In Hearts

In Hearts
*3



Serumit apapun kehidupan, pasti akan ada titik penyelesaiannya. Itu tergantung mau tidaknya hidup itu dihadapi.


Pelangi khairatunnisa


###.................''"


Di tempat lain tepatnya di bawah pohon seorang gadis yang berjuang untuk membangunkan seniornya yang memejamkan mata dengan sebuah ear phone di kedua kupingnya.


"Kak... kak kak bangun" gadis itu menepuk nepuk pipi laki-laki yang menjadi seniornya itu.


"Ih nyebelin banget sih, dasar senior kebo" gadis itu berdecak sebal.


"Dasar GGK gateng-ganteng kebo ih jangan salahkan aku ya kalau kakak menerima tindakan kekerasan" gadis itu menyeringai lalu melaksanakan misiny


"Hiyaaaak... jurus membangunkan kebo....!" Semangat 45 gadis itu mengguncang sang senior.


*Bukkk*


"Auuuu" laki-laki itu mengaduh sakit pada bokongnya yang sudah mendarat ditanah.


"Ha ha ha" tawa gadis itu menyadarkan seniornya dan dengan nada dingin senior gadis itu berucap-


"Lo.. yang dorong gue hah?


"Ha h.." gadis itu langsung mengatupkan dengan rapat bibirnya, lalu dengan sok beraninya gadis itu menjawab


Rain pov


'******'


"Aku terpaksa lakuin itu, suruh siapa kakak kayak kebo. Aku kan capek bangunin kakak dari tadi"


"Sebelum kakak tanya aku mau bilang duluan kalau aku kemari di suruh kakak yang aku gak tau namanya ke kakak buat nerima hukuman" cerocosnya lagi


"Hmmm"katanya sambil memelototiku


"hmmm karena lo udah bikin gue jatoh. Hukuman lo bakal gue tambah lebih berat" lanjutnya dengan rajam


"Tap.." aku mau mengelak, baru mangap udah dipotong si kakel kebo ganteng eh.. 


"Lo lari keliling lapangan 10 kali dengan menirukan gayanya monyet" titahnya padaku


"Tap..." lagi-lagi ucapanku terpotong olehnya


"Se ka rang" tekannya


'Nyebeliin nih kebo'


"Eh iya kak" jawabku kaget.


"Ih nyebelin banget sih, dasar kebo" gumamku dengan kesal


"Apa lo bilang" katanya dengan suara lebih tinggi.


"Hehehe eng-engak kok kak" sergahku sambil nyengir kuda dan aku buru-buru ke lapangan.


'Huff syukur si kebo gak denger jelas, bisa tambah  berat nih hukuman' aku bernapas lega.


Sepanjang jalan kenangan... eh kok aku  malah nyanyi  sih haha. Ok kembali ke cerita


'Oh Tuhan apes banget sih aku, udah disemprot nenek lampir di jutekin si kebo disuruh lari  mana udah panas malu lagi. Gimana gak malu coba aku udah kayak monyet si sarimin pergi kepasar huuff.. lengkap deh penderiraan hidup ku hari ini. Badan kepanasan, laper, haus jadi tontonan juga ... iiihhhh si kebo nyebelinnnnnn!!!!! mau ditaro di mana coba mukaku'


Kalau pelangi disampingku nih pasti dia bilang " di depanlah masa di dengkul" hahaha aku udah mesem-mesem sendiri  sambil ngebayangin muka datar pelangi hingga...


"Bukkkk"


Rain pov end


Di pinggir lapangan si senior itu terus memantau adek kelasnya yang sudah membuat bokongnya terasa sakit dengan wajah datarnya.


"Dasar gadis gila" gumamnya. Kemudian dia menhampiri adik kelasnya itu sambil meletakan ke dua tangan di saku celananya


*Bukkkk*


"Auuu... "teriak gadis itu sambil menepuk nepuk debu ditangannya


"Ihh kakak sengaja ya bales dendam sama aku" gadis itu mendongak dan menatap tajam siseniornya itu.


"Itu badan apa tembok sih keras banget, dikira gak sakit apa kepentok mana jatoh lagi. Udah capek, jidat sakit pantat aku juga nyilu. Menyebalkan" gerutuku lagi


"Udah?" Kata si senior dengan tampang datarnya.


"Hmmm" jawab gadis itu malas


Tanpa menoleh si senior berucap lagi "hukuman lo udah selesai" ia pun berlalu


"Heh " gadis itu terperanjat dari kebingungannya tadi


Rein pun beranjak dari tempatnya semula ia menuju kantin dan mencari-cari  pelangi sahabatnya.


***


♡♡Di kantin♡♡


"Huf dimana sih pelangi dimana-mana gak ada. Aku kan dah laper mana haus gila" gumam rein sambil memanyunkan bibirnya¿


Ting ting ting


Dering handphone rain berbunyi


'Kok aku jadi oon sih, napa coba aku gak nelpon tuh anak dari tadi, aish gara-gara si kebo nih' gerutuku dalam hati sampai aku tersadar lagi ketika mendengar suara si pelangi


"Raiiin "suaranya meninggi


"Eh sorry sorry ngi "


"Ngelamun aja.. cepet aku di meja pojok timur." Katanya


"Diman.."


"Arah samping kanan kamu" potongnya


"Oo kam.." sambil menoleh samping kanan.


Tut tuuuuuut


"Ih kebiasaan nih anak gak ada manis-manisnya. Main matiin aja" Kesalku sambil menghampiri pelangi.


Belum sempat aku duduk pelangipun berkata-


"Cepet dimakan tuh bakso, entar keburu jam istirahat habis" semburnya sambil menyeruput es jeruknya


"Iya iya ni aku juga baru mau duduk" dengusku


"Hmmm" sautnya masih menyeruput minumannya


Aku pun bergegas menakan bakso kesukaanku yang telah dipesankan oleh pelangi. Dengan cepat semangkuk bakso dan segelas es jeruk sudah ku lahap habis.


"Rain kamu sampai segitunya" katanya meringis


"Kamu gak tau aja ya aku laper dan kehausan, aku tuh tadi di hukum keliling lapangan mana pakai gaya monyet lagi" sewotku pada pelangi yang kini mulai menutup mulutnya yang ku yakini sekarang dia sedang menahan tawanya.


"Lucu?" Tanyaku jutek


"Makan tuh drakor" timpalnya sadis


"Ih.. oh ya lo dihukum apaan?" Tanyaku penasaran


"Ih mulutnya" katanya mengingatkanku


"uups sorry.. ok aku ralat.. kamu di hukum apaan? Tanyaku lagi


Kebiasaan kami sehari-hari menggunakan bahasa aku-kamu semua ini udah hukum wajib dari nyai pelangi.


"Kepo" selorohnya melenggang pergi


"Ngi.. tungguin" teriakku pelan sambil berlari kecil menyusulnya


'Dasar nih ya temen dak ada ahlak is is aku tuh gak bisa diginiin' gerutu rain yang di tinggal pergi


"Kamu tuh ya bikin aku kesel.." marahku setelah disampinnya


"Aku tuh ngomong sama kamu ngi bukan ngomong sama tembo.."


"K" ucapanku terhenti karena telunjuk pelangi sudah mendarat di bibirku


"Mau dihukum lagi" katanya datar


"Noh" tunjuknya yang sudah berpindah dari bibirku.


"Hehehe" cengirku


'Ogah deh gak lagi lagi gue... kapok kapok' benakku sambil menggeleng gelengkan kepala.