
Kila menyusuri koridor dengan Via.Ketika mereka hendak menuruni anak tangga yang menuju ke lantai dasar,langkah keduannya pun terhenti saat melihat laki laki bertubuh jangkung menghalangi jalan keduannya. Laki laki itu seolah tak sadar akan kehadiran Kila dan Via,sehingga ia masih pada posisi nya dengan tenang.Yaitu menyenderkan tubuhnya didinding dengan mata yang terpejam.Kedua tangannya pun ia masukan kedalam saku celana.
"Lo bangunin gih sanah,kasian tau".Bisik Via pada Kila.Sedangkan Kila tak berkutik apa apa.Karena ia benar benar takut jika harus membangunkannya.
"G--Gue gak berani".Cicitnya sambil menari narik kain roknya.Pandangannya pun ia arahkan kepada keramik keramik yang ada dibawahnya.
Merasa ada sebuah suara yang hinggap ditelinganya,Kavin membuka matanya perlahan.Lelaki itu mendongkakkan kepalanya keatas dan mendapati gadis yang sedari tadi ia tunggu ada di depan pandangannya.
Tanpa ingin berlama lama lagi,Kavin pun menaiki beberapa anak tangga agar lebih dekat dengan Kila.Langsung saja ia menarik tangan Kila hingga membuat gadis itu sedikit terpelonjat karena kaget.Hampir saja Kila juga terjatuh karena ia tidak bisa mengimbangi langkah Kavin.Untunglah segera,ia menjaga keseimbangan tubuhnya dan sekarang berjalan normal.
Kila membalikkan pandangannya ke arah belakang.Menatap Via yang saat itu juga sedang menatap Kila dengan pandangan khawatir.Dengan terpaksa Kila pun melontarkan senyuman manisnya seolah olah ia berkata 'aku baik baik saja' hingga akhirnya membuat Via merasa lebih lega dan tenang.
"Jangan ngelamun terus,nanti ada yang nempel sama lo".Bisik seseorang tepat di telinga Via.
"AAAAAHHHHH!!".Teriaknya,membalas bisikan yang diberikan oleh orang yang belum ia ketahui wajahnya.Karena kedua telapak tangan Via sendiri,menutupi wajahnya.
"Yaelah,lo lebay amat sih!Gini gini gue juga manusia kali,kenapa harus sekaget itu sih?!".Cibirnya dengan wajah kesal. Perlahan,Via pun menurunkan kedua telapak tangannya.Matanya membulat sempurna saat mengetahui orang yang ada didepannya.
"Gak usah kaget,gue tau kalau gue itu ganteng".Ucapnya dengan nada enteng. Via pun merasa tak percaya akan ucapan lelaki di depannya itu.Akhirnya iapun lebih melangkahkan kakinya sambil memutar matanya karena jengah.
Aktivitasnya pun kembali tertunda karena cekalan di tangannya.Ia benar benar sangat kesal sekali.Ia tidak ingin lagi jika harus berlama lama seperti ini.Apalagi dengan laki laki yang sudah mendapat julukan 'playboy' disekolahnya.
"Ada apa ya Kak Raka?".Tanyanya dengan senyuman terpaksa.Padahal dalam hati ia ingin sekali meninju wajah yang ada di depannya itu.
"Kok lo tau sih nama gue?Atau jangan jangan lo sering perhatiin gue ya?".Narsisnya. Via pun melongo karena tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Dia punya otak gak sih?Jelaslah gue tau, orang lo itu udah terkenal dengan sikap enggak baik lo".Maki Via dalam hati dengan menatap sinis pada Raka.
"Jelaslah tau,kan Kakak salah satu most wanted yang ada disekolah".Ujarnya,itupun dengan sangat terpaksa.Mana mungkin ia akan mengotori mulutnya dengan perkataan manis pada lelaki seperti Raka.
Raka pun hanya membentuk huruf 'O' pada mulutnya."Lo temennya Kila kan?Pacar dari sahabat gue itu?".Tanyanya memastikan. Padahal ia sudah tahu betul kebenarannya. Ia menanyakan hal itu hanya untuk sebagai basa basi saja.
Ucapnya dengan senyuman yang sangat mempesona.Bahkan Via pun dibuat linglung beberapa saat karena terpikat oleh senyuman memabukan itu.Hingga akhirnya iapun tersadar kembali dan langsung menggeleng kan kepalanya dengan sopan.Tidak mungkin juga ia menerima ajakan lelaki yang jelas jelas ingin ia hindari itu.
Merasa tak puas atas jawaban yang ia terima,Raka langsung saja mencekal lengan Via yang tadi sempat terlepas.Masih dengan senyumannya,iapun berujar.
"Kenapa gak mau?Apa menurut lo,gue kurang ganteng?".Narsisnya lagi.Via sekarang ini sudah sangat jengah hingga iapun melepas kasar cekalan ditangannya.
