku seperti aku menyukainya ?


Dan yang lebih gila mereka tinggal serumah denganku... Oke aku tak mempermasalahkan Siwon oppa..


Tapi...


Ada setan gembul itu disini ?


Apakah ia menerima aku menjadi calon isterinya ?


Aku berharap ia akan menolaknya mentah-mentah..


Pernah suatu hari, ketika aku sedang asyik melihat anjing peliharaan kami semua tengah asyik bermain di halaman belakang. Kyuhyun setan gembul itu muncul di hadapanku. Ia mengajakku berbincang hingga 1 kalimatnya yang membuatku terkejut. Ia setuju akan perjodohan ini


Tapi kenapa ?


"Lalu, kenapa kau setuju ?" Akhirnya pertanyaan itu berhasil aku lontarkan.


"Aku ? Tentu saja karena aku ingin mengurangi beban eonniemu."


Aku tak salah dengar kan ?


Jadi, dia menyukai eonieku ?


Bukankah itu bagus ?


Tapi kenapa ada sesuatu di hatiku yang terasa ter-iris saat mendengarnya ?


"Aku menjawab pun tak ada pengaruhnya."


Tentu saja ada pengaruhnya setan bodoh.


"Tentu saja ada. Kalau kau menyukainya menikah saja dan dekati dia. Maka aku bisa terbebas dari setan gembul darimu."


Kyuhyun terdiam. Ada apa lagi dengannya ?


Kenapa wajahnya errrr sedikit kecewa ?


"Apakah kau menyukai Siwon Hyung ?" Tanya-nya.


Tentu saja aku menyukainya. Namun aku tak bisa mengatakannya. Entah kenapa hatiku dan bibirku bisa bertolak belakang seperti ini.


"Aku menjawab juga tak ada pengaruhnya bukan ?"


"Ya !!! jangan mengikuti kata-kataku."


"Aku tak mengikuti. Aku hanya menjawab sesuai kenyataan yang ada. Aku menyukai Siwon Hyungmu memangnya bisa merubah jika Siwon oppa akan menjadi suamiku. Tentu tidak. Eommaku lebih percaya kau untuk menjagaku dari pada Siwon oppa. Dan jikalau aku tak menyukai Siwon oppa lalu apa yang akan kau lakukan ? Paling kau hanya akan ber-oh ria saja."


"Jika kau tak menyukaiku maka biarkan aku dekati eonniemu." Aku memandang ke arahnya.


Tidak salah dengar kan ?


Baguslah jika begitu.


Meskipun begitu...


Apakah benar ia menyukai eonnie ?


Ketika kami sedang makan di ruang makan aku tak melihat ada Eonnie disana. Ada dimana eonnie ? Aku memberanikan diri bertanya pada eomma tapi yang aku dapatkan adalah omelannya. Huft, kapan kasih sayangnya bisa sama rata. Selalu Eonnie yang dinomorsatukan. Kim Nana kau harus sadar diri jika kau adala anak angkat.


Eomma..


Bisakah aku minta sedikit saja rasa cintamu dan sayangmu padaku sama dengan sayangmu dan cintamu pada Via eonnie ?


Pada malamnya aku berada di balkon halaman belakang. Siwon opp datang menghampiri dan duduk di sampingku.


 "Nona manja kau ada disini ?" Ash Choi Siwon oppa aku tidak manja. >,


"Kau tak marah kan jika aku duduk disini ?"


"Maksudmu ?"


"Ya.. siapa tahu kau tak mau berdekatan denganku karena tak ingin Kyuhyun salah paham." =,= mana mungkin salah paham justru dia senang karena dia ada kesempatan mendapatkan dan mendekati Via eonnie.


"Kita nanti akan jadi saudara ipar untuk apa dia cemburu."


"Kau sungguh mencintainya ?"


"Entahlah. Aku memikirkan eonnie dari pada masalah perjodohan ini."


"Kenapa ?"


"Eonnie selalu terperangkap dalam rumah ini. Sejak aku berada di rumah ini untuk pertama kali jarang sekali melihat eonnie memiliki teman dan selalu saja belajar dengan guru ataupun dosen privat. Ketika aku bertanya pada appa, eomma dan eonnie Via mereka hanya menjawab jika Eonnnie ingin di rumah saja dari pada di luar. Padahal dunia ini sangat indah dan luas jika eonnie ingin berkeliling. Eonnie seperti terisolasi dari dunia luar. Ia tak punya teman kecuali kalian berdua bahkan kekasih pun tak ada. Jika aku berada di posisi eonnie maka aku bisa gila."


Akhirnya aku bisa mengeluarkan semua unek-unek'ku selama ini. Hanya Siwon yang aku jadikan tempat aku bersandar selama ini ketika aku sedang bersedih atau ada masalah. Aku memandang Siwon oppa terdiam. Apa yang ia pikirkan ?


"Aku berharap eonnie bisa bahagia bersama pria yang ia cintai. Ahh.. andai saja aku bisa berjalan lagi maka aku bisa membawa eonnie jalan-jalan."


Aku seperti orang bodoh saja berbicara sendiri. Ayolah Siwon oppa bicaralah.


Eh..


Siwon oppa menangis. Baru pertama kali aku melihatnya menangis. Ada apa dengannya ?


Oppa jangan membuatku sedih dengan melihatmu lemah seperti ini ?


Apa yang terjadi padamu ?


Pada tengah malam kami semua terbangun karena mendengar teriakan Kyuhyun. Ash kenapa ia berisik sekali ? Aku melihat seorang pelayan tengah membuka pintu kamarku dengan segera aku memintanya untuk mendudukanku di kursi roda kemudian mendorong kursi roda ini menuju dapur. Begitu aku sampai eonnie sudah keadaan pingsan. Siwon oppa menggendongnya ke kamar.


Siwon oppa... wajahmu khawatir sekali ?


Hanya Eonnie pingsan kau bisa seperti ini ?


Aku merasa sesak.


Aku cemburu.


Eonnie mendapatkan semuanya.


Bahkan Siwon oppa..


Ini tidak adil..


"Eonnie mendapatkan semuanya. Kasih sayang eomma dan appa, perhatian dari kalian, bahkan Siwon oppa pun sepertinya menyukainya." Aku mengatakan yang sebenarnya di dalam hatiku.


"Jadi secara tak langsung kau menyukai Siwon Hyung ?"


Aku mengganguk, "Kau sudah mengetahuinya bukan. Itu tidak akan bisa merubah semuanya."


"Jika aku meminta agar Siwon menggantikanku kau ingin ?"


"Kau gila ? Aku tak mau merusak hubungannya dengan eonnie."


Apakah aku harus melakukan hal itu ?


"Ck.. Kau cemburu pada kakakmu sendiri ?"


"Aku tak cemburu hanya saja..."


"Hanya saja ?"


"Aku iri padanya."


Ya. itu kalimat yang cocok.


Aku iri pada Kim Via eonnie.


Sangat iri...


~END~