
Sungguh keajaiban Biologis.
Ikan yang menjadi species cerdas mirip Manusia dan bisa berjalan di darat sudah mengagumkan, tapi melihat Antropoda terutama kelas Arachnida bisa memiliki bentuk fisik gabungan antara tubuh laba-laba dan badan manusia benar-benar membuat Arty terpukau.
Laba-laba yang hanya muncul di mitologi dan game fantasi, yang keberadaanya bisa dilacak dalam sejarah mitos peradaban Umat Manusia.
Species cerdas atau bahkan monster yang sangat amat ditakuti, karena sikap dingin, predator dan liciknya untuk mengait mangsanya dalam jebakan keputusasaan. Mangsa yang terjebak dalam tenunan misteriusnya, adalah makanan yang disajikan dalam meja.
Arty tidak bisa berkedip.
Makhluk didepannya adalah Arakhne.
Dianggap nenek moyang seluruh Laba-laba.
Tercatat dalam mitologi Romawi dan Yunani, Arakhne adalah seorang perempuan yang sangat ahli dalam menenun. Arakhne menolak jika disebut bahwa kemampuannya merupakan berkah dari para dewa, dia bahkan merasa lebih lihai daripada Minerva, dewi tenun.
Minerva marah dan akibatnya Arakhne ditantang dalam suatu lomba menenun, yang pada akhirnya membuktikan keahlian tenun Arakhne lebih baik. Karya permadani Arakhne dengan berani menggambarkan keburukan para Dewa Yunani yang memperkosa manusia, yang pada akhirnya membuatnya dikutuk menjadi monster yang sekarang keturunannya dikenal sebagai laba-laba.
Memikirkannya kembali, itu sungguh legenda yang menarik pikir Arty. Seorang manusia yang menentang dominasi Dewa dan terlebih lagi meninggalkan species yang unik.
Namun apakah itu seluruh kebenaran dalam sejarah? Misal kenapa di Australia memiliki Species laba-laba lebih banyak daripada Eropa, terutama Yunani sendiri? Apakah ini ada hubungannya dengan mitologi?
Arty sejak dulu tidak berpikir Mitologi yang tampak tidak masuk akal bagi akal sehat, seperti Dewa-dewi dan segala makhluk tidak memiliki dasar Kebenaran. Kebenaran sejarah mungkin berubah seiring penyampaiannya setiap generasi, menjadi dilebih-lebihkan atau dikurangi. Tapi selalu ada segelintir Kebenaran umum yang tidak berubah. Menjadi arus kecil hingga besar dalam perkembangan peradaban umat manusia.
Tapi melihat Arakhne lengkap di depan matanya sendiri dalam planet peradaban inter-galaksi...
Arty merasa pikirannya cukup shock.
Jika dia bisa kembali di bumi, dia pasti akan menjadi Arkeolog dan menguak segala kepalsuan sejarah dan menghasilkan kebenaran yang utuh dalam bentuk sesungguhnya. Dia tidak keberatan untuk campur tangan dalam pemerintahan Bumi untuk masa depan Rasnya. Jika Arty serius, dengan kelicikan dan kreatifitasnya yang terlalu malas dia gunakan, menjadikan Indonesia menjadi Negara Super mengkalahkan negara adidaya lain di dunia dalam 10 tahun seharusnya mungkin jika tidak ada variabel misterius seperti sihir dan alien di Bumi.
Arty menutup matanya saat otaknya mulai mencari cara melaksanakan rencananya.
Kembali ke awal.
Wanita cantik Arakhne menatap Arty bingung dengan empat..., mungkin enam matanya jika dihitung dua mata dari kepala manusianya.
Bahkan jika Arty samar-samar bisa menangkap getaran enam matanya, Arty menyimpulkan bahwa wanita Arakhne mungkin berpikir 'Siapa bocah ini' dari tatapan matanya saja.
