
Kesadaran Arty melamun, saat tubuhnya terus terombang-ambing di alam semesta. Normalnya, karena tidak ada oksigen dan ruang hampa di alam semesta cukup untuk membunuh manusia dalam satu menit, dia mendapati dirinya tidak mati.
Pikiran Arty benar-benar hampa dan jernih, itu seperti kertas yang benar-benar baru dan bersih, siap untuk dia menjadi apapun dan melakukan apapun. Benar-benar perasaan yang aneh dan menyenangkan...
Dengan paru-parunya yang kosong dan jantungnya yang hampir tidak berdetak, Arty anehnya merasa nyaman. Dia menyatu dengan alam semesta dan kebesarannya.
Menutup matanya perlahan seolah sedang bermeditasi, indra Arty yang telah dirampas dan tumpul telah menjadi sangat menyebar dan sensitif saat kesadarannya menyebar di lautan bintang-bintang. Dia merasakan cahaya bintang-bintang, luasnya alam semesta dan ribuan jaring unik yang tumpang tindih satu sama lain untuk membentuk dimensi.
Pada suatu saat, jaring-jaring tersebut akan berputar dan mengencang seiring dengan kekacauan ruang dan pembukaan lubang cacing. Ketika indra Arty yang menyebar seperti bagaimana cahaya matahari menyinari planet menuju salah satu lubang cacing tersebut, seluruh kesadarannya tiba-tiba ditarik ke dalam lubang cacing tersebut.
Lubang cacing ini sangat menarik, dari sekian banyak ribuan lubang cacing yang menyebar di seluruh alam semesta. Satu ini memberikan daya tarik yang kuat pada kesadaran Arty, seolah hal yang dia inginkan ada disana. Ini bukan dorongan naluri dan insting sebab hal itu sudah lama menghilang dalam catatan jiwanya yang 'murni' dan kosong, perasaan ini lebih mirip seperti bagaimana seorang ingin menulis di buku tapi tidak memiliki tinta dan pena. Maka dari itu, dia harus mencarinya.
Perasaan ini adalah jalan. Jalan yang bersinar untuk Arty seorang.
Tangan Arty mencoba menggapai lubang cacing itu yang jaraknya terpisah selebar milyaran tahun cahaya lebih, namun hal yang tidak mungkin terjadi. Seolah mendapatkan panggilan, lubang cacing tersebut terbuka lebih lebar dan lebih lebar lagi sampai itu cukup untuk menelan seluruh alam semesta dan triliunan bintang-bintangnya.
Ketika itu hanya berjarak sejengkal dengan Arty, seperti peliharaan yang patuh, itu menunggu Arty masuk ke dalam lubang cacing tanpa menariknya secara paksa. Masih menutup matanya, Arty tersenyum, dia mengelus cahaya bintang yang dibengkokkan dengan lembut seolah-olah sedang mengelus lubang cacing tersebut. Lalu lubang cacing pun menanggapinya dengan ruang angkasa sekitarnya berkedip-kedip dan bergetar, memberi peringatan itu akan tidak stabil.
Arty lalu menurunkan tangannya, seolah itu isyarat, lubang cacing segera menelan sosok Arty sepenuhnya sebelum lubang cacing tersebut tiba-tiba menghilang dengan cara fatamorgana. Pusaran lubang cacing yang menelan alam semesta sebelumnya menghilang seperti ilusi.
...
Keluar dari terowongan cahaya yang berlangsung seperti selamanya, hal yang pertama kali dilihat Arty saat membuka matanya adalah pemandangan berwarna emas, hijau dan merah sejauh mata memandang.
Tidak ada kegelapan alam semesta atau bintang-bintang, Arty dipindahkan ke sebuah tempat yang seluruhnya hanya terdiri dari tiga warna. Warna Emas menutupi langit, warna hijau menutupi tanah dan gunung, dan warna merah menutupi lautan.
Menariknya, di tempat ini, kesadaran dan indra Arty yang bisa menutupi alam semesta hanya mampu merasakan permukaan dari tempat ini. Kesadaran dan indra Arty mulai bentrok dengan tiga warna yang mencoba menghalangi mereka untuk menganalisis sifat sebenarnya tiga warna. Sebenarnya bukan karena ada halangan untuk kesadaran dan indra Arty menyebar, hanya saja tempat dan pemandangan ini triliunan kali lebih luas dan rumit dari alam semesta biasa yang membuat informasi yang didapat terlalu sulit dicerna.