"Masalahnya,gue cuma gak mau deket deket sama playboy kaya Kakak".Desisnya seketika tetapi dengan senyuman lebar.Raka pun tergagap dan merasa tak percaya.Seumur umur,dirinya tidak pernah sekalipun yang namanya ditolak.Malah dirinya sendirilah yang menolak perempuan yang datang kepadanya.Tapi,perempuan ini benar benar menolaknya!Raka yang tersadar dari lamunannya,segera saja mengejar gadis yang sudah mulai hilang dari pandangannya itu.Tetapi tetap saja,Via tidak pernah berhenti dan terus saja berlari walaupun Raka terus saja memanggilnya.Orang orang yang saat itu masih berada disana pun hanya memandang tak mengerti akan tingkah keduannya.
"Tunggu dan lihat saja nona".Gumamnya dan menghentikan langkahnya.Raka membiarkan Via pergi karena ia sudah tak kuat lagi untuk mengejarnya.Ia juga berfikir, kenapa juga dirinya tiba tiba mengajak orang yang tidak ia kenal untuk pulang bersama. Entah dorongan darimana,sehingga ia berani mengajak Via untung pulang bersama.Untung dia punya ketampanan diatas rata rata,jadi ia tidak terlalu malu saat berkata seperti itu.
>>>>>>
Hari demi hari pun silih berganti begitu cepat.Tak terasa sudah dua minggu lamanya Kila dan Kavin sudah berpacaran.Beritanya pun sudah menyebar diseluruh sekolah. Sehingga banyak yang tidak menyukai Kila. Tetapi yang membuat orang orang teraneh aneh akan hubungan mereka adalah, bagaimana interaksi keduannya saat bertemu.
Dalam kesehariannya saja,mereka berdua tidak sekalipun menunjukan keromantisan sama sekali layaknya sepasang kekasih. Bahkan jika bertemu pun,keduannya tidak pernah saling menyapa sama sekali.Mereka hanya saling melontarkan senyuman saja. Bahkan itupun Kila sendirilah yang memulai. Dan sudah pasti,Kavin akan membalasnya dengan hal yang sama,yaitu datar.Mereka bersama juga tidak terlalu sering,jika tidak sibuk Kavin akan mengantar pulang Kila dan saat perjalanan pun tidak ada pembicaraan sama sekali.Sehingga orang orang menyimpulkan bahwa keduannya tidak benar benar pacaran.Buktinya,masih banyak sekali perempuan yang mengejar bahkan menggoda Kavin secara terang teranga.Dan Kila, menanggapinya hanya biasa saja.Walaupun sebenarnya hatinya sangat sakit sekali saat melihat semua itu.Marah pun tidak ada gunanya juga!
Saat ini,Kila melangkahkan kakinya gontai menuju pinggir lapangan.Ia sudah sangat lelah sekali karena sudah berlari lima keliling lapangan sebagai pembuka pelajaran olahraganya.Teman temannya pun berlaku sama seperti Kila.Mereka mencari tempat senyaman mungkin untuk menghilangkan rasa penat mereka walau hanya diberi waktu beberapa menit saja.
Kila meneguk habis minum miliknya.Matanya menatap lurus pada teman teman kelasnya yang lain yang sudah bangkit dari istirahatnya. Ia benar benar tak menyangka bahwa teman temannya itu sangatlah kuat,bahkan mereka seperti tidak kelelahan sedikit pun sehabis berlari mengelilingi lapangan.Kila yang duduk pertama saja,bahkan masih tidak sanggup untuk menggerakan otot otot tubuhnya lagi.
"Kila cepetan dong sini jangan duduk mulu. Lemes amat sih lo".Teriak Karin,ketua kelasnya yang memiliki suara melengking itu. Ia juga adalah salah satu orang yang tidak menyukai perihal hubungannya dengan Kavin.
Dengan terpaksa,Kila bangkit dari duduknya. Sebelum beekumpul kembali dengan teman temannya,iapun terlebih dahulu membuang botol minumnya pada tempat sampah yang berada diluar lapangan.Baru saja ia membalikan tubuhnya lagi,tiba tiba langkahnya terhenti.
Kila membalikan tubuhnya ke belakang. Mengedarkan pandangannya pada lorong lorong yang berada didepannya yang terlihat sepi.Padahal ia yakin,sedari tadi ia merasa bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh seseorang.Tetapi ia menggelengkan kepalanya cepat.Membuang jauh jauh pikiran negatifnya itu.Jika memang benar ada yang memperhatikannya,ia pasti bisa menemukan orang itu.Apalagi lorong lorong itu terlihat sangat sepi.Jadi tidak mungkin ada orang disana.
"Benar benar sangat waspada".Gumam seseorang yang berada dibalik tiang.