
..."Langit adalah ruang dimana letak batasnya masihlah misteri Langit itu indah, luas dan luar biasa. Aku harap persahabatan kita seperti itu" ...
..."Meski matahari tidak bersama bulan dan bintang namun mereka tetap di langit yang sama dan semesta yang sama"...
Rein's pov
Lagit itu nama persahabatan kami,dimana disana ruang yang terjalin yang dikonsep sesuai daya hayal kami saat masih kecil. Seperti di langit ada matahari jadi "sunshine" yang memberi keceriaan dan kehangatan, ada bula jadi "moonlight" yang memberi kedamaian dan bintang merangkainya menjadi keindahan.
Sunshine, nama panggilan sayang untuk Pelangi khairatunnisa, sang pemberi keceriaan dan kehangatan namun sejak saat itu awan kelabu membuatnya muram, senyumnya hilang, cerianya memudar dan menjadi dingin.
Moonlight adalah panggilan sayang untuk Raina rezia putri, yaitu gue sendiri yang seharusnya menjadi dewi perdamaian namun tidak, gue malahan jadi biang rusuh namun pembawa keceriaan memoles banyak warna di langit yang kelabu.
Dan bintang atau binbin adalah panggilan sayang untuk Afra gara hardian yang menjadikan persahabat kami indah, menghapus jejak air mata dan tempat bermanja . Ia sang pelindung dari hati rapuh dan ialah sang penopang ketika raga berserta jiwanya hendak rubuh. Dia juga sumber keusilan dan tukang cari perkara sama gue, gak ada namanya kalem dan damai kalau kita berdua di satu tempat.
Flashback
Langit bersinar cerah tanpa awan hanya rembulan yang teduh bersama taburan bintang yang indah.
Sesosok gadis mungil tengah berimaji dalam benaknya, banyak tanda tanya mengenai apa yang tengah di pandangnya. Namun otak mungilnya tak mampu lebih jauh lagi merangkai spekulasi tentang semesta, membuatnya pasrah lalu menikmati keindahan cipta sang kuasa.
Di sisi lain seorang gadis mungil tengah bersih tegang dengan seorang pemuda yang seumuran dengannya
"Ish kamu tuh ya ini kue bagian aku, kamu kan tadi udah makan. Kamu lakus amat sih!!" Pekik gadis itu sambil melebarkan bola matanya
"Ih kamu pelit, kue kamu masih banyak gak mau bagi-bagi" kata pemuda itu sambil merampas kue si gadis lalu kabur
"Ih penculi ! Penculi ! Balikin kue aku!" Teriak gadis itu
"Ambil ni kalau bica!! Wleeekk" ejek sang pemuda
Mereka berlari-lari mengitari meja lalu mengitari sang gadis yang menikmati langit.
Bruukkk
"Au hiks hiks hiks cakit hiks kaki aku beldalah huhuhuhu" tangis sang gadis pengejar kue
"Hu !! Cengeng" ejek sang pemuda
Mau tak mau kegaduhan itu mengganggu sang gadis yang menikmati keindahan langit membuatnya sedikit kesal akan ulah mereka
" gala !!!! Lein !! Kalian gak bosen- bosen belantem terus hah?" Teriak gadis itu berdecak pinggang
Sang pembuat onar menatap ngeri pada kemarahan sahabatnya itu
'Duh' batin mereka meringis
Gadis itu menghampiri sang pemuda lalu
"Aw aw ! Sakit ila" seru sang pemudan yang di panggil gala itu
"Ila lepasin kalau gala mau minta maaf sama lein dan lein mau maafin gala" kata gadis yang di panggil ila itu sambil menarik kuping gala
"I iya ila iya gala inta maaf, lepasin kuping gala ya ya"
"No no minta maafnya sama lein bukan sama ila"
"Lein maafin aku ya udah ganguin kamu yah yah?" Katanya memelas
"Hiks hiks tapi kamu nyebelin " rajuknya
"Lein kata mama kita tidak boleh mendendam, gala kan temen lein jadi maafin gala ya?" Kata ila bijak
"Ya udah aku balikin kuenya" katanya tersenyum lega
Setelah membebaskan kuping gala ila segera merangkul lein membawanya duduk di kursi
"Gala sana kamu ambil obat buat lein ya" perintahnya
"Ok bos" katanya langsung laksanakan tugas
"Hiks hiks pelih"
"Makanya jangan belantem terus, jangan lari-lari , kalo jatuh capa yang cakit kamu cendili kan" omel ila
"Hiks hiks kok kamu malahin aku cih? Kan aku lagi cakit hiks hiks"
"Ila gak malah kok. Ila cuma ngingetin lein aja bial gak jatoh lagi" elaknya
"Iya iya hiks hiks "
"Cup cup cup udah ya lein jangan nangis nanti cantiknya luntur loh" hibur ila
"emang cantik itu galam ya bisa luntur karena air?" Tanyanya polos
"Mencail itu bukan luntur lein" sergah ila menepuk jidat
"Ya pokok itu ilaaa"
"Hmm selah rein deh" pasrah ila
Beberapa saat kemudian gala datang membawa kotak p3k lalu diberikannya pada ila.
Dengan hati-hati penuh perhatian ila nerawat membersihkah luka lein dan akhirnya selesai horeee
Mereka kini duduk berankulan menatap langit dengan posisi ila di antara rein dan gala
"Langitnya indah, luas dan tanpa batas. Ila harap persahabatan kita sepelti langit" harapnya di angguki dua sahabatnya
"Itu (menunjuk bulan) lein, itu (bintang) gala" kata ila tersenyum
"Terus ila yang mana?" Tanya lein
"Ila matahalinya hehe" cengir ila
"Yah kan gak baleng dong kalo gitu!" Jawab lein tak suka
"Ila itu sunshine kalena ila itu sinar keceliaan di antara kita. Kalau lega dan lein belantem ila yang selalu jadi kehangatan dan cahaya yang bikin kita baikan" kata gala menyela
"Meski matahari tidak baleng sama bulan dan bintang namun meleka tetap dilangit yang cama dan memiliki semesta yang sama kok. Bulan dan bintang celalu sama-sama sepelti kalian yang selalu cama-cama cering bikin aku malah." Kata ila bergantian nenatap kedua sahabatnya
"Hehe" keduanya senyum memamerkan deretan gigi ompongnya
"Ok dari cekarang persahabatan kita namanya LANGIT terus gala manggil ila sunshine, telus lein em.... moonlight"
" binbin buat gala" teriak kedua gadis bersamaan
"Ok" mereka pun tersenyum sumringah
Flashback end