In Hearts

In Hearts
*1



" **Terimakasih selalu menjadi telinga setiaku menjadi penasehatku, yang tidak menjadi budek setelahnya😆**"



Raina rezia putri\*\*


###---------------------------'''''''


Pagi yang mendung sang mentari sepertinya tak ingin menampakkan senyumannya sekedar menyapa riang dedaunan semesta, ah sungguh mahal senyumnya saat ini dan keadaan itu sangat kontras dengan seorang gadis yang nampaknya begitu antusias untuk bersekolah ah tidak gadis itu berheboh ria grasak-grusuk mondar mandir seperti setrikaan lagi tauran(😆) sampai kehebohan itu terhenti sejenak ketika kaki mungil gadis itu tersandung perlengkapan MOS nya sendiri.


Gadis itu bernama Raina rezia putri, gadis mungil bersurai panjang nan lebat itu kini akan menghadapi masa orientasi siswa di SMA SURYA GEMILANG.


Disisi lain sudah bertengger manis (bukan burung ya hehe) sahabat kentalnya yang duduk bersila dengan sebuah novel diatas kasurnya, seolah-olah dunia itu miliknya hanya miliknya seorang. Menurutnya novel yang dibacanya lebih menarik dibandingkan aktivitas sahabatnya itu . Raut wajahnya selalu berubah seiring apa yang dibacanya, saking asyiknya hingga dia tidak menghiraukan sahabatnya yang sudah mempora-porandakan seisi kamairnya sendiri.


Hari ini kamar yang biasanya sangat tertata rapi kini sudah semraut tak karuan seperti baru diserang negara api. Barang-barang berserakan karena ulah jam yang terus berdetak (tik tak tik tuk) yang bagi rain suara yang menegangkan yang mana mengingatkan bahwa ia bangun kesiangan.


Rain'pov


"Oh my god...dimana karet rambut ku, sisir mana sisir mana sisiiiiiiir..."


" hmmm" pelangi hanya menanggapiku dengan kata yang paling menyebalkan bagiku


'Nih anak kebiasaan dek, bikin kesel'


"Hmmm udah gak usah menggrutu, gak bakalan beres, suruh siapa begadang nontonin drakor hemm?..udah tahu mau MOS tetep ngeyel"ceramahnya panjang lebar masih dengan novel tercintanya


"Ih ....! Bantuin cariin dong, kamu mau kita telat hah?" Gerutuku dengan kesal


"Kamu mondar mandir aja bikin aku pusing gimana mau bantuin coba" dengan tenangnya dia menjawabku tanpa memalinkan bola mata indahnya dari kekasihnya itu (novel)


"Ya... bantuin aku nyiapin perlengkapan mos kek, beresin kamar aku kek.."


"Kamu masih mau ngomel-ngomel sampai bibir kamu doer? Noh liat jamnya" lagi-lagi ditanggapi santai oleh sahabatku Pelangi


'Nih anak gak ada cemas-cemasnya uda..'


Belum selesai batinku menggerutu pelangi dengan tenangnya menjawab


"Cemas juga gak bikin kita selamat pagi ini"


"Ih mulai deh sok cenayangnya" ejekku pada Pelangi yang kini beranjak dari kamarku


"Hmmm" gumamnya sambil perlahan menghilang dibalik pintu..


"Lah tuh anak main minggat ae"


Aku pun bergegas menyusulnya membawa segala gal yang masih belum sempurna 'biar deh lanjut di jalan aja ' pikirku


**


Masih Rain'Pov


Kami sudah berada didalam mobil untung saja hujan sudah reda so my day gak terlalu suram haha... eddddah.. aku sampai lupa sudah telat dan rambut ku masih belum siap😢


"Ngi kepangin rambut aku dong, cepetan biar kita sampai sekolah udah kelar jadi hukuman kita gak bakal plus plus kan kamu ta..." cerocosku hingga pelangi mulai jengah dan diletakkannya buku itu ke dalam tas biru miliknya dan mengalihkan pandangan pada rambutku


Aku melihat ekspresinya pun segera memberi perlawanan


"Kamu mah enak ngi.. rambut kamu gak sepanjang rambut aku dan tanggal lahirmu gak sebanyak aku" bela ku cemberut


"Hmmm"(sambil fokus pada tugasnya mengepang rambutku) respon menyebalkan itu membuatku bosan padanya..ehh enggak ding hehe meski begitu i love pelangi love love forever, ini kasih sayang sebagai saudari dan sahabat loh jangan salah paham guys hihi... rein masih normal loh


