Ice Boy

Ice Boy
#Prolog



Shakila Tsalisa Mahendra


Shakila,gadis berwajah manis yang kian umurnya sudah menginjak usia 17 tahun itu sedang menatap seseorang dari kejauhan. Gadis itu tersenyum lebar hingga menampakan dua lesung pipinya sekaligus saat melihat cowok yang ia perhatikan sejak beberapa menit yang lalu itu tengah serius mendrible bola ditangannya.Walaupun keringat sudah membanjiri tubuhnya,laki laki itu terus saja dengan penuh semangat bergerak kesana kemari hingga berhasil mencetak poin untuk dirinya dan timnya.


Kila pun mengambil kesempatan ini untuk menjalankan hobi dan kebiasaannya setiap hari saat dirinya tengah dilanda kebosanan. Ia mulai menggerakan pensil yang berada ditangannya diatas kertas putih yang ia simpan diatas roknya.Kepalanya terus ia dongkak dan tundukan dengan goresan goresan pensilnya itu kini sudah mulai berubah menjadi sebuah gambar wajah sesosok laki laki yang sedari tadi ia pandangi.


Tak lama kemudian bel pun berbunyi menandakan bahwa waktu istirahat telah usai.Baru saha Kila akan memberikan sentuhan akhir pada gambarnya,tiba tiba saja laki laki yang ia pandangi itu membalikan tubuhnya.Hingga mempertemukan iris mata coklat dan iris mata hitam sekaligus hingga beberapa detik lamanya.Kila langsung saja kelagapan saat itu saat laki laki disebrangnya menatapnya dengan pandangan dingin nan tajam.Ia mengalihkan pandangannya secepat mungkin dan mulai membereskan barang barang miliknya.


Dengan degup jantung yang tidak karuan, Kila pun langsung berlari dengan sangat tergesa gesa meninggalkan tempatnya.Tak mempedulikan orang orang yang menatapnya dengan tatapan sangat aneh saat itu.Karena bagi dirinya,tertangkap basah saat memperhatikan laki laki yang ia suka sudahlah sangat memalukan dalam hidupnya.


Sesampainya di dalam kelasnya,yaitu kelas 11 IPS-2 yang berada di lantai dua,iapun langsung mendaratkan bokongnya diatas kursi.Tanpa izin terlebih dahulu dari sang pemilik barang,Kila langsung saja merebut botol minum sahabatnya dan meneguknya sampai tandas.


Sedangkan Lovia,gadis itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya kecil saat melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini.Padahal dia ingin sekali menegur sahabatnya itu,tapi ia urungkan niatnya saat melihat sahabatnya itu seperti orang yang sangat kelelahan.


"Sampe kapan?Kamu mau ngelakuin hal yang sama setiap harinya?".Tanyanya membuka suara.


Kila pun menggelengkan kepalanya dengan tangannya yang bergerak menutup kembali botol minum sahabatnya."Aku gak tau". Cicitnya.


Via pun menghembuskan nafasnya kasar. Membiarkan sahabatnya itu berfikir jernih terlebih dahulu sebelum ia melontarkan banyak pertanyaan padanya.


"Kenapa harus cape cape sih?Padahal


kamu kan udah tau kalau dia itu gak bakal jadi milik kamu".Ucap Via dengan nada rendah,agar tak membuat Shakila sakit hati.


"Aku juga gak tau.Pikiran aku emang nyuruh aku buat berhenti,tapi hati aku enggak". Balasnya.Dengan lesu iapun menelungkupkan wajahnya yang berlandaskan kedua lengannya yang sudah tertempel dengan meja.


Pikirannya pun sedang mengelana entah kemana.Sebenarnya ia jugak tak tahu kenapa hatinya menyukai laki laki yang jelas jelas sangat mustahil untuk ia dapatkan.Setiap ia mencoba melupakan sosok itu,bayangan nya selalu saja datang dan menghantuinya. Hingga akhirnya iapun menyerah dan benar benar tidak bisa melupakannya.Setidaknya, ia bisa mencintai dengan caranya sendiri!


