I'M Reincarnated As A Wolf?

I'M Reincarnated As A Wolf?
Inti core, Fire Elements



Colloseum Roma, Italia.


Colosseum Roma, salah bangunan bersejarah di dunia lainnya. Bangunan ini cukup kokoh bahkan bencana yang terjadi karena Day-Break pun tidak mampu merobohkannya.


Di sisi selatan colosseum kita dapat kehadiran sosok pemuda yang diikuti oleh seekor panda, harimau bertaring, beruang kutub yang menggunakan full armour serta sosok ksatria wanita tanpa kepala.



Sosok tersebut tak lain merupakan sosok Jun yang menggunakan wujud Humanoid-nya, "Sudah cukup lama aku tidak menggunakan wujud humanoid ini bukan begitu, teman-teman??" Jun berkata memecahkan keheningan yang berada di antara mereka berlima, mengingat hampir semua yang ada bersamanya kini tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi yang bagus sih??


"Apa yang tuan katakan benar sekali, berbeda dengan nona Aspida yang sering menggunakan wujud Humanoid miliknya bahkan ketika tidur sekalipun" Timpal Allagi yang entah darimana mengenggam sebuah kipas hijau yang berbuat dari ulaman beberapa daun bambu, tak lupa Allagi juga berjalan menggunakan dua kaki belakangnya saja akhir-akhir ini mengingatkan Jun kepada sosok pria yang memiliki julukan sebagai naga tidur, Wulong.


Sosok tersebut tak lain merupakan Zhuge Liang, penasihat paling terkenal dari negara Shu pada zaman tiga kerajaan dulu. Atau mungkin saja kalau panda ini merupakan wujud reinkarnasi nya bukan??


"Tidak peduli mau wujud apapun yang digunakan, Taola akan selalu menjadi pedang serta perisai paling tajam milik tuan!!!" Taola berucap dengan penuh keyakinan, bicara soal reinkarnasi Jun dapat yakin 100% kalau kemungkinan besar Taola merupakan mantan manusia yang bekerja kepada suatu kerajaan dulunya.


Meski Jun tidak tahu kerajaan yang mana sih, mengingat baju besi milik Taola itu merupakan pasaran jadi susah untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.


"Taola masih saja tidak berubah ya, padahal kau sudah bersama kami selama beberapa hari tapi masih saja menggunakan estetika ksatria masa lampau?" Kali ini Sparti lah yang sedang berbicara, dia juga telah melepas bagian helmet miliknya dengan alasan ingin melihat lebih leluasa pemandangan colosseum roma ini.


Ya, lagipun Colosseum Roma memiliki banyak kerajinan berupa ukiran-ukiran pada setiap temboknya bukan?? Jadi sebagai seorang Spartan, Sparti merasa tidak salah untuk sedikit mengagumi keindahan seni bangsa romawi ini kan?.


Ketika keduanya sedang berbicara dengan asyik, Namir yang memang daritadi diam saja berkata "Hey kalian berdua, mau sampai kapan kalian berjalan seperti siput?? Tuan dan Allagi sudah menunggu kita daritadi" Ucapan tersebut membuat kedua sosok yang sama-sama menggunakan full armourpun mempercepat langkahnya meninggalkan Namir sendirian.


.......


.......


.......


"PERHATIAN KEPADA PARA HADIRIN SEKALIAN!!!! AKU BERTERIMA KASIH BANYAK KARENA KALIAN MENYEMPATKAN WAKTU UNTUK BERKUNJUNG KEMARI" Ucap Jun menggunakan sebuah mikrofon khusus yang bisa dialiri sihir, tujuannya?? Tentunya agar bisa di dengar oleh seluruh stadium.


"BAIKLAH SEBELUM PERTANDINGAN PERTAMA DI MULAI, SAYA AKAN MEMBIARKAN SELURUH PENONTON UNTUK MELIHAT HADIAH UTAMA... SPARTI KELUARKAN HADIAH UTAMA?!!!" Sambung Jun meminta Sparti membawa hadiah utama yang tak lain merupakan sebuah inti mana pool kualitas tertinggi.


Perlu di ketahui tiap-tiap inti mana pool kualitas tinggi sendiri mewakili unsur-unsur hukum yang ada, mulai dari air hingga unsur kematian-kehidupan...


Sparti tidak menunggu lama dan langsung mengeluarkan sebuah inti core yang terus menerus memancarkan sinar keemasan, ini adalah inti core yang ditemukan oleh Aspida dan Spathi beberapa hari yang lalu.


Inti core ini mewakili elemen yang cukup unik, yakni elemen api. Yang menurut Jun, tidak terlalu banyak berguna buat mereka sih.


"APA ADA YANG BISA MENEBAK APA ELEMEN YANG BERADA DI INTI INI??" Tanya Jun kepada para penonton, keadaan hening seperti dugaan Jun nampaknya masih tidak ada seorang pun yang menebaknya.


"INI ADALAH INTI CORE YANG PALING MERUGIKAN KAMI, YAKNI API!!!" Sambung Jun, yang di sambut akan teriakan ricuh para penonton tak lupa juga tatapan penuh harapan dari penonton manusia.


Hal ini tentu saja di sadari oleh Jun, bahkan sebelumnya dia mendapatkan sedikit penolakan dari Aspida serta Allagi yang merasakan kalau inti ini bisa saja membawa kehancuran pada kelompok mereka.


Tapi Jun dengan santainya berkata "Untuk menghancurkan seseorang, kita perlu mengambil sedikit tindakan berisiko" Inilah yang diucapkan olehnya lengkap dengan senyuman penuh kelicikan membuat beberapa anggota merasa mengigil ketakutan.


Melihat betapa semangat serta hidupnya para penonton dan peserta kali ini, "KALAU BEGITU PERTANDINGAN PERTAMA, YAKNI ROYALS BATTLE DI MULAI!!! ALLAGI AKAN MENJELASKAN PERATURAN PERTANDINGAN KALI INI!!!" Ucap Jun sambil menyerahkan mikrofon kepada Allagi lalu duduk di tahta miliknya.


.......


.......


"Baiklah teman-teman pejuang sekalian, pertarungan kali ini sedikit mudah.. Kalian hanya perlu mengeliminasi sesama peserta hingga berjumlah 50 orang saja. Itu mudah bukan??" Suara Allagi terdengar di seluruh penjuru, berbeda dengan suara Jun yang menggelegar serta penuh akan tekanan. Allagi justru memiliki suara yang penuh akan kelicikan sama seperti orangnya...


.......


.......


.......


.......


.......


TBC