Ketika tubuh Arty terpapar oleh warna dari cahaya-cahaya ini, kesadaran dan indra nya yang awalnya menolak dan bahkan melawan dengan keras sifat tiga warna ini tiba-tiba mulai beradaptasi dan bahkan menyerap tiga sifat warna dunia ini dengan rakus. Seperti seseorang yang awalnya menolak makanan asing, hanya untuk tiba-tiba kecanduan ketika memakannya.
Tiga Warna yang menutupi seluruh tempat ini sangat rumit yang bahkan Arty yang mencoba memahaminya berjam-jam tidak mampu membacanya bahkan untuk informasi yang paling dasar, yaitu apa mereka.
12 jam lebih mencoba memahaminya, tubuh Arty yang mulai beradaptasi dan bahkan tercemar dengan tiga warna tersebut akhirnya mendapatkan sekilas pemahaman tentang apa itu tiga warna.
Emas mewakili keajaiban.
Hijau mewakili kemungkinan.
Merah mewakili perubahan.
Sangat tidak masuk akal untuk sebuah warna mewakili konsep-konsep nasib, namun inilah dia. Arty berada di sebuah dimensi sangat spesial dan unik yang menopang ide-ide tersebut secara terpisah dalam satu tempat.
Terpapar tiga warna ini membuat fisik dan jiwa Arty perlahan berubah dan tercemar, rambut Arty menjadi emas mengkilap, kulit Arty menjadi hijau dedaunan, dan setiap sel Arty menjadi magma Ruby yang sangat indah. Namun daripada transformasi, semua perubahan fisik tadi mengalir dan disedot kedalam kedua iris mata Arty.
Jadi Arty mengalami transformasi fisik penuh sebelum semua itu menghilang diserap mata. Siklus ini terus berulang seperti kabel listrik pada generator.
Semua pencemaran warna diserap oleh matanya untuk menjadi tiga titik warna yang berputar dan menghiasi iris nya. Dengan mata Arty yang sudah sangat jernih karena jiwanya menjadi 'murni', tambahan hiasan tiga titik warna menyulap bola mata Arty menjadi permata paling indah di seluruh jagat raya.
Namun Arty tidak menyadarinya, dia terlalu terbenam dalam perasaan menyerap dan memahami tiga warna. Sampai-sampai dia tidak menyadari kalau sebuah perangkat mekanis seperti pulkas es menguncinya dan menariknya pergi.
Dengan lonjakan energi di cerobongnya, pulkas es mekanik tersebut menarik Arty menjauh dari Dimensi tiga warna ini.
Zzrrrrrrrr...
Tubuh Arty tersentak karena dampak dorongan, bingung dan tidak tahu apa yang terjadi dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Tapi logam aneh yang setebal satu meter penuh mengikatnya dengan kuat, hanya membiarkan kepalanya yang bergerak bebas. Situasi yang tiba-tiba membuat mentalitas Arty yang seperti meditasi dan setengah bermimpi, yang tenang dan tanpa pikiran seketika hancur saat dia mengamuk seperti binatang buas, segera beberapa tulang jarinya retak karena meronta terlalu keras.
Arty meringis dan menangis, tapi terus mematahkan tulangnya saat dia mengamuk. Lalu meringis dan menangis lebih keras karena kesakitan.
Benar-benar kontradiksi dari tindakan dan pikiran.
Jiwa yang murni berarti kembali ke asal... Pikiran yang paling primitif dan paling dekat dengan alam dan aturannya. Arty merasakan sakit, tapi pikirannya yang masih hancur dan kacau tidak mengetahui kenapa itu bisa sakit dan terus meronta.
Tidak ada Kebijaksanaan dan naluri makhluk hidup yang sudah di ukir selama jutaan tahun. Itulah situasi Arty sekarang.
Dia tidak memahami apapun, dan harus memulai dari awal saat dia menulis kembali dirinya. Dia harus menulis baru naluri dan instingnya, dia harus menulis baru bakat dan keterampilannya, dia harus menulis baru keberuntungan dan ketidakberuntungannya, dia harus menulis ulang dosa dan pahalanya, dan dia harus menulis baru pikiran dan kebijaksanaanya.
Banyak hal yang harus ditulis dalam lembaran kosong yang bernama Arsene Moriarty.
