Idii'Aka Beautiful Journey

Idii'Aka Beautiful Journey
Bab I [Alien] : Chapter 1. "Pilihan Hidup."



"Betapa bodohnya.." ucap seorang Remaja laki-laki yang sedang menatap layar iklan besar yang dipasang di gedung perusahaan elektronik.


Layar iklan tersebut sedang menampilkan sebuah iklan laptop terbaru yang memiliki kualitas melampaui para generasi sebelumnya, sebuah laptop generasi terbaru yang disebut Aqil Aquarius ZZ dari perusahaan elektronik internasional Titanium. Selain seluruh kualitasnya naik satu level dibandingkan produk terkenal generasi sebelumnya, laptop Aqil Aquarius ZZ memberikan penggunanya akses ke sebuah aplikasi bawaan Virtual yang memberi pengguna sebuah ruang besar simulasi pribadi mereka sendiri dan akses banyak data di seluruh dunia yang bisa mereka pasang di ruang simulasi tersebut. Menariknya, aplikasi itu sendiri bukan sepenuhnya data, tapi terhubung ke sebuah perangkat kecil mirip botol yang akan memvisualisasikan dunia virtual tersebut di dunia nyata.


Dengan kacamata transparan satu lensa unik yang menutupi satu telinga yang disebut Aliont untuk mengaktifkannya. Disana, pengguna bisa menciptakan platform mereka sendiri sesuai keinginan mereka dan bahkan bisa bermain-main disana layaknya dewa dunia maya, atau bisa berinteraksi dengan orang yang jauh dan bahkan bisa bermain bersama ke sebuah tempat sebagai hologram. Bisa dikatakan aplikasi ini sendiri hampir memukul mundur dan menurunkan banyak harga saham semua perusahaan jejaring sosial seperti Facepen dan game online.


Itu adalah apa yang disebut Metaverse. Alam Semesta baru yang menggabungkan realitas virtual dengan dunia nyata, yang dianggap sebagai mimpi pipa oleh banyak orang telah menjadi arus baru yang membawa perubahan dalam cara bersosialisasi dan berbisnis di masyarakat.


Singkatnya, anda bisa menjadi apapun di ruang simulasi anda sendiri dan menciptakan banyak skenario yang anda suka dan kemudian berinteraksi dan bermain dengan orang lain secara fisik seperti bersentuhan walau terpisah ratusan mil dengan hologram yang didukung teknologi mutakhir yang tidak jelas terbuat dari apa.


Ini benar-benar zaman keajaiban dan emas dari teknologi modern.


... Namun itu tidak ada hubungannya dengan pemuda ini karena situasi ekonomi keluarganya berada di menengah kebawah.


Pemuda tersebut bernama Arsene Moriarty, sebuah nama yang amat tidak biasa di negara kepulauan Asia tenggara seperti Indonesia yang terkenal dengan nama Rizki, Budi, Bagas dan Ahmad. Dia tidak tahu kenapa namanya seperti itu, Ayahnya hanya berkata itu nama hasil penggabungan dari dua karakter fiksi yang di sukai ayahnya ketika muda. Arsene Lupin dan James Moriarty.


Arsene Lupin, digambarkan sebagai pencuri gentleman hebat yang patriotik, romantis, berani, menghargai diri sendiri, dan menghormati perempuan yang ahli dalam hukum, kedokteran, akting, dan seni bela diri. Seorang pencuri yang ahli dalam menyamar dan berhasil membangkitkan patriotik rakyat Prancis karena caranya memerangi para koruptor.


Disisi lain, James Moriarty, seorang Profesor super jahat yang adalah musuh abadi Sherlock Holmes, Detektif terbaik di dunia. Terkenal ahli dalam strategi dan meramu kejahatan yang tidak pernah di duga sebelumnya yang bahkan membuat ratu Inggris mainannya. Dalang banyak kejahatan berantai sembari membuat tangannya bersih untuk ditangkap. Sebagai Napoleon Kriminal, dia adalah karakter keji yang tidak ragu menggunakan cara yang paling tidak masuk akal dan baru untuk menipu dunia.


