
Ini adalah hari ke-2, semenjak tournamen Colosseum dilakukan. Pada akhirnya peserta yang bertahan dalam Battle Royale hanya sekitar 50-an saja, ini membuat Jun merasa kecewa karena hanya memiliki 50 orang berbakat untuk dijadikan makanan saja.
Tentu saja pada hari ini pertandingan yang dilakukan jauh berbeda daripada semalam, karena tema pertandingan hari ini ialah Eliminasi. Agar adil Jun bahkan menggunakan Rollute untuk menentukan pertandingan.
Dan pertandingan pertama dibuka oleh seorang pendekar pedang dari Indonesia melawan agen milik Rusia, sangat disayangkan Jun melarang segala bentuk senjata api yang dimana ini agak merugikan pihak Rusia.
Dia hanya bisa memutar otaknya, mencoba memanipulasi energi mana untuk menjadi peluru saja. Meskipun Jun tidak yakin ada orang yang bisa melakukannya, tidak peduli mau sehebat apapun dirimu itu.
.......
.......
Di dalam arena, kita dapat melihat dua sosok yang sedang beradu pandangan mungkin bagi orang awam mereka sedang melakukan tatapan tapi untuk mereka yang memiliki kekuatan tingkat tinggi.
Ini adalah petarungan mental, masing-masing petarung menunggu lawannya menunjukkan celah. Karena pertarungan tingkat tinggi justru tidak berlangsung lama, bahkan tak jarang hanya berlangsung kurang dari 1 menit saja.
Tiba-tiba sebuah koin emas dilemparkan oleh pendekar pedang tersebut ke arah agen Rusia, membuat agen tersebut merampalkan skill ke arah koin.
Drap.. Drap.. Slash...
[Speedometer Active]
Sebuah kesalahan fatal dilakukan oleh pihak Rusia, dia justru mengalihkan pandangan pada sebuah kepingan koin sehingga melupakan keberadaan pendekar pedang tersebut.
Dan ya, pendekar pedang hanya perlu menggunakan momentum kecepatan larinya untuk memberikan tebasan mematikan pada leher agen Rusia. Tentu saja di dalam Colloseum ini, Jun memperbolehkan pertarungan hidup-mati pesertanya.
Kalau tidak bagaimana Jun bisa mendapatkan untung?? Bagi para Beast mayat dari seseorang juga bisa menjadi sumber kultivasi mereka, meskipun mayat tersebut berada di bawah gradenya sekalipun tetap akan berguna kan.
.......
.......
Tak perlu menunggu lama, pertarungan selanjutnya pun berlangsung kali ini yang bertarung ialah dua sosok Beast berbentuk kalajengking serta berbentuk harimau humanoid.
Yang kalau tidak salah ingat keduanya berasal dari daerah hutan Afrika?? Meski Afrika agak langka juga memiliki seekor harimau sih, tapi hey apa peduli Jun selama kalian datang kemari itu hanya berarti kau siap kehilangan nyawamu.
Harimau Humanoid tersebut menatap penuh waspada pada kalajengking di depannya, lebih tepatnya dia waspada terhadap sengat milik musuhnya tersebut. Perlu diketahui kalajengking memiliki racun yang cukup mematikan sebelum insiden besar tersebut, tapi selepas insiden yang terjadi beberapa tahun ini.
Kekuatan racun kalajengking meningkat bahkan menyaingi kekuatan racun milik King Cobra di masa lampau, jadi Harimau harus ekstra berhati-hati.. Dia juga tidak masalah meski harus mengalami kekalahan setidaknya nyawa miliknya harus tetap utuh.
"Karena kita sesama Beast dari Afrika, aku menyarankan kepadamu untuk mundur saja nak" Sebuah peringatan ramah di berikan oleh sosok Kalajengking tersebut, nampaknya dia agak tidak tega membunuh makhluk yang satu halaman dengannya kan??
Harimau humanoid itu menggelengkan kepalanya tanda mengubris peringatan ramah tersebut, "Maaf senior, tapi aku juga memiliki tujuan tertentu untuk bertarung" Tolak Harimau humanoid dengan nada yang sopan juga.
Mendengar penolakan yang penuh akan kesopanan tersebut membuat sang kalajengking merasa agak iba juga, jadi secara diam-diam ia pun memutuskan untuk tidak menggunakan sengatan beracun miliknya untuk harimau muda ini.
.......
.......
'Kenapa, aku sudah berbaik hati untuk tidak menggunakan sengatan racun-ku tapi kau justru menghancurkan otakku hingga berkeping-keping menjadi bubur... Apa ini balasanmu??' Batin Kalajengking tersebut di sela-sela kematiannya, kita juga dapat melihat tatapan tak terima di kedua netranya.
Hal ini tentu saja dilihat dengan jelas oleh Jun yang hanya tertawa akan kekonyolan kalajengking ini, "Di dalam medan pertempuran, semakin baik dirimu semakin cepat kau jatuh kecuali kau adalah anak emas universe yang punya plot Armour super kuat" Ucap Jun, dengan nada yang agak pelan sehingga hanya beberapa orang saja mendengarkan perkataan miliknya.
Tapi beberapa orang tersebut justru mengangguk setuju akan perkataan Jun, Kalajengking tadi terlalu naif untuk Beast ukuran dewasa. Mengenaskan sekali. Pikir sekelompok orang yang entah bagaimana memiliki pemikiran sama satu sama lain.
"Allagi, lanjutkan pertarungan" Jun berkata memberikan arahan untuk pertarungan ketiga, well lagipun ada 50 orang pada babak ini yang harus dipangkas hingga menyisahkan 20 orang saja...
"Tuan, jika memungkinkan bisakah anda mengubah beberapa area menjadi lautan?? Pertarungan kali ini ialah pertarungan antara makhluk lautan" Allagi berkata, Jun hanya mengangguk pelan sambil melambaikan tangannya ke arah arena [Area : Umi].
.......
.......
.......
Sebuah pulau lengkap dengan beberapa lautan terbentuk di seluruh arena, membuat arena pertarungan menjadi area pantai serta lautan seketika itu juga.
Tak perlu menunggu lama, Allagi pun membiarkan petarung selanjutnya memasuki arena. Kali ini yang bertarung ialah dua sosok hiu macan jadi wajar-wajar saja kalau mereka memerlukan lautan untuk mendukung pergerakan mereka.
Dua hal yang membedakan mereka ialah, ukuran serta warna dimana Hiu A memiliki warna biru tua serta panjang sekitaran 5 meter sedangkan Hiu B memiliki warna hitam pekat serta panjang hanya agak kecil yakni 3 meter.
Jun yang menyaksikan dari bangku penonton meneguk ludah, siapapun pemenang pertarungan ini yang kalah jelas akan menjadi santapan yang luar biasa. Mengingat Jun cukup suka memakan daging hiu pada kehidupan sebelumnya.
.......
.......
.......
.......
.......
TBC