
...Sekali pun ingin mengelak sebuah perasaan, namun yang namanya hati tidak pernah dusta...
^^^Farez bayu leksmana^^^
^^^********************^^^
Bintang'pov
"Bro, pasti ini kerjaannya doi luh tuh hahaha(terpingkal- pingkal sambil memegang perutnya) wonder women bro.. dia satu-satunya yang giniin luh hahaha"
"Gila ya gue?(sudut bibirnya sedikit terangkat) bisa-bisanya gue suka tuh cewek. Dasar cewek ajaib uuh makin love love gue" kata gue sumringah
"Namanya cinta bro sekalipun mau mengelak dari sebuah perasaan, namun namanya hati gak bisa dusta, bro hati tuh jujur dan akan memancar ke mimik wajah" ucap farez teguh sambil menepuk nepuk bahu gue
"Dan ini buktinya, luh yang dingin kaya es balok bisa dibuat sinting sama seorang c e w e k" farez menggelengkan kepalanya
"Hmmm " kata gue mengangguk-nganguk
"Nanti luh juga ngerasain apa yang gue rasain bro" ucap gue
"Yoi" katanya singkat
"Halo tolong lo ambil motor gue di sekolah bawa ke bengkel" gue tutup dengan sepihak tanpa mendengar jawaban di sebrang sana
"Bro bro luh masih aja dingin, gimana si doi mau luluh coba liat tampang es balok kayak luh" ejeknya
"Ya elah beda dong bro, kalau sama dedek manis mah kudu ekstra manis nis nis dan nyetok kesabaran yang banyak" kata gue mesem mesem
"Dasar muka dua" katanya
"Serah gue lah, ayok jalan gue nebeng dulu" kata gue datar
"Serah gue dong!! Masalah buat luh?"
"Lagi pms luh sewot mulu"
"Bodo"
Dan akhirnya si farez ngalah juga ma gue dan memilik diam sambil mengendarai motor yang gue tebeng.
RUMAH BINTANG
Bintang masih belum bisa percaya bisa-bisanya dirinya ditolak oleh seorang gadis tanpa perasaan padahal selama ini dirinyalah yang selalu mengabaikan gadis-gadis pemujanya, mengabaikan segunung coklat dan surat-surat cinta yang secara rutin tertimbun di loker atau bangkunya tanpa bosan meski sering kali disedekahkan pada teman-temannya atau berakhir di tong sampah. Namun gadis ini berbeda, Pelangi jangankan mengejar-ngejar bintang tersenyum saja ogah.
"Apa pesona gue udah luntur ya... (sambil berkaca di depan cermin) ah ganteng gini kok" kata bintang narsis
"Bisa-bisanya pesona gue ini kagak mempan di depan tuh cewek.."
"Apa loe kurang sesajen..? plak (bintang menabok bibir farez)"
"Sembarangan loe kalo ngomong, pesona gue ni dari sang pencipta tahu.. ketampanan hakiki no jaran goyang, no semar mesem poko'e ini pesona adalah nikmat yang tidak mampu gue dustain paham gak loe"
"iya iya.. sakit tau loe gak nanggung-nggung nabok gue.. gimana kalo kegantengan gue ambyar gegara cap lima jari lo yang bertengger di pipi mulus gue... lo bakal berhadapan sama mami gue.. ****** loe gue aduin ke mami biar loe di ceramahin tujuh hari tujuh malem loe" sewot farez sambil mengelus pipinya yang sedikit nyeri
"Huh GGAM loe.. ganten-ganteng Anak Mami loe. Tukang ngadu" balas bintang
"bodo.. gue balik deh.. males gue disini nemenin GGD.. GANTENG-GANTENG DITOLAK haha" ejek fares langsung kabur.
"sial loe.. pergi loe sono!" teriak bintang.
"udah ah pusing gue..cinta emang bikin pusing ae huhf" kata bintang lalu membaringkan tubuhnya dan langsung tertidur.