Dan hal yang ditemukan dari dua nama ini adalah mereka bentrok dengan Sherlock Holmes, yang dianggap sebagai penegak keadilan.


Sebagai orang yang namanya berasal dari penggabungan dua tokoh yang sangat tidak biasa ini, Arsene Moriarty tidak tahu apakah ayahnya sebenarnya membencinya atau menyayanginya. Meskipun setelah kelas delapan dia mulai menyukai namanya sendiri, dia meminta orang sekitarnya memanggilnya dengan panggilan 'Arty'.


Kembali ke topik.


Sebenarnya keluarga Arty termasuk yang berkecukupan, namun harga Laptop Aqil Aquarius ZZ adalah sekitar 20 Juta Rupiah. Yang dianggap harga yang terlalu mahal untuk keluarga menengah kebawah biasa yang pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan sedikit tabungan. Standar negara berkembang seperti Indonesia membuat Laptop Aqil Aquarius ZZ hanya bisa dinikmati oleh para golongan menengah atas saja.


Meskipun Arty punya kebiasaan yang baik seperti menabung yang tidak dimiliki banyak remaja seusianya, menurut catatannya itu hanya kurang lebih berjumlah 3 Juta rupiah. Itu hanya cukup mengisi 15% harga untuk laptop tersebut. Arty benar-benar tidak ingin merepotkan orang tuanya untuk keinginan pribadinya, jadi dia hanya menelan keinginan tersebut dalam-dalam di perutnya.


Ini sekarang bulan Juni, Arty yang sudah bersekolah 12 Tahun dari Sekolah Dasar akhirnya lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas dan resmi remaja pengangguran. Saat ini, dia yang baru saja menerima sertifikat kelulusannya pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki yang jaraknya sekitar 3km. Karena jaraknya, biasanya dia naik angkutan umum sekali dan kemudian sisanya berjalan kaki beberapa ratus meter, namun setelah kelulusannya Arty menemukan dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Dia tentu saja senang dan karena itulah dia berjalan kaki di jalan yang penuh asap kendaraan dan panas matahari terik siang bolong karena modnya sedang baik, tapi ketika melihat kendaraan sepeda motor dan mobil orang yang berlalu lalang Arty tiba-tiba merasa kosong.


Ritme hidup itu cepat, dirinya yang masih ingat pertama kali mengeja kata akhirnya lulus dari bangku sekolah dan siap terjun ke dalam kerumitan masyarakat. Arty memikirkan untuk kuliah dan itu didukung keluarganya, mungkin dia bisa menemukan jati dirinya disana pikir Arty.


Berjalan kembali ke rumah, suasana hati Arty mengalami fase yang sangat tenang dan tanpa pikiran yang sangat langka. Dan saat itulah dia melihat layar iklan yang dipasang di gedung dipinggir jalan besar yang mengiklankan laptop Aqil Aquarius ZZ.


Akan bohong jika Arty tidak menginginkannya, dan memiliki laptop saat kuliah itu sudah seperti kewajiban. Secara logika, dia berpikir membeli laptop yang begitu mahal itu adalah pemborosan terlepas dari kualitasnya dan lebih baik membeli laptop murah yang berkisar 3 juta sampai 5 juta karena kebutuhannya adalah kuliah, dan bermain game hanyalah fungsi kedua. Namun jika dia memikirkan kebahagiannya, dia menginginkan laptop Aqil Aquarius ZZ yang memiliki aplikasi Metaverse yang sudah seperti mimpi masa kecilnya, yang dulu ingin masuk ke dunia fiksi yang ia kenal dan menjadi salah satu karakternya. Tapi memaksakan kebahagiaanya ini mungkin akan membuat situasi keluarga menjadi sangat sulit dan orang tuanya mungkin perlu menjual harta dan penampilan mereka.


Itulah kenapa.. perasaan ini...


Ya, sangat bodoh.