"Ngi..." panggilku


"Hmmmm" sahutnya dengan malas


"Ngi..." panggilku lebih keras


"Hmmmm" sahutnya tetap tak bergeming


"Pelangiii" aku semakin kesal dengannya


"Iya" jawabnya lagi


"Ih bawel, apa" dengan pasrah diapun mengalihkan perhatiannya padaku


"Ah akhirnya oh Tuhan....aku dapat perhatian incess pelangi khairunnisaaa, apa aku mesti teriak dulu supanya diperhatiin gituh?" aku menghela nafas


"Kamu gak takut gitu dihukum senior?" Lanjutku


"B aja?"sautnya santai membuatku kesel-kesel gemas


"Ih kok b aja sih sayangku, cintaku honny banni sweetyku..." kataku gemas sambil mencubit pipi tembemnya


"Isssh"desisnya menatapku dengan tajam


"Hehe sorry sorry" cengirku sambil mengangkat tanganku membebtuk simbol damai


"Kamu sih aku lagi cemas kamu malah anteng-anteng aja di kasih makan apa sih kamu tuh muka kok datar mulu"


"Makan batu" jawabnya ketus


"Lagian kamu yang salah masa aku wajib ikut cemas rugi dong akunya"


"Ih jahat banget sih tidak berperi sahabatan" kataku cemberut


"Bodo"sahutnya malas


"Apes banget deh hari ini masa baru pertama masa putih abu-abu udah punya image buruk mana di hukum belum lagi kalau hukumannya di jemur...! Oh noooo aku nanti kayak ikan asin mama papa kaka rain ogah jadi ikan asiiiiin, kulit aku item, aku bau keringat, dekil terus oh my God aku bisa dehidrasi terus pingsan dan apalagi aku belum sar.." kemudian aku terdiam ketika melihat ekspesi pelangi yang membosankan


  "Udah?"


Tanya pelangi ogah ogahan


'Wah ngajak gelut nih anak' kesalku dalam hati


"Ih aku tuh gak"   


"Aku pusing dengerin kamu aku keluar dulu, kalau kamu belum selesai silahkan terusin aja aku ikhlas sungguh"


"Hah?" Kataku terngaga dengan responya yang kejam banget hiks hiks nasib nasib punya sohib begini amat


"Non udah sampai" kata mang diman (supir pelangi) menyadarkanku


"Rai....n kamu mau nginep di mobil?" Aku tersentak dengan kata-kata pelangi yang dengan santainya berjalan menuju gerbang sekolah


"Ngi... tunggu..akuuuu" teriakku.


Pelangi menhela nafasnya "hmmm"gumamnya lagi


"Hoosh hosh (anggap aja suara ngos ngosan😂).. ih tega deh sama aku" rajukku cemberut


"(memutar duo bolanya jengah dan melenggang pergi) ayo kamu gak liat kakel udah tandukan hmm?"


'Mati lampu..eh mati aku maksudnya'


"Sepertinya banteng betina bakalan nyeruduk hari ini hiii"kataku berbisik pada pelangi


"Dasar kamu tuh ya" katanya geleng-geleng


"Tadi siapa yang takut hem?" Lanjutnya


"Ya ya ya siapa ya emmm anak kucing kali hihi" elakku


"Lucu sih ada badut kayak banteng siap nyuruk tuh tinggal tambbah asep di idung terus kain merah jadi deh fantastis haha" kataku pelan


"Yah selamat mempertebal kuping aja" katanya acuh


Rain'spov end


Mereka terus melangkah menuju tengah lapangan sambil berbisik-bisik ria lebih tepatnya bisikan rain yang konyol tanpa mereka hiraukan sedari tadi banyak siswa baru dan senior sudah menatap mereka berdua dan tatapan para siswa lain yang mengiba sedang yang dipandang seolah tak berdosa bagai bayi baru lahir. Dengan santainya pelangi menghampiri seniornya di lapangan sedang disampingnya sahabat tercinta tengah sedikit merinding melihat semua sorot mata mengarah pada mereka yang menjadikannya sang pemeran utama.


'Berasa jadi artis, aku kan emang syantik rain gituloh anaknya mommy Reysa dan deddy Ramon' narsis rein dalam hati


#😊 mohon saran dan kritiknya teman dengan bahasa yang santun ok😘