
"Cinta tetaplah cinta, seberapa lama waktu membuatnya ada tidaklah penting. Kenapa? Karena cinta datang seperti angin yaitu tiba-tiba."
Bintang khair umar
"Jika cinta itu angin maka aku tak percaya itu cinta. Kau tahu angin itu tak bisa dipercaya, ia datang dan pergi tanpa permisi. Lalu apa cintamu itu akan setia?"
Pelangi khairatunisa
"Cinta itu adalah hal terindah
Meski akan sakit merasakannya aku tidak kan menyesalinya
Kau boleh meragukan diriku tapi percayalah rasa yang kupunya tidak mengada-ngada"
Bintang khair umar
###
Di pagi yang cerah dua gadis telah rapi dengan setelan mos nya tengah duduk menikmati sarapan dengan tenang.
"Kalian naik angkot aja ya.."
"Mang damar mau nganterin mama jengukin tante Tias di rumah sakit. Papa juga udah buru-buru berangkat tadi pagi"
"Ih mama kok gak ngasih tau dari tadi sih"
"Aduuh bisa-bisa telat lagi nih.." Gerutu gadis itu lagi dengan sigap berdiri.
"Udahlah rein.. ayo kita buruan berangkat keburu gak dapet angkot." Kata gadis satunya setelah meneguk susunya hingga kosong.
"Yuk deh.. berangkat ya ma. Wassalamualaikum." Diciumnya tangan sang mama lalu merekapun segera berangkat ke sekolah.
**********
Rein pov💧
Hadeh perasaan apes mulu dari kemaren, kemana sih angkotnya. Ini lagi penampilan kayak orang gila, mana diliatin orang lewat lagi.
"Ngi kamu nyantai amat? kamu gamalu napa kita diliatin orang udah kayak badut ancol" kataku cemberut.
"Sekali-kali latihan mental rein" ucapnya cuek.
"Ih kamu mah gitu, kamu kan enak kemaren cuma digenitin.. lah aku bayangkan ngi... !! Aku udah kayak monyet mana disuruh lari keliling lapangan yang panas tau"
"DK. Derita kamu" katanya tanpa perasaab tidak menghiraukan ku yang sedang mengomel.
'ngidam apaan sih bunda sampai punya anak macam ini astaga... untung reni yang cuanti jelita ini cantik lahir batin'
tiba-tiba
Tin tiiin tiiin
"astagaaa" kagetku
"istighar rein" pelangi mengingatkanku
"hehe" cengirku"
Dua motor ninja berhenti didepan kami. Apakah mereka sang ninja hatori tetangga naruto dan doraemon ah dasar gue udah mulai kagak beres, lupakanlah balik lagi ke cerita, Aku tidak mengenal mereka siapa, mungkin cuma ingin bertanya alamat saja.
"Hai adik manis.." ucap seorang sambil membuka helmnya.
"Butuh tumpangan?" Dengan mengedipkan pada pelangi.
Ternyata kedua laki-laki itu kakel kami si kakel genit dan kakel kebo.
"Makasih" jawab pelangi dengan sinis.
Ternyata si pelangi punya dendam nyi pelet ini gaswat bisa berabe nih kalau bermasalah sama kakel apalagi kita murid baru.
"Makasih kak, kita bisa..." kataku ramah supanya mereka tidak tersinggung.
"Lo pada mau kita hukum lagi? Sebentar lagi udah masuk" kakak kebo memotong ucapanku dengan gaya sok coolnya itu.
"Mana ada orang yang hobi di hu..."
"Bawel buruan ikut apa enggak!" si kakak kebo tidak sabaran.
'serobot terus bang....!! kesel gue ini kan negara demokrasi masa ngomong aja di potong potong. Kalau harga baju di potong mah ok bae'
"woy!! malah ngelamum." kakel genit mengagetkanku
"eh.." sadarku
'Ikut gengsi. Gak ikut entar dihukum lagi. Ih mana sih ni angkot.' Gerutuku dalam hati
"Ya udah lok gak mau. Bye"
"Eh.. kita ikut kak" sergahku cepat.
