Idii'Aka Beautiful Journey

Idii'Aka Beautiful Journey
Bab I [Alien] : Chapter 3. "Mandiri."



Arty membuka matanya, melihat dirinya terjebak dalam pusaran yang kacau. Lalu kemudian menutup matanya lagi, setelah entah berapa lama akhirnya membuka matanya lagi sesaat sebelum menutup kembali.


Siklus itu terus berulang.


Ruang dan waktu saling bertabrakan untuk meremukkan tulang menjadi debu dan menghancurkan setiap jiwa, dan tidak ada yang bisa selamat darinya.


Dia akan mati, seluruh sel dan naluri paling dalam Arty memberitahunya kalau dia akan mati. Mati dengan cara yang paling menyakitkan dan tanpa ampun di Alam Semesta...


Penghapusan Keberadaan.


Pecahan jiwanya akan menjadi debu yang tersebar dalam kekosongan ruang dan waktu, zona Void yang tidak aja jalan kembali dan pergi. Nol dari semua kemungkinan.


Kenapa dia harus mengalami akhir seperti ini? Arty menolak akhir seperti ini yang bahkan tidak ada neraka dan surga. Saat kesekian sepuluh ribu kali Arty membuka mata dan kemudian menutupnya lagi, dia akhirnya menemukan jawabannya.


Jawabannya sangat simpel, hanya saja dampaknya terlalu besar sehingga rasanya tidak adil.


Keingintahuan membunuh Kucing, bahkan Kucing dengan sembilan nyawa. Dalam kekacauan ini, Arty tidak tahu apa perbedaan antara berpikir dengan tidak. Dia bahkan tidak tahu apakah dia berpikir... Dia bahkan lupa kenapa dia disini...


Tidak tahu...


Lupa...


Tidak tahu...


Lupa...


Terpapar dalam kekacauan ruang dan waktu, dimana kata tragis dianggap terlalu baik. Arty terus melayang tanpa tujuan dalam Zona Void.


Saat seratus ribu dua puluh kali Arty mengalami siklus membuka mata (hidup) dan menutup mata (mati), Arty mulai mengalami halusinasi... Bahkan menyebutnya halusinasi adalah salah, karena Arty merasakan itu adalah ingatan dan informasi yang dilupakan oleh jiwanya. Itu seperti Buku yang tulisan lamanya dihapus oleh penghapus sebelum mulai menulis yang baru. Saat ini, tiba-tiba tulisan lama kembali lagi dan bahkan tumpang tindih dengan tulisan yang baru.


Tidak hanya satu, tapi ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan bahkan jutaan ribu... Masih kurang, itu seperti menghitung berapa banyak butiran pasir di Mars.


Arty melihat banyak orang yang berbeda...


Pria dan wanita, muda dan tua, bahagia dan putus asa, baik dan jahat, Manusia dan Hewan, kuat dan lemah, bodoh dan pintar, dan bahkan makhluk-makhluk humanoid lain yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dengan segala kekuatan dan kerumitan. Mereka semua memiliki cerita, mereka semua hidup dan kemudian mati. Bahkan ada mereka yang mati sebelum lahir dan mereka yang hidup, ratusan, ribuan hingga milyaran tahun sebelum kemudian mati. Baik itu terbunuh atau bunuh diri karena bosan hidup terlalu lama.


Banyak bangunan, budaya, sistem masyarakat dan pengalaman mengalir di dalam diri Arty seperti cuplikan video yang pendek, dengan banyak peradaban dengan awal dan akhir mereka sendiri. Hal ini semua sangat penting dan menjadi bekas yang terukir dalam jiwanya... bahkan jika ia tidak mengetahuinya dan menyadarinya, sesuatu yang sudah terhapus untuk membuka lembaran kertas baru.


