
"Bukan sok jual mahal, nyatanya hati bukan jualan dan hati ini terjadang memilih logikanya sendiri"
Pelangi khairunnisa
.....................
Disebuah kamar bernuansa putih dua gadis sedang menyiapkan perlengkapan mos untuk besok. Tanggo, pete, coklat, permen dan sapu tangan. Semua perlengkapan di simpan satu persatu dalam sebuah tas yang terbuat dari sebuah karung lalu mereka letakkan di meja belajar berwarna putih.
Rain pov
"Ngi tadi kamu dihukum apaan sih? Kok kamu biasa aja gak kayak aku yang capek bingit ini" tanya ku penasaran sambil menyusul pelangi tengkurepan di kasur ku
"Ih kepo"
"Kamu mah gitu... secara kamu nyantai gitu.. bikin penasaran aja" desakku padanya
"Ok aku ceritain.. tp jangan jantungan loh ya" katanya kemudian menarik napas
"Ih buruan" tak sabarku menunggu ceritanya.
" sabar ih"
" Tuh senior mesum masa aku di hukumnya pakai kiss kiss an... ya aku tampollah tuh orang" tuturnya membuatku syok
"Sumpah kamu udah gilaaa" kataku mendelik
"Ya ampun pelangi kamu tuh nekat banget sih, giman lok senior mesum itu tersungging eh tersinggung sama kamu terus dia bakal ngegentayangin kamu selama di sekolah, terus kalau kamu di kasih jurus semar mesem sama jaran goyang gimna terus parahnya di nyantet kamu gimana?" Lanjutku ngeri
"Hmmmm.. salah dia kenapa kegenitan" ucapnya tanpa beban.
"Tapikan kamu bisa nolak baik-baik kan gak usa..."
"Bukannya kamu juga ngedorong senior yang katanya kebo itu?" potong pelangi memicingkan matanya
"Itu kan kare..."
"Sama aja titik." Tegasnya
"Ih kamu mah gitu.." kuhentak-hentakan kaki dikasur sambil memanyunkan bibirku
"Ngomong- ngomong kamu enak banget deh cuma gitu doang nah.. aku harus secapek ini.. ini namanya tidak adil! Enak di kamu bangkrut di aku" dengusku
"Hmmm kan kamu biang masalahnya" katanya cuek
"Ih kan kita bestfriend forever ngi... "
"Terus" jawab pelangi sambil menyerngitkan dahi
" ya berat sama di pikul ringan sama di jinjing dung" kataku berkobar
"Masalah buat aku gituh" katanya acuh
"Ih pelangi mah gitu.." rajukku sambil mengembungkan pipi cabiku
"Hmmm drama" katanya melengos meninggalkan aku sendiri.
Rein pov end
***
Pelangi pov
Malam ini aku menginap di rumah rein alasanya supaya esok kami tidak telat lagi. Setelah makan malam kami pamit ke kamar rein.
"Mon, dad rein sama pelangi keatas duluan ya mau istirahat bye" pamintnya
"Pa ma duluan" kataku tersenyum sopan pada mama papa rein yang sudah seperti orang tuaku sendiri.
"Jangan tidur larut malam" kata mommy rein mengingatkan
"Ok" jawab kami sambil mengacungkan jempol
** dikamar rein
Dreeet dreeet (anggap aja getar hp😂) hp ku berdering sepertinya ada pesan masuk, Lalu ku buka pesan tersebut dari no yang tak ada dalam kontakku. Setelah membaca pesannya aku sudah tau siapa pemilik pesan ini membuatku muak dan malas meladeninya
Selamat malam adik manisku😚
19.00
Hai
19.05
Adik manis
19.10
Hallo😢
19.15
Yah cuma di read😑😑
Siapa?
19.30
Nunggu udah lama cuma dibales satu kata😬😧
19.32
Di save ya adik manis😄
Read
"Bodo amat" gumamku sambil menutup aplikasi whatsapp ku
Kutengok sebelah kiriku rein sudah terbuai mimpinya mungkin dia sangat lelah karena hukuman tadi. Aku pun sudah sangat mengantuk, saatnya menyusul rein ke dunia mimpi, kuletakkan handphoneku di atas meja rein dan otw dunia mimpi
Pelangi pov end
***
Ditempat lain seorang laki-laki sudah melempar hpnya lalu menjatuhkan tubuhnya pada kasur king size nya itu. Laki-laki itu memejamkan kedua matanya sambil menahan kesal.
"Ezzzz kampret emang" desisnya sambil mengusap wajahnya kesal
"Adik manis menyebalkan, sok jual mahal sih padahal diluar sana banyak yang nguber-nguber gue.." katanya kesal
Laki-laki itu beranjak dari ranjangnya menuju sebuah cermin di samping ranjang tidurnya.
" Lagian Kurang apa coba gue? Ganteng? dari orok, tajir? Tujuh turunan, pesona jangan ditanya... nenek-nenek bakalan pingsan liat muka ganteng gue" kayanya narsis di depan cermin di dalam kamarnya
"Gue bakalan bikin lo bertekuk lutut gadis manis" seringainya
Bintang pov
Kenalin nama gue Bintang al khair umar, anak tunggal ibrahim umar dan ayudia nintias. Umur gue 16 tahun dan status single. Gue sekolah di SMA milik keluarga gue, so karena status gue itu anak pemilik sekolah membuat banya cewek-cewek semakin gencar buat dapetin gue secara gue tajir, anak tunggal, dan ganteng pula.
Kata sohib gue dan orang di sekeliling gue, gue tuh orangnya dingin, cuek dan apa yang gue mau harus gue dapetin, tapi bener juga sih haha.
A bout love... gak ada di kamus gue. Cinta itu cuma bikin lemah dan gak guna. Tapi itu dulu gengs sebelum gue bertemu dia semua berubah, apa ini cinta pandangan pertama? Apa cuma rasa penasaran gue aja? Tapi yang pasti gue harus milikin dia.
Yang gue tau namanya Pelangi khairatunisa, usia 15 tahun dan ia memiliki wajah manis di wajah tenangnya. Tatapan matanya kosong seakan tak bergairah untuk hidup. Dan dia menarik, menarik sisi ke lakian gue untuk memiliki seseorang huahaha(tawa setan).
Dia gadis yang berbeda, dia gadis pertama yang menolak pesona seorang Bintang. Bahkan dia menampar pipi ganteng gue, tapi itu yang bikin gue semakin tertarik padanya.
Gue tersenyum sambil mengelus-ngelus pipi bekas tamparannya.
"Suatu saat lo bakal nyium pipi ini adik manis" bibirku tersunggin membentuk senyuman
"Lebih baik gue tidur aja, sampai ketemu besok adik manis. Selamat malam" kata gue mulai aneh dengan diri gue sendiri
Udah ah sepertinya gue mulai gila karena tergila-gila sama cwek hahaha
Bintang pov end
#Bintang and Pelangi