Namun bukannya Arty lupa ingatan, faktanya ingatannya justru lebih jelas dan dia bahkan mulai mengingat memori saat dia membuka mata dan menghirup oksigen untuk pertama kalinya, bahkan saat dikandungan. Hanya saja, melayang terlalu lama di luar angkasa tanpa oksigen dan detak jantung, mengalami mode transenden saat setengah sadar, dan tercemar tiga warna yang sangat menahan kesadaran dan indranya yang transenden, telah memukul pikiran Arty terlalu keras.
Mentalnya sangat tidak stabil. Tidak aneh kalau dalam keadaan ini, dia memakan lidahnya sendiri karena itu tampak kenyal.
Seolah memahami pemberontakan Arty yang merusak dirinya sendiri, sebuah suara dengan bahasa asing berbicara di kulkas es mekanik sebelum sebuah jarum suntik berisi cairan putih muncul di salah satu sudut dan menyuntik leher Arty. Ketika cairan putih itu masuk kedalam aliran nadi Arty, wajah Arty yang sedang berkerut dan menjerit kesakitan langsung menjadi tenang dan rileks.
Kelopak mata Arty menjadi sangat berat, rasa ngantuk yang tak tertahankan membuat Arty mulai tertidur.
Titik Tiga Warna di kedua iris Arty tampaknya menyadari invasi cairan tak dikenal di tubuh Arty, mereka dengan cepat menghilang dengan menggelamkan diri dalam jiwa Arty. Menghindari segala macam deteksi fisik dan mental yang dilakukan perangkat mekanis di dalam benda yang tampak seperti kulkas es ini.
...
[Peringatan! Peringatan! Terdeteksi sebuah lubang cacing misterius terbuka di kordinat $4++#3;37#(15#453(3)#]
[Peringatan! Peringatan! Terdeteksi lubang cacing misterius telah mengeluarkan entitas humanoid. Meminta instruksi untuk menggolongkan sifat target.]
[Peringatan! Peringatan! Terjadi lonjakan tidak normal di Dimensi Shadow Void yang menghalangi segala macam perangkat deteksi jarak jauh.]
[Peringatan! Peringatan! Terdeteksi sebuah Badai dimensi besar! Badai pertama diperkirakan akan mencapai dalam waktu 2 menit 13 detik! Perkiraan kekuatan adalah Penghancuran Bintang Besar. Meminta seluruh Staff dan Pekerja untuk bersiap akan dampaknya.]
Seorang humanoid pria mirip manusia dengan kulit pucat dan rambut merah, dengan karakteristik unik tiga garis Aquamarine panjang dari pinggang dan wajahnya kala itu sedang duduk dengan nyaman saat asik mengakses berita terbaru peradaban galaksi.
Saat itulah tiba-tiba muncul rentetan peringatan berbahaya dari kecerdasan buatan yang bahkan menghidupkan lampu darurat, pria ini tertangkap lengah dan jatuh dari kursinya dengan bunyi bam.
Bahkan sebelum pria itu sempat mengerang, tubuhnya mengejang saat dia bangkit dengan panik. Melihat data dan angka yang melonjak naik yang dia kira hanyalah mimpi liarnya, detak jantung pria ikut melonjak naik saat dia berkeringat dingin.
Pria itu segera dengan wajah serius menekan tombol komunikasi yang menyebar ke seluruh Stasiun Shadow Void.
[Ini Komandan Stasiun Penelitian Shadow Void, Juaraii Aorta! Sekarang kita menghadapi badai dimensi berbahaya, seluruh Staff penelitian dan pekerja diperintahkan segera mengungsi keluar dari dimensi Shadow Void!]
Selesai bereaksi cepat, Juaraii tidak tenang saat dia meneriaki Kecerdasan Buatan Stasiun.
"Polia, aktifkan teknologi ruang dimensi Orta Vios (Lubang Langit)!" Teriak Juaraii diatas paru-parunya.
[Aktivasi Orta Vios membutuhkan isi daya selama satu menit,] suara Wanita lembut membalas.
"Percepat!"
Juaraii dengan cepat mentransfer data dan angka yang di baca perangkat analisis kepada Stasiun Pusat untuk dianalisis lebih lanjut. Selesai, Juaraii segera naik perangkat mekanis seperti papan selancar saat dia mengejar Staff penelitian dan Pekerja lain melarikan diri di Kapal Luar Angkasa.
