I Love You More Than Anything Else

I Love You More Than Anything Else
bab 32



mereka berdua pun berjalan keluar rumah Sakit ,setelah pamit sama dokter, dan menebus obat di apotik rumah sakit itu, Amalie dan Alex pun masuk ke mobil, dan pergi dari sana


...di dalam mobil...


" kenapa kamu melakukan semua Ini " tanya Amalie pada Alex


" melakukan apa " jawab Alex berlaga tidak paham apa yang Amalie tanyakan, padahal Alex tau maksud pertanyaan nya


" aku bertanya serius Alex " jawab Amalie


" aku juga serius " kata Alex senang menggoda Amalie


" kita sudah sampai " Kata Alex


begitu mobil berhenti Amalie langsung turun tampa menunggu Alex karna masih kesal padanya ,Amalie langsung berjalan masuk ke perusahaan


" tunggu nona apa anda begitu marah pada saya " goda Alex sambil mengejar Amalie


Amalie terus berjalan tampak menoleh ke belakang atowpun menjawab pertanyaan Alex, ahirnya Amalie berhenti di depan lif memencet tombol lif dan menunggu, Alex ikut menunggu di pinggir Amalie, dan cuma ada keheningan di antara mereka berdua , lalu lif pun terbuka dan mereka masuk


" dengar aku melakukan semua ini karna peduli sama kamu Amalie, aku emang gak suka di tentang tapi selama itu untuk hal yang gak masuk akal, kamu dengar sendiri tadi dokter bilang kulit kamu sensitive, coba kalo kamu terus menolak di ajak ke dokter apa yang Akan terjadi pada tangan kamu ini, apa salah jika aku peduli sama kamu, apa salah kalo aku ikut memperhatikan kamu, aku tau di hati kamu menyimpan banyak pertanyaan kenapa aku peduli sama kamu, karna kita baru 2 hari ini bertemu , biar aku jawab, karna aku menyukai kamu sejak pertama aku melihat mu di lampu merah, dan berlanjut di mall, dan tampa sengaja juga kita di pertemukan di tempat meting ,dan ternyata kamu sepupu dari sahabat ku, walow aku tidak tau apa ini rasa suka seperti apa karna terlalu singkat bila di bilang cinta , tapi yang pastinya kamu wanita langka Amalie, wanita yang membuat ku tersentuh dengan sikap lembut mu pada semua orang " kata Alex sambil mendorong Amalie ke dinnding lif dengan pisisi dekat membuat jantung Amalie tak karuan


" ma'af dan terimakasih " jawab Amalie, lalu pintu lif terbuka, dengan cepat Amalie mau pergi tapi Alex memegang tangan nya


" kita datang kesini bareng, kita masuk juga bareng, karna aku belum tau perusahaan ini " kata Alex


" iya aku lupa ma'af " jawab Amalie


lalu merekapun berjalan menuju ruang meting, karna mereka sudah di tunggu sama yang lain nya di ruang meting


" maaf kami terlambat di meting pertama pembahasan proyek kita ini " kata Alex pada semua yang ada di sana


" santai bro kita baru mulai " jawab imron


lalu Alex langsung duduk , sedangkan Amalie langsung ke depan, menyalakan laptop dan layar yang ada di depan, untuk melakukan persentase ,butuh beberapa Jam untuk mereka melakukan meting proyek baru ini, sehingga waktu makan siang pun terlewat


" apa kalian tidak lapar " Tanya imron


" tentu saja " jawab Khalid


" kita bisa pesan makanan dan di antar kesini gimana " lanjut Khalid


" aku setuju, setelah makan kita baru lanjut, lagipula Amalie harus segera makan, karna dia harus minum obat nya " jawab Alex


" gimana kondisimu Amalie " Tanya Khalid


" Amalie punya kulit sensitive, jadi dia gak boleh terluka, kalo dia sampai luka seperti sekarang ini, itu akan susah untuk di sembuhkan , itu kata dokter tadi " jawab Alex, Alex yang Men jawab bukan Amalie


" apa itu banar " Tanya Khalid dan imron pada Amalie


Amalie menjawab dengan anggukan


" kalian berdua terlalu menuruti apa yang dia katakan walow itu akan melukainya, bagaimana cara kalian menjaganya selama ini, kalian pun tidak tau kalo Amalie punya kulit sensitive dan membiarkan Nya,,kalo aku telat membawanya ke dokter mungkin akan tambah parah " kata Alex pada imron dan Khalid


" Khalid dan imron cuma bisa diam karna apa yang di katakan Alex benar, Alex yang baru bertemu 2 hari dengan Amalie sudah tau apa yang mereka gak tau dari Amalie


semua orang yang ada disana menatap heran pada Alex yang menaruh perhatian pada Amalie padahal mereka berdua baru bertemu pikir mereka, tapi tidak ada yang berani bertanya