
" sudah ayo kita keluar dulu dari sini " kata Khalid
" tapi Khalid " jawab imron
" dengerin aku imron jangan membuat, semua nya tambah runyam ayo " kata Khalid sambil mendorong imron
lalu Khalid dan imron keluar di susul peronika dengan aira
tinggalah Amalie dan Alex berdua di kamar
" apa Ini sakit " Tanya Amalie pada Alex sambil memegang bibir Alex yang sedikit mengeluarkan darah, Amalie mengambil tisu dan mengelap nya
" maaf karna aku kamu jadi terluka " lanjut Amalie sambil mengusap luka di ujung bibir Alex akibat bogeman dari imron
" kamu gak salah honey,kamu gak usah khawatir cowok dapet luka itu sudah biasa, ini gak akan terasa sakit, kalo kamu yang obatin " kata Alex
maaf kan aku imron, aku tau kamu cemburu karna kamu menyukai Amalie, dengan sikap kamu padaku sekarang aku lebih yakin lagi, kalo kamu memang mencintai Amalie, aku tidak bermaksud merebut nya darimu tapi memang kamu gak punya keberanian mengungkap kan perasaan mu sendiri, dan kamu tidak pernah mencoba untuk masuk ke dalam hatinya, jadi ini bukan salah aku yang lebih dulu berani menyatakan cinta, dan masuk ke dalam hati Amalie batin Alex
" Alex gak lucu aku serius " kata Amalie
" ya emang ini gak lucu, tapi yang lucu itu kamu cium aku sekarang apalagi kalo kamu mencium luka aku itu obat mujarap ketimbang salep " goda Alex
" Alex " teriak Amalie sambil mengoleskan salep pada luka Alex
" aku rela terluka demi kamu, asal jangan kamu yang terluka karna aku, aku tidak akan pernah membuat mu terluka selama kamu bersamaku I love you honey " Kata Alex serius
" terimakasih walow aku belum sepenuhnya bisa membuka hati aku untuk kamu, tapi aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan kita " jawab Amalie sambil memeluk Alex
" tenkyou atas kesempatan Ini Dan momen ini aku bahagia bisa merasakan pelukan mu " bisik Alex di telinga Amalie
" apa kita akan mengatakan nya pada mereka tentang hubungan kita " Tanya Amalie
" tentu saja mereka harus tau sayang supaya mereka tidak salah paham pada kita " jawab Alex
" sekarang kamu mandi ganti baju lalu kita turun dan kita akan jelaskan pada mereka " kata Alex
" aku malu untuk keluar dari kamar ini, aku belum siap bertemu mereka sendiri tampa kamu " jawab Amalie
" ya " jawab Amalie
" baik lah kalo begitu aku akan suruh pelayan untuk mengambil pakaian dari kamar kamu" kata Alex sambil mencet nomer pelayan nya
" ini kamu yang ngomong mau di ambilin apa saja dari kamar kamu " lanjut Alex sambil memberikan telephone nya pada Amalie
Amalie mengambil telephone itu dan bicara pada pelayan
tak Lama kemudian pelayan itu pun mengetuk pintu kamar Alex, membawa semua keperluan Amalie, yang Amalie bilang di telephone tadi
Alex pun membuka pintu kamar nya, dan mengambil barang Amalie dari pelayan itu
" sayang kamu mandi duluan, barang barang kamu sudah ada ,atow kita mandi bareng " goda Alex
" gak kita belum muhrim Alex jangan macam macam " jawab Amalie
" kalo gitu kita sah kan aja ke kua sayang " kata Alex
" gak sekarang " kata Amalie sambil masuk ke kamar mandi
" aku tunggu sampai kamu siap sayang " teriak Alex karna pintu kamar mandi sudah di tutup sama Amalie
di kamar Alex suasana nya romantis bahagia karna hubungan yang baru mereka mulai semalam
beda cerita dengan yang ada di bawah di ruang tengah, mereka pada tegang, sedang menunggu Alex dan Amalie, menjelaskan semua nya
" kenapa kamu menyuruhku pergi dari sana Khalid " Tanya imron kesal
" terus aku harus membiarkan kamu menghajar Alex sampai babak belur, semua itu ta akan menyelesai kan masalah imron , apalagi dengan emosimu yang tak bisa di kendalikan ,aku juga marah melihat kejadian tadi, tapi aku tau Amalie pasti punya alasan untuk melakukan itu ,jadi aku ingin dengar dulu penjelasan nya baru menghakimi, supaya nantinya gak salah paham " jawab Khalid, yang tau kenapa imron begitu marah melihat Alex Dan Amalie, Khalid tau imron menyimpan rasa pada Amalie, tapi sayang imron tidak pernah berani memberi tahu kan perasaan nya pada Amalie
" apa mereka pacaran " bisik aira pada peronika
" dari yang kulihat kayaknya mereka pacaran " bisik balik peronika pada aira takut kedengaran Khalid dan imron, yang bisa menambah amarah imron pikir mereka berdua π