Arsene menatap layar iklan tersebut selama satu menit dengan mata yang berkabut, seolah disuruh memuntahkan makanan dan memakannya lagi dia menelan kembali keinginan itu di dalam perutnya. Arty menghela napas dan berbalik pergi, berjalan kembali di jalan dan kali ini dengan langkah yang lebih cepat.


Belum sepuluh langkah sebelum Arty berhenti di jalurnya saat pandangan matanya menatap seorang gadis cantik yang sedang duduk di kafe indoor mahal di seberang jalan, gadis tersebut mengenakan pakaian sekolah SMA yang memiliki logo yang sama dengan yang Arty pakai. SMA Negeri Palembang. Gadis cantik itu bernama Agnesamelia Anya, nama yang meskipun tidak sehebat Arsene Moriarty dia adalah seorang gadis paling populer di sekolahnya dan merupakan teman sekelas Arsene Moriarty yang juga baru saja lulus. Penampilannya bisa dianggap Wanita Sempurna yang penuh tata Krama, dia tidak memakai riasan atau lipstik apapun bahkan gelang ditangannya kecuali jam yang tampak antik, seragam putih sekolahnya sangat rapi dan halus seolah dia memperbaiki dan mensterikanya setiap lima menit dan gaya rambutnya sendiri di ikat simpul yang membuat rambut panjangnya sopan namun indah. Dia adalah gadis impian sempurna yang diinginkan pria normal.


Kemudian, jika anda mulai membandingkan disitulah anda akan merasakan jurang perbedaan.


Nasib akan menentukan titik awal manusia. Tidak seperti Arty, Agnesamelia Anya berasal dari keluarga menengah atas dan punya masa depan cerah yang sudah menunggu dia untuk menaikinya. Agnesamelia Anya adalah murid dengan kecerdasan dan prestasi terbaik di seluruh Sumatera, bahkan Jawa yang sejak SMP sudah menjadi pembicara di acara akademik sains dan webinar online internasional. Dengan segudang prestasi dan bakat, dia adalah wanita yang diharapkan akan terjun ke dunia politik dan menjadi garda depan perubahan baru di Indonesia.


Sebagai Generasi baru paling cemerlang, Arsene sudah bisa merasakan banyak mata melihat Agnesamelia Anya dengan arti yang berbeda-beda. Ada yang takut, kagum dan benci... Arty sebagai orang yang lebih suka mendengar daripada berbicara, bisa melihat semua hal ini dengan jelas.


Secara pribadi, Arty sebenarnya tidak terlalu mengenal Agnesamelia Anya. Meskipun mereka teman sekelas, Agnesamelia Anya sering absen untuk menghadiri banyak lomba dan acara  baik itu tingkat nasional atau internasional. Baginya yang sudah mencapai hasil yang begitu besar sejak muda, jenjang sekolah hanyalah prosedur yang diperlukan untuk mengisi rentetan prestasinya. Pihak sekolah bahkan diam-diam memberi kode pada Agnesamelia Anya untuk tidak perlu mengikuti ujian sekolah kecuali itu ujian nasional, tapi gadis ini meskipun jarang mengikuti kelas secara pribadi selalu mencapai nilai sempurna.


Arty sendiri tidak bodoh dan memiliki hasil yang cukup baik, dalam kelas dia selalu menjadi salah satu yang terbaik dan terus mencapai peringkat lima kebawah di kelas, tapi dia memang sangat lunak dibandingkan berlian keras seperti Agnesamelia Anya.


Satu-satunya interaksi pertama dan terakhir antara mereka berdua adalah saat Arty yang suka merenung di sekolah sendirian sampai sore untuk memendam 'emosi dan gejolak' remajanya, sambil menatap langit biru yang perlahan menjadi emas, tidak sengaja melihat Agnesamelia Anya yang baru saja keluar dari Perpustakaan Sekolah dengan wajah yang sombong. Saat melangkah pergi, tiba-tiba kakinya terpeleset lantai luar salah satu kelas yang baru saja di pel. Agnesamelia Anya jatuh dalam posisi yang sangat canggung dengan kepalanya yang berharga menghantam lantai duluan, lalu tubuhnya berbaring dilantai tidak sadarkan diri selama lima detik karena shock sebelum dia bangun seperti robot yang rusak. Sebagai 'sanksi mata', gadis yang penuh ego ini otomatis mengunci pemuda melankolis yang tampak sedang mengalami kesulitan ekonomi ini.