Setiap cuplikan dan pandangan membuat tubuh Arty semakin berat dan lambat, saat dia semakin tenggelam dalam perasaan dan emosi mereka. Nasib dan Pilihan hidup, memori menyakitkan dan menyenangkan, sumpah setia dan penghianatan, pengorbanan dan pembantaian, surga asli dan buatan atau neraka asli dan buatan, bahkan mengalami Reinkarnasi sebelum akhirnya kembali ke siklus lagi.... milyaran dan tak terhingga keberadaan tokoh dan sosok  ini menjadi satu dengan manusia yang bernama Arsene Moriarty.


Mereka semua adalah kehidupannya sebelumnya, sebelum jiwanya berada di tubuh yang bernama Arsene Moriarty.


Siklus Reinkarnasi dan kelahiran baru terus berputar dan berjalan, seolah mencoba mengingatkannya pada sejarah jiwanya yang sudah dia lupakan.


Mulai dari gambar Arsene Moriarty, sebelum ke kehidupan sebelumnya, seorang Lelaki tua keriput yang mati diatas batu besar saat terus menerus memandang hamparan padang rumput dan cakrawala. Kemudian kehidupan sebelum itu adalah seorang gadis kecil, mirip dengan penampilan manusia biasa namun dengan rambut merah Crimson dan kulit pucat, lalu ada karakteristik tiga garis simbol panjang aquamarin dari pinggang sampai wajah gadis kecil tersebut seperti tato. Gadis kecil tersebut berbaring di ranjang kapsul rumah sakit yang tampak sangat futuristik, kulitnya yang sudah pucat menjadi merah ruam menjijikkan dan  sebagian rambut merahnya yang cantik menjadi putih, gadis kecil itu telah terdampak virus yang sangat mematikan dan berbahaya, pihak rumah sakit membiarkannya mati sendirian agar Virusnya tidak menyebar dan menghancurkan peradaban mereka, menunggunya mati tanpa diurus sebelum mayatnya dibakar menjadi debu.


dengan kulit pucat namun dengan tiga garis simbol panjang aquamarin seperti tato dari pinggang sampai wajah dan rambut manusia dengan warna merah dan mata biru.)


Merasakan perubahan... Arty mencoba membuka matanya perlahan namun segera menutup matanya bahkan sebelum itu terbuka, matanya telah menjadi sangat berat dan bahkan dia tidak mampu berpikir. Sebab bahkan Superkomputer yang hebat dalam pemrosesan dan penanggung aktivitas, akan menjadi macet dan bahkan rusak saat mencoba menampung seluruh aktivitas komputer di seluruh dunia sendirian. Itulah yang dirasakan Arty, tubuhnya meluap dengan memori dan emosi yang bukan miliknya namun punyanya.


Namun hal itu tidak berhenti, tapi terus bertambah dan terus bertambah... Mencoba mengisi tubuh Arty tanpa mempertimbangkan kapasitasnya.


Arty menjadi terlalu berat sampai-sampai massanya bisa membuat lubang di alam semesta, namun meskipun telah jatuh dari pusat kekacauan, Arty masih tidak mampu untuk keluar dari pusaran yang merusak ini.


Jiwa Arty yang berat akhirnya rusak baik itu dari dalam dan luar, kelebihan kapasitas terlebih di serang oleh pusaran kekacauan akhirnya membuat pertahanan jiwa Arty perlahan menjadi butiran debu yang tersebar di seluruh penjuru dan lapisan ruang waktu.


Seperti hewan buas, ruang ini mencabik daging Arty dan mengeluarkan isi perutnya saat merasakan kesenangan berburu. Jiwa Arty robek menjadi banyak bagian besar sebelum tersebar menjadi butiran debu.


Saat tubuhnya berlubang, semua kelebihan kapasitasnya yang membuat Arty bengkak layaknya balon mulai bocor dan meninggalkan dirinya. Ingatan dan emosi kehidupannya sebelumnya mulai hilang saat mengambang di ruang waktu dan tidak akan kembali, mereka adalah inti jiwa Arty yang jika kehilangannya membuat kesadaran Arty menjadi hampa, semua naluri yang terukir dalam jiwa seperti bekas tulisan telah menghilang.