Arakhne mengangkat dua kaki depannya yang seperti tombak hitam untuk bergesekan dengan tangan kanan manusianya, seolah-olah sedang berpikir apa arti semua ini. Kemudian tiba-tiba melihat jauh ke belakang Arty, Android Pyara yang tengah berusaha melepaskan diri dari tenunan jaring laba-labanya. Lalu ke posisi acak di gedung Hotel sebelum jatuh ke renungan yang dalam.
Laba-laba di Bumi selalu dikenal memiliki indera penglihatan yang buruk, tapi Arty merasa enam mata Arakhne bahkan lebih tajam dari satelit. Arty kagum pada Evolusi yang dijalani ras tersebut yang jelas memerlukan banyak era dan milenium sebelum berada di titik ini.
Setelah tiga detik yang panjang, wanita Arakhne menunjuk Arty dengan tangan manusianya dan memberi isyarat untuk cepat mengikutinya. Arty langsung menangkap adanya kesalahpahaman, tapi dia tidak mengoreksi kesalahan tersebut dan justru kooperatif untuk mengangguk.
Sesuatu berbau mencurigakan, tapi Arty menyukainya!
Wanita Arakhne yang namanya bahkan dia tidak tahu segera menarik pakaian Arty dan menyeretnya masuk ke rute tersembunyi untuk melarikan diri dari pengawasan. Wanita Arakhne tampaknya sangat terbiasa melakukan hal ini melihat betapa lihainya dia bersembunyi dari pengawasan sistem dan bahkan membuat backdoor dari ruang bawah tanah stasiun yang mirip kereta.
Sepanjang jalan, wanita Arakhne tidak membicarakan apapun dan bahkan tidak peduli untuk menatap Arty dua kali sepanjang jalan. Setelah sepuluh menit berkelak-kelok diantara fasilitas dan bangunan yang sangat rumit, Arty dijatuhkan di sebuah pasar bawah tanah yang anehnya lebih terang daripada siang hari di permukaan planet itu sendiri.
Akhirnya, wanita Arakhne membuka mulutnya yang memiliki bibir ungu sexy.
"Turun, selamat datang di Exxon yang berarti 'Tanah Netral'... Arsene Moriarty," suaranya sangat indah hingga menghipnotis.
Arty mengangguk tanpa sadar, sebelum matanya tiba-tiba menyipit melihat Tanah Netral didepannya.
Jika wanita Arakhne saja sudah sangat mencurigakan, maka tempat terang didepannya benar-benar titik hitam diatas kanvas putih. Tempat ini sangat terang hingga menjengkelkan dengan lampu seperti matahari putih kecil di atas langit. Namun yang lebih sakit di mata adalah Arsitektur kota yang sangat semerawut seperti gambaran abstrak, seperti ada Kastil Perak megah yang tingginya menusuk langit, tapi dibawahnya adalah arsitektur perumahan gua primitif atau bagaimana ada rumah tanah liat berbentuk bulat seperti telur yang dihiasi banyak lampu-lampu kecil warna-warni.
Terlepas dari kesemrawutan dan terangnya tempat ini, seluruh kota seperti ditutupi tirai misterius yang membuat penghuni dan orang yang lewat dalam suasana sangat tegang dan bahkan hal kecil menyebabkan perkelahian adu jotos dan bersenjata, senjata yang bahkan belum Arty lihat di film fiksi ilmiah dan fantasi manapun dan sama mematikannya.
Arty terkesan pada keberuntungannya sendiri, belum beberapa jam dia menikmati planet futuristik ini tapi segera berinteraksi dengan sindikat dunia bawah.
Benar, dunia bawah... tempat ini jelas tempat berkumpulnya para kriminal dan organisasi yang menjalani hidup mereka di sisi abu-abu hukum. Namun tidak seperti Bumi, tempat ini jelas jauh lebih liar, tak terkendali dan bahkan pemerintah sendiri tidak bisa ikut campur secara resmi didalamnya.
Melirik Arty untuk terakhir kalinya, wanita Arakhne siap-siap pergi tapi Arty segera menghentikannya.
"Tunggu! Bisakah nyonya setidaknya memberi saya nama anda?"