Arty masih ingat saat itu, gadis ini adalah harimau yang tersenyum. Dengan wajah cantiknya, dia memiliki senyum yang membuat semua orang ramah padanya, namun saat berikutnya dia akan mengunci lengan orang tersebut dengan berat badannya seolah orang itu kriminal, lalu saat berikutnya mengeluarkan dua Pepper Spray Merica yang fungsinya untuk melindungi diri menjadi alat untuk menganiaya orang lain. Membuat orang tersebut yang hanya ingin mengalami sore yang tenang, harus menjerit dengan kesakitan seperti ikan hidup yang direbus.


Mengingat itu kembali, Arty tiba-tiba menggigil. Gadis yang sangat buas, lebih baik jauh-jauh darinya, pikir Arty saat dia sadar. Dia kemudian segera menyelinap bersembunyi di gang-gang jalan dan dengan tegas mengambil jalan tikus yang memutar untuk aman.


Saat Arty lari untuk hidupnya, seorang pria dua puluhan yang memakai tas melewatinya. Pria tersebut mengelus perutnya pelan saat dia bergumam pelan ingin lauk ikan nila bakar siang ini. Arsene hanya meliriknya sebentar saat dia terus berjalan pulang.


Sejak kecil, karena pengaruh namannya yang terlalu kuat, dirinya yang kecil menjadi fans besar karakter-karakter fiksi yang punya segudang keterampilan dan pikiran yang tajam dalam detail. Dan yang paling kuat adalah pengaruh James Moriarty, meskipun dia menolak untuk memikirkan cara melakukan kejahatan dibalik layar, setidaknya dia bisa melihat motif, identitas dan kepribadian orang lain hanya dengan pengamatan murni dan memikirkan tindakan selanjutnya mereka. Meskipun itu hanya 40% akurat karena data yang kurang dan dia yang tidak terlalu aktif mencari bukti, Arty sejak kecil memang ahli dalam melihat seseorang.


Namun itu juga pedang yang bermata dua, sebab mengetahui hal yang seharusnya tidak boleh diketahui menyebabkan banyak situasi canggung karena mengetahui rahasia orang lain. Contoh yang paling baik adalah mengetahui sahabatnya saat SD ternyata adalah perempuan dan dirinya yang muda saat itu langsung bertanya tanpa memahami perasaannya, membuatnya segera pindah sekolah dan tidak pernah terlihat lagi. Dan contoh yang paling buruk adalah melihat tetangga Mbak Cantik yang selalu memberikannya permen saat kecil, Arty menemukan kalau salah satu petak tanah rumahnya entah kenapa berbau darah manusia walau samar. Dan walau ramah pada tetangga lain Mbak Cantik tersebut diam-diam punya kecenderungan tidak wajar untuk membenci pria dewasa, kecuali anak-anak. Pada akhirnya, ketika Arty naik ke jenjang SMP, Arty yang dewasa sejak dini menasihatinya dan memberikannya pelukan kasih sayang. Pada akhirnya, dia tidak sadarkan diri ditengah-tengah kuburan dan dimalam yang sama Mbak Cantik tersebut pindah rumah.


Arty benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan saat itu, dirinya saat SD hingga awal SMP bisa dianggap sangat polos sampai menakuti dirinya yang dewasa. Menggelengkan kepalanya, dia melupakan pria dua puluhan tadi dan berjalan kembali ke rumah.