Saat dia melarikan diri, Juaraii melihat banyak peneliti baik itu tua dan muda melihat perubahan misterius pada Dimensi Shadow Void dengan mata berbinar. Mereka tampak tidak peduli untuk melarikan diri.
"Perintah Komandan! Melarikan diri!" Juaraii mengamuk saat dia menendang peneliti paruh baya yang menempelkan wajahnya di kaca observasi sembari menatap perubahan Dimensi Shadow Void dengan antuasias.
Melihat salah satu mereka ditendang, peneliti lain tampak tidak senang namun akhirnya mereka dengan patuh bersiap untuk melarikan diri. Tentu saja tidak lupa untuk membawa perangkat analisis dan unik mereka saat mencatat perubahan dimensi Shadow Void. Bahkan ada yang sengaja memperlambat menyimpan data penelitian pribadi mereka agar bisa melihat perubahan Dimensi Shadow Void lebih lama.
Juaraii meringis, bukannya dia tidak mengerti perasaan mereka.
Dimensi Shadow Void adalah salah satu zona dimensi yang paling berbahaya dan misterius. Kenapa namanya Shadow Void padahal itu adalah dimensi dengan tiga warna dasar? Awalnya, sebelum bernama Shadow Void, pertama kali dimensi ini ditemukan namanya adalah Eternal Color. Namun saat meneliti untuk pertama kalinya, banyak robot mekanis dan bahkan peneliti yang terlalu dekat dengan pancaran warna tercemar oleh tiga warna dimensi. Pencemaran ini sangat berbahaya dan misterius, sebab hal ini sendiri tidak membahayakan perangkat mekanis dan daya energi, tapi akan sangat mematikan jika menyentuh makhluk hidup dan kehidupan buatan seperti Kecerdasan Buatan dan Robot.
Baik itu ukuran tubuh dan tingkat kekuatan individu, hal itu semua tidak penting apabila tercemar oleh tiga warna tersebut. Semua makhluk hidup akan bertransformasi saat diri mereka tercemar oleh tiga warna, awalnya tidak berbahaya selain menghalangi kesadaran dan indra mereka dan bahkan ditemukan bisa memperkuat kondisi fisik mereka yang tercemar, namun saat berikutnya adalah tragedi. Makhluk hidup yang tercemar tiga warna tersebut, tubuh mereka akan meleleh dan terpisah-pisah mengikuti dimana tiga warna itu menyebar.
Bagian tubuh mereka yang terpisah mengikuti tiga warna berbeda akan perlahan diserap oleh Dimensi Shadow Void, menjadi salah satu awan, tanah dan air di dimensi tersebut.
Bagi makhluk buatan seperti Kecerdasan Buatan dan Robot, mereka yang tercemar oleh tiga warna akan mengalami transformasi yang lebih menarik dari makhluk hidup yang tercemar. Kecerdasan Buatan yang hanya data tiba-tiba akan mendapatkan fisik sesuai bagaimana mereka dimodelkan, hanya saja mereka kehilangan kemampuan pemrosesan A.I. dan keterampilan mereka mengakses jaringan saat mereka menjadi penduduk biasa di dimensi ini. Satu-satunya yang mengecewakan adalah warna tubuh mereka mengikuti tiga warna saja. Bagi Robot dan Android yang sudah memiliki tubuh fisik, mereka yang tercemar akan berevolusi menjadi setengah energi dan mesin. Mereka akan mengambil banyak bentuk seperti batu, gunung dan bahkan angin dan api di dimensi ini. Dengan seluruh warna mereka akan didasarkan oleh tiga warna.
Karakteristik dan kemampuan khusus dimensi inilah yang menghalangi eksplorasi, terutama bagi peradaban dengan teknologi yang banyak didasarkan kepada Kecerdasan Buatan dan Evolusi Gen Makhluk Super. Semua pencapaian gemilang itu akan ditelan oleh Dimensi ini menjadi ketiadaan dan bahkan hal baru.
Terlebih dengan penelitian yang sudah dilakukan selama seribu lima ratus tahun, Peneliti hanya menemukan permukaan kecil dimensi ini dan bahkan tidak mampu mendarat disana. Diperkirakan dengan Kecerdasan Buatan Pusat Lambda, luas dan panjang dimensi adalah skala yang tidak pernah ada sebelumnya. Lebih luas dari jutaan dimensi super besar yang diteliti sejauh ini.
