It's Okay Even If It Hurts

It's Okay Even If It Hurts
Episode 6 : (Siwon Side)



Kisah percintaan macam apa ini... aku sudah terbiasa mendengar cinta segi 3 atau apalah itu tapi ini gila.. Segi 4 dan semuanya bertepuk sebelah tangan. Semuanya tersakiti. Aku tak tahu harus melakukan apa. Mendengar Via mempunyai keadaan buruk sejak kecil malah semakin buatku tak bisa jauh darinya. Terlebih lagi ketika aku tahu bahwa ia menyukai Kyuhyun. Aku juga tak bisa berbuat apa-apa. Oke kalian mengira aku ini pengecut karena tak merebutnya dari Kyuhyun, tak bisa membuatnya jatuh cinta padaku, tak pernah menyatakan cintaku padanya...


Aku tak mau menambah bebannya lagi dengan memikirkan perasaanku. Sudah cukup ia pusing dan menderita karena paru-paru sialan itu yang tak berfungsi. Kesedihannya semakin menjadi-jadi ketika mendengar Kyuhyun dan Nana akan dijodohkan. Kim Nana, andaikan saja kau tahu penyakit eonniemu ini apa yang akan kau lakukan...


Kau akan merelakan Kyuhyun untuknya ?


Atau tidak..


Ahhh... sungguh cinta yang rumit dan menyebalkan yang pernah aku alami. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku bisa menyukai Kim Via sebenarnya aku sudah curiga terjadi sesuatu padanya sejak kecil. Sejak Via berumur 6 tahun dan Aku serta Kyuhyun 8 tahun. Kami memang seumuran hanya berbeda bulan saja.


~Flashback~


Saat itu kami asyik bermain ayunan di halaman belakang rumah Via. Gadis kecil itu begitu cantik sekali dan manis. "Kita akan main apa nih ?" tanya Kyuhyun kecil pada kami berdua. Aku dan Kim Via.


"Bagaimana jika kejar-kejaran ? Siapa yang menang maka ia lah yang bebas memerintah selama 1 hari ?" Saranku.


Mereka setuju. Kami bermain gunting, batu, kertas untuk menentukan siapa yang kalah. Ternyata itu adalah Kyuhyun. Aku dan Via segera berlari untuk menghindari Kyuhyun. Jika pria kecil itu dapat menyentuh salah satu dari kami berdua maka ia kalah. Aku berlari masuk ke dalam rumah Via. Tak lama aku dengar Kyuhyun bersorak gembira karena Via berhasil ia sentuh. Aku melihat Via terduduk di atas rumput tapi kenapa wajahnya begitu pucat ? Denagan segera aku memanggil orang tuaku dan orang tuanya.


Akhirnya Via dibawa ke Rumah sakit. Aku dan Kyuhyun tidak tahu kenapa dan apa yang terjadi pada Via. Yang jelas kami kena marah dari orang tua Via. Gadis kecil itu tak boleh berlarian kesana kemari. Ketika aku bertanya kenapa mereka tak menjawabnya. Sejak kejadian itu aku dan Kyuhyun hanya diperbolehkan bermain game computer atau belajar. Huft.. membosankan.


"Maaf ya karena aku kalian jadi dimarahi." Ucap Via kecil saat kami berada di kamarnya.


"Kau sakit ?" (Kyuhyun)


Via menggeleng.


"Lalu, kenapa kau jatuh ke tanah ?"


"Hanya sesak nafas. Tubuhku mungkin terlalu lemah dan tak pernah berolahraga."


"Kau mau mengajakku keluar dari rumah ? aku ingin ke taman bermain, ke mall dan ke pantai."


"Ya.. asalkan kau tumbuh menjadi gadis yang cantik suatu saat nanti aku akan mengajakmu." Kyuhyun kecil pergi meninggalkan kami berdua.


"Kau sungguh baik-baik saja ?" tanyaku khawatir.


"Aku tak apa Siwon oppa."


"Lihat oppa bawa apa untukmu ?"


"Kyaaa.. boneka kesukaan Via."


Melihatnya tersenyum sebuah hal yang sangat ingin terus aku lakukan. Aku tersenyum sembari mengacak pelan rambutnya. Dia memang gadis yang manis dan penurut. ~Flashback End~


Untuk pertama kalinya aku menangis dan itu di depan Kim Nana karena mengetahui bagaimana lemahnya keadaan Via dari aboenim. Aku tak menyangka gadis manis kecilku tumbuh menjadi gadis yang harus menanggung keadaan internal tubuhnya sendirian. Ingin sekali aku berada disisinya kalau perlu aku berharap aku dijodohkan dengannya agar bisa menemaninya setiap hari. Tapi semua itu sia-sia bukan..


Sepertinya Via menyukai Kyuhyun,.. terlihat dari caranya menatap Kyuhyun ketika berbicara dengan Nana. Sering sekali Via pingsan dan itu selalu membuatku takut. Terakhir kali ketika di dapur Kyuhyun berteriak minta tolong. Ketika aku sampai Via sudah berada di lantai dengan segera aku membawanya ke kamar.. Aku takut... Takut sekali...


Aku takut ia pergi untuk selamanya..


Aku takut ia pergi sebelum aku mengatakan jika aku menyukai dan mencintainya sejak lama...


Aku takut jika aku tak bisa hidup tanpanya...


~END~


*End dari sisi POV Siwon