Via pun menjulurkan tangannya,meraih sebuah buku yang tadi diletakkan oleh Kila diatas meja.Tangannya pun mulai membuka lembaran demi lembaran buku itu.Dan ia sudah tahu dengan sangat pasti,bahwa isinya tidak jauh dari gambar gambar sebelumnya. Apalagi kalau bukan wajah laki laki yang sangat didamba dambakan oleh sahabatnya itu.Bahkan wajahnya itu sudah memenuhi hampir setengah buku itu,walaupun dengan posisi yang berbeda beda.Dia adalah Kavin.


Kavin Ardana Abiputra


Kavin,nama dengan pemilik tubuh yang memiliki IQ diatas rata rata.Ia bersekolah


di sekolah yang sama dengan Kila yaitu SMA TRISAKTI.Saat ini ia duduk dibangku kelas 12 IPA-1 dengan banyak kejuaraan yang telah ia dapati selama bersekolah. Sifatnya yang dingin dan tatapannya yang selalu tajam,membuat dirinya ditakuti oleh banyak orang yang berada di dekatnya.Tetapi walaupun begitu,tak jarang pula banyak para gadis yang berusaha mencari perhatian dari dirinya karena wajah tampannya yang sudah tak asing lagi dikalangan para cewek disekolahnya.Dan yang pasti,ia tidak pernah membalas satupun perlakuan mereka.Bahkan ia bersikap sangat cuek dan berusaha tak peduli pada sekitarnya.


Sifat cueknya itulah yang membuat Kila terpesona sampai dirinya menyukai laki laki itu dari saat pertama kali ia melihatnya.Bukan karena ketampanannya saja,tetapi juga kepintaran yang ia miliki.Bahkan guru guru pun sampai menghormati dirinya karena prestasi prestasi yang ia dapati.Tentu hal itu ada sebagian orang yang tidak menyukai sosok Kavin disekolahnya.Tetapi mereka semua tak berani macam macam dengan dirinya karena sabuk hitam yang ia pegang sejak dirinya masih sekolah ditingkat menengah pertama.Dan lagi,gelar ketua OSIS yang ia sandang sekarang ini membuat orang orang yang tidak menyukainya berfikir dua kali sebelum bertindak.


"Kavin lo disuruh ke Pak Darwin ke ruangannya".Teriak seseorang dari arah pintu yang diketahui bernama Raka.


Karena suaranya yang begitu menggelegar, lantas kelakuannya itupun membuat semua mata tertuju padanya.Begitu pun dengan Kavin sendiri.Karena semuannya juga tahu bahwa Raka berada di kelas yang sangat berbeda jauh dengan kelasnya.


"Biasa aja dong gak usah teriak teriak kayak gitu,,,malu maluin aja!".Cibir seseorang,ia adalah Bisma.


"Hehehe,ya maaf deh.Kalau gitu abang Raka yang ganteng ini pergi ke kelas dulu ya,,,,bye bye semuannya".Sahutnya sambil melambai lambaikan tangannya ke atas.


"Pd banget sih tuh anak".Balas Bisma."Eh iya Vin,lo kesananya sekarang apa nan___. Ehh!".Sambungnya saat mendapati bahwa Kavin sudah tidak ada di tempatnya.


"Dia orang apa bukan sih?Sampe pergi aja gak ngeluarin sama sekali".Decaknya karena merasa kesal.


Sedangkan saat ini,Kavin sedang berjalan dengan santainya menyusuri koridor sekolahnya yang terlihat sepi karena proses belajar mengajar sedang berlangsung.Kesan tampannya pun semakin bertambah saat ia memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya.Apalagi rambutnya yang sudah ia sisir kebelakang menggunakan tangannya. Menambah kesan cool yang melebihi apapun. Mungkin jika saat ini adalah waktu istirahat, pasti sudah banyak para cewek yang histeris dibuatnya.


Baru saja ia akan membuka pintu ruangan didepannya,tiba tiba saja pintu itupun sudah lebih dahulu terbuka karena sebuah tarikan dari dalam sana.Hingga keduannya pun sama sama berada diambang pintu.Menghalangi jalan keduannya karena mereka berada di sisi yang berlawanan.