I Will Turn My Suffering Into Happiness

I Will Turn My Suffering Into Happiness
BAB 3. LUKISAN WANITA YANG MIRIP DENGANNYA



Sebenarnya kenapa dia marah karena hanya melihatku yg sedang berlutut dilantai ini, kupikir karena derajatku dengannya sangat berbeda jauh aku harus berlutut padanya sebagai rasa hormatku pada orang yang memiliki derajat lebih tinggi


Mungkin ia marah karena aku telah mengotori lantainya dengan berlutut disini, tapi kemudian Fredrick menyuruhku untuk bangan dan jangan berlutut


"nona bangunlah, anda tidak boleh berlutut seperti itu" ucap Fredrick


"maaf....." ucapku yang kemudian langsung berdiri


"CK, sudahlah. Cepat bawa dia ke kamarnya" perintah bangsawan itu pada Fredrick


"baik tuan Albern" jawab Fredrick sambil membawaku pergi dari ruangan itu


"ternyata nama bangsawan itu Albern ya.., nama yang indah" pikirku sambil berjalan keluar


Setelah Fredrick membawa keluar Emily dari ruangan tersebut, Albern kemudian pergi ke kamarnya dan menatap kesebuah lukisan yang cukup besar yang ada pada sebuah dinding kamarnya


Dalam lukisan itu terlukis seorang wanita yang sangat cantik dan sangat mirip dengan Emily, dan Albern lalu menyentuh dan berbicara pada lukisan tersebut dengan air mata yang menetes


"akhirnya aku telah menemukan anak kita, maafkan aku karena tidak bisa menjaganya dengan baik tapi kali ini aku akan berjanji padamu bahwa aku akan menjaganya dengan baik Rosalina" ucap Albern pada lukisan itu dengan sangat sedih


Sebenarnya aku tidak tahu ingin dibawa kemana oleh Fredrick, mendengar bangsawan radi menyuruh Fredrik untuk membawaku ke kamar kupikir aku akan dijadikan pelayan disini. tapi tidak kusangka aku akan dibawa kesebuah kamar yang sangat indah dan juga bersih



"nona mulai sekarang anda akan tinggal disini dan ini kamar anda" ucap Fredrick padaku


"bukannya ini terlalu berlebihan jika diberikan kepada saya" ucapku yang masih ragu-ragu


"ini semua sama sekali tidak berlebihan nona, justru ini semua memang seharusnya milik anda" kata Fredrick


"tapi tetap saja bagi seorang pelayan, kamar ini bukannya terlalu berlebihan?" tanya Ku


Saat aku bertanya seperti itu Fredrick terdiam untuk sesaat dan kemudian ia memegang pundakku dan mengatakan bahwa aku bukanlah seorang pelayan disini


"nona, anda bukanlah pelayan dirumah ini melainkan sebuah bintang yang bercahaya yang akan selalu menerangi seluruh rumah ini dan anda juga ini semua pemberian tuan Albern pada nona" jawab Fredrick


Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Fredrick, saat aku ingin bertanya apa maksud perkataannya ia langsung pergi dan tak lama setelah Fredrick pergi datanglah seorang wanita yang sepertinya adalah pelayan


Entah kenapa semua orang yang ada dirumah ini menatapku dengan hormat, jika diingat lagi baik hidupku yang dulu ataupun sekarang sebelum datang ke rumah ini semua orang selalu menatapku dengan tatapan yang tidak nyaman. mereka menatapku seolah-olah aku ini menjijikan


"nona perkenalkan nama saya adalah Lena, mulai sekarang saya yang akan menjadi pelayan pribadi anda" ucap pelayan wanita yang baru datang itu


Kemudian Lena membantuku membersihkan diri dan mendandani diriku, bisa dibilang penampilanku berubah pesat setelah aku membersihkan diri dan didandani oleh Lena


"nona anda begitu cantik, saya sangat senang bisa melayani anda disini" ucap Lena