Karena luasnya yang bahkan tidak bisa diperkirakan, layaknya kehampaan yang berada di dasar alam semesta, nama dimensi ini kemudian diganti dengan nama Shadow Void. Sebagai bayangan dari ruang kosong tanpa batas.
Makanya, Zona Dimensi Shadow Void dianggap sebagai salah satu Zona Dimensi paling berbahaya dan terbesar. Satu-satunya yang bagus dari dimensi ini adalah sifatnya yang tenang dan tanpa gejolak. Selama seribu lima ratus tahun penelitian, bahkan saat pengorbanan besar sesudah penemuan pertama kalinya bahkan tidak cukup untuk membuat dimensi ini bereaksi unik atau energinya sedikit tidak stabil.
Dimensi Shadow Void ini seperti genangan merkuri yang tenang, tanpa perubahan dan bahkan aktivitas.
Oleh karena itu, semua Peneliti yang bahkan sejak zaman generasi Kakek mereka sudah sibuk meneliti Dimensi Shadow Void, menganggap situasi sangat mematikan dari Shadow Void adalah keberuntungan sangat besar sepanjang hidup mereka. Keberuntungan yang sangat besar sampai mereka bisa sombong dihadapan leluhur mereka.
Bahkan Komandan yang masih muda dan tidak terlalu berpengalaman seperti Juaraii Aorta ditunjuk untuk posisi pengawas, karena Pusat tidak ingin menghabiskan sumber daya manusia yang berpengalaman untuk pekerjaan yang begitu santai.
Ini adalah pekerjaan yang santai dan nyaman yang dia inginkan. Dan Juaraii Aorta yang sudah terlalu terbiasa dengan meme kalau perangkat paling tidak berguna di stasiun ini adalah perangkat mesin deteksi ruang dimensi. Jika saja dia tidak melihat perangkat yang kelebihan beban akan data dan angka, dia akan selalu mengira perangkat itu sudah lama rusak sejak jaman kakeknya dan anggaran dana yang selalu memperbarui teknologinya adalah gaji tambahan untuk para Staff Peneliti dan Pekerja.
Untungnya, para Peneliti ini yang keras kepala setidaknya pergi dengan tertib dan efisien. Memudahkan Juaraii untuk mengevakuasi Staff Peneliti dan Pekerja, jika salah satu mereka mati karena kecerobohannya, atasannya pasti akan memecatnya dari pekerjaan santai ini. Dan Juaraii sangat tidak menginginkan itu terjadi.
50 detik berlalu, dan perangkat kolosal mekanik berbentuk cermin bundar yang bernama Orta Vios akhirnya aktif secara penuh. Permukaan cermin yang tadinya transparan mulai berubah menjadi arus biru cerah seperti pusaran.
Ada dua belas kapal luar angkasa, dengan dua ukuran sedang dan 10 ukuran kecil yang hanya ukuran 50 meter.
Juaraii yang sudah duduk di kursi komandan salah satu kapal luar angkasa ukuran sedang, seluas 500 meter, segera memerintahkan kru di kapal lain dan Kecerdasan Buatan kapal luar angkasa untuk mengisi daya dan mulai mengaktifkan mesin. Mengecek anggota Staff dan Pekerja untuk terakhir kalinya, Juaraii yang lega akhirnya memberikan persetujuan terakhir penerbangan Kapal Luar Angkasa.
Meninggalkan Dimensi Shadow Void. Setidaknya sampai situasi aman dan menerima persetujuan dari pusat untuk mendirikan stasiun baru.
...
Ketika berita ini sampai di eselon atas Ras Avelion, reaksi banyak petinggi besar ini seperti reaksi Juaraii Aorta. Beberapa dari mereka yang ahli dalam menganalisis kemungkinan masa depan dan dianggap sebagai Peneliti Terkenal bahkan jatuh dari kursi di kantor pribadi mereka, sakit perut atau pucat pasi.
Itu adalah Dimensi Shadow Void, itu adalah Zona terlarang yang sangat diharapkan untuk tetap stabil bahkan sejak pertama kali ditemukan. Setidaknya sampai teknologi dan informasi mereka cukup untuk mengekplorasi dimensi ini sepenuhnya.
Ada jutaan dimensi yang mereka jelajahi namun kenapa para petinggi Peradaban Superior ini panik?
Itu karena Dimensi Shadow Void adalah sesuatu yang masih diluar nalar, dan sifatnya yang bisa mencemari apapun yang dianggap makhluk hidup atau makhluk 'cerdas', tanpa mampu dihalangi oleh perisai energi psionik atau kekuatan super dianggap terlalu berbahaya.
