
Kadang bahagia itu SEDERHANA, Bebas dari senior kayak medusa misal😆
Raina rezia putri
Bagiku sahabat itu seperti bumbu, menyedapkan masakan seperti menyedapkan kehidupanku
Pelangi khairatunnisa
##..........##
Rein'pov
Syukurlah Tuhan hambamu yang comel ini selamat sampai tujuan setelah terombang ambing diterpa badai.. plaak lebayyy...
"Yeaaaay rein gak di hukum lagi yes yes yes" girangnya setelah menapakan kakinya ke tanah.
"Eh luh ya, bukan bilang makasih malah teriak teriak kayak orang gila" ejeknya si kakel bebo..
"Ih ganggu aja.. serah aku dong namanya juga lagi seneng wlekk" jawabku langsung kabuuuurrrr.
"Eh luh..." teriaknya
'Hahaha rasakan.. emang enak di kacangin'
Langkahku terhenti dimana pelangi tengah berdiri dengan wajahnya yang muram itu.
"Ngi kamu kenapa? Muka kusut dan dan bermuram durja?" Kataku sambil tertawa geli dengan kata terakhirku
"Au ah" katanya melengos dan melenggang pergi.
"Duh tuh anak seneng banget ninggalin daku" dengusku langsung menyusulnya.
Rein'pov end
###
Di lapangan semua siswa baru berbaris rapi mendengar intruksi kakak osisnya.
"Adik adik hari ini hari terakhir masa orientasi kalian jadi hari ini akan dilakukan tour keliling sekolah untuk mengenalkan pada kalian lingkungan dimana masa sma kalian akan dihabiskan. Nanti akan di bentuk beberapa kelompok yang setiap kelompoknya akan di bimbing kakak osis kalian. Dan kelompok kalian akan di bagi oleh kak Puri" jelas ketua osis itu lalu mempersilahkan osis bernama Puri.
"Ok semua kakak akan menyebutkan nama kalian dalam daftar kelompok ini. Dengerkan baik baik karena tidak ada siaran ulang" katanya tegas.
"Kelompok satu : angita ayuni, utari nadia, saras medya, kayla jasmine, damar davari, arjuna burhan, malik zikri, ramadan salman dan reina rezia putri. Osis pembimbing anita mercella dan farezi bayu lesmana"
"Kelompok ke dua: angga putra, marcell jordan, reza aditiya, alea amalia, pelangi khairatunnisa, rosari fernan, gayatri aluna,naura dan osis pembimbing Dea queenzia dan bintang al khair umar
"Kelompok 3 bla...bla...bla"
"Oke sekarang kalian bentuk barisan sesuai kelompok, waktu kalian 5 menit dimulai dari sekarang" dengannya suara peluit puri terdengar.
Suara peluit itu seketika membuat murid baru kalang kabut mencari anggota kelompoknya.
Pelangi' pov
Ku perhatikan semua teman ku yang campur adul buat ku pusing. Aku tetap terdiam di tempat tak beranjak kemana, sungguh aku malas dengan situasi seperti ini.
Setelah otak cerdasku berfungsi akhirnya aku melangkah ke tempat yang lebih tinggi di dekatku berada. Ku ambil buku di tas ajaibku lalu ku angkat tinggi tinggi.
"Kelompok dua kumpul di siniii... " teriakku sekencang kencangnya hingga sebagian besar orang dilapangan menoleh ke arahku.
"Hmmmm" aku hanya cuek aja dengan apa yang mereka pikirin toh ini cara yang aku punya.
Dan akhirnya semua kelompokku sudah berkumpul membentuk barisan. Lalu kami saling berkenalan dalam waktu sesingkat singkatnya. (Lah udah kayak teks proklamasi plaaaak auto lebay)
Pelangi'pov end
"Ok pertama kita pemanasan dulu, kita liat dulu barang yang kalian bawa bla bla"
Skippp ae lah
PARKIRAN
Rein'pov
"Duh gustiii kenapa gini amat ya punya sohip semata wayang" pelangi ngikut kealayanku
"He he he" cengirku sambil membentuk simbol piss (pokoknya yang artinya damai wkwk)
"Jadi kamu mau pulang bareng kakel genit itu?" Tanyaku mulan sedikit serius
"Hmmm, iya" jawabnya lesu
"Ya....h terus aku gimana dong?"
"Pulanglah.." katanya cuek
"Iya maksudnya aku pulang sendiri gitu?" Kataku kesel
"Iya lah.. kenapa takut?" Katanya memicingkan matanya
"Enggaklah, tapi ya gimana yaa aku tanpamu hatiku terasa sepi melompong"kataku sambil mengedipkan sebelah mataku.
"Ya udah sih aku pulang dulu kalau gitu bye" kataku menelas.
"Tunggu.. kita pulang bareng" katanya pelan
"Lah kan kamu mau pulang sama dia..."tunjukku ke kak bintang yang sudah menuju parkiran.
"Liat aja entar" katanya dengan senyum devil.
'Kok aku jadi merinding yak' aku begidik ngeri.
"Hai adik manis!! Nunggu abang ya? Sorry ya tadi abang masih rapat" katanya dengan gaya sok manisnya, emang manis sih.. tapi ya genit gitu sih bikin males. Kak bintang tersenyum miris karena sapaannya ditanggapi acuh oleh pelangi, kejem tuh anak ish ish ish kok bisa ya jadi sohib aku... (ye kamu kan juga gitu rein rada horor lok menyangkut LELAKI*PLAAKKK)
^woy ini kan masih bagian aku ngi kok kamu nebeng sih(kesel)^
(Serah dong wlekkk) ^wah wah nantangin nih^ #STOPPPPP... KEMBALI KE CERITA SEKARANG# (^HIHI sorry bos^)
Ok kembali ke tkp dengan kemirisannya kak bintang tengah mebaiki motornya dan memakai helm.
'Nih anak kenapa lagi dah mesem mesem segala udah gitu gak nyaut sapaan senior lagi' lirikku pada pelangi.
"Hai juga kak.. gak papa kok kak" jawabku dengan pedenya.
"Yang disapa siapa yang nyaut siapa" ejek kak kebo alias kak farez.
"Ha ha ha" lah si kak genit ngetain lagi.. kan daku malu abang...
"Hemmm" dengusku..
"Lah kenapa nih" kak bintang keheranan dengan motornya
"Kenapa bro?"
"Lah ini ban motor gue kok bocor gini" katanya sambil jongkok..
Ku lirik si pelangi raut wajahnya memerah menahan tawanya
'Hmmm aku curiga nih, jangan bilang ini ulahnya' batinku tertawa geli
lalu segera ia menormalkan raut mukanya dan berkata
"Kenapa kak, bannya bocor ya? berari gak jadi dong nganterin aku.. emm gak papa deh kak aku ikhlas dunia aherat(menahan tawa).. ya udah ya kak aku pulang dulu bye"
Tanpa perasaan pelangi melenggang pergi sedang kedua lelaki itu memandang cengo tak berkutik ditempat.
"Woy ngi tunggu dong.. ih punya hobi kok kabur mulu sih"kataku menyusul pelangi.
"Ayo masuk cepet sebelum kakel genit itu sadar" katanya menarikku ke mobil grab
'Lah kapan nih anak mesennya? Ah sudahlah yang penting sampai rumah dengan selamat sentosa hihi' Heranku