Perlu waktu yang sangat lama atau hanya satu kedipan, seluruh ingatan yang berada di inti jiwa Arty telah ditelan dan meninggalkan dirinya selamanya. Hanya menyisakan jiwa Arsene Moriarty yang terakhir, hidangan utama.


Sekarang, seluruh yang berhubungan dengan mereka bukanlah milik Arsene Moriarty lagi. Jiwanya sekarang hanya milik Arsene Moriarty, bukan siapapun.


Namun, pada akhirnya memori dan ingatan yang disebut Arsene Moriarty juga akan ditelan. Lalu jiwanya akan hancur sepenuhnya, tidak ada masa depan, masa sekarang, atau masa lalu.


Jika Jiwa bisa dilambangkan sebagai Tubuh, maka Arty merasa seluruh organ dan bahkan darahnya sudah dikeluarkan dari dirinya. Hanya menyisakan tulang dan kulit, bahkan setiap indra nya dirampas dari dirinya. Atau seperti toples plastik yang semua permennya sudah dikeluarkan, hanya menunggu di buang.


Dia merasa kosong, kekosongan ini bukan hanya kekosongan emosi... Dia benar-benar 'Kosong'.


Dan kekacauan ruang waktu telah membuka rahangnya lebar-lebar untuk terakhir kalinya, memperlihatkan gigi-gigi tajam yang siap menyelesaikan makanannya sebelum tidur kembali.


Dengan seluruh naluri dan indra nya hilang dan dirampas, Arty bahkan tidak memiliki ketakutan bawaan untuk takut keberadaannya dihapus. Diantara kesadaran dan mimpi tak berujung ini, Arty hanya tersenyum sebelum dirinya direduksi menjadi kekosongan.


....


"Kau beruntung, diriku..."


"Dengan ini, kau telah lepas dari semua ikatan nasib, dosa dan kebajikan dari diriku masa lalu, masa sekarang dan masa depan."


"Normalnya, menjadi entitas yang Mandiri hanya bisa dilakukan saat kau menaiki Tingkat Dimensi 10 keatas. Tapi selalu ada pengecualian dan kejutan untuk semua hal, bahkan 'Mereka' selalu mempunyai trik dan jalan yang mereka sembunyikan dari kita... Caramu dan keberuntunganmu dengan menghancurkan semua masa lalu, masa sekarang dan masa depanku... Bahkan milyaran diriku di alam semesta pararel telah terhapus, meskipun hasilnya agak cacat tapi yang jelas kau telah berhasil menjadi 'murni' kembali. Benar-benar jalan terbalik dari Evolusi. Sekarang takdir dan nasib tidak ada hubungannya denganmu, kau telah bebas."


"Selamat, diriku. Kau telah berdiri seimbang dengan Brengsek paling besar di seluruh alam semesta tanpa batas, Sang Penulis Takdir."


"HahahaHahahahahaHahahahaAHa!!"


Sebuah tangan emas besar, lebih besar dari penggabungan puluhan ribu galaksi muncul dengan tujuan merobek kekacauan ruang waktu. Suara keras ledakan dan bentrokan terdengar saat dua keberadaan agung bertarung. Namun bahkan dengan kekuatan yang seperti Tuhan itu, tangan emas besar hanya berhasil membuka lubang kecil dua meter untuk Arty masuki sebelum itu dipukul mundur dengan kekuatan yang puluhan lebih kuat.


"Sial..! Bisakah kau membiarkanku menjadi keren sekali ini sa--- Arghh-! Ingat saja, diriku yang itu akan kembali kesini untuk menganiayamu!"


Arty yang kesadarannya telah sangat kabur, bahkan putih, tidak mendengar dan bahkan peduli dengan pertarungan diluar nalar ini saat dirinya hanyut di luar angkasa.