
"hai yang mulai pangeran kedua, bagaimana tes pertama hari ini?" ucap Alice
"kau rupanya Alice, kukira siapa. Kenapa kau bisa ada disini?" ucap pangeran kedua
"sebenarnya saya kesini untuk menemui pangeran pertama tapi sepertinya dia tidak ada disini jadi saya berfikir menemui anda saja" kata Alice
"be...begitu ya haha..." ucap pangeran kedua
"sialan, dia pasti sudah pergi duluan setelah melihat Alice datang kemari (Richard)" pikir pangeran kedua
Alice Dominic merupakan anak dari keluarga bangsawan Dominic yang merupakan pemegang perdagangan yang ada di kerajaan ini dan dia juga merupakan orang yang lulus tiga tes masuk ke akademi tahun lalu
Dia bahkan sering menemui pangeran kedua atau pangeran pertama, bisa dibilang dia berharap salah satu dari dua pangeran itu dapat jatuh cinta padanya bahkan alasannya masuk keakademi ini itu karena ingin selalu melihat pangeran pertama dan pangeran kedua
Sangking seringnya Alice menemui mereka, kedua pangeran tersebut saat melihat Alice yang sedang berjalan menuju arah mereka ingin segera pergi dari tempat mereka tadi atau bisa dibilang mereka merasa risih terhadap Alice
Walaupun Alice terlihat seperti wanita yang sangat mencintai kedua pangeran itu tapi kemampuan sihirnya cukup hebat dan karena itu dia merasa pantas berada disisi kedua pangeran
"dari seribu orang sekarang hanya tersisa seratus orang saja ya" ucap Alice
"iya, ditambah lagi ada masalah saat tes pertama tadi tapi syukurlah mereka semua baik-baik saja" ucap pangeran kedua
"masalah, anda tidak apa-apa kan pangeran Cyril.. tidak ada yang terluka sedikitpun kan" kata Alice yang kemudian melihat pangeran kedua
"sa...saya tidak apa-apa kok" ucap pangeran kedua
"kenapa dia harus datang kemari sih, dasar Richard sialan. Bisa-bisanya dia meninggalkanku sendiri dengan Alice" pikir pangeran kedua
Karena tidak sanggup berada dekat dengan Alice maka pangeran kedua mencoba mengusirnya dengan lembut
"apa kau tidak ada kelas hingga berkeliaran seperti ini?" tanya pangeran kedua
"karena sekarang paman yang sedang mengajar dikelas ku maka aku bolos saja, lagipula paman tidak akan memarahiku kok" jawab Alice
"pantas saja dia bisa berkeliaran disini, karena sekarang pamannya yang sedang mengajar dikelas nya maka bersikap seenaknya seperti ini. membuat kesal saja" pikir pangeran kedua
"pangeran tidak perlu khawatir, saya tidak akan dimarahi kok jadi anda tenang saja" ucap Alice
"siapa juga yang khawatir denganmu, kau matipun aku juga tidak peduli" pikir pangeran kedua
Dan pada akhirnya pangeran gagal mengusir Alice dengan lembut, dan sekarang para peserta yang tersisa sedang berbincang bincang tentang bagaimana tes kedua nantinya
Sudah jelas dan pasti tes kedua ini akan menjadi lebih sulit karena pangeran pertama yang mengaturnya sendiri, dan saat Emily sedang duduk sendiri ia menerima telepati dari mika. Bagi yang lupa sama mika bisa baca ulang bab 9
"nona, bagaimana tes pertama anda? anda tidak terluka sedikitpun bukan" ucap mika melalui telepati
"iya aku tidak apa-apa, tidak perlu khawatir. Apa ayah yang menyuruhmu untuk memastikan keadaanku?" tanya Emily
"...." mika hanya terdiam
"katakan pada ayah untuk tidak khawatir dan aku pasti akan berhasil masuk keakademi ini" ucap Emily
"baik akan saya sampaikan" kata mika