Kata-kata Arty yang tiba-tiba mengejutkannya, bingung. Namun matanya segera melebar seolah baru saja menyadari hal yang sangat besar. Enam matanya, empat pupil di tubuh laba-laba dan dua di rongga mata manusianya seperti hampir copot.
Ekspresinya berubah dari bingung, shock, senang kemudian sedih. Arty menangkap dalam empat detik dimana setiap detiknya terjadi perubahan suasana hati besar-besaran yang sangat realistis. Bahkan manusia tidak bisa dalam mode emosi seperti itu, setidaknya tidak secepat wanita Arakhne didepannya.
"Z-... Zeoa.. Zeoa Yor'a Nes," ucap Zeoa dengan suara kecil yang tidak seperti tubuhnya.
"Aku Arsene Moriarty! Tolong panggil aku Arty saja ok? Sekarang nona Zeoa adalah temanku," balas Arty dengan mata berkilau seperti bintang.
"T-teman.." Zeoa mengingat interaksi awal mereka dan sempat mengiranya undangan teman sebelumnya hanya formalitas keramahan untuk membawa Arty masuk ke Exxon.
Ras Arakhne tidak terlalu populer dan bahkan di rasis dalam masyarakat peradaban Avelion yang menjunjung tinggi darah dan kemuliaan, itu dikarenakan Ras Arakhne dikenal memiliki nafsu makan besar akan darah Species cerdas terutama yang unik seperti Avelion dan dikenal licik karena gaya tempur mereka yang mengandalkan jebakan dari tenunan benang.
Maka dari itu, posisi Zeoa dan rasnya di Planet Starllast08T milik Avelion hanya bisa mencari nafkah hidup dari tenunan benang dan kontrak menjadi agen pengantar dan pemandu ke dunia bawah Exxon karena mobilitas kami mereka.
Arty melanjutkan, "Oh, aku masih muda umurku baru 17 tahun."
Zeoa kali ini kaget.
"Sangat muda..?!" baru kali ini Zeoa menaikan suaranya dari nada suara biasa dia gunakan.
Zeoa tidak tahu siapa Arty, dia hanya mengira sebelumnya Arty hanyalah kriminal yang di kawal oleh Pemerintah Peradaban Avelion dan ingin perlindungan sementara dengan masuk ke Exxon. Namun, mendengar fakta bahwa Arty sangat muda, Zeoa yang umurnya sudah mencapai tiga digit merasa sedikit malu pada perbedaan usia.
Jangan salah paham, bagi ras Arakhne yang umumnya bisa hidup seribu tahun jika hidup sehat dan tidak menghabiskan seluruh protein mereka untuk menenun jaring, umur Zeoa yang baru menginjak 341 tahun masih sangat muda dan berada di tahap puncak produktif!
Apalagi jika menjadi seorang Supers yang membuat umur sepuluh ribu hingga seratus ribu tahun mungkin, umur Zeoa bisa dibilang remaja dewasa dalam masyarakat inter-galaksi sekarang. Terlebih lagi, Zeoa yang adalah Supers Mage rank C masih sangat muda juga.
Bayi... kata-kata itu membuat Zeoa ingin memeluk Arty melihat betapa mudanya dia. Tapi Zeoa berusaha menahan diri.
Wanita Arakhne menatap Arty dengan malu-malu, dan segmen depannya yang disebut Prosoma yang merupakan perpaduan antara dada dan kepala saling bergesekan dengan ritme tertentu sebagai tanda gejolak hatinya yang kacau.
Melihat ini, Arty entah kenapa ngiler melihat betapa lancarnya kordinasi bagian gerak Arakhne. Namun dia tidak bisa, dia adalah teman, bukan subjek penelitian.
Arty tidak sadar kalau dia sendiri diincar oleh Kakak Perempuan didepannya yang juga ngiler ingin memeluknya.
Terlepas dari gejolak dalam batin mereka masing-masing, Zeoa dengan suara kecil menawarkan untuk menjadi pemandu Arty secara gratis yang membuat Arty sadar kalau dia tidak memiliki kekuatan finansial apapun.
