
...Jun POV....
Battle Royale telah dilakukan, kalau tidak salah ini sudah menit ke 10 pertandingan Battle Royale berlangsung. Tentu saja beberapa orang kuat serta berbakat juga menunjukkan kemampuannya, seperti jendral Tiongkok bernama San Jin tersebut.
Ya, aku sudah kalau dia akan dengan mudah mendominasi pertandingan tapi nampaknya dia terlalu keterlaluan sih?? Apa dia tidak tahu pepatah yang mengatakan, semakin bersinar dirimu maka akan semakin banyak kunang-kunang menghampiri-mu??
Tindakannya yang terlalu bersinar ini hanya akan membuat para peserta lain membentuk aliansi sementara untuk mengalahkannya, bakat saja kurang memadai kalau kau tidak menggunakan otak-mu dengan bijak kan??
.......
.......
Beberapa menit lagi telah berlalu, lebih tepatnya ini sudah 30 menit semenjak pertandingan Battle Royale berlangsung.
Harus ku akui, penilaian yang ku lakukan sepertinya mengalami kesalahan besar ya?? San Jin masih saja bertahan, meski bisa ku katakan dia yang paling memiliki tingkat kelelahan paling tinggi daripada peserta lainnya
"Lihat, sudah ku bilang Sparti?? Dia terlalu bersinar dan sekarang dia mengalami efek samping atas tindakan sombongnya itu, kelelahan ekstrim!!!" Ucap Allagi tersenyum bangga terhadap Sparti, ya ini hal yang wajar-wajar saja mengingat memang keduanya sering beradu pendapat satu sama lain.
Selama mereka tidak melakukan pertarungan hidup-mati, aku tidak akan terlalu peduli kalau mereka melakukan perdebatan ataupun sparring kecil-kecilan. "Hm, kau benar.. San Jin terlalu congkak, Hahh mengecewakan sekali" Timpal Sparti menyetujui ucapan Allagi, terlihat juga ekspresi kecewa bertengger pada wajah miliknya.
Membuat Toula hanya terkikik geli, ya setidaknya secara perlahan dia mulai mengembalikan sifat manusia miliknya. Aku pun ikut tersenyum mendengarkan perdebatan antara Allagi dan Sparti.
Namir yang daritadi diam saja pun ikut-ikutan mengeluarkan pendapatnya, "Tapi nampaknya individu bernama San Jin ini, tidak mengeluarkan semua yang dia punya bukan?" Meski pelan tapi hampir semua yang ada di sekitar sana dapat mendengarnya.
Aku, Sparti dan Allagi menganggukkan kepala menyetujui hal tersebut, ini semua berkat skill unique miliknya yang menurutku terlalu Over Power sekali.
Dia bisa mereset waktu sekitar 1-3 menit dari kejadian sebelumnya, yang berarti untuk membuatnya tewas kau harus menggunakan skill AOE dalam interval waktu 5-7 menitan.
Itupun tidak menjamin kalau San Jin akan tewas karena serangan AOE tersebut, mengingat dia pernah menghindari salah satu skill AOE milik Aspida begitu mudahnya. Batinku mengingat kejadian pada beberapa hari lepas.
"Ini juga yang menjadi alasan kenapa San Jin begitu sulit untuk di bunuh, aku terkadang juga kesal!!" Timpal Sparti menekankan kata bunuh sambil menatap tajam San Jian, aku juga melihat kalau kedua sosok ini sempat beradu pandangan untuk sesaat.
"Tuan, saya rasa jumlah peserta sekarang hanya tersisa 110 saja.... Sebentar lagi pertandingan akan selesai" Ucap Taola, ayolah Taola aku juga bisa melihat hal tersebut memangnya kau pikir aku tidak punya mata??
.......
.......
.......
...With San Jin Pov....
Nampaknya aku juga salah tadi, kenapa juga aku melampiaskan emosi-ku kepada orang-orang ini padahal ada banyak pertarungan nantinya Sambungku agak menyesali tindakan ceroboh sesaatku ini, hanya karena merasa kesal terhadap Sparti serta Namir.
Nyatanya membuatku buta dan melampiaskan emosi-ku kepada seluruh peserta, yang pada akhirnya menyebabkan beberapa peserta mengeroyokku habis-habisan. Tak tanggung-tanggung mereka bahkan melakukan pengepungan 50 lawan 1, apa mereka pikir aku ini seekor Beast yang punya stamina begitu banyak hah???
Akhirnya hanya tinggal 110 orang saja, aku hanya perlu bertahan beberapa saat lagi untuk lolos babak seleksi ini. Batinku ketika sesaat aku merasakan tatapan yang penuh akan niat membunuh dari salah satu kursi penonton, tentu aku tahu siapa yang mengirimkan niat membunuh ini. Siapa lagi jika bukan Sparti??
Sosok Rival sekaligus teman dekatku, karena terkadang rival jauh lebih bisa dipercaya daripada teman baikku yang akhir-akhir ini mulai berubah atau lebih tepat ku katakan semenjak insiden Day-Break.
Dua tahun lalu, hampir semua orang yang ku kenal mengalami perubahan besar-besaran pada sifat-sifatnya membuatku agak kecewa mengingat seekor Beast justru memiliki sifat yang lebih mulia dan dewasa daripada manusia
Siapa lagi jika bukan Lonely Wolf, Jun Lee. Ku akui, dia merupakan pimpinan yang paling bijak serta dewasa untuk seukuran lawan di Medan perang bahkan kami harus mengalami beberapa kekalahan pahit karena siasat serta rencana liciknya tersebut.
"Hey kalian para kecoak, ayo datanglah kemari biar aku bisa menendang pantat kecoak kalian sebagai perjalanan pulang gratis" Ucapku memprovokasi beberapa orang ini, semoga saja ada beberapa kecoak bodoh yang terprovokasi??
"Hm, pemuda sombong!!! Lao Zhu ini akan memberikan pelajaran yang berarti padamu" Sesosok pria yang bisa ku bilang memiliki badan lebih kekar dariku, melancarkan pukulannya ke arah ulu hati.
Slash..
Tentu saja ada akibat dari tindakannya itu kan?? Aku bahkan berhasil melukai salah satu urat nadi di tangan kanannya, membuatnya lumpuh untuk selamanya meskipun aku harus menerima serangan pria kekar ini mentah-mentah juga sih.
"Kauu, dasar aku benar-benar tidak menyangka pria terhormat sepertimu menggunakan teknik bertarung rendahan begini" Ya seperti lawanku yang biasanya, lagi dan lagi dia akan mengucapkan susah serampah serta sesuatu seperti kehormatan.
Menurutku ini tidak penting sama sekali, apa gunanya kehormatan jika pada akhirnya membuat kita kehilangan nyawa?? Aku lebih memilih bertarung menggunakan cara curang selama bisa selamat!!!
Tapi sebuah hal fatal terjadi, karena pria kekar ini mengomel-gomel dia melepaskan penjagaannya sehingga peserta lainnya berhasil menyayat lehernya.
Menumbangkan satu lagi pria yang penuh akan ego serta kehormatan kentutnya itu.
.......
.......
.......
.......
.......
TBC