Pengamatan dan memahami situasi orang kadang-kadang tidak terlalu baik, dan bahkan ada sedih dan bahagia. Melihat orang-orang asing yang berlalu lalang yang punya masalah dan cerita mereka sendiri, Arty benar-benar bertanya-tanya betapa rumit dan sederhananya dunia ini. Dunia ini bagaikan buku tebal yang halamannya terus bertambah dan semakin detail isinya seiring mengikuti kerumitan penghuninya, lalu emosi dan perasaan manusia itu hanyalah serangkaian kalimat dan kata-kata yang saling timbal balik dan terhubung. Itu adalah puncak pengamatan yang sudah tidak manusiawi yang Arty coba tolak namun sudah mengakar dalam inti pikirannya.


Lalu bagaimana dengan dirinya? Arty punya segudang hasil pengamatan yang cukup untuk menulis satu buku tebal 700 halaman tentang dirinya, tapi saat dia mulai memikirkannya lebih dalam dia hanya menemukan satu jawaban.... Aku tidak tahu, apa yang kukejar dan nasibku, atau bahkan pilihan hidup jangka panjang.


Arty merasa hampa, dan melewati gang-gang jalan yang minim matahari dan kotor lalu kemudian beberapa puluh menit kemudian masuk ke pemukiman warga yang tidak terlalu bersih membuat suasana hatinya yang tadinya ceria karena akhirnya lulus SMA menjadi hampa lagi saat dia merenungkan pilihan hidupnya.


Mencari handphone di saku celananya, Arty mengaktifkannya untuk melihat jam berapa sekarang.


14:03


Itu benar-benar menghabiskan waktu satu jam untuk pulang ke rumah, pikir Arty saat dia melihat rumah yang sangat akrab di depannya dan telah menjadi rumahnya sejak bayi.


Rumah Arty sebenarnya cukup bagus, itu adalah rumah semen dua lantai yang bahkan punya ayunan tua logam di lantai duanya. Banyak tanaman hias walau murah terpajang di sekitar halaman dan bahkan ada taman kecil dengan pohon nangka subur dengan banyak buah tumbuh disana, ini bisa dianggap rumah yang bagus di pemukiman warga sekitar. Namun hanya Arty yang tahu betapa miringnya fondasi rumah ini setelah berpuluh tahun dan letaknya yang dekat sungai Musi membuatnya akan kebanjiran saat bulan-bulan akhir tahun.


Arty mengeluarkan kunci di saku seragam sekolahnya dan membuka pintu rumah, tidak ada seorangpun di rumah jam ini dan sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara Arty sebagai anak paling kecil sering harus menjaga rumah. Orang tuanya sendiri membuka sebuah rumah makan kecil murah di pinggir jalan yang laris pembeli, baik itu anak pertama yang perempuan sedang pergi bulan madu dengan suaminya dan anak kedua yang laki-laki pergi jauh mandiri bekerja, hanya menyisakan anak ketiga perempuan yang putus sekolah SMA yang membantu usaha rumah makan orang tuanya.


Arty adalah anak yang tidak memiliki banyak kehendak dan tidak mudah tergoda, kepribadian Arty membuat orang tuanya tidak tertekan memenuhi kebutuhan pribadinya dan menyayanginya lebih banyak daripada kakak-kakaknya sebelumnya.


Arty melepas sepatu dan dan kaus kakinya sebelum masuk ke rumah, melihat kotoran seperti debu dan pasir di lantai, Arty mulai mencari sapu untuk menyapu lantai. Setelah menemukan sapu plastik tua rumah, dia dengan santai membersihkan lantai dengan cara mundur. Rumahnya tidak memiliki sekop plastik untuk mengumpulkan debu dan kotoran berbau jadi dia hanya membuangnya di halaman tanah.


Setelah lima menit, melihat lantai yang bersih setidaknya di permukaan, Arty segera lekas masuk ke kamarnya dan menggantung seragam putih sekolahnya dengan gantungan baju plastik. Dia sudah kelaparan, jadi setelah Arty memakai kaos dan celana training kesukaannya dia segera memanaskan nasi dan merebus mie goreng khas lokal.


Melihat mie yang direbus di panci yang sudah ditambahkan telur dan beberapa potongan daging ayam dengan wajah puas, Arty menyendok nasi di penanak nasi ke mangkuk keramik ukuran sedang.