Terlebih alasan utama Ras Avelion takut karena ras mereka mengembangkan peradaban mereka dengan cara menjelajahi dimensi-dimensi sekunder dan misterius daripada alam semesta utama lain. Jadi fondasi peradaban mereka ada pada Dimensi Sekunder, dimana fokusnya adalah ekplorasi dan menemukan sumber daya unik di milyaran dimensi khusus yang tiap detik akan terlahir yang baru.
Apabila sesuatu seperti dimensi Shadow Void yang bisa mencemari hal-hal dan mengubahnya, jika tiga warna menjijikkan itu menyebar ke salah satu saja dimensi peradaban mereka yang banyak, maka reaksi berantai seperti penyebaran virus akan terjadi. Tanpa teknologi yang cukup dan informasi, mereka hanya bisa menunggu peradaban mereka kiamat atau memulai dari awal lagi jika itu terjadi.
Fondasi mereka sudah dibuat sejak ratusan ribu tahun yang lalu dari perang dan banyak pengorbanan, jadi memulai baru bukanlah pilihan.
Jadi para pemimpin ini untuk pertama kalinya mendiskusikan masalah bersama dengan sangat serius, tanpa ada politik dan hanya murni diskusi bertahan hidup. Bukannya mereka tidak pernah mengalami situasi ini sebelumnya, tapi dimensi Shadow Void terlalu hardcore. Biasanya masalah yang mengancam Peradaban, seperti monster luar angkasa sebesar galaksi atau melawan peradaban asing yang kuat setidaknya memberi mereka pilihan untuk bertindak dan masih ada kemungkinan untuk menang. Tapi Dimensi Shadow Void hanya memberi mereka kematian yang berisi tiga warna.
Setelah banyak keputusan dan analisis selama dua belas jam yang intens, akhirnya ada berita dari jangkar Stasiun Shadow Void kalau badai dimensi yang sangat berbahaya akhirnya berakhir.
Para petinggi sudah kelaparan akan berita ini dan dengan cepat memerintahkan Komandan Stasiun Shadow Void Juaraii Aorta untuk segera mengirim pengintai ke dalam Dimensi Shadow Void.
Mendengar perintah ini dari para pemimpin Ras Avelion nya, Juaraii Aorta hanya bisa meringis dan meratapi nasibnya. Tapi pikirannya tidak terbagi dengan para peneliti lainnya, sebab mereka sudah menari dan melompat-lompat karena akhirnya diberi ijin untuk memasuki Dimensi Shadow Void lagi.
Jika saja mereka tidak di 'paksa' untuk mengevakuasi dan perlu persetujuan Boss Besar mereka masuk, orang-orang ini pasti sudah lama menikmati badai kosmik dimensi Shadow Void dengan tubuh mereka.
Sekelompok orang gila yang tidak mementingkan nyawa sendiri, pikir Juaraii saat memberitahu krunya untuk mulai bergerak selagi dia menunggu Polia untuk mengisi kembali daya perangkat teleportasi ruang dimensi Orta Vios.
Satu menit berlalu, dan dibawah tatapan Staff Peneliti yang seperti anak yang menunggu hadiah tahun baru. Juaraii mengangguk dengan lesu saat dia memberi persetujuan.
...
"Apa itu..?" gumam Juaraii saat dia membaca umpan balik data yang diambil kecerdasan buatan Kapal.
Biasanya, ada jarak sangat jauh antara mereka dengan atmosfer Dimensi Shadow Void. Tapi kali ini atmosfer awan yang biasanya tenang dan bahkan tidak akan bergerak selama ratusan tahun, tiba-tiba menjadi sangat hidup dan berkumpul menjadi pusaran besar aktif di salah satu titik di langit Dimensi Shadow Void.
Ekspresi Juaraii dan para peneliti yang menatap data kemudian berubah ngeri, diikuti ekspresi para Pekerja yang siap membangun stasiun baru.
Karena pusaran besar di salah satu titik langit dimensi, terjadi retakan ruang disekitar lokasi yang membuat cipratan tiga warna menyebar ke setiap sudut ruang dan bahkan menggapai lubang-lubang cacing yang sangat jauh. Membuat tiga warna tadi diangkut oleh lubang cacing untuk dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.
