
...Aspida POV....
Namaku adalah Aspida, salah satu pengawal milik Lonely Wolf. Hari ini adalah hari liburku dalam bertugas, jadi untuk menikmati hari libur yang langka ini.
Akupun memutuskan untuk pergi ke salah satu air terjun di dekat Nero Cave, Nero Cave adalah nama goa yang menjadi tempat tinggal koloni Lonely Wolf jika kalian tidak tahu.
Tentu saja alasanku pergi ke air terjun, karena ini sudah memasuki musim ikan salmon bertelur. Ikan Salmon mungkin bukan hidangan yang penuh nutrisi sesudah insiden Day-Break sih??
Tapi alasan aku berburu ikan Salmon, karena ikan salmon punya daging yang empuk serta berair. Daging mereka juga lumer ketika dimakan, ini saja sudah menjadi alasan yang cukup untuk berburu ikan salmon bukan??
Saat sedang berjalan santai menuju lokasi air terjun, aku melihat sesosok anak kecil sedang melompat dari pohon ke pohon.
Yang di mana ini membuatku agak curiga, meski dalam masa liburan. Aku juga harus mengawasi keberadaan mencurigakan sepertinya bukan???
Jadi dengan terpaksa, aku pun mengurungkan niat-ku untuk memakan ikan salmon yang lezat serta empuk itu lalu mengikuti anak kecil aneh ini.
.
.
.
.
.
Aku mengikuti anak kecil ini cukup lama, mungkin sekitar 4-5 menit hingga sosok anak ini sampai di sebuah rumah terbengkalai.
Saat sedang memandangi kondisi lembah tersebut, betapa terkejutnya aku ketika sosok anak kecil tersebut malah menghilang meninggalkan sebongkah es??
Tunggu apa ini sebongkah es, atau sebuah inti Es?? Aura yang terkandung di dalamnya, nampaknya hampir menandingi inti air di Nero Cave ku pikir???
Dan aku tanpa rasa curiga sama sekali, justru membawa inti Es tersebut kepada tuan??
.
.
.
.
.
.
...Beberapa hari telah berlalu......
Dua hari yang lalu, Spathi serta tuan berhasil membunuh salah satu E+ pihak manusia. Ini kabar yang baik, mengingat kami mendapatkan makanan bernutrisi yakni daging manusia grade E+....
Yang aku yakini tidak kalah lezat-nya dengan daging segar ikan Salmon bukan?? Tapi ada satu hal yang membuatku menyesal...
Tidak, aku tidak menyesal sama sekali telah menjadi koloni Lonely Wolf. Karena hal yang membuatku menyesal ialah keberadaan makhluk di depan-ku ini.
(NB : Gambar hanya sebagai ilustrasi Karakter saja, dan Author mengambilnya dari Google dengan niatan meminjam saja)
.
.
.
Dan apa kalian tahu?? Hal apa yang di lakukan Yuki-Onna ini ketika melihatku?? Dia langsung memanggilku Ibu, ya kalian tidak salah dengar karena dia memang memanggilku Ibu saat lahir ke dunia....
Yang di mana ini membuatku merasa tertekan, aku bahkan belum di usia pembuahan tapi sudah mempunyai seorang anak berwujud seperti manusia???
Awalnya aku berniat memakan Yuki-Onna akan tetapi, Tuanku justru tidak mengijinkan ku melakukan hal tersebut.
Tuan bahkan berkata "Ehem, Yuki-Onna ini akan menjadi bawahan ke empat-ku... Tapi karena umurnya masih belia, Aspida lah yang menjaga-nya".
Dengan berat hati, aku pun mengambil tugas memalukan tersebut di iringi gelak tawa dari saudara-ku Spathi dan Sparti...
Kedua saudara-ku terkadang bisa menjadi sosok yang menyebalkan, aku bahkan heran. Kenapa bisa bertahan hidup bersama mereka??
"Ibu, kemana Mr.Jun?? Kenapa aku tidak melihat Mr.Jun dari pagi tadi??" Yuki-Onna muda ini atau bisa di sebut sebagai Yui, nama yang di berikan oleh Tuan. Bertanya kepadaku, tentu saja dengan mata bulatnya yang mengemaskan tersebut.
Dia bahkan tidak segan-segan duduk di atas badanku, awalnya aku merasa agak risih sih tapi tidak peduli apapun yang ku lakukan. Sosok Iblis kecil bernama Yui ini akan terus menaiki badan-ku.
"Tuan sedang pergi berburu dengan paman Sparti, jadi berhentilah menanyakan hal tersebut Yui..." Aku menjawab pertanyaan-nya yang kurasa merupakan pertanyaan ke dua belas kalinya itu, dia selalu mencari keberadaan tuan semenjak hari pertama-nya muncul.
Bahkan terkadang aku menangkapnya, memanggil tuan sebagai Ayah. Yang di mana ini membuatku merasa canggung sekali, seolah-olah aku menikah dengan Tuan kan??
Tapi aku tahu dengan pasti, Solar Bear tidak akan bisa menikah serta menghasilkan keturunan kecuali dengan sesama Solar Bear lainnya...
Jadi harapan untuk menikah dengan Tuan, tidak akan pernah sekalipun terwujud. "Yui, bisa tidak kau berhenti mengoncangkan badan Ibu??" Ucapku dengan lembut.
"Aku bosan Ibu, tidak bisakah aku pergi keluar dari bermain dengan paman Spathi??" Yui bertanya kepadaku, tambahan dia bahkan memasang ekspresi memelas juga.
Seharusnya dia tahu, kalau hal ini tidak akan berefek kepada-ku bukan?? Tapi karena kasihan, aku pun mengijinkan Yui bermain.
'Semoga saja Spathi tidak kehilangan banyak bulu karena iblis kecil ini' Batinku tertawa geli membayangkan hal tersebut, ya mengingat Yui sangat suka memanjati badan Spathi yang besar itu kan??
Dia bahkan terkadang mengatakan hal konyol seperti "Lihat paman, Ibu... Aku berhasil mencapai puncak Everest".
.
.
.
.
Buat yang tidak tahu, Everest merupakan puncak gunung paling tinggi di Hutan ini sekaligus tempat kekuasaan Wind Eagle.
Wind Eagle sendiri merupakan salah satu penguasa hutan yang di kabarkan, memiliki kekuatan tidak jauh dari Lonely Wolf.
Meski menurut tuan, kekuatan Wind Eagle paling-palingan hanya setingkat dengan Spathi sih. Hal yang merepotkan dari Wind Eagle adalah jumlah koloni-nya tersebut.
Ini juga alasan kenapa Tuan, tidak mau repot-repot mengurus Wind Eagle... Lagipun kondisi area pengunungan tidak cocok buat kami para makhluk darat kan??
Setelah melihat Yui yang menggangu Spathi, aku pun berniat berisitirahat sejenak. Mengurus Yui, terkadang melelahkan soalnya.
.
.
.
.
.
TBC