Rasa diri hampa sebelumnya sudah hilang saat dia mulai menyapu lantai dan merebus mie, lagipula Arty menganggap setidaknya hidup itu harus dinikmati.


"Mood ku tiba-tiba baik, ayo kurangi umur dan turunkan kesehatan dengan makan mie dan nasi bersamaan.." Arty tiba-tiba mengatakan sesuatu yang menyedihkan dengan suasana hati yang ceria.


Mentiriskan air bekas rebusan mie, Arty meniup mie panasnya dan tidak lupa menambahkan saus cabai pedas kesukaannya. Mencampurkannya dengan nasi, Arty menyentuh perutnya yang sangat tidak berolahraga dan mulai memakan makanannya.


Rasanya enak namun terlalu gemuk, terlalu banyak karbohidrat. Pikir Arty saat dia menambahkan lebih banyak saus pedas dalam campuran mie dan nasi.


Lagipula, baginya Saus pedas itu seperti MSG. Penyedap rasa makanannya yang sangat tidak sehat dan jauh dari kata berkelas.


...


18:42


Beberapa jam kemudian berlalu saat Arty hanya bermalas-malasan di rumah, bermain handphone untuk membaca web novel sebagai hobinya, melakukan grinding game online dan menonton PalsTube sampai bosan. Arty menghabiskan waktunya dengan melakukan hal tersebut, berbaring di ranjangnya tanpa bergerak.


Arty bertindak dan hidup layaknya seorang remaja laki-laki biasa, kecuali hobinya sedikit berbeda daripada kebanyakan remaja lain dan akan benar-benar malas jika dia ingin malas. Namun memang ada yang cukup berbeda darinya dibandingkan remaja lain, dia tidak mengakses media sosial dan bermain game yang perlu berkomunikasi aktif dengan orang lain.


Arty tidak Introvert, tertutup atau kurang pergaulan hanya saja dia terlalu malas untuk membaca postingan orang lain yang aneh dan kebiasaan lain di internet yang hanya perilaku hasil terbawa arus tren singkat masyarakat manusia. Dan juga alasan kecilnya adalah karena gaya menulisnya yang cenderung baku saat menggunakan media sosial, banyak orang yang tidak berpendidikan yang mengolok-oloknya. Kemudian di game online yang perlu komunikasi aktif, Arty tidak suka menakuti orang lain baik itu teman dan musuh dengan gaya pikirnya yang kadang-kadang tanpa ampun karena keuntungan hasil pengamatannya.


Baik Arty bohong, dia memang ahli dalam keterampilan pengamatan dan bahkan sempat di ban di beberapa game tebak-tebakan dan strategi karena di anggap Cheater dan curang, tapi alasan sebenarnya adalah dia sebenarnya cukup payah dalam bermain game. Ketika salah satu teman sekelasnya bertanya kenapa dia buruk bermain game terutama FPS, dia hanya mengatakan kalau tangannya berkarat karena jarang bermain Game sebab dia tidak punya uang bahkan untuk ke warnet.


Temannya langsung bungkam setelah itu.


Arty berguling-guling sebentar dan menonton video PalsTube beberapa menit lagi sebelum melihat kembali jam dinding kamarnya yang menunjukkan jam 7 malam, jam 7 malam adalah saatnya dia yang bergiliran membantu orang tuanya berjualan di Restoran kecil keluarga dan Kakak Perempuannya akan segera pulang.


Minum air di cangkir plastiknya, Arty yang belum mandi hanya mencuci wajahnya dan kemudian keluar untuk mengunci rumah. Kakak Perempuannya punya kunci sendiri jadi dia tidak perlu lama-lama menunggunya pulang dahulu, sebab Kakak Perempuannya bahkan kadang-kadang tidak langsung pulang ke rumah tapi pergi ke rumah temannya setelah bekerja.


19:01


Matahari sudah sepenuhnya tenggelam dan kegelapan menggantikan langit biru saat pertama kali dia berjalan pulang.


Tidak tahu kalau malam yang penuh nyamuk ini akan sangat dia rindukan.