Saat berita itu saja cukup untuk membuat para petinggi pingsan sambil berdiri, perangkat observasi menangkap penampilan humanoid yang terjebak di pusat pusaran. Satu titik warna saja cukup untuk melelehkan monster ukuran planet, apalagi pusaran penuh tiga warna yang seperti tornado. Namun buktinya, siluet humanoid itu mampu bertahan.
[Menurut perkiraan, sosok Humanoid itu berhubungan dengan situasi tiba-tiba yang terjadi di dimensi Shadow Void.]
[Sosok Humanoid itu tercatat sudah bertahan selama 12 jam dalam keadaan tercemar oleh tiga warna Shadow Void.]
Hati Juaraii tercekik namun para Peneliti saling memandang dengan antisipasi di mata mereka.
"Luncurkan Kotak Besi untuk menangkap sosok Humanoid itu! Mungkin, tidak, kita pasti akan mendapatkan terobosan besar jika mempelajarinya!" salah satu Peneliti yang lebih tua, pemimpin tim Peneliti dengan tegas memberi perintah pada para pekerja.
Juaraii tercengang, dia merasa dikhianati.
"Tidak! Masih terlalu berbahaya! Setidaknya kita harus menunggu perintah petinggi!" Teriak Juaraii saat dia menolak.
Peneliti Tua, Dokter Arkham hanya mendengus pada penolakan pengecut ini. Para peneliti sekitarnya juga mendukungnya dengan keras, karena hal ini sangat penting.
Terhimpit antara batu dan tempat sempit, Komandan mereka atau para Peneliti, para Pekerja yang berkonflik sesaat akhirnya mendukung keputusan para Peneliti. Lagipula, nama tempat ini adalah Stasiun Penelitian, dimana kebutuhan Peneliti lebih penting daripada kebutuhan Komandan yang hanya mengawasi mereka.
Ini jelas bukan dendam pribadi karena gaji yang kecil. Bukan.
Dibawah instruksi Peneliti Tua, Dokter Arkham, para pekerja dengan cepat meluncurkan Kotak Besi untuk menangkap siluet Humanoid ini. Karena sifat pencemaran tiga warna yang sangat unik, tidak apa-apa untuk mengirim teknologi primitif kendali jarak jauh tanpa kecerdasan buatan dan hanya program sederhana, tapi akan sangat berbahaya jika mengirim teknologi mutakhir dengan kecerdasan buatan unggul.
Dengan jantung yang terasa dicekik, Komandan Juaraii Aorta hanya bisa meminta tolong Kecerdasan Utama Kapal, Polia untuk membiusnya jika situasi menjadi tanpa harapan. Misalnya, terjadi pencemaran di seluruh Kapal Luar Angkasa karena tindakan Peneliti sialan tertentu.
Setidaknya dia akan mati tanpa rasa sakit menjadi cairan tiga warna.
Namun diluar dugaan, itu lancar.
Kotak Besi dengan cepat menangkap dan mengikat siluet humanoid itu dan mundur untuk kembali ke kapal. Itu terlalu lancar sampai Juaraii merasa akhir hidupnya selancar itu!
Namun ditengah-tengah penerbangan kembali Kotak Besi, ada perlawanan kuat dari sosok Humanoid tersebut. Karena teknologi kotak besi yang sangat primitif, tidak ada umpan balik pengawasan di dalam kotak besi kecuali beberapa perintah program yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.
[Melawan.]
Di perangkat yang seperti handphone namun dengan banyak tombol, sebuah tulisan muncul. Artinya yang berada dalam kotak besi melawan pemborgolan dan berusaha melepaskan diri. Dokter Arkham dengan cepat memilih salah satu tombol di handphone yang bertuliskan, [Bius].
Perlu beberapa saat sebelum perintah diterima, dan perintah bius di aktifkan. Ketika target selesai dibius, layar di handphone itu menjadi hijau, menunjukkan kalau pembiusan berhasil dan target tak sadarkan diri.
"Mudah dan efisien, aku benar-benar menyukai teknologi Pak Tua Herz itu. Tidak seperti putranya yang penakut," ucap Dokter Arkham dengan seringai.
"..."
Hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan ayahku yang primitif, Peneliti Gila, hina Juaraii Aorta kesal.