"Ta.." pelangi hendak protes
Dengan cepat ku tarik tangan pelangi lalu mendekat pada dua kakel kami.
"Ngi kita gak punya waktu ayook"
Pelangi pun pasrah mau bagaimana lagi, angkot yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.
Rein'pov end💧
Bintang pov
Gue gak pernah se semangat pagi ini, bisa ditebak kenapa? Yap karena pagi ini dan seterusnya gue bakalan ketemu adik manisku.
Pagi ini senyumku tak pernah pudar dan hatiku seperti bunga yang sedang bermekaran. Sampai sampai sahabatku farez menatapku heran.
"Lo kesambet di apaan bro"
"Pagi-pagi udah senyum-senyum gak jelas" lanjutnya sambil mengerutkan dahinya bingung.
"Gue kesambet pesona adik manis men" jawabku dengan senyum sumringah menuju motorku.
Ku hidupkan motor tercinta setelah memasang helm full face ku dan di sampingku farez masih terheran-heran dengan sikapku.
"Woy.. bengong aja"
"Ayo cabut kuy"ajakku sambil menjalankan motorku pelan meninggalkan pekarangan rumah.
Farez pun menyusulku dan memposisikan diri di sampingku. Kami berjalan dengan santai dengan senyuman yang tak pudar dari bibirku.
'Apa jatuh cinta bikin gue gila sampai-sampai berhalusinasi' bisik batinku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
"Adik manis"aku tersenyum.
Ternyata yang ku lihat bukanlah halusinasi dia memang benar adik manisku. Ku menepi pada dua gadis itu dan farez ikut menyusulku.
Jodoh tak kemana setelah pergulatan membujuk adik manisku dan sohibnya akhirnya sudah bertengger manis di boncenganku meski mukanya merengut kesal. Aku semakin bersemangat dan ku ambil tangannya ku buat melingkari perutku dengan ku pengang dengan tanganku yang bebas.
Dia tersentak kaget atas perlakuanku. Adik manisku hendak memprotes namun ku sambar dulu haha..
"Ap...."
"Gue gak mau lo jatuh, badan lo kan mungil gue takut lo kebawa angin. Karena gue mau ngebut" kataku tenang.
'Ini yang namanya kesempatan dalam kesempitan' kataku dalam hati kegirangan.
"Ih.. dasar kakel genit cari-cari kesempatan aja" gerutunya sambil mengkrucutkan bibirnya ah unyuuu dan manis deh jadi pengen cium eh entar gue di gampar lagi *sambil meringis*.
***
Disekolah banyak pasang mata menatap kami, wah bakalan jadi hot news nih secara gue ini pangeran disini. Dan banyak peminatnya haha.
"Kak... lepasin ih" katanya kesal karena gue gak gubris.
"Kakak budek ya?"
" adik manis.. entar lah dulu abang ganteng masih nyaman dipeluk adek manis" kataku santai.
"Ihh ganjen, genit kurang belayan. Lepas ih" katanya kesal sambil melotot.
"Hmmm ok.. tapi janji nanti pulang sama abang ganteng" ku kerlingkan mataku.
"Ngak" katanya jutek
" yaudah" ku pegang erat tangannya.
"Ih...." frustasinya
'1 2 ti..'
" oke" katanya pasrah
"Oke apa? " godaku sambil mengedipkan mataku.
"Oke JANJI PULANG BARENG puas" katanya kesal dan buang muka.
Ku lepas tangannya dan tersenyum puas"ok adik manis.. sampai ketemu nanti" kataku menggoda. Adik manisku hanya mendengus dan pergi dengan kesal tanpa menoleh padaku.
#cinta kadang kala membuat logika tak berfungsi dan error