
Setelah mengetahui hal yang tak terduga ini, aku membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menerima semua kenyataan ini bahwa aku adalah seorang putri dari seorang bangsawan berkedudukan tinggi
Perlahan-lahan aku akhirnya dapat menerima semua kenyataan ini dan memulai hidup baruku, setidaknya di kehidupanku yang kedua ini aku tidak sendirian lagi seperti sebelumnya.
Beberapa tahun pun berlalu dan kini usiaku telah menginjak usia 17 tahun, selama aku tinggal disini aku bukan hanya bertumbuh besar saja tapi aku juga mempelajari banyak hal seperti etika dan tatakrama seorang bangsawan.
Dibawah bimbingan Fredrick aku juga mempelajari banyak hal seperti cara menggunakan sihir, mengendalikan energi sihir yang cukup besar dalam tubuhku dan juga cara mengendalikan sihir hitam yang masih ada pada diriku
Fredrick adalah asisten Albern, dan juga merupakan penyihir yang cukup hebat dan Albern atau lebih tepatnya ayahku merupakan seorang sword master dan juga dijuluki sebagai pahlawan perang oleh banyak orang
"astaga guru, sepertinya kemampuan anda semakin lama semakin berkurang, anda bahkan terlihat kesulitan untuk menyerang saya" ucap Emily
"huh.. huh... ini bukan kemampuan saya yang menurun tapi nona lah yang menjadi semakin kuat" ucap Fredrick yang terlihat kelelahan
"sebaiknya kita akhiri saja latihannya hari ini, karena guru sepertinya terlihat sangat kelelahan" ucap Emily
"saya juga berfikiran hal yang sama, sepertinya sudah tidak ada hal yang bisa saya ajarkan lagi pada nona" kata Fredrick
"kenapa begitu? apa guru jadi pesimis karena aku mengalahkan guru dalam beberapa latihan sebelumnya" ucap Emily yang terlihat agak tidak senang
Akademi yang dimaksud oleh Fredrick adalah akademi yang letaknya di ibukota kerajaan ini dan akademi tersebut merupakan akademi yang sangat terkenal dan juga banyak anak-anak berbakat disana bahkan Fredrick juga ialah lulusan dari akademi tersebut
Di Akademi tersebut diajarkan berbagai banyak hal tapi pelajaran yang paling inti disana ialah sihir dan untuk dapat masuk dikelas sihir pada akademi tersebut harus melewati banyak tes dan tes tersebut tidak dapat dianggap enteng, apalagi pemilihan murid untuk masuk dikelas sihir dipilih secara teliti dan hanya mengambil murid berbakat
"sepertinya itu tempat yang lumayan bagus, tapi aku tidak yakin apakah ayah akan mengizinkan aku untuk mendaftar di akademi tersebut" ucap Emily yang agak kecewa
"memang benar sih apa yang dikatakan nona, mungkin agak sulit untuk meminta hal tersebut pada tuan bahkan jika nona sendiri yang memintanya apalagi tuan tidak pernah membiarkan nona pergi keluar kediaman sendirian dan menyuruh banyak assassin untuk selalu mengawasi nona" pikir Fredrick
Kemampuan Emily saat ini dapat dibilang sudah sangat kuat walaupun dia masih agak sulit untuk mengendalikan sihir hitam miliknya dan karena sihir hitam tersebut, Emily mendapatkan kemampuan tambahan seperti kemampuan yang dapat meniru kemampuan orang lain
Tak lama setelah itu Lena datang menghampiri Emily dan mengatakan bahwa Albern ingin bertemu dengannya. sekedar informasi tambahan, Lena bukan hanya pelayan biasa tapi dia juga merupakan seorang assassin yang ditetapkan disisi Emily atas perintah Albern langsung.
"nona, tuan bilang ingin bertemu dengan nona segera di ruangannya" ucap Lena
"baiklah aku akan segera kesana" ucap Emily