
merekapun sampe di Hotel
Khalid dan imron mengantar Amalie ke kamar nya,,,sebelum masuk Khalid meminta pegawai Hotel memberikan dia alat kompres,, dan di jalan tadi mereka mampir ke apotek untuk membeli salep
setelah mereka masuk kamar
" aku bisa melakukan nya sendiri kalian keluar aja pergi ke kamar kalian,,siapkan diri kalian untuk pergi ke pesta pertunangan nanti malam " kata Amalie ke Khalid dan imron
" jangan banyak bicara cepat ganti baju " kata imron
" kami Akan pergi kekamar kami untuk ganti baju setelah selesai kita akan kembali ke kamar ini makan bareng disini sekalian mengompres tangan kamu itu " lanjut Khalid
" kalian ini tangan aku cuma memar gak cedra aku bisa mengompres nya sendiri " jawab Amalie
" udah nurut aja " kata imron
merekapun keluar dari kamar Amalie menuju ke kamar mereka yang tepat berada di sebelah kamar Amalie
setelah mereka selesai ganti baju mereka masuk lagi ke kamar Amalie sudah ada kompresan yang tadi Khalid pinta disana,,, Amalie pun sudah mengganti bajunya
" sini duduk disini " kata Khalid ke Amalie
Amalie pun nurut
lalu Khalid mengompres tangan Amalie, setelah mengompres nya, Khalid mengoleskan salep, imron duduk diam di dekat mereka sambil menatap ke arah tangan Amalie yang sedang di olesi salep oleh Khalid
kenapa aku benar benar gak rela lihat Amalie terluka sedikit saja, dengan kejadian tadi menyadarkan aku bagaimana sebenarnya perasaan aku ini terhadapnya, melihat Amalie ingin dilukai orang lain, membuat aku gak rela dan takut kehilangan ternyata rasa ingin melindunginya bukan hanya karna Amalie sowdara Khalid dan bukan karna kami bersahabat, melainkan karna aku mencintainya batin imron
" nanti malam kamu gak usah ikut " kata Khalid setelah selesai mengoleskan salep
" kenapa tangan aku cuma memar Khalid ,aku tetap akan pergi, mereka kan ngundang kita bertiga ,aku bisa menutupi tangan aku dengan memakai baju tangan panjang " jawab Amalie
" terus kalo Amalie gak ikut nanti malam kamu akan ninggalin Amalie sendiri di Hotel, sungguh bukan ide yang bagus Khalid " sahut imron
suara bel pintu yang menghentikan obrolan mereka
imron membukanya
"makanan yang anda pesan tuan " kata orang delivery
" iya terimakasih " jawab imron
merekapun makan bersama di kamar Amalie
" kenapa kalian gak sewa kamar 1 aja biar gak buang buang uang kalo kalian lebih sering dikamar aku otomatis kamar kalian kosong kan " celetuk Amalie di sela sela makan
Khalid dan imron sama sama melihat ke arah Amalie sambil mengunyah makanan mereka
" kita ini pria dewasa Amalie dan kita pria normal kamu tidak takut kalo sekamar dengan kami, kamu gadis cantik, aku sowdaramu bisa menahan diri, kalo lelaki di sebelah mu aku tak begitu percaya " ucap Khalid memandang ke arah imron
" sialan sorry aku gak sebejad itu Khalid " jawab imron
" aku percaya sama kalian berdua, lagian aku cuma bercanda ko " kata Amalie sambil senyum ke arah mereka
" udah kamu istirahat aja dulu sekarang kami akan keluar supaya kamu bisa istirahat,nanti malam kita akan pergi ke pesta sama sama jangan Lama dandan nya kita akan pergi Jam 7 kamu harus sudah siap " kata Khalid setelah mereka selesai makan
" OK " kata Amalie
" kita keluar dulu ya " kata imron
" hhhmmm " jawab Amalie sambil mengangguk
Amalie langsung beranjak dari sopa langsung menjatuhkan diri ke atas kasur,,, heemmm nyaman sekali kasur ini, sebelum tidur Amalie memandang langit langit kamar Hotel, sambil berpikir aku beruntung sekali selalu dilindungi 2 cowok tampan, sowdara dan juga sahabat , mereka membuat aku lupa kalo Hendrick pernah memberi ku luka ,mereka membuat aku nyaman berada di dekat mereka sehingga membuat aku tak ingin memberi ruang untuk pria yang ingin mendekatiku, lagian aku masih tak ingin terluka untuk yang kedua kalinya,masih ada rasa troma yang di berikan Hendrick di hati ku ini, tapi kenapa Khalid dan imron mereka berdua belum mau menikah ya, usia mereka sudah matang untuk menikah, aku gak boleh egois merasa nyaman bersama mereka terus aku gak memberi ruang untuk mereka pacaran ,apa karna mereka selalu menjagaku jadi mereka gak ada waktu ,tunggu bukan nya Khalid punya pacar iya tapi pacarnya di New York,, tapi imron kayaknya aku gak pernah lihat dia pacaran selama aku disini,,, bodo akh itu urusan mereka setelah berpikir panjang
Amalie pun terlelap tidur