Salah satu Palka kecil dibawah Kapal Luar Angkasa terbuka untuk menerima kembali Kotak Besi, yang kemudian dengan instruksi Dokter Arkham diangkut ke ruang penelitian utama. Sudah tidak sabar lagi, Dokter Arkham dan para penelitinya segera berlomba menuju ruang penelitian utama. Juaraii hanya mendengus, dan mengingatkan kembali Polia untuk membiusnya dengan dosis yang kuat. Setidaknya lebih kuat dari yang dimiliki Kotak Besi.
Dia tidak perlu repot pergi kesana dan bisa menonton apa yang terjadi di ruang penelitian utama melalui pengawasan video, setidaknya ini adalah Hak khusus untuk Komandan. Saat Juaraii duduk dengan nyaman dan menatap layar virtual yang melayang didepannya, matanya tiba-tiba melotot berbarengan dengan para peneliti lainnya.
Ketika Kotak Besi dibuka, yang muncul adalah seorang Humanoid yang sangat umum di alam semesta terlebih yang bahkan belum dewasa. Hebatnya lagi itu adalah Makhluk Karbon tipe Manusia, seorang remaja laki-laki primitif telanjang yang evolusi dan sistem imun tubuhnya hanya setingkat dengan manusia dari planet permukaan.
Melihat ini, satu-satunya yang terlintas dipikiran Juaraii adalah...
"Polia, apakah manusia itu membawa bakteri dan kuman yang unik di tubuhnya?"
[Tidak, Tuan.]
Balasan cepat Polia membuat Juaraii mengangguk lega, sebagai komandan di stasiun Penelitian dimensi tertentu dia harus sangat hati-hati dengan mikroorganisme dan bakteri unik yang mungkin dimiliki dimensi dan dunia tertentu. Terlalu banyak contoh dalam sejarah peradaban mereka dan lain tentang bagaimana mereka yang asal ceroboh menjelajahi planet dan dimensi baru tidak sadar telah terpapar bakteri dan kuman di planet tersebut, yang walau tidak mematikan bagi penghuninya menjadi sesuatu yang sangat mematikan bagi mereka yang sistem imun tubuhnya belum beradaptasi dengan bakteri di planet baru tersebut.
Perlu banyak protokol untuk menjelajah dunia baru yang sangat penting.
"Para Petinggi seharusnya melihat pengawasan video di pusat penelitian juga sekarang, apa keputusan mereka?" tanya Juaraii dengan pelan.
[Menurut Pusat Kecerdasan Buatan, Big Boss Lambda. Para Petinggi sudah memutuskan untuk mengurung manusia remaja ini di dalam 'sangkar'. Untuk mencegah apabila mungkin ada hal yang tidak bisa diperhatikan oleh perangkat pendeteksi fisik dan energi.]
"Sangkar huh... Tempat itu hanyalah penjara besar bagi mereka yang menjadi subjek percobaan yang berharga. Aku kasihan pada anak ini," ucap Juaraii dengan gerakan tangan berlebihan.
[Tuan, perlukah saya memberitahu anda kalau segala gerakan anda telah saya awasi. Siap melapor kapanpun kepada Big Boss Lambda.]
Juaraii mendecakan lidahnya, seolah dia bodoh jika tidak tahu itu.
[Secara bersamaan, Petinggi meminta Stasiun Shadow Void untuk sementara diberhentikan dari operasinya. Dan anda, Tuan, sebagai komandan Stasiun Shadow Void sebatas nama, telah ditransfer kembali menjadi Pengawas Team Luminious Archos.]
Rahang bawah Juaraii turun, wajahnya berubah. Dia segera membanting meja.
"Tunggu, bukankah aku sebelumnya Kapten Team Luminious Archos!"
Polia dengan suara yang sekarang tidak lembut, tapi datar berkata, [Anda sudah terlalu tua, Kapten Luminious sekarang telah diganti menjadi salah satu junior tentara anda dengan prestasi jauh lebih gemilang dari anda. Sebagai Tentara Khusus elite, Laplus Orcana Aj, telah dipilih menjadi Kapten Team Luminious Archos yang baru. Sebagai Pengawas tanpa otoritas, anda seharusnya senang.]
"Sial. Aku tidak tahu kalau lidahmu sangat tajam, Polia!"
Juaraii benar-benar merasa dikhianati terus-menerus hari ini.
...
Arty menghirup oksigen dengan lancar saat dia berbaring di kasur, ketika dia akhirnya membuka matanya yang dia lihat adalah padang rumput yang hijau, pepohonan yang berbuah dan sungai jernih yang mengalir.
Dimana ini?