Fakta ini membuatnya sedikit kesal... dari yang dikatakan Zeoa, Exxon adalah tempat dimana segala hal dijual dengan harga. Bahkan untuk produk teknologi dan sihir Illegal hingga makhluk hidup dan Species cerdas dari banyak planet. Tidak memiliki uang sama saja dengan budak atau tanpa hak suara disini.
Kecuali Arty adalah seorang Supers yang kuat, sayangnya dia bukan. Arty hanya bisa mengandalkan Zeoa, yang tampaknya cukup disegani di Exxon. Seorang alien yang berpenampilan seperti beruang kutub satu meter berbaju besi dengan bisep yang menonjol dan meriam besar logam di punggungnya kesal karena Arty menatapnya beberapa detik lebih lama, tapi sebelum itu bisa marah langsung ditampar salah satu kaki Zeoa yang seperti tombak hingga pingsan.
Beruang kutub yang sangat malang, setelah dia tidak sadarkan diri, orang-orang disekitarnya mengerumuninya seperti lalat dan merampok segala hartanya seperti meriam hingga gigi emas kecilnya yang sangat tersembunyi. Sekarang itu menjadi beruang 'telanjang' yang memiliki masalah mental ketika bangun.
Sungguh tempat yang sangat hebat.
Yang mengejutkan Arty, setelah berjalan dibawah terang selama sepuluh menit, Zeoa mengajak Arty untuk memasuki bangunan yang terlihat seperti kotak hitam besar dengan banyak duri. Ketika Arty masuk, pemandangan yang dia lihat adalah aula gelap dengan lampu lilin berwarna biru sebagai penerangan.
Aula ini sangat ramai terlepas dari kegelapan tempat ini, banyak orang saling bertransaksi dan menjual banyak hal aneh disekitar. Arty melihat lukisan yang menggambarkan wanita manusia dengan kumis putih lebat seperti Santa Claus, patung emas yang berbentuk seperti kacang, hingga telur berwarna jingga dengan banyak totol-totol ungu. Yang mengejutkan Arty, bahkan ada minuman keras yang berisi mata besar katak dan cairan busa yang dikenal dengan nama 'Air Liur Surga."
Ketika pada bagian terakhir, Zeoa entah karena alasan apa segera bergerak untuk menutupi mata Arty. Membuat Arty terkekeh menemukan kalau budaya minuman keras tetap dibatasi umur dalam masyarakat inter-galaksi.
Zeoa berbicara dengan nada menegur, "Kau hanya boleh minum itu ketika kau berumur setidaknya 100 tahun."
100 tahun?! Kebanyakannya manusia sudah kembali ke tanah ketika mereka mencapainya!
Arty terdiam dan mengalihkan perhatiannya kembali ke telur jingga sebelumnya.
[Harga 40 Kredit Universal/400 Kredit Avelion/....,40.000 Kredit Orpet.]
Arty merenung memikirkan ini.
Kredit? Apakah mata uang disini dalam bentuk kredit? Kredit virtual? Sudah kuduga, mata uang fisik memang primitif. Tapi... Ada perbedaan yang sangat besar antara setiap nilai kredit.
Zeoa tidak menyadari arus pikir Arty, melihatnya menatap lekat-lekat telur binatang buas jenis unggas misterius, Zeoa mengerti kalau Arty menginginkannya namun tidak memiliki uang.
Makhluk humanoid bayi seperti Arty seharusnya tidak memiliki izin finansial, baiklah... 400 kredit Avelion? Baiklah, itu tidak semahal itu. pikir Zeoa dengan dua tangannya terkepal.
Arty melihat Zeoa yang bertingkah aneh, namun mengikuti tatapannya yang melihat telur jingga lalu ke Arty. Arty segera memasang senyum canggung karena dia mengerti maksud Zeoa.
Apakah aku semuda itu untuk dibelikan mainan? ucap Arty dalam batinnya.
Tapi melihat itu adalah telur Species asing, Arty segera melupakan rasa malunya dan berjalan mengikuti Zeoa menuju si penjual telur yang ternyata adalah seorang gadis kecil imut. Gadis kecil itu duduk di tumpukan kotak kayu dan logam dengan tangan disilangkan seperti Boss.
