
...Bagian Barat, Hutan Harvest....
Di pinggiran hutan Harvest, kita dapat melihat sekumpulan manusia sedang berkemah di sana. Mereka datang ke Harvest Forest, dengan niatan memburu beberapa hewan di sini.
Tentu saja, para manusia juga tahu kalau bagian Selatan serta Timur Harvest Forest merupakan zona kekuasaan hewan dengan grade D+.....
Sementara kekuatan tempur terkuat di antara kumpulan manusia ini ialah Grade E+ dan E, awalnya mereka berencana untuk mencari Mana Pool ( Recource Energy) di Harvest Forest ini.
Pemimpin para manusia itu merupakan pria bernama George Brown, seorang manusia dengan job Paladin. Dia sebenarnya tidak berniat untuk melakukan penyerangan di Harvest Forest, mengingat adanya sebuah kabar kalau terkadang regu khusus Wind Eagle memantau pinggiran Hutan juga.
"Mr. George?? Anda baik-baik saja??" Salah seorang manusia di sana bertanya, orang ini juga memegang jabatan sebagai wakil dalam ekspedisi kali ini. Namanya ialah Ben Carter, pria berusia 50 tahunan yang mendapatkan job sebagai Tamers.
Tamer sendiri merupakan Job yang paling di benci oleh para hewan, karena dengan job ini manusia dapat dengan mudah mengendalikan mereka untuk bertarung. Bagi beberapa hewan, tunduk kepada makhluk lain terutama manusia merupakan hal paling hina.
Itu hal yang wajar, karena sebelumnya manusia banyak menyiksa Hewan-hewan ini. Jadi hal yang lumrah untuk marah sekaligus haus darah jika bertemu manusia bukan???
George mengalihkan netra-nya kepada Ben sambil berkata "Entahlah, Ben... Aku merasa kalau kita sedang di intai sekarang, sesuatu dengan kekuatan yang kuat sedang mengelilingi kita..."
Merasa bingung, Ben pun kembali ingin bertanya karena memang dia tidak merasakan mara-bahaya apapun "Apa mungkin Wind Eagle ataupun Lonely Wolf mendekati kita??".
George menggeleng kepala dengan ragu "Mungkin saja, tapi setahu-ku para hewan di Harvest Forest juga bisa saling merebut wilayah.... Aku takut mungkin saja Lonely Wolf mengutus salah satu Solar Bear miliknya"
George masih mengingat dengan jelas ketika seekor Solar Bear yang menggunakan zirah di sekujur tubuhnya membantai habis sebuah party berisi 5 orang, padahal orang-orang ini mempunyai pangkat E-..
Tapi hey, Solar Bear yang bernama Sparti itu justru membantai habis orang-orang ini. Ini jugalah alasan kenapa George kurang yakin, mengingat kejadian tersebut terjadi sekitar satu bulan yang lalu??
Para Hewan memiliki power up yang lebih maju daripada mereka, para manusia... Buktinya saja terdapat pada sosok Wind Eagle dan Lonely Wolf, yang di kabarkan merupakan sosok grade D puncak.
"Ayolah George, kau hanya terlalu khawatir.. Aku dengar Lonely Wolf, tidak terlalu berambisi dalam memperluas wilayah. Jadi kecil kemungkinan, berjumpa dengan Solar Bear tersebut kan??" Ben berkata dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri, mereka bahkan mencatat rute perburuan hewan-hewan berbahaya di sini.
Tentu saja dengan menumbalkan beberapa orang berpangkat E rendah sih, tapi tidak masalah ini semua demi kelangsungan hidup Manusia kan???
Mari kita tinggalkan mereka, dan pergi ke sisi para Hewan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
...With Jun Lee....
Para manusia ini, benar-benar menyebalkan sekali. Mereka seperti kecoa saja, di bunuh satu muncul sepuluh. Aku bahkan merasa bingung kenapa diriku yang dulu menyelamatkan manusia-manusia biadab ini? Batin Jun yang nyata-nya sedang mengawasi kemah manusia dari atas sebuah tebing, di sampingnya kita juga dapat melihat sesosok Solar Bear dengan ukuran mencapai 4 meter.
Sosok solar bear tak lain merupakan Spathi yang baru-baru ini mendapatkan terobosan menjadi D-, lalu dimana Aspida serta Sparti??
Jun menugaskan kedua Solar Bear itu untuk menjaga Nero Cave, nama yang di berikan oleh para penghuni hutan untuk tempat tinggal Jun serta koloni-nya.
"Tuan, kenapa tidak mengutus saya ataupun Sparti saja untuk mengusir manusia-manusia ini?? Kenapa anda justru mengutus rombongan Grey Wolf??" Spathi bertanya, dia kurang yakin mengingat rombongan Grey Wolf tersebut baru-baru saja bergabung dengan mereka.
.
.
.
Jun menyeringai, memperlihatkan gigi tajam serigala-nya kepada Spathi lalu berkata "Bangsa serigala terkenal akan kerja sama dan keganasan mereka dalam berkelompok, sangat jarang ada serigala yang seperti-ku..."
Spathi masih menggelengkan kepala tanda tidak mengerti sama sekali, melihat Spathi yang kebingungan. Jun hanya berkata "Liat dan perhatikan saja, jika ingin melawan manusia. Kita memerlukan banyak pasukan bukan??"
Merasa tak berdaya, Spathi pun diam dan kembali mengawasi kemah manusia tersebut terlihat kalau para rombongan Grey Wolf mulai mengepung kemah manusia tersebut.
Jun melihatnya, lalu dia-pun melayangkan sebuah lolongan yang keras. Lolongan ini nyata-nya merupakan Skill bersifat De-Buff terbaru Jun yakni [Skill Active : Wolf howl]
.
.
...Jun POV End....
.
.
.
.
.
...Back to George...
Saat ini George serta Ben terlihat amat panik, terutama ketika mereka mendengar sebuah lolongan serigala yang khas. Hanya ada satu Serigala yang bisa melolong cukup keras seperti ini.
Wajah George langsung menjadi jelek sekarang, karena lolongan ini juga memberikan debuff kepada mereka. Membuat beberapa anggota merasa ketakutan, tapi hal semakin buruk ketika beberapa Grey Wolf muncul dari hutan.
"Ben, siapkan semua orang. Kita akan menembus kepungan Grey Wolf ini nampaknya Lonely Wolf hanya ingin melatih para Grey Wolf sebagai pasukan.." George berkata dengan nada pelan, sehingga hanya Ben yang berada di sampingnya yang bisa mendengar ucapannya.
Semakin sedikit yang tahu, akan lebih bagus. Manusia berada di posisi yang kurang bagus sesudah Day-Break, dan hal-hal akan semakin buruk jika mereka mati di tangan Grey Wolf ini.
"Baik, aku akan melakukannya" Ben berkata dengan tegas, bergegas menyiapkan pasukan untuk menerobos pengepungan. Semakin cepat mereka bertindak, semakin banyak juga manusia yang selamat.
.
.
.
.
.
.
TBC