Gadis kecil itu terlihat sangat mirip dengan manusia, kecuali itu memiliki rambut campuran antara pirang dan biru gelap dan mata yang sangat besar dengan bibir kecil. Membuatnya seimut karakter fiksi di Anime atau bahkan melebihinya.
Meskipun terlihat muda dan cilik, Zeoa memberi hormat seolah dia bertemu senior.
"Kak Arxela, Species apa telur ini berasal?" tanya Zeoa menunjuk ke telur jingga dengan totol ungu yang Arty lihat sebelumnya.
Arxela menatap Zeoa lalu telur jingga, matanya kemudian menyipit dengan sengit seolah membuat keputusan yang sangat penting. Zeoa tidak ingin menganggu pikirannya, dan orang lain disekitarnya juga diam-diam mengecilkan suara mereka.
"Aku tidak tahu!" teriak Arxela dengan keras sebelum jari kecilnya ditugaskan mengupil.
"..."
Bahkan Arty terdiam pada kelakuan gadis kecil imut yang jiwanya ternyata pak tua bau dan jorok.
Zeoa terdiam, tapi dia tetap membayar telur jingga dengan 400 kredit Avelion. Transaksi dilakukan dengan Zeoa mengeluarkan tato kecil di jarinya ke kaca pink transparan kecil di samping Arxela.
Kredit telah ditransfer.
"Bungkus sendiri!" ucap Arxela sebelum dia mengeluarkan telur acak lain kali ini berwarna hijau dan menaruhnya di depan untuk dijual. Dijual dengan harga yang sama.
Itu caramu menjual barang? Sangat pintar dan malas. tegur Arty dalam pikirannya.
Telur itu hanya sebesar bola voli, jadi Zeoa hanya mengambil kotak kayu acak yang berisi rerumputan kering dan memasukkan telur jingga kedalamnya. Malu-malu sebentar sebelum dengan tegas memberikannya ke Arty dengan wajah merah.
Arty mengeluarkan senyum terbaiknya, "Terima kasih, Kak Zeoa!"
Senyum Arty membuat Zeoa tersenyum juga, tapi ketika mata mereka berdua melakukan kontak. Mata Arty kali ini memiliki kejernihan yang sangat memikat, seperti permata yang paling jernih di alam semesta.
Mata adalah jendela jiwa.
Dan kejernihan jiwa itu begitu murni bahkan Arty tidak sadar kalau mata itu membuat banyak orang merasa terbuka, mengungkapkan emosi terdalam mereka yang selalu mereka tahan.
Kelemahan mereka.
Pandangan Arxela tanpa sadar juga menatap mata Arty, membuat pak tua ini yang tidak punya rasa malu seperti mengambil pintu gerbang orang lain dan menjualnya di orang yang sama atau mewarnai telur acak dan menjualnya seratus kali lipat harga telur aslinya, tiba-tiba batuk canggung dan merasa menyesal akan dosa kecilnya di hari tuanya.
Beberapa hewan buas yang dijinakkan secara paksa oleh tuannya, juga tiba-tiba mengeram marah, seolah emosi yang telah lama hilang karena rasa sakit dari tongkat dan kenikmatan wortel tiba-tiba tersulut kembali.
Tapi reaksi Zeoa lebih intens. Zeoa untuk pertama kalinya dengan berani menaruh Arty di punggungnya, bukan hanya menyeretnya, tapi murni interaksi antara Kakak dan Adik sedarah. Memasang senyum lebar yang sangat bahagia. Pemandangan itu sangat hangat dan aneh secara bersamaan dilingkungan gelap tempat ini.
Bagi penduduk bumi, pemandangan ini akan langsung dari film Horror, tapi bagi Zeoa dan Arty, ini sungguh memalukan dan membahagiakan saat Zeoa mengajak Arty keliling Exxon dan keluar dari aula gelap menuju langit terang lagi.
Mata yang sejernih permata paling indah di alam semesta, dari jiwa yang paling murni. Adalah pusat segala anomali.